
Sebelum kalian membaca kelanjutan ceritanya, saya mohon bantuannya menekan jempol di bawah. Berikan dukungan kalian dengan like dan vote. dukungan kalian sangat berharga buat saya . Terima kasih telah menyayangi dan mencintai MOY.
*****
Pak Freddy yang jengkel membisikkan sesuatu pada tangan kanannya. Lalu sang tangan kanan memberikan sebuah info padanya. Pak Freddy tersenyum senang. Bastian yang melihat itu, menaruh curiga dengan Pak Freddy.
“Tuan Bastian Karel, saya ingin bertanya kepada anda,” ucap Pak Freddy.
Bastian memberikan kode pada Pak Freddy untuk mempersilahkan orang tua itu bicara.
“Bukankah dulu pemegang saham kedua perusahaan Pratama adalah Nona Meli? Apa jangan – jangan anda telah berbohong kepada kami semua?” Pak Freddy menyudutkan Bastian.
Bastian sama sekali tidak tersudut dengan ucapan pria tua itu. Sepertinya Pak Freddy ingin menjatuhkan Bastian.
Maureen yang mendengar perkataan Pak Freddy lagsung tergelitik hatinya ingin memberitahu hal sebenarnya. Aduh, Pak Freddy tidak up to date! Bastian itu adik kandung Mbak Meli.
“Aduh! Bagaimana ya ngomongnya? Saya jadi bingung menjelaskannya,” ucap Bastian sambil garuk kepala.
“Coba buktikan bahwa kamu memang pemilik saham terbesar di Perusahaan Pratama! Karena kami mengecek data bahwa kamu hanya memiliki 10% saham di perusahaan kami.” tantang Pak Freddy.
Bu Lina yang sejak tadi mendengar pembicaraan itu juga merasa curiga dengan pria yang bernama Bastian. Saham yang terbesar tentu saja milik mereka, setelah itu milik Meli, mantan pegawai perusahaan mereka.
“Benar sekali, kamu harus membuktikan itu atau kamu keluar dari ruangan ini!” perintah Bu Lina.
“Wah, wah! Kesalahan besar kalau mengusir seorang Bastian. Baiklah kalau kalian sangat ingin tahu siapa saya?” kata Bastian santai. Bastian menelepon seseorang dan menyuruh orang itu datang segera.
Beberapa saat kemudian datanglah Mbak Meli. Wanita itu membawa beberapa dokumen, lalu dia menghampiri ke tempat duduk Pak Freddy memberikan dokumen tersebut. Pak Freddy membuka dokumen tersebut dan membacanya.
"Jadi kalian adalah...."
“Betul sekali. Maaf, Pak Freddy yang budiman. Bastian adalah adik saya. Sebenarnya 40% saham itu dia yang beli waktu itu, bukan saya. Dia iseng menggunakan nama saya untuk membeli saham perusahaan ini,” jelas Mbak Meli membuat semua orang terkejut.
Membeli saham perusahaan Pratama hanya sebuah keisengan? Siapa kedua orang ini? batin Maureen. Sahabat Evo itu hanya menggeleng kepala melihat drama yang ada di ruang rapat ini.
“Mbak Meli sudah bilang pada kamu, Bastian, kalau mau ikut rapat saya diajak! Semua orang jadi menuduhmu yang tidak – tidak!” ucap Mbak Meli sambil tersenyum.
“Maaf, Mbak! Akukan tidak sabar menunggu hari ini,” kata Bastian sambil tersenyum. “Jadi bagaimana, Pak? Apakah sudah percaya bahwa saya pemilik saham terbesar?”
Pak Freddy diam menjawab pertanyaan Bastian. Dia kalah telak dalam tantangan ini. Pak Freddy tidak menyangka orang yang bernama Bastian itu benar – benar pemilik perusahaan.
Mbak Meli menghampiri adiknya, lalu duduk di samping Bastian. Dia melihat muka Pak Freddy dan Bu Lina memerah karena malu.
“Baiklah, saya mengerti!” ucap Pak Freddy.
“Mohon maaf, Pak Freddy. Orang tua saya selalu mengajarkan saya kalau kita melakukan kesalahan haruslah meminta maaf. Sepertinya saya merasa Pak Freddy salah tadi,” tutur Bastian sambil tersenyum.
Hati Pak Freddy semakin panas dibuat lelaki muda itu. Bastian sengaja menyudutkan dirinya. Ingin rasanya Pak Freddy menendang Bastian keluar dari ruangan ini.
Ruangan mulai ramai lagi. Mereka berbisik satu sama lain. Begitu pula Maureen yang menyaksikan keberanian Bastian meminta Pak Freddy untuk meminta maaf.
Pak Freddy memang dikenal sebagai pemimpin yang baik, tetapi dia tidak pernah sekali pun meminta maaf. Menurut Maureen ini hal yang menarik. Dia penasaran apakah Pak Freddy akan meminta maaf pada Bastian?
“Adikku sayang, sudahlah jangan debatkan hal yang tidak penting. Rapat harus cepat selesai. Bukankah kita akan rapat lagi sore nanti ke Singapura?” tanya Mbak Meli.
Bastian memegang dagunya, kemudian berkata,”Sayang sekali ya, Mbak, seorang yang besar tidak punya jiwa yang besar untuk mengakui kesalahannya!”
“Apa?” geram Pak Freddy.
