MOY (My Only You)

MOY (My Only You)
Hati yang Patah



Sebelum kalian membaca kelanjutan ceritanya, saya mohon bantuannya menekan jempol di bawah. Berikan dukungan kalian dengan like dan vote. dukungan kalian sangat berharga buat saya . Terima kasih telah menyayangi dan mencintai MOY.


 


 


*****


 


Cinta adalah sebuah kepercayaan.


Cinta adalah sebuah kesetiaan.


Cinta adalah penerimaan seutuhnya.


 


 


Bila dia tidak percaya padamu, itu bukan cinta tapi hampa.


Bila dia tidak setia padamu, itu bukan cinta tapi pengkhianatan.


Bila dia tidak menerimamu, itu bukan cinta tapi kamu hanya hiasan baginya.


 


 


Belajarlah mencintai dengan percaya.


Belajarlah mencintai dengan kesetiaan.


Belajarlah mencintai dengan menerima seutuhnya.


 


 


Ketika kamu melakukan itu semua


Cintamu akan sempurna.


Kelak aku dan kamu tidak akan terpisahkan.


*****


 


Maureen berlari ke tengah diantara Bagas dan Indra.


BUK!


Bagas yang tidak melihat kedatangan Maureen lalu memukul Maureen hingga pingsan.


"Maureen!" tangkap Indra saat Maureen terjatuh.


"Tidak! Maureen!" aku berteriak.


"Maureen! Maureen! Sadarlah Maureen. Aku mohon sadarlah," ujar Indra.


"Ren, bangun," pintaku.


"Cih! Kamu beruntung kalau bukan karena Maureen mungkin aku akan membunuh kamu sekarang," ucap Bagas dingin.


"Ayo kita bawa Maureen ke rumah sakit."


Setelah berkata seperti itu Indra mengangkat tubuh Maureen. Lalu dia berlari menuju ke mobil untuk membawa Maureen ke rumah sakit.


Aku hanya memandang tubuh Indra yang sudah pergi. Aku sangat berharap tidak terjadi apa - apa pada Maureen. Dia sahabat aku yang paling setia.


Bagas masih berdiri bersama dengan Bu Lina, Pak Freddy dan Dea.


"Apa kamu sudah puas atas perbuatanmu, Evo?" tanya Bu Lina geram melihat kejadian malam ini.


"Apa yang kalian lihat itu tidak benar, Tan! Aku dan Indra tidak punya hubungan apapun. Aku dijebak! Ini tidak benar!" belaku.


"Benar - benar wanita yang tidak tahu malu!" ucap Bu Lina lalu menjambak rambut diriku.


"AGH!" teriakku.


"Sudah cukup, Ma. Kita pulang saja. Sudah tidak ada gunanya kita di sini," ujar Bagas kemudian pergi meninggalkan kamar hotel. Pak Freddy dan Dea mengikuti dari belakang.


"Bagas, jangan pergi! Jangan tinggalkan aku!" aku memohon pada Bagas.


Bu Lina melepaskan jambakannya, kemudian mendorong aku hingga terjatuh. Bu Lina berlutut dan mendekatkan tubuhnya ke arahku lalu berkata,"Apa kamu lupa dengan yang aku katakan? Aku akan menghancurkan kamu dengan perlahan. Ini baru awal, bukan akhir. Lepaskan Bagas atau kamu akan mendapatkan yang lebih buruk dari ini."


Setelah berkata seperti itu, Bu Lina pergi meninggalkan kamar tersebut.


Tes, tes, tes.


Air mataku jatuh dipipi. Bagas sama sekali tidak mempercayaiku. Dia sama sekali tidak menolongku. Dia tidak tidak melihatku.


Apa aku sehina ini? Kenapa Bagas? Kenapa? Kenapa kamu tidak percaya padaku? Bukankah kamu yang bilang padaku bahwa kamu tidak meninggalkan aku? Bukankah kamu yang bilang satu - satunya orang yang kamu cintai adalah diriku? Kenapa?


"BAGAS!!!!!"


*****


Di rumah keluarga Pratama.


Bagas masuk rumah dengan perasaan kesal. Wanita yang dia cintai mengkhianatinya dengan orang yang dia kenal. Evo melakukan hubungan dengan mantan pacar sahabatnya. Ini tragedi kedua yang sangat mengerikan yang dia alami.


Charlotte kaget melihat kakak laki - lakinya kembali ke rumahnya, lalu bertanya, "Mas Bagas? Kenapa Mas bagas bisa di sini?"


Bagas tidak menghiraukan pertanyaan Charlotte. Dia pergi meninggalkan Charlotte begitu saja. Charlotte merasa aneh dengan tingkah kakaknya itu. Ada yang tidak beres dengan Bagas.


"Apa yang terjadi dengan Mas Bagas, Mam?" tanya Charlotte melihat Bu Lina, Dea, dan Pak Freddy masuk.


"Evo melakukan tindakan senonoh dengan seorang pria. Kami menyaksikan itu semua tadi," jelas Bu Lina.


"Apa?" tanya Charlotte tidak percaya.


"Iya, Char. Evo berbuat mesum dengan lelaki lain. Bagas hampir saja membunuh lelaki itu."


"Tidak usah bertanya tentang wanita itu lagi. Biarkan dia mati karena dosanya!" kesal Bu Lina.


"Papa lelah. Papa mau masuk kamar dulu."


Dea melirik jam tangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 1 malam.


