
Lazarus memperhatikan orang-orang yang berada di Kota ke 13. Mereka sekarang terlihat mulai membaik dan sebagian orang sudah sudah mulai sembuh.
"Altair, apakah aku adalah pemimpin yang baik?" Lazarus berkata seraya menyilangkan tangan di belakang punggungnya. Melihat ke Kota Frost Unicorn yang di tutupi oleh salju dan ribuan Slime yang memenuhi jalanan.
"Urs, kamu adalah pemimpin yang baik." Duke Adrian berkata.
"Wabah di Planet Antares bukan hanya Cacat Beast, apabila itu wabah yang belum diketahui pasti akan lebih banyak korban daripada ini." Lazarus berkata.
"Sayang, kamu akan baik-baik saja karena Dewi Cahaya Electra selalu melindungi kamu." Iris berkata.
4 orang Divisi Alchemist Aliansi The North berjalan ke arah Lazarus seraya membawa 12 ekor Slime berwarna hijau bercahaya. Mereka menemukan Slime ini saat memakan banyak sisa herbal.
"Tuan Urs, kami menemukan 12 Slime ini saat sedang melihat tumpukan sisa herbal." Roselia seorang wanita cantik berambut biru dan mata biru berkata.
Lazarus dan Iris memperhatikan Slime itu. Slime adalah Beast paling lemah dan bisa berevolusi sesuai lingkungan tempat mereka tinggal.
"War Beast Healing Slime." Lazarus tersenyum.
"Lazarus, apa maksudmu?" Altair bertanya.
"Healing Slime mempunyai Skill penyembuhan tingkat rendah. Mereka adalah Beast langka dan bisa menjadi seekor Epik Beast bahkan Legendary Beast apabila terus memakan herbal." Lazarus tersenyum.
Lazarus mengeluarkan pisau kecil dan mengiris sedikit jarinya hingga berdarah, kemudian Healing Slime melompat ke tangan Lazarus dan bersinar hijau terang. Luka yang berada di tangan Lazarus sembuh seketika saat Healing Slime itu menggunakan Skill penyembuhannya.
"Roselia, Slime adalah Beast yang tidak diperhatikan dan dianggap Beast kotor yang hanya memakan kotoran. Namun Slime mempunyai kemungkinan evolusi tidak terbatas, kalian harus mengatakan kepada Divisi Beast untuk melakukan penelitian tentang Beast Slime." Lazarus berkata.
"Baiklah." Roselia menjawab, kemudian membungkuk ke arah Lazarus.
"Aku selalu memikirkan bahwa kamu bukan Lazarus yang aku kenal." Altair berkata.
"Altair, apakah aku harus mengatakan semua rahasia yang aku ketahui tentangmu? Apakah kamu ingat wanita cantik seorang penjahit di Kekaisaran Swallow, dia adalah seorang janda yang sangat cantik dan cinta pertamamu." Lazarus berkata.
Altair segera menutup mulut Lazarus. Dia yakin bahwa orang yang berada di hadapannya adalah Lazarus yang asli karena hanya Lazarus yang mengetahui tentang cinta pertamanya.
"Altair, seorang pasti akan berubah seiring berjalannya waktu." Iris tersenyum dan memeluk Lazarus.
Golden Fang, Hilda, Regulus dan Golden Sun pergi ke arah Lazarus dengan tergesa-gesa. Mereka terlihat ingin melaporkan sesuatu yang sangat penting kepada Lazarus.
"Master, Zinovia terlihat sangat lemah dan kesakitan. Dia seperti membutuhkan bantuanmu." Golden Fang berkata.
Lazarus, Altair, Adrian dan Iris segera pergi ke tempat Ancient White Tiger Zinovia yang berbaring lemah. Semua Beast kontrak Lazarus berkumpul untuk menjaga Zinovia. Meski Altair dan Adrian sudah berulang kali melihat semua Beast kontrak Lazarus, tetapi mereka tetap kagum, takut dan ngeri saat melihat seorang manusia mengontrak banyak Beast rank tinggi.
