MOY (My Only You)

MOY (My Only You)
Aku Mencintai Kamu



Sebelum kalian membaca kelanjutan ceritanya, saya mohon bantuannya menekan jempol di bawah. Berikan dukungan kalian dengan like dan vote. dukungan kalian sangat berharga buat saya . Terima kasih telah menyayangi dan mencintai MOY.


*****


Flash Back


BUK!


Karel menendang meja yang berada di kelasnya. Karel sedang marah sekali. Hari ini kelas 6 mengadakan *class meeting. Class meeting *adalah kegiatan lomba olah raga yang diadakan setiap tahunnya setelah selesah ujian. Karel mengikuti kegiatan tersebut. Dia mengikuti cabang futsal. Karel menendang meja karena kesal lawannya berbuat curang saat pertandingan tadi sehingga tim Karel kalah dalam pertandingan.


"Sabar, Karel," bujukku. Aku mengikuti Karel yang pergi meninggalkan lapangan. Dia dikeluarkan dari pertandingan karena melawan wasit.


"Mereka yang salah, Vo! Aku tidak salah. Mereka yang curang!" kesal karel.


Aku menghela napas panjang, kemudian menarik tangan Karel untuk menyuruhnya duduk. Muka Karel begitu merah menahan amarah. Untuk pertama kalinya sepanjang mereka berteman Karel marah besar. Dalam pertandingan tadi memang tim lawan melakukan kesalahan, tapi Karel juga salah karena terpancing emosi dalam pertandingan.


"Apa?" galak Karel.


Aku pura - pura meneteskan air mata. Karel yang melihat aku menangis jadi bingung tak karuan.


"Eh, Evo, maaf, maafkan aku. Aku tidak bermaksud membentak kamu. Jangan nangis ya," pinta Karel yang panik melihat aku menangis.


"Aku tidak mau maafkan kamu kalau kamu tidak berhenti marah - marah. Aku juga tidak salah, tapi kamu marahin aku. HUAAAAA!" tangisku meledak.


"Aduh, Evo! Maaf, maafkan Karel. Jangan nangis ya. Aku tidak marah padamu."


"Hiks, janji tidak marah - marah lagi?" tanya aku yang masih pura - pura menangis.


"Janji," ucap Karel.


"Baiklah, aku tidak menangis lagi," kataku lalu berhenti menangis.


Karel menatap aku dengan tajam, "Kamu pura - pura menangis ya?"


Mendengar pertanyaan Karel, aku nyengir. Lalu aku dengan gerakan cepat lari meninggalkan Karel.


"EVOOO!!! TUNGGU!! KAMU NAKAL YA!" ucap Karel sambil mengejar diriku. Aku berlari dengan kencang menuju arah taman. Karel masih mengajarku.


"Dapat!" ucap Karel, "Ternyata lari kamu kencang juga ya."


"Ampun, Karel. Lepaskan aku."


"Tidak mau, aku mau menghukum kamu," kata Karel. Karel kemudian mengkelitik aku. Aku meronta- ronta kegelian.


"Kareell, geli. Ampun," pintaku.


"Katakan Kapten Karel yang ganteng tolong lepaskan saya," perintah Karel.


"Kapten Karel yang ganteng tolong lepaskan saya," kataku meniru perkataan Karel. Seketika itu juga Karel melepaskan aku.


"1 - 1. Kita impas!" ucap Karel.


"Karel kamu curang!" kesalku.


"Kamu duluan yang mulai."


"Tapi akukan tidak suka melihat kamu marah - marah. Aku senang kalau Karel selalu tersenyum dan ramah. Aku takut kalau melihat kamu marah - marah," kataku mengingatkan Karel lagi.


"Apa aku seseram itu tadi?" tanya Karel. Aku mengangguk. Aku sangat tidak suka dengan Karel yang pemarah seperti itu.


"Baiklah. Aku janji tidak akan marah - marah lagi sama kamu," janji Karel.


"Serius? Kalau aku berbuat salah, apa kamu tidak akan marah seperti waktu itu?" tanya aku.


"Tidak."


"Kalau nanti aku bikin kamu kesal, apa kamu tidak marah lagi padaku?"


"Tidak."


"Kalau nanti aku pura - pura seperti tadi, apa kamu tidak akan marah padaku?"


"Tidak, tidak, dan tidak. Selamanya Evolet Rebecca tidak akan aku marahi apapun yang terjadi. Karena aku...."


Kembali ke cerita.


"Karel?"


Aku terbangun karena mimpi tentang Karel lagi. Rasanya mimpi itu semakin nyata. Ada apa sebenarnya ini? Kenapa aku malah mimpikan Karel lagi? Aku menengok ke samping aku. Bagas masih terlelap tidur. Aku pelan - pelan turun dari tempat tidur, kemudian menuju ke kamar mandi.


Bagas yang mendengar aku menyebutkan nama Karel terbangun. "Siapa Karel?" gumam Bagas.


15 menit kemudian aku sudah selesai mandi. Aku melihat Bagas sudah bangun dari tidurnya. Aku menghampiri lelaki itu dan berkata, "Selamat pagi,"


"Selamat pagi, sayang." ucap Bagas kemudian mencium keningku.


