My Story Of Becoming A Werewolf

My Story Of Becoming A Werewolf
Ayok mulai rencana



Aku melirik Prof. Peter yang kulihat ia tidak terpengaruh sama sekali dengan bau buah ini. Oh.. Aku baru ingat. Karna liontin yang diberikan bibi Tori untuk menyembunyikan hawa manusia serigala nya menyebabkan kemampuannya berkurang sampai 50%. Indra penciuman paman Fang saat ini tidak sesensitif seperti indra penciumanku. Aku berusaha untuk terlihat tidak terpengaruh sama sekali dengan bau buah itu. Walau aku ingin sekali berlari keluar dan mencari udara segar. Aku mengibas-ngibaskan telapak tanganku di sekitar wajah, atau sesekali menyentuh hidung dan menggosoknya. Kulakukan beberapa gerakan yang membuat semua orang tidak curiga. Akan aneh kalau mereka menyadari kalau aku tidak tahan dengan bau yang menyengat dari buah tersebut, yang bagi mereka sangat harum.


"Hachii!"


Aku tidak bisa bertahan lagi dari bau buah buah ini yang menyebabkan aku bersin. Suara bersinku menggema di ruang aula ini yang sendari tadi tenang. Reflek aku menutup hidung serta mulutku menggunakan kedua tangan. Ini sungguh memalukan bagiku. Bisa-bisanya aku mengacaukan momen yang paling di nanti semua orang. Semuanya hening beralih menatapku dengan raut wajah sama.


"Rin, kau masih flu?" Onoval menarik ku mundur sedikit.


"Iya. Maafkan aku. Aku tidak bermaksud mengacau."


"Sebaiknya kau istirahat dulu. Aku antar kau ke kamar tamu dan apa perlu aku panggilkan dokter kerajaan?"


"Tidak, tidak perlu. Aku sudah minum obat. Istirahat saja sudah cukup."


"Baiklah. Ayok pergi."


Onoval menggegam erat tanganku lalu kami menghilang dari pesta. Dalam sekejam aku dan Onoval sudah berpindah ke kamar yang luas dengan probatan mewah. Ini baru kamar tamu nya, aku jadi penasaran bagaimana dengar kamar utama? Pasti lebih megah dari sini. Yang menarik perhatianku dari kamar ini adalah lampu gantungnya. Itu sangat indah dengan puluhan permata sebening air yang menghiasinya.


"Istirahatlah disini. Aku akan meiminta seseorang membawakan sup hangat untukmu," Onoval berlalu pergi.


"Walau sedikit memalukan tapi setidaknya aku bisa pergi dari tempat itu," gumangku.


Aku menyelipkan Handsfree ke telingaku lalu menutupinya dengan helaian rambutku. Handsfree ini akan memudahkan aku, Sofia, Lisa dan berkomunikasi tampa di ketahui. Aku segera menghubungi mereka untuk melancarkan rencana kami.


"Hallo, Rin," jawab mereka setelah terhubung.


"Wolf kecil, dimana kau sekarang? Dan bagaimana bisa kau bersama dengan putra mahkota?" tanya Paman Fang.


"Karna kucing. Kita bahas itu nanti. Bagaimana keadaan disana?" tanyaku pada mereka.


"Pesta dansa berlanjut kembali. Pohon ΖΩΗ (ZOI) sudah kembali ke tempatnya," jelas Sofia.


"Kita mulai rencananya sekarang?" tanya Lisa.


"Sesuai perintah mu Prof. Peter," ujar ku.


"Jauh di depan kalian anak-anak. Mari kita lakukan hal paling berbahaya ini. Rin dimana posisi mu?"


Aku berlari ke jendela untuk melihat di mana aku berada sekarang. "Lantai tiga sebelah timur."


"Kau bisa pergi menyelusuri lantai atas?"


"Baik," jawabku tegas.


"Sofia dan Lisa, kalian bisa menyelusuri lantai dua?"


"Serahkan pada kami," jawab mereka serempak.


"Aku akan menyelusuri lantai dasar sampai ruang bawah tanah. Jika tidak menemukannya, aku akan menyusul kalian. Tetaplah terhubung dan selalu berhati-hati."


"Siap Mr. Li. Kami akan melaksanakannya sesuai perintah anda," jawab kami.