"Master." Zinovia berkata.
"Aku akan memeriksanya." Lazarus berkata.
Lazarus pergi ke arah Zinovia dan melihat kondisi Zinovia, sebagai Masternya dia mempunyai kewajiban untuk menjaga dan mengobati Zinovia.
"Zinovia, apakah kamu sedang hamil?" Lazarus bertanya.
"Apakah aku hamil?" Zinovia bertanya dengan bingung, dia tidak menyadari bahwa dia sedang mengandung.
"Kamu akan melahirkan bayi kembar." Lazarus menjawab.
Semua orang dan Beast yang berada di sana terkejut karena kelahiran bayi Beast rank tinggi kembar sangat langka. Mereka akan mempunyai 2 anggota keluarga baru dari Zinovia.
"Golden Fang, Kyle, Feira, Kiara, Aneira, Gin, Ara, Sira, semua Beast betina dan Winter kalian harus menjaga Zinovia sampai melahirkan." Lazarus berkata.
"Hutan White Snake lebih aman dari Hutan Emerald. Aku akan menjaga Zinovia dengan baik sampai dia melahirkan serta berburu Beast untuknya. Bukankah aku dan Golden Fang juga cukup untuk menjaga Zinovia?" Winter bertanya.
"Aku tidak ingin terjadi satu masalah pun dalam persalinan ini karena Zinovia adalah Beast kontrak betina milikku yang akan bertelur." Lazarus menjawab.
"Baiklah, aku akan merawat Zinovia sampai dia melahirkan." Soldrake dan Summer berkata.
"Kalian berdua harus ikut denganku ke wilayah Leonis dan Aslan untuk bertempur dengan Gelombang Beast." Lazarus berkata.
"Sesuai perintahmu, Sir!" Silver Dragon Soldrake dan Black Hell Snake Summer menjawab.
...****************...
Lazarus menaiki punggung Sirius. Dia sekarang akan memimpin 20.000 pasukan Regulus pergi ke wilayah Aslan dan Leonis karena wabah dia sangat terlambat untuk membantu wilayah Aslan dan Leonis.
Marquis Edgard Allan datang bersama 12.000 pasukan bantuan Leandro dari arah timur. Seketika pasukan itu berhenti saat melihat 20.000 pasukan Regulus bersenjata lengkap.
"Edgard, apakah kamu sudah membawa pasukan tambahan?" Duke Adrian Leandro bertanya.
"Ayah, aku sudah membawa 12.000 pasukan tambahan untuk membantu wilayah Leonis dan Aslan." Marquis Edgard Allan menjawab.
"20.000 pasukan Ibukota Kekaisaran Lion Heart sudah menunggu di perbatasan. Kita sekarang harus segera mengirim bantuan ke wilayah Leonis dan Aslan secepatnya!" Altair berteriak.
"Sesuai perintahmu, Kaisar Altair Lion Heart." Semua pasukan menjawab.
Altair menunggangi punggung Namean, Lazarus menunggangi punggung Onyx dan Duke Adrian menunggangi punggung Emerald memimpin pasukan besar ke arah wilayah Leonis dan Aslan untuk membantu mereka melawan serangan Beast. Silver Dragon Soldrake dan Black Hell Snake Summer sangat mencolok, kedua Beast King itu terlihat sangat arogan dan kejam.
5000 Pasukan Leandro yang sudah sembuh dari wabah bersama Gerarda yang memimpin 20.000 pasukan wanita Kerajaan Amazones yang baru sembuh dari wabah menghadang pasukan Lazarus.
Altair dan Lazarus menyuruh 32.000 pasukan mereka untuk berhenti. Mereka ingin mendengar apa yang akan dikatakan oleh Gerarda dan 25.000 pasukan itu.
"Kaisar Altair, sebagai terima kasih aku akan memimpin 20.000 Pasukan Kerajaan Amazones untuk membantu melawan Gelombang Beast." Gerarda berkata.
"Paman Adrian, kami sudah sembuh dan siap membantumu untuk melawan Gelombang Beast!" Rian berteriak.
