MOY (My Only You)

MOY (My Only You)
Bahagia Selamanya



Sebelum kalian membaca kelanjutan ceritanya, saya mohon bantuannya menekan jempol di bawah. Berikan dukungan kalian dengan like dan vote. dukungan kalian sangat berharga buat saya . Terima kasih telah menyayangi dan mencintai MOY.


*****


Apartemen Bagas.


Ting, tong, ting, tong.


Bunyi bel apartemen Bagas. Aku melangkah maju ke arah pintu. Siapa geranga yang datang selarut ini? Kalau Bagas pasti dia langsung masuk karena dia punya kunci apartemen. Aku membuka pintu. Mataku terbelalak kaget. Bagas tersenyum dari luar.


"Bagas?" tanyaku tidak percaya.


Bagas membawa seikat bunga mawar untukku. Bagas memberikan bunga tersebut padaku.


"Ini untukmu," ucap Bagas dengan memamerkan deretan gigi yang tersusun rapi, dia tersenyum terus.


Aku menerima bunga tersebut. Ada sepucuk surat terdapar di dalam bunga tersebut. Aku mengambil surat tersebut kemudian membacanya.


Kepada :


Seseorang yang selalu ada untukku, Evolet Rebecca


Ketika aku mengerti, bahwa hatiku ini telah menemukan lagi seorang yang sangat berarti.


Seribu cara aku lakukan untuk membuktikan semua, agar kamu tahu apa yang kurasakan ini.


Akupun akhirnya menyadari bahwa aku telah jatuh cinta padamu.


Melihat tawamu membuat hatiku selalu nyaman.


Mendengar senandungmu setiap pagi, adalah kekuatan untuk diriku.


Pandangan matamu mengisyaratkan bahwa cinta yang kamu berikan padaku adalah cinta yang tulus.


Menatap langkahmu yang selalu ada disampingku.


Kamu adalah anugerah terindah yang pernah kumiliki yang diberikan Tuhan padaku.


Sifatmu yang selalu mengalah, meredakan segala emosiku.


Saat aku terjatuh, kamu mengulurkan tanganmu untukku.


Kau kembalikan ceria duniaku.


Kamu adalah anugerah terindah yang pernah kumiliki yang diberikan Tuhan padaku.


Belai lembut jarimu, sejuk tatap wajahmu yang selalu kamu berikan padaku.


Hangat pelukanmu ketika kau berikan padaku.


Kamu adalah anugerah terindah yang pernah kumiliki yang diberikan Tuhan padaku.


Bila aku lelah, tetaplah di sini, di sampingku.


Jangan tinggalkan aku sendiri.


Aku tidak mau kamu tinggalkan.


Ketika aku marah biarkan aku bersandar dengan dirimu.


Jangan kau pergi untuk menghindar.


Kau tahu, engkaulah satu-satunya untukku dan aku pastikan kita selalu bersama.


Karna aku merasa hanya  dirimulah yang sanggup mengerti aku dalam susah ataupun senang.


Aku selalu berdoa pada Tuhan untuk menolongku menjalani setiap kehidupanku untuk mendapatkan dirimu.


Terima kasih telah menjadi anugerah terindah dalam hidupku.


Terima kasih telah mencintaiku.


Terima kasih telah menerima sifat egoisku.


Terima kasih telah tetap setia di sisiku.


Aku tidak bisa melupakan dirimu karena hanya dirimu saja yang paling aku cintai.


Dari laki - laki yang lemah yang tidak ingin kehilangan dirimu, Bagas Pratama.


***


Tes, tes, tes.


Air mataku menetes membaca surat dari Bagas. Aku terharu membaca setiap kata dalam surat Bagas. Bagas begitu romantis. Aku tidak dapat berkata - kata lagi. Hatiku seperti bunga mawar yang diberikan oleh Bagas. Ketika diberikan pupuk, bunga itu akan tersenyum mekar, begitu juga hatiku ketika diberikan pupuk cinta oleh Bagas, sangat membuat hatiku bahagia.


"Kenapa menangis? tanya Bagas masih di luar.


"Wah, pacarku sudah mulai agresif," canda Bagas ketika kami sudah berhenti ciuman. Bagas menghapus air mataku yang baru saja jatuh di pipi.


"Jangan menangis ya, Evo. Aku tidak sanggup melihat air matamu jatuh," pinta Bagas.


"Ini air mata kebahagian, Gas. Aku bahagia, aku merasa menjadi wanita yang sangat beruntung di dunia ini, karena telah dicintai oleh Bagas Pratama. Terima kasih telah memilihku," ujarku. Aku menarik tangan Bagas, lalu menyuruh dia untuk duduk. Aku mengambil segelas air hangat untuk dirinya, lalu memberikan pada Bagas. Bagas mengambil dan meneguknya dengan segera.


"Aku tahu kamu telah menolak perjodohan dengan Dea. Terima kasih ya Bagas," ucapku lagi.


"Wah, beritanya sudah tersebar ya ke kamu," kaget Bagas sambil tersenyum. Bagas mengelus kepalaku. Bagas senang dengan keputusannya.


"Charlotte yang melepon aku. Dia khawatir denganmu, lalu apa yang terjadi dengan perusahaan? Bagaimana cara kamu bisa mempertahankan jabatanmu?" kataku memberikan berbagai pertanyaan pada Bagas.


