
Kelompok Lazarus berada di Karavan Serikat Pedagang Benua. Alastair mengendong bayi Demon Beast Black Lion itu seraya memberikannya daging Beast kering.
"Urs, aku bersama para wanita ingin melihat-lihat barang yang di jual di Karavan Serikat Pedagang." Iris tersenyum.
"Aku sudah memberimu banyak uang dan kita akan berkumpul lagi di penginapan Sirius. Aku dan para pria ingin melihat-lihat barang yang dijual di Karavan Serikat Pedagang Benua. Habiskan waktu kalian dengan bahagia." Lazarus menjawab.
"Baiklah." Iris menjawab.
...****************...
"Hohoho. Sudah menjadi naluri seorang wanita untuk berbelanja entah itu ras, ranah atau gelarnya." Merlin tertawa.
"Aku setuju denganmu." Lazarus berkata seraya melihat uang di dalam Cincin Draupnir.
"Alastair, aku tidak membawa banyak uang. Aku hanya mempunyai 5 Juta Koin emas sekarang." Lazarus berkata.
"Ayah tenang saja. Cassandra memberikan aku 15 Juta koin emas untuk bersenang-senang. Meskipun dia membawa 20 Juta Koin emas." Alastair menjawab.
"Apakah nilai mata tukar di Planet Antares menggunakan koin emas dan koin platinum? Kebetulan aku membawa 90.000 Koin Platinum atau 900.000 Koin emas di Artefak penyimpananku." Roland berkata.
"Hahaha. Pangeran Roland, kamu sangat kaya dan apakah kamu ingin memberikanku herbal untuk membuat Eliksir dan Potion?" Merlin bertanya.
"Dalam mimpimu." Roland menjawab.
Kelompok Lazarus melihat seorang pria kurus, berkulit coklat, rambut hitam keriting dan mata coklat tua sedang menawarkan barang antik di kiosnya.
Lazarus segera pergi ke toko orang itu untuk melihat barang apa saja yang di jual oleh orang itu. Mereka melihat Artefak senjata berkarat, piring, guci, Artefak liontin, material Beast dan herbal yang di susun dengan rapih.
"Kekeke. Namaku Abu. Tuan, apakah kalian ingin membeli barang di kiosku?" Abu bertanya.
Lazarus melihat ke arah sebuah jamur berwarna merah seperti darah, Artefak Long Sword berkarat, Liontin berkarat, batu berwarna hitam dan sebuah tengkorak di kios Abu.
"Abu, berapa harga Blood Genoderma Rank Epik itu?" Lazarus bertanya.
"Kekeke. Tuan Anda mempunyai mata yang bagus harga Blood Genoderma Rank Epik itu adalah 3 Juta Koin emas." Abu menjawab.
"Bukankah harga Blood Genoderma Rank Epik di pasaran adalah 1 Juta Koin emas!" Heath berteriak.
"Kekeke. Tuan Blood Genoderma Rank Epik sebesar ini sangat langka." Abu tertawa seraya membawa Blood Genoderma itu dan memberikannya kepada Lazarus.
"Aku akan membelinya seharga 2 Juta Koin emas." Lazarus berkata.
"Kekeke. Tuan, aku akan mendapatkan kerugian bagaimana jika 2,7 Juta koin emas dan kamu bisa memiliknya." Abu tersenyum lebar memperlihatkan gigi depannya yang berlubang.
"2,1 Koin emas adalah tawaran terakhirku dan aku akan meminta beberapa barang murah yang berada di kiosmu." Lazarus berkata.
"Baiklah, kamu bisa memilih beberapa barang murah di kiosku yang berada di sebelah sana senang berbisnis dengan Anda." Abu tersenyum seraya mengulurkan tangan.
Lazarus membalas uluran tangan Abu dan memberikan 2,1 Juta Koin emas kepada Abu. Semua orang terkejut, mereka mengetahui Lazarus telah di tipu oleh Abu. Namun mengapa Lazarus tetap membeli harga Blood Genoderma Rank Epik 2 kali lipat dari harga asli.
Lazarus memilih Long Sword berkarat, Liontin Berkarat, batu berwarna hitam dan sebuah tengkorak Beast seperti kepala burung di toko Abu.
Kelompok Lazarus meninggalkan Kios Abu.
"Kekeke, seandainya semua pria sebodoh kalian." Abu bergumam.
