
"Urs, aku akan membawa Eleanor dan yang lainnya kembali ke Ibukota Simfonia. Aku rasa Alicia sedang berada di dalam masalah besar! Kamu harus tetap berada di sini dengan Sebastian dan Carissa. Berhati-hatilah." Iris berkata.
"Aku tidak ingin kamu pergi lagi," batin Iris.
"Terima kasih, Saint Iris aku akan berhati-hati." Lazarus menjawab.
"Apakah Iris mengetahui aku adalah Lazarus," batin Lazarus.
"Aku selalu berdoa pada Dewi Electra agar kamu selalu diberi keselamatan." Iris berdoa.
"Aku sangat merindukanmu," batin Iris.
"Terima kasih, Saint Iris." Lazarus menjawab.
"Belum saatnya untuk aku pulang," batin Lazarus.
Lazarus dan Iris saling menatap dengan mata penuh kelembutan. Mereka mengetahui di dalam hati satu sama lain. Mereka berdua masih menyimpan rasa kasih sayang.
"Hmmm.. Urs bukankah sekarang kita akan melanjutkan perburuan?" Carissa terbatuk.
"Baiklah, Saint Iris sesudah urusanku selesai aku akan menetap di wilayah Regulus untuk menemani Blossom kecil."
"Aku akan menunggumu."
"Selamat tinggal."
"Urs, jangan ucapkan selamat tinggal, tetapi katakan kita akan bertemu kembali." Iris berkata.
"Saint Iris, kita berdua akan bertemu kembali."
Lazarus berpamitan kepada Saint Iris, kemudian pergi bersama Sebastian, Freya dan Carissa.
...****************...
"Urs, kemana tujuan kita selanjutnya?" Sebastian tersenyum lebar.
"Sebas...berhentilah berpura-pura kalian sudah tahu bahwa aku adalah Lazarus." Lazarus berkata.
Semua orang menghentikan langkah kaki mereka.
"Urs, sejak kapan kamu..."
"Aku mengetahuinya sejak kamu, Iris dan Sebastian ikut dalam perjalananku. Apakah Iris dan anggota Party Golden Lion yang lain mengetahuinya?"
"Sungguh Hebat! Tuan Lazarus kamu sudah berubah 180° aku Sebastian sangat menghormatimu. Iris dan Alyssa sudah mengetahuinya, kecuali Diana, Delia dan Vincent." Sebastian berkata.
"Lazarus mengapa kamu tidak kembali ke wilayah Regulus atau memberitahu kita bahwa kamu masih hidup?" Carissa bertanya.
Lazarus menceritakan semuanya kepada Carissa dan Sebastian. Dia bahkan menunjukan statusnya.
"Vincent! Aku akan membunuhnya!" Carissa mengeluarkan aura membunuh yang pekat.
"Hahaha. Vincent bajingan gila itu adalah penyebab kematianmu. Aku tidak bisa memaafkannya sudah 30 tahun ini aku hidup dalam kekosongan dan kesepian." Sebastian tertawa gila terlihat aura hitam yang keluar dari tubuh Sebastian.
"Aura kalian dapat menarik perhatian banyak Beast rank tinggi di hutan Emerald. Berhentilah karena hal ini tidak sesederhana itu." Lazarus berkata.
"Apakah ada orang lain di belakang Vincent? Duke Leontios atau Duke Aslan? Vincent tidak mempunyai keberanian untuk membuat rencana ini." Sebastian bertanya.
Sebastian adalah salah satu tokoh yang paling dia kenal selain Lazarus. Bahkan, dia sudah tahu jalan pikiran dari Sebastian. Meskipun terlihat selalu bermain-main, tetapi Sebastian bisa saja menghancurkan sebuah Kerajaan atau Kekaisaran karena obsesinya kepada Lazarus.
"Menurutku ada orang lain yang merencanakan semua ini. Leontios, Aslan dan Vincent hanyalah sebuah bidak catur yang dapat dibuang dalam permainannya." Lazarus berkata dengan ekspresi serius.
"Lazarus, aku akan mengetahui siapa orang itu! Bagaimanapun caranya.. Bajingan itu harus di bunuh dengan cara yang sangat kejam!" Sebastian mengeluarkan sebuah Artefak berbentuk kristal berwarna ungu dengan banyak rune yang terukir di dalamnya.
"Kristal ruang!" Lazarus berteriak.
Kristal Ruang atau Void Stone adalah Artefak rank Legendary yang sangat langka. Artefak itu dapat memanggil seseorang dari belahan planet Antares. Lazarus berpikir dengan sifat Sebastian yang gila dia akan memanggil ayahnya Demon Emperor Agathias.
Sebastian mengaliri kristal ruang itu dengan mananya. Celah dimensi terbuka di depan kelompok Lazarus. Di balik celah dimensi keluar seorang wanita cantik berambut putih dengan ujung biru dan mata yang biru seperti Lazarus.
"Sebastian, sayangku?" Wanita cantik itu bertanya.
"Istriku Evangeline, perkenalkan dia adalah masterku Lazarus dan sahabatku Carissa dan putri Freya."
"Blue Moon? Sebastian, apakah kamu sudah menikah dengan pewaris salah satu leluhur Vampire Blue Moon? Tunggu Evangeline nama yang tidak asing! Bukankah dia musuh kita yang selalu bersama Amara?" Lazarus berteriak.