"Hei, sayang! Evo sayang, pertanyaan yang mana harus aku jawab? Yang perlu kamu tahu adalah karena keputusan ini, aku diusir dari rumah. Papa juga tidak mengizinkan aku tinggal di apartemenku sendiri," cerita Bagas dengan sedih.


"Apa? Apa kamu serius?" tanya aku tidak percaya. Charlotte tidak menceritakan hal ini padanya.


Bagas menatap mataku, lalu dia berkata padaku,"Aku serius, aku memilih kamu! Apapun yang dilakukan Papa dan Mama untuk membuat kita berpisah, pasti akan aku tentang walau jabatan dan kekayaanku menjadi taruhannya."


Aku memeluk erat Bagas, "Terima kasih, Bagas. Terima kasih. Semoga aku tidak mengecewakanmu."


"Kamu tidak pernah mengecewakan aku, Vo. Kamu yang selalu mengalah untukku, kamu yang mengubahku menjadi pria yang lebih baik dari sebelumnya. Seandainya Tuhan tidak mempertemukan aku dengan dirimu, mungkin aku akan menjadi manusia yang tidak berguna. Kamu yang mengajarkan aku artinya sebuah pengorbanan. Kamu yang mengajariku cara untuk menahan egoku." ucap Bagas.


"Boleh aku bertanya sesuatu padamu, Gas?" tanyaku. Sudah sejak lama aku menyimpan pertanyaan ini pada Bagas.


"Apa? " tanya Bagas.


"Sejak kapan kamu mencintaiku?" kataku bertanya padanya.


"Sejak pertemuan kita di kafe waktu itu," ucap Bagas.


"Kafe? Kafe yang mana?"


FLASH BACK dulu ya.


Tiba-tiba ada yang menarikku.


"Kamu mau kenalkan? Ini calon istriku. Sekarang kita putus!" ucap lelaki itu membuat aku bingung. Aku menengok ke arahnya. Sepertinya aku kenal orang ini


"Kamu jahat, BAGAS! Jahat."


Pak Bagas?


"Kamu, hati-hati dengan pria ini, dia bukan lelaki yang baik," Lalu wanita itu pergi.


"Bagus, pergi juga dia," cowok itu masih memegang tanganku.


"Pak Bagas, maaf," kataku menyadarkan lelaki itu.


"Ups," Dia melepaskan tanganku.


"Terima kasih. Siapa namamu?


"Evo."


"Terima kasih, Vo. Kalau tidak ada kamu, aku bisa habis sama dia. Cewek aneh, cuma tidur dua kali aja udah minta macam-macam.


Aku melongo. Gila, aku tidak salah dengarkan ya? Anak konglomerat dan yang jadi bos aku ini playboy?


"Kayanya saya pernah lihat kamu deh, tapi dimana ya?"


"Saya bekerja di PT. Pratama Pak."


Cowok itu langsung diam. Menatapku lekat-lekat. "Kejadian hari ini tidak boleh ada siapapun yang tahu," ucapnya dingin.


Ya ampun sikap Bagas langsung berubah 180 derajat.


"Kalo sampai ada yang tahu, kamu akan merasakan akibatnya," ucapnya lalu dia pergi. Aku melongo. Bos seperti apa dia ini??


Kembali kisah selanjutnya.


"Oh, aku ingat! Waktu itu kamu di kejar oleh seorang wanitakan? Terus kamu mengaku aku pacar kamu! Di saat itu aku sangat membenci kamu Bagas!" kataku.


" Aku tahu kamu tidak suka padaku, tapi jujur saja semenjak saat itu aku tidak  mampu menghilangkan wajahmu di ingatanku. Setiap malam, wajahmu saat mengganggu dipikiranku, membuat aku tidak dapat tidur. Beberapa hari kemudia aku sadari aku cinta padamu. Meski aku bukan yang pertama di hatimu, tapi aku sangat yakin cintaku terbaik untukmu." ucap Bagas kemudian semakin erat memeluk diriku.


"Kenapa kamu bisa jadi manis dan seromantis ini sih, Gas?" tanya aku tidak percaya. Sewaktu pertama kali bertemu dengan Bagas. Bagas tidak seperti ini. Dia lelaki arogan dan suka gonta - ganti wanita. Apa yang diinginkannya harus dituruti. Tanda - tanda kalau dia cowok manis dan romantis tidak ada sama sekali.


"Karena kamu. Kamu yang mengubahku," jawab Bagas membuat hatiku semakin meleleh mendengarnya.


Sesaat kami berdua diam. Hari ini adalah hari terindah buat kami. Aku sangat nyaman dengan pelukan Bagas. Kami menikmati kehangatan ini. Aku mendengar debaran jantung Bagas yang bersahutan dengan debaran jantungku. Semoga kebahagiaan ini akan selalu aku dan Bagas rasakan. Terima kasih Tuhan telah memberikan malaikat pelindung seperti Bagas untukku.


Dalam hati aku berdoa, semoga cinta aku dan Bagas abadi selamanya.


*****


Hai kamu, iya kamu! Terima kasih sudah membaca kisah Evo. Tetap setia ya membacanya. Evo tunggu kalian di episode selanjutnya. Jangan lupa gabung juga di group chat aku. ❤❤❤