LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 365. 2 Duel.



Red Dragon Ignis maju terlebih dahulu untuk berduel di tengah pasukan Beast yang sangat banyak. Red Dragon Agni dan Darkness Dragon Ragnar mendampinginya sebagai wasit agar tidak ada yang menganggu duel ini. Di sisi lain Celestial Blue Dragon Roc Blue Divine dan Eight Winged Golden Roc Golden Cloud mendampingi Golden Roc Golden Rain.


Ignis dan Golden Rain maju di area duel. Mereka berdua mengeluarkan aura haus darah yang kuat. Duel akan berlangsung sampai salah satu dari mereka mati.


"Urs, pasti akan sangat marah jika merasakan Ignis mati." Darkness Dragon Ragnar berkata menggunakan telepati suara.


"Cucuku Ignis, Fire Phoenix Hyacinth dan Winged Golden Tiger Golden Fang adalah Beast yang kuat. Aku yakin mereka akan memenangkan duel ini." Red Dragon Agni menjawab.


Red Dragon Ignis dan Golden Roc Golden Rain saling menatap dengan tajam. Mereka berdua adalah Beast berdarah murni dan mempunyai ranah yang sama, tetapi mereka tahu bahwa satu diantara mereka akan mati dalam duel ini.


"Red Dragon, apakah kamu mempunyai kata-kata terakhir sebelum kamu mati?" Golden Rain tersenyum.


"Hahaha. Aku akan mencabik-cabik tubuhmu dan menjadikan kepalamu sebagai pajangan kemenanganku." Ignis tertawa.


Aura element petir menutupi tubuh Golden Rain dan Aura element api menutupi tubuh Ignis.


"Mulai!" Golden Cloud tersenyum.


"Kekeke. Putraku Golden Rain adalah pewaris kekuatanku, bahkan dia lebih kuat dariku saat aku masih muda. Red Dragon itu akan mati dengan mengenaskan," batin Golden Cloud.


Golden Rain terbang terbang dengan cepat ke atas langit menjaga jarak dari Ignis, kemudian dia mengumpulkan mana di atas langit wilayah pertarungan. Ignis hanya di tempatnya seraya tersenyum lebar, dia mengetahui apabila bertarung di atas langit Golden Roc Golden Rain akan diuntungkan.


"Red Dragon, kamu salah memilih lawan dan kamu akan mati dengan tragis," batin Golden Rain.


"Golden Lightning Rain!"


Hujan petir berwarna emas melesat ke arah Red Dragon Ignis, tetapi tidak sampai di sana Golden Cloud masih belum selesai menggunakan Skillnya.


"Golden Storm!"


"Golden Thunder Wave!"


"Giant Lightning Ball!"


"72 Golden Lightning Eagle."


Golden Roc mengumpulkan kembali element petir 9 bola petir tercipta di sekitarnya. Semua Beast terkejut melihat hal itu karena Golden Rain ingin menyelesaikan duel ini dengan sangat cepat.


"Nine Heavenly Golden Lightning!" Golden Rain menggunakan Skill terkuatnya dari 9 bola petir itu melancarkan serangan petir penghancur berwarna emas yang sangat kuat ke arah Red Dragon Ignis.


"Ignis!" Asterion dan semua Beast kontrak Lazarus berteriak, mereka mengetahui Ignis tidak akan selamat dengan serangan sekuat itu.


"Hahaha. Bajingan Red Dragon yang arogan, kamu tidak sekuat seperti kata-katamu." Golden Rain tertawa melihat ke arah arena yang hancur berantakan dan ditutupi oleh debu.


"Heavenly Fire Dragon Body!" Ignis muncul dari debu dengan tubuh yang dilapisi oleh api merah yang membara.


Golden Rain terkejut karena Ignis baik-baik saja setelah terkena serangan terkuatnya, dia kemudian berusaha untuk terbang menghindari serangan Ignis yang mendekat ke arahnya.


"Fire Storm!" Ignis menyemburkan pusaran api spiral yang sangat besar ke arah Golden Rain, kemudian Golden Rain terbang ke atas untuk menghindari serangan Ignis.