...****************...
"Urs, kamu telah di tipu!" Gladius berteriak.
"Ayah, Blood Genoderma Rank Epik hanya seharga 800.000 Koin emas- 1 Juta Koin emas di pasaran dan mengapa kamu membelinya seharga 2,1 Juta Koin emas?" Alastair bertanya.
"Mother Blood Genoderma Rank Epik terlihat seperti Blood Genoderma biasa, tetapi Mother Blood Genoderma Rank Epik jauh lebih besar dan mempunyai urat ungu di bawahnya." Lazarus menjawab.
"Hahaha. Bajingan, aku hampir tidak menyadarinya. Mother Blood Genoderma sangat langka dan hanya seorang Elf dan Herbalis yang bisa melihat perbedaanya. Aku mengira Mother Blood Genoderma 50 kali lipat lebih berharga dari Blood Genoderma biasa." Merlin tertawa.
"Tunggu, apakah harganya 50 Juta Koin emas?" Heath bertanya.
"Mother Blood Genoderma sangat langka dan kelebihannya jika di tanam mereka akan mengeluarkan spora dan dari spora itu akan menghasilkan sekitar 50-100 buah bibit Blood Genoderma. Apabila di pelelangan Mother Blood Genoderma akan terjual lebih mahal." Lazarus tersenyum.
Lazarus melihat ke arah Kios yang menjual pelengkapan Magician, dia kemudian berjalan ke sana bersama semua orang.
Seorang wanita cantik berambut pirang lulus panjang dan mata biru sedang menunggu toko bersama seorang gadis kecil berambut pirang pendek dan mata hijau.
"Tuan, namaku Daisy dan apakah ada yang bisa aku bantu?" Daisy bertanya.
"Heath!" Wanita berambut pirang panjang dan mata biru itu berteriak.
"Alexa?" Heath bertanya.
Alexa adalah salah satu eksekutif Magic Tower dan teman lama dari Heath. Di masa lalu mereka selalu berpetualang bersama, tetapi setelah Alexa menjadi salah satu pemimpin Red Tower, dia jarang bertemu dengan Alexa.
"Apa yang kamu butuhkan?" Alexa bertanya.
"Aku hanya mengantarkan Urs, dia sepertinya membutuhkan sesuatu." Heath menjawab.
"Nyonya Alexa, aku ingin menjual tulang kepala Beast burung ini." Lazarus berkata.
Semua orang terkejut dengan apa yang tiba-tiba Lazarus lakukan. Di lihat darimanapun tulang kepala Beast burung itu tidak berharga.
"Anak muda, apakah kamu sedang bercanda?" Alexa bertanya.
"Aku tidak bercanda." Lazarus menjawab.
"Pergilah, kita di sini untuk berdagang!" Alexa berteriak.
"Baiklah, aku akan pergi ke toko lain. Kamu pasti akan menyesali semua ini!" Lazarus berteriak, kemudian pergi ke Kios yang berada di samping kios Alexa.
"Alexa, maafkan aku." Heath berkata, kemudian pergi ke arah Lazarus.
...****************...
Seorang wanita cantik berambut emas dan mata hijau zamrud sedang mengawasi kios. Dia adalah Lucia pemimpin White Tower yang berfokus kepada Skill element cahaya dan support.
"Tuan, apa yang kamu butuhkan?" Lucia menyambut kedatangan Lazarus dan yang lainnya.
"Lucia?" Heath bertanya.
"Tuan Heath, sudah lama tidak bertemu dan Alexa berada di kios yang berada di sampingku bersama adikku Daisy Cecilia." Lucia menjawab.
"Nona Lucia, aku ingin menjual tulang kepala burung ini." Lazarus berkata.
Lucia bingung saat Lazarus ingin menjual tulang kepala burung. "Tuan, aku akan membelinya dengan harga 30 koin emas." Lucia tersenyum.
Alexa berjalan ke arah kios Celeste dengan ekspresi marah, dia mengetahui Lazarus hanya ingin menipu mereka dengan menjual sebuah tulang kepala Beast burung.
"Lucia, berhenti untuk membeli tulang tidak berguna itu karena kasihan!" Alexa berteriak.
"Alexa, kamu tidak boleh mengatakan hal yang jahat seperti itu. Dewi Cahaya Electra pasti akan memberikan kita keberuntungan jika kita mengasihani sesama dan Tuan Heath adalah orang yang membawanya." Lucia menjawab.
