My Story Of Becoming A Werewolf

My Story Of Becoming A Werewolf
Obat penawar untuk ibu



"Setelah perang apa yang terjadi?" tanyaku belum puas mendengar cerita bibi Emely.


"Iya, apa lagi yang bisa terjadi selain... Ayahmu melamar ibumu," kata bibi Emely sambil mencolek hidungku. "Awalnya ibu menentang kakak menikahi Cloey karna keturunan ketua klan haruslah manusia serigala berdarah murni. Ini merupakan peraturan turun temurun dan tidak perna berubah. Mengingat manusia serigala berdarah murni adalah yang terkuat dari antara semua jenis manusia serigala. Tapi kakak terlalu keras kepala. Ia tidak mau menikahi wanita lain selain Cloey. Cintanya sangatlah besar dan tidak akan perna pindah ke lain hati. Ibu dengan terpaksa menyetujui keinginan kakak dan juga mengingat jasa Cloey yang besar. Peraturan klan seketika di tentang demi cinta mereka."


"Klan Β (Beta) sepertinya tidak perna menyangka dengan kekuatan bibi Cloey sampai mereka tidak berani lagi menyerang setelah saat itu," kata Rosse.


"Mereka pasti sangat ketakutan melihat kekuatan Necromancy yang besar. Karna semua tahu sihir Necromancy sangat sulit apa lagi yang berurasan dengan membangikitkan para mayat hidup. Ayahku saja membutuhkan bantuan dari Necromancy lagi untuk membangkitkan satu mayat hidup. Tapi bibi Cloey bahkan bisa membangkitkan pasukan musuh yang tewas. Bukankah itu memang kekuatan yang mengerikan," ujar Sofia.


"Ketakutan iya... Em..."


"Ada apa bibi?" tanyaku begitu melihat raut wajah bibi Emely yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Apa mungkin penyerangan ini memang ditujukan pada Cloey?" kata bibi Emely kemudian.


"Aku rasa itu tidak mungkin," tiba-tiba paman Alan muncul dan berjalan mendekati kami. "Jika mereka memang bertujuan menyerang Cloey, mereka pasti sudah menargetkan Cloey dari awal, mengingat Cloey ikut waktu penyerangan mereka di hutan dan kembali ke kediaman secara diam-diam bersama Derek disaat keadaan mereka mulai menyerah."


"Aku pikir mereka sebenarnya menargetkan mu Rin. Mereka pasti telah tahu kalau kau seorang putri serigala yang diramalkan. Mengingat..."


"Tidak. Jangan perna sebut-sebut lagi hal itu! Aku masih tidak percaya kalau paman Fang adalah seorang penghianat!" tekan ku sambil menatap tajam pada paman Alan.


"Tapi... Apa benar mereka sungguh menargetkan Rin?" tanya Rosse sedikit meragukan itu.


"Kemungkinan besar, iya. Mereka sengaja memancing kami masuk ke hutan agar mereka bisa menyerang kediaman. Tapi mereka tidak tahu kalau Derek dan Cloey kembali untuk membantumu melakukan perubahan," jelas paman Alan.


"Tunggu dulu. Aku juga merasa ragu akan hal tersebut. Jika mereka memang menargetkanku dari awal, seharusnya mereka sudah terang-terangan menyerang ku di aula waktu itu. Tapi mereka lebih memilih menyerang ayah dari pada aku. Dan juga mereka kelihatanya masih belum mengetahui tentang tanda di dahi ku. Sebelum pingsan ibu masih sempat menyembunyikan tanda ku menggunakan darahnya," kataku mengutarakan pendapat.


"Jika benar demikian... Lalu apa tujuan mereka menyerang kediaman yang kosong, kalau mereka masih belum tahu tentang Rin yang sebagai putri serigala dalam diramalkan?" ujar paman Alan mempertanyakan itu.


"Mungkin mereka tahu kalau Derek dan Cloey kembali ke kediaman," kata bibi Emely.


"Tidak. Mereka pergi tanpa sepengetahuan orang lain termasuk pasukan sendiri. Kepergian mereka sangat diam-diam saat itu."


"Bagaimana bisa kepergian mereka tidak di sadari siapapun? Mengingat paman Derek merupakan ketua klan pasti terus diawasi gerak-geriknya oleh musuh," tanya Sofia dengan kemungkinan pasti.


"Kalau soal itu karna aku menyamar sebagai Derek di tengah-tengah penyerangan terjadi," jawab paman Alan.


"Memang sangat tidak mungkin diketahui tapi mereka tahu. Apa jangan-jangan ada..." Lisa tidak melanjutkan kalimatnya.


"Penghianat lain," sambung Rosse seketika.