Ignis dengan cepat mengejar Golden Rain, kemudian Golden Rain terbang berputar seraya menembakan banyak bulu burung emas yang dilapisi petir emas dari sayapnya.


Semua Beast terkejut menyaksikan kelincahan Golden Rain saat berada di udara. Ignis menciptakan sebuah pelindung api di tubuhnya dan tidak terluka oleh bulu-bulu Golden Rain.


Ignis menembakan banyak bola api ke arah Golden Rain, tetapi Golden Rain berhasil menghindari semua bola api itu.


"Meskipun Red Dragon Ignis sangat kuat, tetapi dia terbang sangat lambat di udara," batin Golden Rain.


Golden Rain membalik dan menyerang ke arah Ignis, dia mengira sangat diuntungkan saat bertarung di udara. Meskipun Ignis mempunyai kekuatan yang kuat, tetapi apabila bertarung di udara dia akan menang dengan mudah.


Golden Rain dengan cepat seraya mencakar Ignis dengan cakarnya yang tajam, tetapi cakar Golden Rain hanya bisa menggores sisik Ignis yang keras dan tidak bisa menembus dagingnya.


Golden Rain tersenyum, dia mengetahui bahwa Ignis tidak bisa melihat serangannya dan terus mempercepat serangannya. Ignis di serang dari segala arah oleh Golden Rain, tetapi dia hanya menerima serangan itu.


"Hahaha. Agni, kelihatannya kemenangan pertama berada di pihak kami." Golden Cloud tertawa.


"Bodoh." Agni tersenyum.


"Lightning Claws!" Golden Sky memusatkan semua mana dan kekuatan ke cakarnya.


Ignis tersenyum, kemudian menggenggam erat cakar Golden Rain. Semua Beast terkejut dengan peristiwa yang baru saja terjadi.


"Spiral Fire!" Ignis menyemburkan api spiral berwarna merah membara ke sayap Golden Rain.


"Kyaatt." Golden Rain berteriak kesakitan.


Ignis tersenyum dan memeluk erat tubuh Golden Rain, kemudian menjatuhkan dirinya dan Golden Rain ke tanah. Golden Rain ingin menggigit kepala Ignis untuk melepaskan pelukan Ignis, tetapi Ignis segera mengigit leher Golden Rain. Sebelum tubuh Ignis jatuh ke tanah, dia kemudian melepaskan dirinya dari Golden Rain.


"Boom!"


Tubuh Golden Rain menghantam tanah dengan sangat keras menciptakan sebuah lubang di tanah, bahkan Beast burung-burung kecil beterbangan karena merasakan getaran tubuh Golden Rain.


Golden Rain berusaha untuk bangkit dengan luka lebar berdarah di lehernya dan Ignis terbang dengan cepat ke arah Golden Rain, kemudian memotong kepala Golden Rain menggunakan sayap yang sudah dilapisi oleh element api yang di bentuk tajam.


Kepala Golden Rain terlempar dari tubuhnya. Sedangkan Ignis hanya menatap mayat Golden Rain dengan tatapan dingin seolah-olah menatap sampah.


"Golden Rain jika kamu bertarung denganku 2 tahun lalu mungkin kamu akan menang dan jika aku menang, maka aku pasti akan terluka parah," batin Ignis seraya melangkah kembali ke arah pasukan Beast Hutan Emerald.


"Putraku!" Golden Cloud berteriak, kemudian menembakan bola petir besar ke arah Ignis. Namun Silver Dragon Soldrake segera menahan serangan Golden Cloud.


"Golden Cloud, duel ini adalah duel yang adil." Silver Dragon Soldrake berkata.


Golden Cloud terbang ke arah mayat Golden Rain dengan mata yang terus mengeluarkan air mata. Sebagai seorang ayah Golden Cloud bukanlah ayah yang baik dan membiarkan Golden Rain bertahan hidup sendirian, sampai akhirnya Golden Rain menembus ranah Legendary dan kembali ke sarang Golden Cloud.


"Ignis, aku akan memakan setiap bagian tubuhmu saat perang ini di mulai!" Golden Cloud bersumpah.