"Bodoh, kamu terlalu muda untuk memahami dunia. Apabila kamu kasihan kepada seorang penipu, maka mereka pasti akan memanfaatkan mu!" Alexa berteriak.
"Wanita tua, apakah kamu mengatakan Ayahku seorang penipu!?" Alastair berteriak.
"Mengapa kamu menyebutku seorang wanita tua?" Alexa terlihat marah.
"Apakah kamu adalah Master dari adikku Amarilis? Aku tidak mengetahui Amarilis mempunyai Master sepertimu dan Ayahku Grand Duke Lazarus Regulus tidak akan pernah menipu seseorang!" Alastair berteriak.
"Grand Duke Lazarus Regulus, aku belum pernah bertemu denganmu dan jangan sampai kamu merusak nama baik Amarilis dan Saint Iris karena kamu menjual sebuah tulang tidak berguna!" Alexa berteriak.
"Alastair, sudahlah tidak usah bertengkar. Mereka tidak mengetahui tulang yang aku bawa mempunyai harga yang tidak ternilai." Lazarus tersenyum.
"..."
"Urs, apa maksudmu?" Merlin bertanya.
"Merlin, apakah kamu lupa seorang Magician kuat yang berada di zaman kedua akan mengukir semua Skill mereka di sebuah tulang Beast." Lazarus menjawab.
Semua orang terkejut mendengar jawaban Lazarus.
"Sang Cahaya yang bersinar, angin yang bersiul di musim semi..." Lazarus membacakan sebuah mantra Skill sihir yang dia pelajari dari kelahiran ke 14.
Sesaat kemudian tulang kepala burung itu bersinar dan mengeluarkan banyak sekali ukiran rune sihir kuno. Semua Mage yang melihatnya segera mengerumuni Lazarus dan kios Lucia, mereka tidak pernah melihat sesuatu keajaiban seperti ini.
"Legacy Bones!" Merlin berteriak.
Mendengar Merlin berteriak semua Mage di sana menatap ke arah tulang itu dengan mata penuh keserakahan. Legacy Bones adalah tulang yang terukir Skill Rank S dan Rank SS seorang penyihir di masa lalu dan tulang itu tidak bisa dibedakan dengan tulang Beast biasa karena segel yang sangat kuat.
Namun Legacy Bone hanya bisa di buka oleh darah atau cara tertentu. Mereka sangat bingung mengapa Lazarus dapat menemukan dan membuka Legacy Bones.
"Skill Light Phoenix Heal Rank S merupakan sebuah Skill aktif element cahaya Skill ini sangat berguna untuk White Mage Rank Legendary dan Mythical untuk menyembuhkan banyak orang di Medan perang. Skill Lotus Heart Rank S sebuah Skill aktif element Soul untuk menenangkan jiwa dan menahan berbagai emosi negatif di jelaskan juga cara agar seorang Magician element api dan cahaya bisa menggunakan Holy Fire. Saint Leon Light Flower." Lazarus berkata.
"Saint Leon Light Flower!" Alexa berteriak.
"Urs, kamu tidak boleh menjualnya tulang ini sangat berharga dan Skill element jiwa sangat berharga. Leon Light Flower adalah seseorang Saint di masa lalu dan pendiri keluarga Bangsawan Sylva di zaman kedua. Namun dia mati di medan perang karena pengkhianatan pengikutnya!" Merlin menggenggam erat bahu Lazarus.
"Nona Lucia, aku tidak jadi menjual tengkorak kepala burung ini." Lazarus membungkuk.
"Tunggu!" Lucia menggenggam tangan Lazarus untuk menghentikan Lazarus pergi.
"Saint Leon Light Flower adalah leluhurku dan aku akan menggunakan semua hartaku untuk membeli Legacy Bones itu. Apabila kurang aku akan melaporkannya kepada keluargaku dan akan membayar mu." Lucia berkata.
"Tidak, aku masih membutuhkannya. Kebetulan aku, Istriku Iris, Lilian dan Deviela mempunyai atribut element cahaya." Lazarus berkata.
Lucia menggertakan giginya. "Aku bersumpah kepada Dewi Cahaya Electra akan memperbolehkan kalian untuk mempelajarinya. Namun bisakah kamu menjual tulang burung itu kepadaku?"