Semua pasukan wilayah Leandro saling melirik, mereka takut tertular oleh wabah Cacar Beast. Jika mereka bergabung dengan pasukannya sekarang.
"Baiklah, kalian sudah sembuh dan kalian boleh bergabung dengan pasukan sekarang." Lazarus menjawab.
"Terima kasih, Grand Duke Regulus." Semua orang berkata.
Lazarus, Altair, Adrian dan Gerarda memimpin pasukan besar menuju wilayah Leonis. Mereka akhirnya sampai di perbatasan wilayah Leonis dan melihat kemah pasukan Ibukota Kekaisaran Lion Heart yang dipimpin oleh Icarus.
"Icarus, apakah pertempuran berjalan tidak sesuai rencana?" Altair bertanya.
Icarus berlutut. "Setengah pasukan Kekaisaran Lion Heart dan Pasukan Leonis sekarang berusaha menahan Gelombang Beast. Sedangkan sisa pasukan Ibukota Lion Heart membantu prajurit dan penduduk yang terluka. Gelombang Beast itu di pimpin oleh 2 Mythical Beast level 94 dan 5 Mythical Beast bersama puluhan ribu kawanan Beast rank sedang dan rendah."
"Pasukan Regulus siap bertempur!" Alastair berteriak seraya mengangkat Great Sword Vermilion ke udara.
"Kejayaan untuk Regulus!" Semua pasukan Regulus berteriak seraya mengangkat senjatanya ke udara.
"Rooooarr." .
"Grooooar."
"Kyaaat."
Semua Beast mengaum, berteriak dan melolong, mereka mengetahui bahwa pertempuran ini akan menjadi pertempuran yang panjang.
"Penjajah wilayah Leonis tidak membutuhkan bantuan kalian!" Seorang Penduduk Leonis berteriak.
"Penjajah, tarik mundur pasukanmu. Kami lebih memilih mati daripada menerima bantuan kalian!" Seorang penduduk Leonis berteriak.
"Kembalikan Putraku!" Seorang nenek melemparkan batu tepat mengenai wajah Lazarus.
Semua pasukan Regulus mengeluarkan aura membunuh saat melihat Lazarus terkena lemparan batu. Namun Lazarus mengangkat tangannya agar semua pasukan Regulus tetap tenang.
Para penduduk wilayah Leonis yang terluka sangat marah saat melihat Lazarus. Mereka melempari Lazarus dengan batu.
Lazarus turun dari punggung Regulus dan menerima semua lemparan batu itu. Sebagai seorang Black Smith Ranah Mythical, Master Of All Weapon ranah Mythical dan Beast Master ranah Legendary, dia tidak terluka oleh semua lemparan batu itu.
"Kali.." Duke Edgar Allan ingin berkata, tetapi di hentikan oleh Alastair. Red Dragon Ignis dan semua Beast kontrak Lazarus menjadi marah saat melihat itu. Pasukan Regulus hanya ingin membantu wilayah Leonis, tetapi perlakuan penduduk wilayah Leonis kepada mereka sangat kejam.
Lazarus perlahan berjalan ke arah seorang pria muda berambut pirang dan mata biru yang mempunyai tatapan bersinar dengan dendam.
Lazarus tepat berada di hadapan pria muda itu dan seketika pria muda itu merasakan sebuah sabit tepat berjarak 1 Cm dari lehernya. Tubuh pria muda kekar itu gemetar, dia merasakan rasa takut yang sangat dalam jauh di dalam jiwanya.
"Aku akan mati" batin Pria muda itu.
Lazarus melepaskan armor tubuhnya memperlihatkan otot kekar yang penuh dengan bekas luka. Dada, Perut, Punggung, Leher, pundak penuh dengan bekas tusukan dan sayatan semua orang mengetahui orang normal akan mati dengan luka sebanyak itu.
Lazarus mengeluarkan Artefak Great Sword Black Lightning Rank Legendary dan memberikannya kepada semua pemuda itu bersama puluhan Artefak senjata rank Unique dan Epik kepada semua penduduk wilayah Leonis.