Semua Beast Hutan King dan Hutan Emerald bersorak atas kemenangan Ignis, sedangkan semua Beast Hutan Atlanta dan Hutan Wild Land hanya terdiam membeku. Mereka sekarang mengetahui bahwa Red Dragon Ignis adalah Legendary Beast yang sangat kuat dan bisa menjadi masalah besar di masa depan jika dibiarkan terus tumbuh.


Semua Beast King Hutan Atlanta dan Hutan Wild Land memikirkan hal yang sama, yaitu menyingkirkan Ignis.


"Ignis, aku pasti akan memenangkan pertempuran ini." Fire Phoenix Hyacinth/Gaver berkata.


"Gaver, berhati-hatilah." Ignis menjawab.


Fire Phoenix Hyacinth terbang ke arena pertarungan yang sudah hancur karena pertarungan Ignis.


"Apakah Gaver akan baik-baik saja?" Black Dragon Asterion bertanya.


"Asterion, Gaver adalah Beast yang sangat kuat. Dia selalu menahan diri saat bertarung dengan Beast kontrak Master, tetapi dengan Beast lainnya dia tidak akan menahan diri." Forest Phoenix Linwood menjawab.


"Kekeke. Black Sun, kamu harus mencabik-cabik Fire Phoenix itu." Beast King Three-Headed Darkness Roc Darkness Sky tertawa.


"Mulai!" Golden Cloud berteriak.


Fire Phoenix Hyacinth dan Darkness Roc Black Sun terbang dengan cepat ke udara, kemudian saling menyerang di udara satu sama lain.


"Darkness Clone!"


Black Sun menciptakan tujuh Clone bayangan dan menyerang ke arah Hyacinth, tetapi Hyacinth dapat menghindari semua serangan Black Sun.


"Emperor Bird Aura!"


Semua Beast burung rank rendah dan sedang yang berada di sana merasakan intimidasi dari Fire Phoenix Hyacinth. Emperor Bird Aura adalah aura intimidasi Beast jenis burung dengan garis darah sangat murni.


"Hahaha. Apakah kamu berpikir aku mempunyai garis darah yang lebih rendah darimu?" Black Sun menyemburkan angin kegelapan ke arah Fire Phoenix Hyacinth.


"Hahaha. Fire Phoenix itu sudah mati!" Beast King Three-Headed Darkness Roc Darkness Sky tertawa.


Wilayah di sekitar Fire Phoenix Hyacinth tertutupi oleh kabut berwarna hitam dan dia merasakan semua mananya terkuras dengan cepat. Bahkan dia tidak bisa mengeluarkan element api dengan maksimal.


Black Sun memasuki kabut berwarna hitam itu, kemudian bertarung dengan Gaver di dalam kabut berwarna hitam. Semua Beast di sana tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam kabut berwarna hitam itu.


"Hyacinth!" Linwood berteriak.


"Phoenix Fire!"


Suara teriakan Gaver terdengar.


Api berwarna merah membara yang sangat terang membakar kabut hitam itu, kemudian Black Sun terlempar.


Terlihat banyak sekali luka cakaran dan gigitan paruh di tubuh Fire Phoenix Hyacinth, tetapi dia tidak merasakannya dan membalas serangan Black Sun.


"Black Whirlwind!"


Black Sun menciptakan pusaran angin hitam ke arah Fire Phoenix Hyacinth.


"Fire Wave!"


"Boom!'


Pusaran angin hitam dan gelombang api yang membara saling berbenturan, menciptakan ledakan yang lumayan besar.


Tubuh Black Sun dilapisi oleh kabut berwarna hitam, seolah-olah penguasa malam. Dia seperti seekor elang yang mengintai mangsa saat malam gelap gurita.


Black Sun terbang tanpa suara, bahkan Fire Phoenix Hyacinth terkejut dengan kemampuan terbang Black Sun.


"Swoossh"


Sebuah bulu melesat dan menggores pipi Fire Phoenix Hyacinth hingga berdarah.


Red Dragon Ignis dan semua Beast kontrak Lazarus terkejut melihat itu semua.


Hyacinth menerkam ke arah Black Sun, tetapi yang dia terkam hanyalah sebuah Clone kegelapan.