"Apa benar itu? Penjagaan di kediaman klan Α (Alpha) sangatlah ketat. Orang asing tidak bisa masuk begitu saja ke kediaman. Tidak akan semudah itu mereka bisa menyusupkan mata-mata," kata bibi Emely.


"Atau penghianat yang sebenarnya sama sekali belum tertangkap," kataku membuat mereka melirikku. "Sudah kuduga paman Fang tidak bersalah! Kalian telah salah menghukum seseorang!"


"Ini..."


"Rin..."


"Akhirnya kami berhasil!" teriak ayah menerobos begitu saja masuk ke kamar membuat kami seketika menoleh padanya.


"Berhasil apa?" tanya bibi Emely.


"Apa benar itu ayah? Ayah berhasil menemukan penawar racun untuk ibu," tanyaku pada ayah penuh semangat sambil menghampirinya.


"Kau menangis?" ayah tidak langsung menjawab.


"Kami belum menemukan penawar racunnya," ujar Mr. Guttman yang berjalan tidak jauh dari ayah.


"Lalu apa yang berhasil? Kenapa kau terlihat sangat senang sekali dan menerobos begitu saja?" tanya paman Alan pada ayah.


"Kami menemukan sebuah pohon yang dapat menawar seluruh racun yang paling mematikan di dunia," jawab ayah.


"Pohon itu bernama pohon ΖΩΗ (ZOI)"


Mr. Guttman membuka halaman buku yang dibawanya dan memperlihatkan sebuah gambar pada kami. Itu adalah gambar pohon dengan daun lebat dan satu buah di tangkainya. Gambar di buku itu merupakan lukisan tak berwarna dan sedikit tidak jelas. Sangat sulit mencari pohon ini kalau cuman mengandalkan gambarnya saja.


"Menurut penjelasan di buku ini pohon ΖΩΗ (ZOI) memiliki batang bergaris putih, berdaun lebat dan akar yang bisa mencapai 10 m menacap dalam tanah. ΖΩΗ (ZOI) hanya berbunga setiap seratus tahun sekali dengan bunga berwarna merah muda dan memiliki aroma yang khas. Dari setiap bunga yang bermekaran hanya ada satu yang menjadi buah. Buah dari pohon ini lah yang akan menjadi penawar racun untuk ibumu," jelas Mr. Guttman.


"Kalau begitu dimana keberadaan pohon ini?" tanyaku.


"Ini kendalanya," tatapan mata ayah berubah senduh


"Apa?"


"Karna pohon itu tubuh di pulau Vyden," kata Mr. Guttman yang membuat paman Alan dan bibi Emely terkejut.


"Memang pulau apa itu? Kenapa Paman Alan dan bibi Emely sangat terkejut?" tanyaku bingung dengan reaksi mereka.


"Itu adalah pulau dari kerajaan vampire."


"Kerajaan vampire," ulang ku tampa sadar.


"Iya. Sebagian orang yang berkunjung ke pulau Vyden akan menganggap tempat itu sebagai tempat wisata karna memiliki paronama yang sangat indah. Tapi sebenarnya pulau itu adalah wilayah kekuasaan vampire, musuh bebuyutan dari manusia serigala. Sama halnya dengan manusia serigala, vampire juga memiliki klan yang berbeda-beda dengan tingkatan kekuatan yang berbeda pula. Tapi pulau Vyden merupakan satu-satunya kerajaan vampire yang masih bertahan sampai sekarang," jelas bibi Emely.


"Konon dikatakan keturunan bangsawan vampire memiliki kekuatan dua kali lipat dari vampire biasa. Mereka juga tidak takut pada sinar matahari sama sekali dan memiliki kekuatan rahasia," ujar Sofia.


"Itu benar."


"Dan obat penawar untuk ibu ada di pulau itu," aku tertunduk murung.


"Jika itu sebelum perdamaian mungkin akan menjadi tempat yang sangat berbahaya. Tapi menurut kabar yang kudengar, pulau Vyden telah menjadi sebuah tempat dimana manusia benar-benar hidup dan berdampingan bersama vampire tanpa menutupi indetitas mereka sama sekali. Penduduk di pulau itu telah mempercayai sepenuhnya keberadaan vampire dan tidak merasa takut atas kehadiran mereka. Tinggal, bersekolah dan kerja bersama tampa perbedaan." kata Mr. Guttman


"Kedengarannya vampire yang tinggal disana sangat baik. Tidak seperti yang di rumorkan," ujar Lisa.


"Baik untuk manusia biasa tidak untuk manusia serigala. Kau vampire masih sangat membenci manusia serigala."


.


.


.


.


.


.


ξκύαε