MOY (My Only You)

MOY (My Only You)
Rafael atau Bagas?



" Selamat malam, Mbak Evo. Tumben baru kelihatan lagi. Ke mana saja?" tanya pelayan kafe yang sering aku datangi.


" Hai, mbak Irene! Biasa lagi sibuk sama kerjaanku." Jawabku.


"Apa yang mau dipesan?" pelayan itu bertanya ramah lagi. " Hot Dark Chocolate dengan gula satu, dan kue keju?


Aku tersenyum, dan mengangguk. Walaupun sudah lama aku tidak datang, tapi mereka masih hafal dengan apa yang aku suka. Aku membalikkan badan, " Apa yang mau kamu pesan, Fa?"


" Kopi saja, Vo," jawab Rafael.


" Jadi Rp80.000 mbak," ujar kasir. Rafael dengan sigap memberikan uang untuk membayar. Setelah selesai memesan, kami mencari tempat duduk yang nyaman.


Ternyata setelah sekian lama aku tidak datang, banyak perubahan di kafe ini. Dulu tidak ada band, tapi sekarang ada.


" Kafenya bagus ya. Apa kamu sering datang ke sini ya?" tanya Rafael melihat tempat ini begitu nyaman. Ada alunan musik yang lembut membuat suasana hati begitu damai.


" Iya. Kalau lagi buntu sama novelku, ya aku ke sini cari ide. Ide itu bisa ada di mana aja. Contohnya ya di sini. Lihat para tamu yang beraneka ragam. Ada yang lagi sedih, ada pula yang lagi bahagia."


" Kamu hebat ya, melihat mereka saja membuatmu mampu mendapatkan ide."


Pelayan pun datang membawakan pesanan. Kami berdua terdiam mendengar alunan lagu yang dibawakan oleh salah satu penyanyi di cafe tersebut. Lagu Delon yang berjudul Semua karena Cinta begitu indah diperdengarkan. Aku jadi berpikir, akankah ada yang mencintaiku dengan tulus sehingga aku bisa berdiri tegar.


"Anyway, kamu mau memberitahuku sesuatu. Apa itu?" tanyaku membuka pembicaraan.


" Oh, iya, aku sampai lupa. Ini aku membawa cek buat kamu," Rafael memberikan sebuah cek dengan nilai lima juta rupiah.


" Cek untuk apa?"ucapku bingung.


" Hasil dari novel. Walau ngga banyak, tapi sudah cair," ucap Rafael padaku sambil tersenyum. Mendengar ucapan Rafael, aku ikut tersenyum. Bahagia, karena tidak menduga ada yang mau membeli novelku.


" Aku ingin memberikan sesuatu padamu, Vo. Ada Beberapa surat dari para pembaca untukmu," ucap Rafael, kemudian memberikan sebuah kotak yang isinya surat untukku.


" Aku akan membacanya nanti. Pasti," aku berjanji. Aku benar-benar tidak menyangka respon para pembaca padaku, mereka ternyata suka dengan karyaku. Mereka sampai menulis surat ke penerbit kata kita. Aku lupa harus mencantumkan emailku pada novel kemarin, sehingga mereka kirim ke penerbit. Luar biasa akal mereka.


" Selamat malam, apakah ada yang mau bernyanyi disini?"tawar MC di depan. "Siapa tahu ada yang mau nembak gebetan, atau mau balikkan sama mantan," lanjutnya lagi membuat para tamu di cafe tertawa.


Tiba-tiba majulah seseorang. Aku tidak bisa melihat siapa orang tersebut. Orang itu memakai jaket hitam, dan menutup mulutnya.


" Wah, silahkan. Terima kasih sudah maju ke depan," MC menyambut dengan gembira.


" Mau nyanyi apa, mbak eh mas?" katanya bingung karena orang itu menutup dirinya pake masker.


" Aku mau baca puisi," jawab dia lalu membuat semua di sana ramai.


Untuk seseorang yang aku cintai.


Ketika ku mengerti, bahwa hatiku ini.


Menemukan lagi seorang yang sangat berarti.


Seribu cara kulakukan, tuk buktikan semua.


Agar kamu tahu, apa yang ku rasakan kini.


Inikah rasanya jatuh cinta?


Oh, inikah, rasanya jatuh cinta?


Tolonglah Tuhanku, agar aku mampu.


Menjalani semua, didalam hidupku.


Aku tak pernah bisa, melupakan dirinya, karena hanya dirinya, yang paling kucinta.


Biarkan kudapat rasakan cintanya


Walaupun, itu hanya dibibir saja.


Oh... Maukah kau menjadi kekasihku?


Aku langsung menyadari suara itu,


" Bagas?"


" Pak Bagas? "


" Iya, Fa. Itu Bagas," Aku berlari ke depan, lalu menarik masker, dan membuka jaket hitam tersebut. Benar dugaanku, itu Bagas. Bagas yang kepergok, tersenyum malu.


" Wah, wah ternyata sang kekasih pujaan hatinya di sini," kata MC membuat aku juga ikut malu.


" Terima, terima," teriak salah satu pengunjung dan diikuti yang lain.


Aku bingung sekali. Ada Rafael juga di sini. Kenapa jadi seperti ini? Apa yang harus aku lakukan? Apa hari aku harus memilih diantara mereka?