"Bodoh!" Black Sun berkata, kemudian mencakar punggung Hyacinth dengan cakarnya yang tajam mengakibatkan luka robek berdarah di punggung Hyacinth.


Hyacinth melapisi tubuhnya menggunakan api merah membara dan menerkam Black Sun,, tetapi Black Sun berhasil menghindari semua serangan Hyacinth.


"Darkness Wind Blade!"


Sebuah bilah angin hitam melesat ke arah Hyacinth, tetapi dia berhasil menghindarinya.


"Darkness Wind Dance." Darkness Roc Black Sun menyerang dengan cepat menyerang ke arah Fire Phoenix Hyacinth seolah-olah sedang menari di udara. Meskipun Fire Phoenix Hyacinth sudah berusaha merasakan arah serangan Black Sun menggunakan semua instingnya, tetapi dia tidak bisa mengetahui darimana arah serangan Black Sun.


"Apakah kamu sudah menyerah?" Black Sun bertanya seraya terbang dengan cepat sehingga membentuk banyak bayangan.


"Hahaha. Kamu adalah salah satu lawan yang bisa membuat darahku mendidih." Fire Phoenix Hyacinth berkata, kemudian api berwarna biru melapisinya tubuhnya. Berbeda dengan Ignis yang mempunyai api berwarna biru yang tidak jernih, Fire Phoenix Hyacinth mempunyai api berwarna biru muda jernih.


Black Sun segera terbang menjauh dari Fire Phoenix Hyacinth, dia mengetahui bahwa api biru itu sangat berbahaya.


"Phoenix True Fire!" Beast King Vermilion Bird berteriak.


"Blue Phoenix Rain!"


Hyacinth mengumpulkan api biru itu dan membentuk sebuah bola api biru raksasa dan melemparkannya ke udara, kemudian bola api biru raksasa itu hancur dan menjadi hujan api biru.


Pepohonan, batu, rumput dan tanah yang terkena api biru Fire Phoenix Hyacinth terbakar.


"Darkness Wind Shield!" Black Sun menciptakan pelindung angin hitam untuk melindungi tubuhnya.


Fire Phoenix Hyacinth menggunakan kesempatan itu, kemudian terbang menggunakan seluruh kekuatannya ke arah Black Sun dengan tubuh yang dilapisi oleh api biru membara.


"Bang!"


Hyacinth menerkam keras punggung Black Sun, sehingga Black Sun terlempar ke tanah dan menabrak pepohonan.


Hyacinth terbang berputar-putar di udara, kemudian menciptakan pusaran api berwarna biru yang indah. Dia menyerang ke arah Hyacinth yang mencoba untuk bangkit menggunakan semua kekuatannya yang tersisa.


"Aku menyerah!" Black Sun berteriak.


Hyacinth tidak menghentikan serangannya, meskipun Black Sun sudah menyerah sehingga pusaran api biru itu mengenai tubuhnya. Namun Black Sun masih hidup meskipun tubuhnya sudah terbakar oleh api biru Hyacinth.


Hyacinth menatap dingin ke arah Black Sun, dia tidak ingin menyerang seekor Beast yang sekarat.


Asterion segera terbang membantu Hyacinth yang terluka parah, dia mengetahui bahwa Hyacinth sudah mencapai batasnya.


"Terima kasih." Hyacinth berkata.


"Beristirahat lah dan serahkan sisanya kepada kami." Asterion berkata.


Beast King Three-Headed Darkness Roc Darkness Sky terbang ke arah Darkness Roc Black Sun. Dia tidak mengatakan apapun dan hanya menatap Black Sun dengan dingin.


"Aya.." Sebelum Black Sun mengatakan sesuatu Beast King Three-Headed Darkness Roc Darkness Sky menusuk dada Black Sun dengan cakarnya yang tajam, kemudian mengambil Inti Beast Black Sun.


"Black Sun, kamu adalah aib untukku." Beast King Three-Headed Darkness Roc berkata seraya memakan Inti Beast Darkness Roc Black Sun.


Semua Beast yang berada di sana terkejut melihat itu semua. Hal tabu untuk Beast rank tinggi memakan keluarganya sendiri, bahkan Red Dragon Agni menatap Darkness Sky dengan tatapan jijik.