"Apakah kalian dendam kepadaku? Serang aku menggunakan senjata itu dan bunuh aku. Aku tidak akan melawan kalian dan akan menerima semua serangan kalian. Aku tidak akan melindungi tubuhku dengan Aura, kalian bisa membunuhku, jika itu bisa mengurangi dendam di hati kalian semua." Lazarus tersenyum.
"Lazarus." Iris mengulurkan tangannya ke arah Lazarus. Sebenarnya dia yang memerintahkan pasukan Regulus untuk menyerang wilayah Leontios.
Semua orang menggenggam semua Artefak senjata itu dengan erat, tetapi mereka tidak berani menyerang Lazarus. Mereka mengetahui yang bersalah adalah Duke Leontios yang telah menyebabkan semua tragedi itu. Jika mereka membunuh Grand Duke Lazarus Regulus sekarang, mereka bersama semua keturunan mereka akan mati karena serangan balas dendam wilayah Regulus.
Helene memimpin pasukan wilayah Leonis pergi ke arah Lazarus dan pasukan besar yang baru saja tiba. Dia sangat terkejut saat Lazarus bertelanjang dada dan tubuhnya penuh dengan bekas luka serta debu. Banyak sekali batu yang berada di sekitar Lazarus dan orang-orang yang menggenggam Artefak senjata.
"Wind Wave!" Helene menggunakan Skill Sihir gelombang angin untuk mendorong semua orang itu.
"Apakah kalian sudah gila!" Helene berteriak marah.
"Duchess Helene Leonis." Semua penduduk Leonis segera berlutut. Duchess Helene Leonis adalah Tuan baru mereka dan pemimpin baru wilayah Leontios sehingga wilayah Leontios berkembang dengan pesat.
Semua pasukan Leonis menatap tajam ke arah pasukan Regulus, tetapi pasukan Regulus hanya menunduk seraya menggertakan gigi dan menahan amarah.
"Aku yang meminta bantuan Grand Duke Lazarus Regulus untuk membantu untuk bertarung melawan Gelombang Beast di wilayah Leonis!" Helene berteriak.
"Maafkan kami, tetapi Pasukan Regulus yang telah membunuh banyak Pasukan Leontios saat pernah di masa lalu. Kami masih tidak bisa melupakan dendam karena keluarga kami terbunuh di Medan perang." Seorang nenek tua bersujud seraya menangis tersedu-sedu.
Helene menatap tajam kepada semua penduduknya. "Kalian telah melempari Grand Duke Lazarus Regulus dengan batu. Apabila itu aku, mungkin aku akan langsung memenggal kepala kalian semua di tempat."
Tubuh semua orang gemetar.
"Grand Duke Lazarus Regulus, maafkan aku karena perilaku kasar para pengikutku." Helene membungkuk.
"Hahaha. Bukankah hal ini suatu yang normal? Mereka pasti menyimpan dendam kepadaku karena bagaimanapun wilayah Regulus sudah menyerang wilayah Leontios di masa lalu." Lazarus tertawa seraya memakai kembali Armornya.
Iris turun dari punggung Regulus, kemudian berjalan ke arah Helene. "Aku yang memerintahkan pasukan Regulus untuk menyerang wilayah Leontios terlebih dahulu. Sedangkan Lazarus saat itu berada di Hutan Cerulean. Aku memerintahkan Freya untuk memimpin pasukan menyerang wilayah Leontios karena Duke Gigan Leontios menghasut Kaisar Agenor Albion untuk menyerang Regulus. Dia juga mempunyai banyak rencana licik dan melakukan banyak hal tercela, yang paling buruk adalah rencana pemberontakannya terhadap Kekaisaran Lion Heart."
Semua penduduk Leonis terkejut mendengar pernyataan Iris. Mereka tidak mengetahui seorang Saint yang baik hati bisa sangat jahat seperti itu.
"Hahaha. Kalian tahu bahwa semua keputusan Iris adalah keputusanku?" Lazarus tertawa.