"Baiklah, aku setuju dan bolehkah Kakekku menyalin Skill sihir yang terukir di tengkorak itu?" Lazarus bertanya.
"Hohoho. Aku adalah seorang ahli menyalin Skill." Merlin berkata seraya mengeluarkan sebuah buku catatan dan pena. Terlihat dia menggunakan 2 tangannya untuk membuat 10 salinan Skill Book.
1 jam berlalu Merlin sudah menyalin semua buku itu, kemudian mengambil 2 Skill Book dan memberikan sisanya kepada Lazarus dan Lucia.
"Grand Duke Lazarus Regulus, berapa harga dari Legacy Bone dan 2 Skill Book ini?" Lucia bertanya.
Lazarus melihat mata Lucia dan Lucia tiba-tiba menunduk. Dia mengetahui bahwa harga tulang ini akan melebihi 5 Miliar Koin emas. Sedangkan dia hanya mempunyai 500 Juta Koin emas
"Aku akan menjualnya kepadamu seharga 30 juta koin emas." Lazarus berkata.
Alexa dan semua orang yang berada di sana terkejut mendengar jawaban Lazarus. Mereka mengetahui Legacy Bones peninggalan Saint Leon Light Flower sangat berharga, bahkan mereka akan membelinya dengan semua harta mereka.
"Tuan Urs, aku tidak bisa menerima kebaikanmu." Lucia berkata.
"33 juta koin emas dan saat aku mengunjungi keluarga Bangsawan Silva kamu harus menyambut ku." Lazarus berkata.
Lucia mempunyai mata berbinar, kemudian melepaskan kain yang menutupi mulutnya. "Baiklah, aku akan menyambut mu." Lucia memberikan kantung penyimpanan kepada Lazarus.
Lucia mempunyai mulut yang sangat mempesona dan dia adalah seorang wanita yang sangat cantik terutama 2 gigi gingsul dan lubang di pipinya menambah kecantikan Lucia.
"Grand Duke Lazarus Regulus, maafkan kekasaranku sebelumnya." Alexa berkata.
"Kamu adalah Master dari putriku dan aku mengetahui bahwa kamu adalah seorang wanita yang sangat baik. Kamu menasihati orang lain agar tidak di tipu, tetapi seharusnya kamu tidak mengusir seseorang hanya karena penilaianmu pribadi. Kamu harus mengizinkan seseorang untuk menjelaskannya terlebih dahulu apa alasan suatu barang berharga." Lazarus menjawab, kemudian bangkit dari kursinya dan berbisik ke telinga Alastair.
"Nyonya, maafkan aku karena sudah menghinamu." Alastair membungkuk.
"Tidak, aku adalah orang yang salah karena sudah menghina Ayahmu terlebih dahulu." Alexa tersenyum.
"Baiklah, aku mempunyai banyak urusan dan aku akan pergi dari sini." Lazarus tersenyum dan pergi bersama semua orang.
"Grand Duke Lazarus Regulus." Lucia bergumam.
...****************...
Lazarus dan yang lainnya pergi dari tempat itu dengan percaya diri. Terutama Heath, Roland, Alastair, Merlin dan Gladius, sedangkan Louise mengawasi para wanita.
"Urs, semakin aku mengenalmu. Kamu semakin membuatku tertarik." Roland berkata.
"Roland, aku masih seorang pria normal." Lazarus menjawab.
"Tidak, maksudku aku tidak pernah melihat seseorang yang sangat beruntung sepertimu." Roland menjawab.
"Hahaha. Aku akan menunjukan sesuatu yang lebih menarik kepada kalian." Lazarus berhenti di sebuah toko Artefak milik Dwarf.
Seorang Dwarf berambut coklat dan mata hijau sedang menunggu di tempat Material, dia adalah Elder Hill.
"Elder Hill, bagaimana dengan pekerjaanmu?" Lazarus bertanya.
Elder Hill mempunyai mata berbinar saat melihat Lazarus. "Saudara Urs, sudah lama tidak bertemu dan apakah kamu membutuhkan bantuan?"
"Aku ingin menjual Material Uru Rank Mythical." Lazarus mengeluarkan sebuah logam hitam seukuran kepalan tangan.
Semua orang terkejut logam Uru Rank Mythical adalah Artefak yang sangat langka untuk membuat Artefak Rank Mythical dan diatasnya.