"Tante sebaiknya aku balik. Besok aku akan datang lagi menjenguk Bagas," pamit Dea.


"Hati - hati sayang," ucap Bu Lina.


Dea keluar dengan perasaan senang. Terima kasih, Indra. Kamu memang luar bisa dalam menjalankan rencana ini. Bagas sangat membenci Evo sekarang.


 


****


Di kamar Bagas.


BUK


Bagas memukul tembok kamarnya. Tangannya berdarah, tapi itu tidak dirasakan Bagas. Hatinya lebih sakit dengan apa yang dia lihat hari ini. Indra dan Evo sedang bermesraan di sebuah hotel. Mereka sangat bersenang - senang.


Kenapa harus kamu, Vo? Kenapa kamu mengkhianatiku? Aku kira kamu wanita yang berbeda, Vo. Aku salah. Aku benar- benar salah!


*****


Rumah Sakit, kamar ruangan 567.


"Bagaimana keadaan Maureen, Dok?" tanya Indra cemas. Indra tidak menyangka bahwa Maureen akan melindungi dia dari Bagas.


"Kondisi pasien tidak apa - apa. Kamu tidak usah cemas. Sebentar lagi juga akan sadar. Lebih baik pasien istirahat dulu sampai besok," saran Dokter.


"Baik, Dokter."


Indra menarik napas lega. Kemudian dia memperbaiki letak selimut Maureen. Indra memandangi mantan pacarnya itu. Ternyata Maureen masih sangat mencintainya.


"Maafkan aku, Maureen. Aku tidak bisa menerima cintamu lagi. Aku sangat mencintai, Evolet," ucap Indra dengan tampang sedih.


*****


Keesokan harinya di perusahaan Pratama.


Seperti biasa Dina datang menghampiri ruangan sahabatnya, Maureen. Hari ini hari terakhirnya Dina bekerja, besok dia akan cuti. Dina ingin berlama - lama ngobrol dengan Maureen.


"Mbak Dina!" panggil salah satu anggota Maureen.


"Oci."


"Apa Mbak Dina mencari Bu Maureen?" tanya Oci salah satu anggota Maureen.


"Iya. Apa Maureen ada?" tanya Dina.


"Bu Maureen belum datang, Mbak. Kami juga dari tadi sedang menunggu beliau. Hari ini kami ada rapat dengan para investor baru," jelas Oci.


"Terima kasih infonya. Aku akan mencoba menghubungi dia."


Dina mengambil ponsel dati dalam kantong roknya. Lalu dia mencari nama Maureen dan menghubunginya.


"Nomor yang anda hubungi di luar jangkauan. Silahkan mencoba beberapa saat lagi," jawab operator.


"Ponselnya mati. Ke mana Maureen sebenarnya?" tanya Dina mulai cemas. Kemudian dia menghubungi ke rumah Maureen.


"Halo," sapa seseorang dari seberang. Dina mengenal suara itu. Itu suara milik Mama Maureen.


"Halo, Tante. Apa kabar? Ini Dina," sapaku.


"Hai, Dina. Bagaimana kondisi kehamilanmu? Tadi malam Maureen izin ke rumah kamu. Katanya kamu sedang kesakitan di rumah. Tidak ada teman."


Dina menggaruk kepala. Maureen telah berbohong kepada Mamanya. Ada apa ini? Kenapa Maureen bisa berbohong dengan Mamanya?


"Oh, iya, Tante. Aku sudah baik - baik saja," dustaku.


"Ada apa menelepon ke sini? Bukankah Maureen bersama dengan kamu?" tanya Mama Maureen membuat Dina bingung.


"Eh..., i-iya, Tan. Saya cuma mau nanya kabar Tante saja. Bagaimana kabar, Tante?" Dina berbohong lagi.


"Kabar Tante baik sayang. Tante senang kamu menanyakan kabar, Tante," ucap mama Maureen riang gembira.


"Hahaa, iya, Tan. Aku dan Maureenkan sudah seperti keluarga. Oh, iya, Tan, aku tutup dulu ya teleponnya. Aku dan Maureen mau mulai bekerja," izinku.


"Kapan- kapan kalian main ke sini ya. Nanti Tante siapkan makanan yang lezat untuk kalian."


"Siap, Tante. Tunggu Dina lahiran dulu ya baru Dina bisa mampir ke rumah," ujar Dina.


"Oke. Tante tunggu janji kamu. Tante juga pengen ketemu calon cucu Tante," ujar Mama Maureen riang. Dina menutup ponselnya.


"Bagaimana, Mbak? Apa Mbak tahu kabar Mbak Maureen?" tanya Oci. Dina menggelengkan kepala. Dina sudah menghubungi ke rumah Maureen tapi dia tidak ada.


"Apa mungkin Maureen sama Evo?"


Dina segera menghubungi Evolet.


"Nomor yang anda hubungi di luar jangkauan. Silahkan mencoba beberapa saat lagi," jawab operator. Telepon Evoletpun tidak bisa dihubungi.


"Ke mana kamu, Maureen?" tanya Dina cemas.


*****


Saksikan kelanjutan di episode berikutnya. Jangan lupa ya untuk LIKE, dan VOTEnya. Terima kasih telah sayang sama MOY.


*****


 


 


NEWS!!


Ada cerita baruku judulnya : CINTAI AKU, MR. KANEBO!


Silahkan dibaca, like, komment, bintang 5 dan share sebanyak - banyaknya. Terima kasih.


❤❤❤