My Story Of Becoming A Werewolf

My Story Of Becoming A Werewolf
Apa yang terjadi padanya?



"Kau kenapa Lisa?" tanya Sofia yang sigap menangkap Lisa agar tidak terjatuh.


"Mu, mumi bayi itu... Ba, baru saja membuka matanya," kata Lisa tergagap-gagap.


"Itu tidak mungkin Lisa. Bayi itu sudah meninggal puluhan tahun yang lalu."


"Itu pasti cuman perasaanmu saja. Jika dilihat sekilas bayi itu memang tampak masih hidup," kata Rosse.


"Tidak. Aku yakin sekali bayi itu baru saja membuka matanya," Lisa mencoba meyakinkan bahwa apa yang dilihatnya bukanlah suatu kebohongan.


"Aku jadi ingat dulu Rin juga perna mengatakan kalau mumi bayi ini membuka matanya," kata ayah melirik padaku.


"Iya. Mata biru yang indah..."


Tiba-tiba pandanganku memburam dan menghilang sebelum aku menyelesaikan kalimatku. Ayah dengan cepat menangkap ku sebelum tubuhku jatuh menyentuh lantai.


"Rin!" teriak mereka bersamaan terdengar khawatir.


"Mr. Guttman, apa yang terjadi padanya?" tanya ayah.


Dengan hati-hati Mr. Guttman meletakan tabung kaca yang ada ditangannya lalu memeriksa kondisiku. "Jangan khawatir. Ia cuman pergi ke alam bawah sadarnya," bisik Mr. Gutman pada ayah.


"Pergi ke alam bawah sadar?"


"Baringkan saja ia di tempat tidur. Saya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut."


"Baiklah," ayah mengangkat tubuhku dan membawaku kembali ke kamarku sendiri.


"Ada apa dengan Keyla? Kenapa ia tiba-tiba pingsan?" tanya Mitéra.


"Kalian jangan khawatir. Tidak akan terjadi sesuatu padanya. Mr. Guttman akan memeriksa kondisinya."


Aku tidak tahu mengapa Sherina seketika menarik jiwaku ke alam bawah sadar. Apa yang ia inginkan dariku? Dia kan tahu sendiri kalau aku pergi ke alam bawah sadar tubuhku akan tertidur namun aku masih dapat mendengar percakapan di luar sana. Dasar Sherina, kau membuat mereka khawatir.


"Kau sudah bangun Sherina? Kenapa kau menarikku ke sini? Kau seharusnya memberitahu ku terlebih dahulu agar bisa mencari alasan untuk tertidur. Jika mereka melihatku pingsan seperti ini, mereka akan cemas."


"Mereka sepertinya sangat mengkhawatirkan dirimu."


Sherina berjalan mendekat sambil membelai bunga-bunga rumput yang dilaluinya. Ada perasaan berbeda yang kurasakan dari dirinya. Aura disekitarnya begitu asing bagiku. Ada apa dengannya? Pandangan mata Sherina begitu tajam menatapku dengan seringai diwajahnya. Tanpa sadar aku mundur selangkah. Tekanan yang sangat kuat ini...


"Sherina."


"Apa mereka juga akan mengkhawatirkan aku sama seperti mengkhawatirkan dirimu?"


"Bicaranya terdengar sedikit aneh. Apa ia sudah mengetahui kondisi jiwaku? Tidak. Reaksinya tidak akan seperti ini," batinku. "Tentu saja. Kenapa tidak? Mereka juga keluarga mu."


"Keluargaku? Bernahkah?"


"Apa yang sebenarnya ini kau katakan Sherina?"


"Jika mereka keluargaku, kenapa mereka baik dan peduli padamu?"


"Aku semakin tidak mengerti apa yang kau bicarakan."


"Aku lah putri kandung dari Derek Α Morgen dan Cloey Morgen, bukan kau!" tunjuk Sherina ke arahku.


"Lah memang benar. Siapa bilang aku putri kandung mereka? Aku putri pertama dari Carlos French dan Zedna French."


"Aku anggap kau itu bodoh."


Sherina tiba-tiba melesat cepat dan seketika menyerang ku. Aku yang menyadarinya berusaha menghindar sebisa mungkin namun kekuatan Sherina jauh lebih besar dariku. Aku dengan mudahnya termundur ke belakang akibat serangannya tapi untung tidak sampai terjatuh.


"Kenapa kau tanya? Tentu saja aku ingin membunuhmu!"