"Apaaa!" Elder Hill segera mengambil logam itu dan memanaskannya dengan suhu yang sangat tinggi. Sesaat kemudian logam hitam itu berubah warna menjadi logam perak ke emasan.
"Tunggu, apakah batu hitam tidak berharga itu adalah logam Uru?" Heath bertanya.
"Saudara Urs, darimana kamu mendapatkan logam Uru sebesar ini! Logam Uru berasal dari luar angkasa dan jumlahnya sangat sedikit. Aku tidak bisa membeli logam Uru ini karena aku hanya mempunyai 3 Miliar Koin emas aku harus melaporkannya kepada Raja Tyron." Elder Hill berteriak.
"Aku tidak mempunyai Artefak untuk membaginya, tetapi aku akan menjual setengah logam Uru itu kepadamu dengan harga 2,3 Miliar koin emas dan katakan pada Tyron untuk mengirimkan setengahnya kepadaku." Lazarus tersenyum.
Elder Hill tanpa basa-basi memberikan Lazarus 4 Artefak penyimpanan berisi 2,3 miliar Koin emas, kemudian menyuruh para pengikutnya untuk merapikan toko dan kembali ke Kerajaan Terra.
"Saudara, apabila kamu membutuhkan bantuanku dan para Dwarf kami akan melakukannya apapun yang terjadi." Elder Hill membungkuk.
"Pergi ke Golden Bank dan sewa beberapa penjaga untuk mengawal kamu ke Kerajaan Terra." Lazarus berkata.
"Baiklah."
Kelompok Lazarus berpamitan kepada Elder Hill, kemudian mengelilingi Karavan Serikat Pedagang. Akhirnya mereka sampai di sebuah Kios kecil yang menjual beberapa herbal dan Material Beast.
"Tuan, Namaku Daniel. Apakah kalian memerlukan sesuatu?" Daniel menjawab.
Lazarus memberikan sebuah catatan kepada Daniel yang berisi herbal dan Material Beast yang dia butuhkan. "Apakah kamu mempunyai semuanya?"
"Hahaha. Material yang langka dan kebetulan aku mempunyai semuanya." Daniel menjawab, kemudian mengambilkan pesanan Lazarus.
"Berapa harga semuanya?" Lazarus bertanya.
"189 juta koin emas." Daniel menjawab.
Lazarus segera memberikan 189 juta koin emas kepada Daniel, kemudian melanjutkan perjalanan.
"Ayah, kamu hanya mengeluarkan 2,1 Juta Koin emas dan sekarang kamu memiliki beberapa miliar Koin emas." Alastair berkata.
"Aku hanya beruntung dan Master Heath apakah kamu mengetahui letak kios Black Market?" Lazarus bertanya.
"Ikuti aku." Heath menjawab.
Semua orang sampai di sebuah kios besar yang terlihat rusuh, mereka kemudian masuk ke dalam kios itu dan di sambut oleh beberapa ras Beastman rubah.
"Apakah kita bisa bertemu dengan Lady?" Merlin bertanya.
"Fufufu. Tuan, aku akan memandu kalian." Wanita Beastman rubah itu menjawab.
Kelompok Lazarus mengikuti ras Beastman rubah itu ke sebuah ruangan dan di sana seorang wanita Beastman rubah berambut emas panjang, memakai topeng rubah sedang duduk.
"Tuan, kalian boleh duduk dan menceritakan apa tujuan kalian kemari. Namaku adalah Asuka salah satu eksekutif Black Market." Asuka memperkenalkan dirinya.
"Tujuan aku datang kemari adalah untuk mengembalikan Artefak Fox Pearl." Lazarus berkata seraya mengeluarkan liontin berkarat.
Aura haus darah memenuhi ruangan. Namun kelompok Lazarus tidak terintimidasi oleh aura haus darah itu.
"Tuan, darimana kamu mengetahui tentang Artefak Fox Pearl Rank Mythical?" Asuka bertanya.
"Artefak Fox Pearl Rank Mythical adalah harta suci ras Beastman rubah. Artefak yang menjadi lambang dari Permaisuri Rubah, Artefak yang hanya berguna untuk wanita Beastman rubah dengan garis darah murni. Pada zaman ketiga Permaisuri Silver Fox gugur di Medan perang dan Artefak Fox Pearl hilang. Aku hanya ingin mengembalikan Artefak yang hilang dengan harga yang memuaskan." Lazarus tersenyum.