Aku bisa pastikan mereka sudah bergerak meninggalkan suasana pesta. Hanya ini kesempatan kami bisa memasuki kastil dan mengambil buah tersebut. Dengan menggunakan ingatan setelah melihat dena kastil yang di dapat paman Fang, itu sangat memudahkan kami agar tidak tersesat dalam kastil ini dan memilih ruangan yang kemungkinan besar tempat dimana pohon ΖΩΗ (ZOI) berada. Baru hendak keluar dari kamar tiba-tiba terdengar suara mengetuk pintu.


"Nona Rin. Saya membawahkan sup untuk anda," ucap seseorang dari luar yang ternyata seorang pelayan.


Pelanyan itu membuka pintu dan malangkah masuk dengan membawa nampan di tangannya. Ia meletakan semangku sup hangat di atas meja lalu berlalu pergi setelah aku mengucapkan terima kasih padanya. Hah... Sup lagi. Sebenarnya aku tidak ingin memakannya dan langsung saja keluar dari kamar ini untuk mencari tempat dimana pohon ΖΩΗ (ZOI) di simpan. Tapi Onoval tiba-tiba datang.


"Kau sudah memakan sup mu?" tanya nya.


"Ini baru sampai," aku mencicipi sup itu agar Onoval tidak terlalu curiga. "Kau tidak kembali ke pesta?"


"Pesta sedikit membosankan bagiku. Apa lagi kakak telah memberitahukan identitas ku pada mereka. Aku tidak bisa terlalu bebas lagi di antara mereka tampa pertanyaan sama berulang-ulang. Menjadi pangeran tidak semenyenakan apa yang diperkirakan semua orang. Aku lebih suka menjadi rakyat biasa."


Mendengarkan Onoval bicara membuatku tampa sadar menghabiskan sup ku. Aku tidak bisa menolak kelezatan ini.


"Jadi, apa boleh aku bersama mu?" katanya kemudian membuatku terkejut.


"Eh... Ini..." kalau Onoval terus bersamaku, bagaimana caranya aku mencari tempat disembunyikannya pohon ΖΩΗ (ZOI)? "Boleh, tapi aku bosan di kamar terus. Bagaimana kalau kau mengajak ku berkeliling?"


"Tidak masalah. Ayok ku ajak kau berkeliling kastil NorthVyden. Aku paling ahli menjadi pemandu wisata."


Onoval menariku ke luar dari kamar. Kami mulai menyelusuri lorong yang dengan setiap ruangan disebelah merupakan kamar tamu. Setelah melewati kamar tamu yang tersebar sepeti kamar hotel, kami kini melewati ruangan besar dengan karpet indah bermotif tapi sayangnya itu cuman ruang kosong belakang. Tidak ada apa-apa disini selain beberapa guci besar yang tersebar di setiap pilar serta tiang-tiang lilin. Onoval menjelaskan setiap kegunaan dari beberapa ruangan yang ia ketahui. Ada juga sebagian ruangnya yang ia sendiri juga tidak tahu.


Sudah lebih dari sejam kami berkeliling dan itu pun baru menyelusuri bagian lantai atas, belum mencangkup bagian tengah dan lantai dasar. Aku sesekali bertanya pada Sofia, Lisa dan paman Fang tentang hasil penyelusuran mereka. Mereka menjawab belum menemukan apapun. Bahkan paman Fang telah menyusul Sofia dan Lisa di bagian tengah kastil. Bagaimana ini? Sudah sekian lama kami masih belum menemukan apa yang kami cari. Apa aku tanyakan saja pada Onoval? Mungkin aku akan mendapat sedikit informasi dimana pohon ΖΩΗ (ZOI) berada. Maaf Onoval, aku terpaksa melakukan ini.


"Em... Onoval."


"Iya. Ada apa? Apa kau lelah? Kita bisa istirahat dulu."


"Tidak. Kita baru saja istirahat tadi. Apa kau ingat? Aku cuman mau tanya tentang pohon kecil tadi."


"Pohon ΖΩΗ (ZOI)?"


"Iya."


"Aku tidak terlalu tahu tentang pohon tersebut. Pohon itu telah ada bahkan sebelum kastil ini berdiri."


"Sudah tua sekali berarti."


"Iya. Seperti namanya, pohon tersebut memiliki buah yang dapat memberi sebuah kehidupan bagi seseorang yang apabila kondisi tubuhnya telah diambang kematian. Orang tersebut hanya perlu memakan buahnya saja."


"Pohon yang sangat ajaib. Aku dengan buah pohon ini juga dapat menjadi penawar racun dari getah pohon Νεκρός (Nekrós). Apa itu benar?"


.


.


.


.


.


.


ξκύαε