LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 255. Pembantaian.



Semua orang sampai di Kerajaan Beastman, kebetulan waktu sudah malam hari. Raja Hector, Ratu Leona dan Leonardo melihat ke arah Lazarus. Mereka ingin mendengar rencana Lazarus.


"Leona, apakah kamu mengetahui orang kepercayaan Cruel, Leonis dan Argus di Ibukota Kerajaan Beastman?" Lazarus bertanya.


"Marquis Blaze, meskipun dia mempunyai gelar Marquis. Namun dia tidak mempunyai wilayah dan tinggal di Ibukota Kerajaan Beastman."


"Baiklah, antarkan kami ke kediaman Marquis Blaze." Lazarus berkata.


Kelompok Lazarus pergi ke kediaman Marquis Blaze. Mereka akhirnya sampai di sebuah kastil megah berwarna merah yang sangat indah.


"Sebastian, kamu pasti mengetahui apa yang harus kamu lakukan."


"Aku mengerti Dark Camouflage Curtain Rank S!"


Kastil itu tertutupi oleh Barrier kegelapan di bagian dalam, tetapi apabila dilihat dari bagian luar terlihat seperti normal. Tirai Kamuflase Kegelapan adalah Skill pasif Rank S yang dimiliki oleh Sebastian. Menyembunyikan suara, penglihatan, dan pendengaran dari wilayah di luar kastil.


Skill ini hanya bisa digunakan saat malam hari karena apabila di gunakan di siang hari akan terlihat seperti kubah kegelapan raksasa.


Semua orang menyusup ke dalam kastil. Mereka membuat pingsan para penjaga, kemudian terus menyusup ke dalam kastil.


Seorang Beastman beruang sedang bermain dengan beberapa wanita Beastman di kamarnya. Terlihat 15 wanita Beastman yang tidak memakai sehelai benangpun melayani pria Beastman beruang gemuk, berambut coklat dan mata biru itu.


"Marquis Blaze, ampuni aku!" Seorang wanita Beastman kelinci berambut putih dan mata hijau berkata.


Blaze tersenyum, kemudian mencekik leher wanita Beastman kelinci itu dan bersetubuh dengannya.


14 wanita Beastman yang lain ketakutan melihatnya. Mereka ingin melawan Blaze, tetapi karena segel budak yang terukir di tubuh mereka semua.


Mereka hanya bisa diam dengan tubuh gemetar menyaksikan semua itu. Mereka takut menjadi yang selanjutnya apabila menantang Marquis Blaze.


"Enakkk!!!" Marquis Blaze berteriak kesenangan jatuh ke dalam hasrat terdalam.


Seketika suara tulang leher yang remuk terdengar. Wanita Beastman kelinci itu mati karena kehabisan nafas dengan mata tajam yang melihat ke arah Blaze.


Blaze tersenyum gembira, dia sudah merasakan sensasi ini berkali-kali. Seolah-olah sudah kecanduan terhadap ekstasi.


"Cih. Aku harus membereskannya, dia bahkan tidak bertahan selama 1 tahun." Blaze bergumam.


Semua wanita Beastman yang berada di sana mempunyai ekspresi ketakutan dan wajah pucat. Pria di sampingnya lebih jahat dan kejam dari Demon. Dia mempermainkan wanita seolah-olah mainan yang bisa dia buang sesuka hati setelah rusak.


"Cepat jilat dan bersihkan ini!" Blaze berseru.


Seorang wanita ras Beastman serigala mematuhi perintah Blaze.


"Sharon! Kemari dan bersihkan mayat ini!" Blaze berteriak.


Pintu kamar Blaze terbuka seorang wanita ras Beastman berambut emas yang menutupi wajahnya, memakai pakaian Maid masuk ke kamar Blaze dengan ekspresi dingin.


"Dimana Sharon? Siapa kamu?" Blaze terkejut bahwa yang masuk bukanlah pelayan pribadinya Sharon.


"Namaku Lina, Nyonya Sharon meminta izin untuk pergi membeli kebutuhan sehari-hari dan aku adalah pelayan yang menggantikan Nyonya Sharon." Leona yang sedang menyamar berkata.


Blaze melihat tubuh Leona dengan penuh hasrat. Dia menjilat bibirnya seolah-olah menemukan mainan langka, dia penasaran bagaimana sensasi menghancurkan mainan di hadapannya.


"Lina, kemari lah dan tidur satu malam denganku! Aku akan memberikan banyak kekayaan kepadamu!" Blaze ingin menyentuh dada Leona.