Sherina terus menyerang dengan membabi buta. Aku tentu tidak tinggal diam. Aku menangkis setiap serangannya dan sebisa mungkin menghindar atau sesekali melawan balik jika memang terpaksa. Sangat jauh berbeda dengan melawan Rosse sewaktu di pulau Vyden. Semua serangan yang Sherina luncurkan benar-benar dengan niat membunuh. Ada apa dengannya? Ia tidak akan berubah menjadi seperti ini tanpa sebab dan alasan.


...Sudut pandang orang ketiga...


...ΩΩΩΩ...


Sampai di kamar putrinya, dengan hati-hati Derek membaringkan tubuh Rin di tempat tidurnya lalu menutupinya dengan selimut sampai menutupi bahunya. Derek membelai lembut wajah yang sedikit terasa dingin itu. Ia menarikkan selimut tambahan untuk Rin.


"Apa sungguh Rin baik-baik saja? Kenapa ia tiba-tiba pingsan?" tanya Cloey pada suaminya.


"Kita tahu kan kondisinya belum sehat sepenuhnya. Ia baru sembuh dari demam dan kemarin juga ia semalam dalam wujud serigala. Hal wajar kalau ia kelelahan," jelas Derek mencari alasan.


"Jika tahu begitu, aku tidak akan memintanya berubah," kata Zedna dengan rasa sedikit penyesalan.


"Sebaiknya kita biarkan ia istirahat. Mr. Guttman akan memeriksanya lagi."


"Putri kecilku yang malang," Cloey mencium kening Rin sebelum berjalan keluar.


Zedna, Cloey, Sofia, Rosse dan Lisa melangkah keluar dari kamar Rin. Tinggallah Derek sendirian disana. Ia beralasan ingin menunggu Mr. Guttman kembali dan melakukan pemeriksaan pada Rin. Mereka tidak terlalu mencurigai hal itu. Tak lama Mr. Guttman datang dengan masih membawa tabung kaca berisi mumi bayi. Derek sedikit bingung melihatnya.


"Untuk apa Mr. Guttman membawa mumi bayi itu kesini?"


"Saya sudah meminta Mr. Dicaprio membuka tabung kaca ini. Hasilnya cukup mengejutkan. Kondisi tubuh bayi ini dalam keadaan sangat baik berkat sihir pengunci waktu yang terlukis tepat di tutup tabung kaca. Lingkaran sihir ini berfungsi menjaga kondisi dari suatu barang sama seperti pada awal sihir diaktifkan. Bisa dibilang bayi ini baru meninggal beberapa jam yang lalu."


Mr. Guttman meletakan tabung kaca tersebut di atas meja. Ia lalu menghampiri Rin. Digunakannya stetoskop untuk memeriksa detak jantung pasien di hadapannya. Kemudian ia beralih menggunakan senter kecil. Di bukannya kelopak mata Rin lalu disenteri dengan cahaya. Ini bertujuan untuk memeriksa refleksi pupil mata dengan cahaya yang terang. Dan beberapa pemeriksaan lainnya juga dilakukan seperti pemeriksaan ronggah mulut dan sistem pernafasan.


"Apa benar dia cuman pergi ke alam bawah sadarnya? Tidak ada hal lain, kan?" tanya Derek setelah Mr. Guttman melakukan pemeriksaan.


"Harusnya. Tapi nafasnya sedikit melemah. Saya akan menyiapkan alat bantu pernafasan dan mungkin alat kesehatan lainnya."


"Alat kesehatan lainnya? Tidak sampai seserius itu kan, Mr. Guttman?"


"Untuk berjaga-jaga."


Mr. Guttman segera menyiapkan alat bantu pernafasan dan memaksakannya pada Rin. Selesai melakukannya, ia kini beralih pada mumi bayi. Ia mengeluarkan bayi tersebut dari dalam tabung kaca lalu dibaringkannya tepat disamping Rin. Setelah itu Mr. Guttman membantu mengeluarkan cairan yang menggendap di paru-paru bayi.


Tok! Tok! Tok!


Terdengar suara ketukan di pintu yang membuat Derek dan Mr. Guttman menoleh.


"Mr. Guttman, ada seseorang dari rumah sakit mengantarkan sesuatu untuk anda," kata seorang pelayan setelah mengetuk pintu.


Mr. Guttman melangkah menuju pintu untuk mengambil barang tersebut. Setelah menerima barang yang memang sebelumnya ia pinta dari rumah sakit, Mr. Guttman kembali ke tempatnya semula. Barang tersebut adalah dua kantung darah O negatif dari lemari penyimpanannya di laboratorium pribadi. Dan yang mengantar barang tadi merupakan asisten Mr. Guttman.


.


.


.


.


.


.


ξκύαε