My Story Of Becoming A Werewolf

My Story Of Becoming A Werewolf
Mencaritahu



"Hallo."


Akhirnya Onoval mengangkat telponnya setela beberapa kali aku berusaha menghubunginya. Apa yang dilakukan orang ini sampai sangai sulit sekali dihubungi?


"Hallo Onoval. Ini aku Rin."


"Rin?! Akhirnya kau menelponku. Aku senang sekali. Apa kau masih marah padaku? Aku mohon Rin jangan marah lagi padaku. Aku benar-benar kesepihan tampa dirimu. Hampir dua minggu ini aku tidak mendengar suara tawamu. Dan pertemuan kita dimalam itu mala aku membuatmu marah. Aku benar-benar minta maaf," oceh Onoval panjang lebar seperti biasa ketika aku menelponnya.


"Aku sudah berusaha menelponmu dari tadi loh."


"Hehe... Maaf, hpku dalam tas tadi."


Dalam tas? "Untuk seminggu sebelumnya kita tidak ada kabar, bukankah salah kau sendiri? Kau sendiri menghilang dan tidak perna menggunjungiku. Kemana saja kau? Tidak selalu aku yang harus menelponmu duluan, kan? hpku rusak dan aku tidak ada no mu."


"Soal itu... Bukannya aku tidak mau mengunjungimu. Aku ada urusan yang tidak bisa aku tinggalkan. Aku juga berusaha menelponmu tapi aku tidak tahu kalau hpmu rusak."


"Hah..." aku menghela nafas panjang.


"Oh, iya Rin. Kau benar-benar sudah tidak marah lagi padaku, kan?" suara Onoval terdengar sedih.


"Tidak. Aku tidak marah. Lagi pula Perchye..."


"Kau masih berhubungan dengan bocah serigala itu?" potong Onoval seketika.


"Iya. Kau tidak bisa melarangku untuk berhubungan dengan siapapun, kan? Dia kan teman sekolahku," lebih baik aku tidak memberitahu Onoval tetang hubungan aku dan Perchye sekarang ini.


"Setelah kau mengetahui identitas aslinya, kau masih mau berteman dengannya? Oh... Aku tahu. Dia lebih dari sekedar teman bukan? Aku ingat bocah itu menyebutmu pacarnya."


Suaranya terdengar cemburu. Tidak, tidak, apa yang aku pikirkan? "Onoval, kenapa kau sangat membenci manusia serigala?" kataku mengalikan percakapan.


"Memangnya... Apa bagusnya dari mereka? Mereka itu adalah makhluk buas yang suka bermain kekerasan."


"Kau sepertinya memiliki citra buruk terhadap manusia serigala. Tapi kan, tidak semua manusia serigala itu persis dengan apa yang kau pikirkan? Mungkin masih banyak diantara mereka yang baik, sama halnya dengan manusia biasa. Ada yang baik dan juga ada yang jahat."


"Kau boleh berpikiran demikian. Namun, aku sudah sering bertemu dengan manusia serigala. Tidak ada satupun dari mereka yang baik," tengas Onoval.


"Onoval. Apa alasan kau membenci manusia serigala?"


Onoval terdiam sebentar, lalu berkata dengan nada begitu sedih. "Karna para manusia serigala telah membunuh orang yang paling berharga dalam hidupku."


"Siapa?" tanyaku pelan. Aku juga tidak berharap Onovan mau menjawabnya.


"Ibuku."


"Ibu..." aku tidak menyangkah kalau Onoval kehilangan sosok yang paling penting dalam hidupnya. Seorang ibu telah tewas ditangan salah satu manusia serigala. "Maaf. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih dengan mengingat masa kelabu itu."


"Tidak apa-apa. Ibuku meninggal saat aku masih bayi. Kakak ku yang menceritakan bahwa ibuku meninggal diserang oleh manusia serigala."


Ibu Onoval meninggal sejak ia masih bayi? Setahuku Onoval memiliki adik perempuan? Apa adik tiri? Atau adik angkat? Ternyata ini alasan ia sangan membenci kaum manusia serigala. "Aku turut sedih atas kehilangan ibumu. Namun... Kau tidak bisa menyalahkan seluruh manusia serigala, kan? Seperti kataku tadi, tidak semua manusia serigala itu jahat. Belum bertemu dengan yang baik bukan berarti tidak ada. Begini, seandainya aku seorang manusia serigala, apa kau masih mau berpikir kalau semua manusia serigala itu jahat?


"Hahaha... Kalau kau memang seorang manusia serigala, aku akan menikahimu."