Aku menghampiri meja rias lalu duduk di kursi tersebut. Kemudian aku menyisir rambutku. Aku baru saja keramas, kemudian menggerutu, "Aduh, rambutku kusut!"


Bagas menghampiriku, kemudian dia mengambil sisir dari tanganku. Dia membantuku menyisir rambutku. Begitu lembut Bagas melakukannya.


"Kamu lebih cantik bila digerai," ucap Bagas.


"Apa kamu yakin? Aku tidak seperti kuntilanakkan?" tanya aku tidak percaya diri. Bagas tertawa mendengar ucapanku. Lalu dia menggeser kursi aku untuk menghadap ke arahnya.


"Siapa yang bilang kamu kuntilanak?" tanya Bagas.


"Apa aku tidak kelihatan gemuk dengan rambut terurai seperti ini?"


"Tidak. Kamu sangat cantik."


"Bohong! Kamu bohong sama aku!" tuduhku.


*Inilah wanita, sudah dibilang cantik malah dituduh bohong, Serba salah jadi cowok, *rungut Bagas dalan hati.


"Apa aku pernah berbohong padamu?"


Aku menggeleng kepala. Bagas memang tidak pernah bohong padanya. Bagas selalu jujur semenjak dia menyatakan perasaannya padaku.


"Jadi apa kamu percaya kalau aku bilang wanita yang paling cantik di dunia adalah Evolet Rebecca?"


Aku menggangguk tetapi mukaku merah seperti kepiting rebus. Aku malu mendengar ucapan Bagas padaku.


"Jadi kalau ada yang menghina wanitaku, dia harus berhadapan denganku! Aku akan menghabisi orang tersebut."  ujar Bagas.


Aku memeluk Bagas dengan erat, kemudian mencium bibirnya,"Aku sangat mencintai kamu."


"Aku juga sangat mencintai kamu, Vo. Jangan pergi jauh dariku ya. Janji?"


"Aku janji," aku berjanji pada Bagas.


Aku melepaskan pelukanku dari Bagas kemudian aku menatap Bagas dengan penuh cinta. Bibir Bagas begitu mempesonanya. Tanganku menyentuh mata Bagas, kemudian turun ke bibirnya. Berlama - lama aku di situ.


"Kamu nakal ya. Sudah berani membangkitkan gairahku," ucap Bagas yang napasnya sudah mulai tidak beraturan.


Tanganku mulai turun ke tubuh Bagas. Di sana aku mulai berlama - lama memainkan tanganku.


"Kamu kelihatan seksi pagi ini sayang," ucapku pada Bagas. Bagas yang mulai bangkit gairahnya lalu mengangkat tubuhku.


"Jangan salahkan aku pagi ini memakanmu lagi Evo. Kamu yang memulai membangkitkan singa yang lapar ini."


"Jangan, Bagas."  kataku.


Bagas menurunkan aku di tempat tidur, dia mulai melepaskan baju aku, "Sudah tidak bisa katakan jangan sayang."


"Jangan ragu - ragu maksudku sayang," pintaku.


"Sesuai perintah, my princess."


*****


Tok, tok, tok.


Bunyi ketokan pintu kamar Bagas. Bagas yang baru selesai tempur setengah jam yang lalu malas untuk membuka pintu.


"Permisi tuan. Sarapan paginya sudah siap dari jam 7 tadi. Apakah mau diantar saja?" tanya pelayan villa tersebut.


"Menganggu saja mereka," ucap Bagas. Aku tertawa. Bagas memakai bajunya, demikian juga dengan aku. Bagas melangkah ke arah pintu kamarnya, lalu membuka pintunya sedikit.


"Wah, wah tuan muda. Tadi malam bertempurnya sampai subuh ya?" ledek pelayan tersebut. Dia melihat rambut Bagas yang acak - acakan dan bekas tanda yang ada di leher Bagas yang baru diberikan oleh diriku.


"Jangan banyak tanya. Siapkan saja sarapan kami di meja makan. Kami akan keluar 15 menit lagi," perintah Bagas.


"Baik, Tuan Bagas. Saya akan siapkan," ucap pelayan dengan tersenyum. Bagas menutup pintunya. Aku sudah merapikan diriku kembali.


"Kamu mandi sana. Aku akan menunggu kamu mandi, lalu kita sarapan pagi yang sangat telat." ucapku.


"Salah kamu telah membangunkan serigala," ucap Bagas. Kemudian Bagas masuk ke kamar mandi. Dia membuka sedikit kamar mandinya. Bagas ingin tahu apakah perkataan Dea benar kalau Evo minum obat untuk mencegah kehamilan.


Aku merapikan tempat tidur. Lalu mengelus perutku. Aku lupa membawa obat itu, semoga aku tidak hamil.


Beberapa menit Bagas menunggu. Ternyata perkataan Dea tidak benar. Evo sangat mencintaiku.


*****


Hai kamu, iya kamu! Terima kasih sudah membaca kisah Evo. Tetap setia ya membacanya. Evo tunggu kalian di episode selanjutnya. Jangan lupa gabung juga di group chat aku.


****


NEWS!!


Ada cerita baruku judulnya : CINTAI AKU, MR. KANEBO!


Silahkan dibaca, like, komment, bintang 5 dan share sebanyak - banyaknya. Terima kasih.


❤❤❤