Bu Lina berbisik pada Pak Freddy, “Sabarlah sayang. Kamu tidak boleh melawan dia. Dia pemilik saham tersebar.”
Mendengar ucapan istrinya mau tidak mau Pak Freddy harus menekan kekesalannya pada Bastian.
“Baiklah. Kita lanjutkan rapat ini. Terima kasih untuk semua orang yang hadir di sini. Rapat ini tentang investasi dana ke perusahaan Pratama. Demi kelancaraan proyek baru, saya meminta kerja sama para pemegang saham untuk memberikan bantuan dana kepada perusahaan,” jelas Pak Freddy.
“Apa proyek akan dikerjakan oleh perusahaan Pratama?” tanya salah satu pemegang saham.
“Proyek pembuatan web dan perusahaan penerbitan buku. Kita butuh dana sekitar 100 milyar.”
Semua orang yang ada di dalam ruangan terkaget – kaget mendengar nominal proyek tersebut. Mereka tidak percaya dengan pengeluaran dana tersebut.
“Staf saya akan mempresentasikan kepada Bapak dan Ibu di sini.”
Salah satu staff tersebut kemudian mempresentasikan. Perusahaan yang baru akan dikembangkan di Malaysia.
“Tunggu, tunggu!” ucap Mbak Meli memotong jalannya presentasi, “Bukankah perusahaan Pratama di Malaysia sudah ada? Mengapa kita tidak melanjutkan yang itu saja? Bangun kembali perusahaan yang sempat terbakar.”
“Kami tidak membangun lagi perusahan yang terbakar, karena perusahaan tersebut atas nama Pak Bagas. Pak Bagas sendiri sudah tidak bekerja lagi di perusahaan ini,” tegas Pak Freddy.
“Tapi....”
Mbak Meli hendak bicara, tapi Bastian memberikan kode untuk menyuruh kakak perempuannya itu diam.
“Apa boleh dilanjutkan kembali presentasinya?” tanya Pak Freddy kepada Mbak Meli. Kepala Mbak Meli mengangguk setuju.
Presentasi di mulai kembali. Semua orang di ruangan mendengarkan dengan baik. Proyek yang ditampilkan sungguh luar biasa. Ide Pak Freddy memang dari dulu selalu istimewa.
Para pemegang saham setuju dengan proyek tersebut. Mereka mau memberikan dana bantuan kepada perusahaan. Mereka yakin pasti akan mendapatkan keuntungan yang lebih dari yang mereka berikan.
Dana yang terkumpul belum memenuhi target yang ditentukan. Target yang diminta adalah 100 milyar tetapi baru terkumpul 45 milyar.
Bastian dan Mbak Meli tidak menanggapi presentasi tersebut. Bastian malah asyik memainkan game di ponselnya. Kalau Mbak Meli asyik membalas pesan masuk dari emailnya.
“Lalu bagaimana dengan pemegang saham terbesar? Apakah kalian mau memberikan bantuan dana?” tanya Pak Freddy. Walau dia jengkel dengan kedua orang tersebut, tapi Pak Freddy sangat membutuhkan bantuan kakak beradik itu.
“Aduh, maaf. Tadi saya tidak fokus. Saya ada perlombaan di game barusan,” ucap Bastian polos.
Maureen tertawa geli di dalam hatinya. Dia tahu pasti bahwa Bastian sengaja melakukan hal tersebut untuk membuat Pak Freddy kesal.
“Mohon anda fokus, Pak Bastian. Ini mengenai perusahaan yang Bapak pegang sahamnya.”
“Oh, begitu. Lalu apa yang harus saya lakukan?” tanya Bastian.
Pak Freddy menghela napas panjang, dia harus menahan dirinya untuk tidak marah. Dia memberikan pandangan tajam kepada Bastian, tapi Bastian hanya tersenyum lugu untuk membalasnya.
“Dana yang terkumpul baru 45 milyar. Apakah Pak Bastian mau membantu perusahaan ini?” Pak Freddy mengulang pertanyaannya.
“Tentu saja saya akan memberikan dana bantuan kepada perusahaan ini sebesar 55 milyar, tetapi ada syaratnya,” ucap Bastian tersenyum lagi.
Pak Freddy yang senang bahwa Bastian akan membantu langsung menjawab, “Apa persyaratan tersebut?”
“Saya mau pacar saya menjadi pemimpin perusahaan Pratama,” pinta Bastian.
“Apa?” tanya Pak Freddy tidak percaya.
"Aku sayang sekali dengan pacar saya ini, Pak. Saya sengaja membeli saham perusahaan ini untuk dia," jelas Bastian.
Maureen menggaruk kepalanya, dia tidak percaya dengan apa yang dilakukan Bastian dan Mbak Meli. Mengapa mereka bisa seperti itu? Mereka benar - benar telah mempermainkan Pak Freddy di depan banyak orang.
"Tidak! Tidak bisa!"
“Terima kasih atas izinnya. Kebetulan pacar saya menunggu di depan. Saya akan menyuruh dia masuk.”
Bastian melangkah keluar dari aula, lalu dia membawa seorang wanita.
*****
Siapakah orang tersebut? Nantikan episode selanjutnya di Noveltoon. Jangan lupa tekan like ya, gratis.
NEWS!!
Ada cerita baruku judulnya : CINTAI AKU, MR. KANEBO!
Silahkan dibaca, like, komment, bintang 5 dan share sebanyak - banyaknya. Terima kasih.
❤❤❤