"Tidak! Aku yang harus di salahkan dalam tragedi ini dan suamiku tidak terlibat dalam tragedi ini. Aku sudah gagal sebagai seorang Saint dan maafkan aku atas penderitaan yang telah kalian rasakan!" Iris menangis tersedu-sedu.
"Saint, kamu sudah membantu kami berkali-kali dan meskipun berat untuk memaafkan. Akan tetapi, kami akan berusaha untuk memaafkan kalian." Seorang nenek berkata.
Rein, Maxim, Maxwell, Edelhard dan Ruslan bangsawan Kekaisaran Leonis yang mengetahui tentang kejadian sebenarnya turun dari kuda dan berlutut.
"Grand Duke Lazarus Regulus, Saint Iris dan pasukan Regulus tidak salah Duke Gigan Leontios dan kami tidak menyembunyikan semua kebenaran dari kalian." Edelhard bersujud seraya mengeluarkan Imagine Pearl Rank Legendary.
Helene segera merebutnya dari tangan Edelhard dan terlihat sebuah tayangan Duke Gigan Leontios yang membunuh banyak rakyatnya. Semua penduduk Leontios terkejut dengan semua bukti kejahatan Duke Gigan Leontios, mereka menganggap Duke Gigan Leontios 100 kali lebih kejam dari ras Demon..
"Paris, Orchid, Luka, Sean apakah kalian ingin berkhianat kepadaku?" Duke Gigan Leontios bertanya.
"Tuan, kamu yang berkhianat lebih dulu kepada Kekaisaran Lion Heart. Kami tidak ingin Kekaisaran Lion Heart jatuh ke tanganmu yang sangat kotor." Seorang wanita berambut pirang panjang dan mata biru berkata.
"Hahaha. Apakah kalian berpikir bisa membunuhku?" Duke Gigan Leontios bertanya.
Pertempuran terjadi dengan sengit dan Duke Gigan Leontios berhasil menembus ranah Mythical di tengah pertarungan. Akan tetapi, dia terluka parah akibat serangan 4 Bangsawan pengikutnya.
Pierre, Rein, Maxwel, Maxim dan Ruslan menghampiri Duke Gigan Leontios yang terluka setelah bertarung.
"Putraku Pierre, apakah semua ini rencanamu?" Duke Gigan Leontios bertanya.
"Ayah, kembalilah dan bertobat kepada para Dewa atas semua dosa yang telah kamu perbuat selama ini." Pierre menjawab.
Duke Gigan Leontios menatap lembut ke arah Pierre. "Aku sudah masuk terlalu dalam sampai tidak dapat kembali. Putraku, mungkin aku harus mengucapkan selamat tinggal." Duke Gigan tersenyum dan meminum sebuah pil beracun seketika dia mati perlahan.
"Ayah!" Piere segera berlari ke arah Duke Gigan.
"Putraku jangan sampai kamu mengikuti jalanku dan katakan kepada Cucuku bahwa aku sangat menyayanginya. Perang tidak akan selesai sebelum aku mati dan Rein bantu aku ke ruang kerja. Aku tidak ingin Putraku tersayang merasa menyesal seumur hidupnya karena membunuh ayahnya sendiri dan aku memilih untuk mengakhiri hidupku." Duke Gigan Leontios tersenyum.
"Sesuai perintahmu, Tuan." Rein menjawab.
"Hohoho. Sahabatku Golden Sky kita akan bertemu lagi." Kata-kata terakhir Duke Gigan Leontios.
Semua pasukan Leonis dan penduduk wilayah Leonis terkejut melihat itu semua.
"Duke Gigan pasti tidak akan melakukan itu semua! Semua ini palsu!" Seseorang berteriak.
Seorang pria memakai topeng serigala hitam berjalan ke arah semua orang. Dia melepaskan topengnya dan semua orang pasti mengetahui siapa pria kurus berambut pirang panjang dan mata biru itu. Pierre Leontios satu-satunya anak Duke Gigan Leontios.
"Semua itu benar." Pierre berkata.