"Banyak hal yang telah terjadi. Ternyata Ayahku dan Ayah Evangeline Tuan Jovial sudah menjodohkan kita. Meskipun awalnya aku menolak, tetapi Evangeline sangat baik kepadaku dan akhirnya kita berdua menikah." Sebastian memegang tangan Evangeline.
"Tuan Lazarus, apakah kamu membutuhkan bantuan? Aku akan senantiasa membantumu."
"Evangeline panggil dia Urs sekarang. Kamu harus mencari dalang dari kematian Lazarus. Aku akan menceritakan semuanya kepadamu setelah ini. Sekarang pergilah ke Kerajaan Pendragon untuk mengurus Aliansi Black aku akan selalu mengunjungimu sekarang dan tidak akan pergi lagi berpetualang aku akan selalu pulang ke Aliansi Black cabang Kerajaan Pendragon."
Evangeline menarik dasi Sebastian, kemudian mencium bibir Sebastian. "Terima Kasih, cintaku aku akan selalu menunggu kamu pulang." Evangeline berubah menjadi ribuan kupu-kupu dengan cahaya berwarna biru, kemudian menghilang.
"Hahaha. Istriku adalah yang terbaik." Sebastian tertawa dengan wajah yang memerah.
Lazarus, Carissa dan Freya melihatnya dengan tatapan kosong.
"Hmmm.. Tuan Lazarus, maksudku Tuan Urs, Evangeline adalah ahli dalam mendapatkan informasi. Aku tidak mengenal orang lain yang lebih baik dalam mengumpulkan informasi dari Evangeline di seluruh dunia ini." Sebastian berkata.
"Sebastian, pasti di Kekaisaran Moonlight Evangeline mempunyai jabatan yang penting. Dia, juga mengetahui tentang semua informasi di Benua Selatan, Benua Utara dan Benua Timur. Bukankah, kamu memanggil Evangeline tiba-tiba? Bagaimana dengan tugasnya di Kekaisaran Moonlight?"
"Haha.. Ayah dan Ayah Mertua Jovial pasti dapat mengurus semuanya. Bukankah, Mertua Jovial adalah mantan penasehat ayah?" Sebastian tersenyum canggung.
"Bajingan! Bukankah saat ini Leluhur Blue Moon sudah pensiun? Apabila dia mengetahui tentang ini dia akan menghancurkan semua jantungmu! Di masa pensiunnya dia harus bekerja lagi..." Lazarus menyentuh dahinya.
"Urs, bagaimana kamu bisa menjadi pintar?"
"Carissa, dulu aku tidak pernah menggunakan otakku sekarang aku dapat menggunakan otakku dari dulu aku sudah pintar." Lazarus berkata.
"Baiklah... dan bagaimana dengan hubunganmu dengan putri Freya?" Carissa melirik ke arah Freya.
Freya memegang tangan Lazarus, seraya mengembungkan pipinya. Urs, adalah suamiku.
Lazarus menceritakan pertemuannya dengan Freya.
"Hahaha. Tuan Urs, kamu harus menyalahkan takdir.. Mungkin, Dewa dan Dewi sudah memberkati cinta kalian." Sebastian tertawa.
"Lazarus, bukankah saat itu kamu menolak untuk mencari selir?"
"Iris, membohongiku! Iris berkata bahwa seorang pria berambut hitam menikahi lebih dari satu wanita. Dia akan langsung masuk ke lapisan terdalam Abyss. Apabila saat itu aku tahu aku bisa menikahi lebih dari satu wanita aku pasti akan menikahi–" Lazarus menghentikan perkataannya.
"Siapa?" Carissa bertanya.
"Sudahlah, mari kita lanjutkan perjalanan." Lazarus berkata dengan wajah memerah.
"Tunggu!" Carissa berteriak.
Saat Lazarus melirik ke arah Carissa, tiba-tiba dia mencium bibir Lazarus.
"Meskipun, Iris adalah wanita yang pertama kali kamu cium, tetapi ciuman ini adalah ciuman pertamaku dan merupakan ciuman keduamu." Carissa tersenyum.
"Rubah berambut putih! Kamu tidak meminta izin untuk mencium Urs! Aku bahkan selalu menahan untuk mencium Urs!" Freya berteriak.
"Urs, apakah kamu sudah berciuman dengan Freya?"
"Urs, sudah menceritakan semuanya kepadaku saat itu malam—"
Lazarus menutup mulut Freya.
"Apakah hubungan kalian sejauh itu?"
"Tidak! Aku dan Freya tidak melakukan apapun! Kami hanya berciuman itu saja! Asterion kembalilah ke bentuk Black Dragon. Kita akan melanjutkan perjalanan."
"Sesuai perintahmu, Master!"
"Sungguh hebat! Aku belum pernah menaiki Black Dragon sebelumnya."
"Lazarus, kamu belum menjawab pertanyaanku! Apakah kamu sekarang menyadari wajahmu tampan, kemudian berubah menjadi pria penggoda!"
"Urs, bukanlah pria penggoda! Akan tetapi, setiap wanita cantik yang bertemu Urs, di dalam perjalanan selalu menyukai Urs! Dia mempunyai karisma seorang pria sejati."
"Freya berhentilah! Carissa akan salah paham, jika Iris mendengarnya! Aku akan mati untuk kedua kalinya"