"Apakah liontin berkarat itu adalah Artefak Fox Pearl?" Asuka bertanya.
"Artefak ini sedang tertidur dan jika kamu meneteskan setetes darahmu. Dia akan terbangun." Lazarus menjawab.
Asuka mengiris jarinya, kemudian meneteskan darahnya ke liontin berkarat. Sesaat kemudian liontin itu bersinar dengan cahaya merah dan sebuah mutiara besar dengan cahaya merah. Memancarkan aura rubah yang panas dan mempesona terasa oleh semua orang.
"Artefak Rank Mythical kualitas tinggi!" Gladius berteriak.
"Apa! Darimana kamu mendapatkannya!" Asuka bangkit dan memegang pipi Lazarus.
"Aku mendapatkannya dari seorang pedagang penipu dengan harga 2,1 Juta Koin emas dan bisakah kamu melepaskan ku sekarang Artefak itu milikmu. Selamat Permaisuri Rubah." Lazarus menjawab.
"Maafkan aku dan seharusnya saudariku yang mendapatkannya." Asuka berkata.
"Artefak itu sudah mengenali pemiliknya dan mengapa kamu meneteskan darahmu ke Artefak itu? Berbeda dengan Artefak Rank Mythical biasa Artefak itu hanya mengenali satu orang sampai pemiliknya mati." Lazarus menjawab.
"Mengapa kamu tidak melarang aku untuk meneteskan darahku?" Asuka bertanya.
"Kita tidak bisa memutar balikan waktu dan aku ingin menukar Fox Pearl dengan 2 Miliar Koin emas dan beberapa jenis bibit herbal Rank Epik. Kamu pasti sudah mengetahui bahwa aku adalah Urs The North atau Grand Duke Lazarus Regulus, kamu harus mengirimkan semua bibit herbal itu ke wilayah Regulus dan Blackton. Aku juga membutuhkan Material dan Herbal Rank Legendary yang tercatat di sini." Lazarus memberikan sebuah catatan kepada Asuka.
"Bukankah harga ini terlalu murah?" Asuka bertanya.
"Apakah boleh aku menaikan harganya?" Lazarus bertanya.
"Tidak, kita sudah sepakat di harga ini." Asuka menjawab.
"Senang berbisnis denganmu dan bisakah kamu memberikan aku lencana Vip Black Market?" Lazarus bertanya.
Asuka mengeluarkan 2 kantung penyimpanan berisi koin emas dan sebuah lencana berwarna hitam ke emasan.
"Hahaha. Senang berbisnis dengan Anda Nona Asuka." Lazarus membungkuk, kemudian meninggalkan ruangan Asuka.
"Nona, Asuka apakah kamu baik-baik saja?" Seorang wanita berambut ungu panjang dan mata ungu bertanya.
"Ainsley, bisakah kamu menceritakan lebih banyak tentang Grand Duke Lazarus Regulus?" Asuka bertanya.
...****************...
"Ainsley, aku senang kamu baik-baik saja," batin Lazarus.
"Ayah, mengapa kamu termenung dan apakah Long Sword itu adalah Artefak Rank Mythical?" Alastair bertanya.
Lazarus pergi ke kios Black Smith. "Tuan, bisakah kamu meleburkan pedang ini untukku?"
"Hahaha. Tuan, kamu mempunyai pandangan yang bagus. Pedang ini adalah pedang Orichalcum seharga 70 Koin emas." Black Smith itu berkata, kemudian meleburkan pedang Lazarus.
"Tunggu, apakah pedang itu hanya pedang biasa?" Merlin bertanya.
"Apakah kalian berpikir aku seberuntung itu sampai mendapatkan 2 Artefak Rank Mythical di sebuah kios kecil?" Lazarus bertanya.
10 orang Ksatria berlari mengejar Abu melewati kelompok Lazarus. Heath segera menghentikan satu orang Ksatria.
"Rodney, mengapa kalian mengejar Abu?" Heath bertanya.
"Tuan Heath, bajingan itu adalah penadah barang curian dan perampok makam. Kita harus menangkapnya, kemudian mengirimkannya kembali ke Kerajaan Zircon untuk di adili." Rodney menjawab.
"Baiklah." Heath tersenyum.