"Hihi... Becanda. Tapi jika kau mau tidak apa-apa."


"Ha, mana mau aku dengan orang yang penuh teka-teki sepertimu."


"Tapi kau suka memecakan teka-teki itu, bukan."


"Hm! Teka-teki yang membuatku kesal," Onoval benar-benar bisa mengubah suasana.


"Onoval, ayok! Kau telponan dengan siapa?" teriak seseorang memanggil Onoval.


"Baiklah!" balas Onoval. "Sudah dulu ya. Teman-temanku sudah ngajak tanding lagi."


"Tanding apa?"


"Futsal."


"Futsal?" aku melirik jam dinding yang terpasang diatas TV. Jam menunjukan pukul 00.22. "Ditengah malam seperti ini?"


"Itu sudah biasa disini. Sampai jumpa besok. Selamat malam."


"Selamat malam."


Aku mematikan telpon lalu menyandarkan diriku disofa. Aku baru selesai menonton TV sebelum berusaha menelpon Onoval lagi, itupun hanya sekedar coba-coba kalau saja Onoval belum tidur. Aku tidak menyangkah ternyata ia sedang main Futsal ditengah malam seperti ini, dan itu biasa. Memangnya dimana? Siapa yang mau bermain Futsal ditengah malam? Apa mereka kekurangan sinar matahari apa? Astaga. Aku menepuk jidat ku. Aku lupa mau menanyakan bagaimana bisa ia meletakan surat itu dibalkon kamarku. Sudahlah, lain kali saja aku menanyakannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Perpustakaan. Aku membaringkan kepalaku di atas meja setelah selesai membaca satu buku lagi tentang sejarah. Hah... Sudah tiga hari aku menyempatkan diri membaca namun aku tidak menemukan sejarah yang menceritakan tentang perang purnama merah yang sama seperti paman Fang katakan. Tidak mungkin paman Fang salah bicarakan, bukan? Selama pencariaanku tiga hari ini tentang perang purnama merah, yang aku temukan hanyalah perang antara manusia serigala dan vampire. Perang tersebut persis sama seperti yang dikatakan Perchye, dan tidak ada perselisihan sama sekali dari klan Α (Alpha) dan Β (Beta). Aku terus mencari dari buku ke buku, tapi tidak ada kelanjutan lagi setelah perang selesai dan bagaimana hubungan klan Α (Alpha) dan Β (Beta), tidak dibahas disini sama sekali.


Perang purnama merah adalah perang antara manusia serigala dan vampire. Perang ini berlangsung kurang lebih tiga bulan lamanya. Awal mula perang ini terjadi karna keserakahan ingin mendominasi dan menduduki puncak tertinggi dunia malam. Kehancuran paling kelam menyelimuti dunia malam saat itu. Darah, tenanga, keringat dan air mata menjadi satu. Pengorbanan, kehilangan, kesedihan, amarah, benci dan rasa cinta ada di dalam diri setiap orang yang saling terhubung dengan keluarga. Klan Α (Alpha) dan Β (Beta) bersatu untuk memenangkan pertempuran tersebut, namun bersatunya kedua klan tertua tidak cukup untuk mengalahkan kaum vampire.


Ini semua dikarenakan darah manusia serigala mala memberi kekuatan dahsyat bagi vampire yang meminumnya. Jelas dalam perang ini kaum vampire lah yang sangat di untungkan. Tapi, tidak juga sih. Bila dikonsumsi berlebihan darah manusia serigala bisa berdapat buruk bagi tubuh vampire. Vampire yang meminum darah manusia serigala memang mendapatkan kekuatan berlipat ganda namun semua itu seperti pedang bermata dua. Iya, itu senjata yang sangat hebat untuk membunuh lawan tapi konsekuensinya bisa terluka karna senjata sendiri, dan sampai berakibat kematian. Bukan hanya itu, manusia serigala masih memiliki racun ditaring mereka yang dapat menyebabkan lawannya menjadi gila dan menyerang secara membabi buta siapa saja yang ada di dekatnya.


Oleh sebab itu perang purnama merah menjadi salah satu perang yang paling banyak menumpakan darah dan merengut nyawa, baik dari kaum manusia serigala maupun dari kaum vampire. Perperangan ini berakhir seri dan itupun harus sekte-sekte pemburu monster turun tangan untuk menjadi penengah diantara keduanya. Akibat perang ini telah mengguncang keseimbangan dunia malam dan dunia manusia.


.


.


.


.


.


.


ξκύαε