Leona mengeluarkan aura membunuh yang pekat, kemudian mematahkan tangan Blaze hanya dengan tangan kosong.


"Bang!" Leona memukul tulang rusuk Blaze, seketika tulang rusuknya remuk. Bunyi yang sangat keras terdengar, dia terus memukul Blaze berkali-kali sehingga Blaze berdarah-darah.


"Siapa kamu?" Blaze yang tidak berdaya bertanya. Dia mengetahui wanita di hadapannya adalah seorang pembunuh yang disewa untuk membunuhnya.


Leona duduk, kemudian mematahkan 1 jari Blaze.


"Ahhhhkk"


Leona terus mematahkan jari Blaze satu persatu. Hingga akhirnya Blaze menangis tersedu-sedu dan meminta ampun. Namun Leona tidak memedulikannya.


Para wanita mempunyai wajah pucat dan gemetar melihat semua itu. Mereka bahkan mengompol di celana karena sangat ketakutan, mereka takut wanita itu selanjutnya akan membunuh mereka semua.


Pintu terbuka Lazarus, Reiga, Sebastian, Leonardo, dan Raja Hector memasuki kamar itu dan melihat Leona menyiksa Marquis Blaze.


"Leona, berhentilah!" Raja Hector berkata.


Leona merapihkan rambutnya, terlihat seorang wanita ras Beastman singa berambut emas dan mata hijau. Wanita yang sangat dikenal oleh Blaze yaitu Ratu Kerajaan Beastman Leona.


"Ratu Leona! Raja Hector!" Blaze berkata dengan ekspresi pucat.


"Blaze, aku terlalu buruk karena tidak menyadari bahwa ada seorang sampah yang berada di Kerajaanku!"


Blaze tidak mengetahui apa yang terjadi. Namun dia tahu bahwa semua ini telah direncanakan. Apakah Leona dan Hector mengetahui rencana kudeta yang disusun oleh Cruel, Leonis, Argus dan yang lainnya.


"Maafkan aku! Ampuni nyawaku dan aku akan memberitahumu semua informasi tentang yang lainnya." Blaze berkata seraya mengirim sinyal darurat kepada 3 bawahan Ksatria ranah Legendary bawahannya menggunakan Artefak Red Pearl.


"Apakah kamu sedang meminta pertolongan kepada mereka." Lazarus melemparkan 3 kepala. Kepala pria Beastman babi hutan, kepala pria Beastman Leopard dan kepala wanita Beastman beruang.


"Kalian!!!" Blaze semakin terkejut, ketiga orang itu adalah 3 orang kuat di Ibukota Kerajaan Beastman. Bahkan Hector harus bertarung mati-matian untuk melawan mereka.


Tidak mempunyai pilihan lain Blaze mengeluarkan asap berwarna merah muda dari tubuhnya. Skill Poison Mist Rank A, Skill itu dapat mengeluarkan racun pelumpuh.


Blaze segera mengeluarkan Artefak teleportasi, kemudian berteleportasi dari tempat itu.


Blaze akhirnya berteleportasi ke halaman kastil dekat pintu masuk ruang rahasia yang berada di sana.


"Aku harus meminta bantuan kepada Tuan Cruel, Leonis dan Argus!" batin Blaze.


Lazarus dan kelompoknya tiba-tiba berada di depan Blaze. Sedangkan Raja Hector memerintahkan Leonardo untuk membantu para wanita Beastman yang berada di kastil Blaze.


"Apakah kamu masih mempunyai trik lain di bawah lengan bajumu?" Lazarus bertanya dengan tatapan dingin.


"Ampuni aku!! Cruel, Argus dan Leonis yang menyusun rencana pemberontakan! Mereka mengancam akan membunuhku, jika tidak menuruti perintah mereka!" Blaze menangis tersedu-sedu seraya menangis tersedu-sedu.


"Apakah kamu mempunyai semua informasi tentang Leonis dan para pemberontak?" Lazarus berkata.


"Iya, semua itu berada di ruang rahasia di sebelah sana. Ini adalah kunci untuk membuka ruang rahasia!" Blaze memberikan sebuah kunci emas kepada Lazarus.


Lazarus mengambil kunci itu. "Leona, bunuh dia!"


"Aku sudah memberi kalian informasi! Mengapa kalian tidak mengampuni nyawaku!"


"Gadis Beastman kelinci itu sudah memohon kepadamu untuk mengampuni hidupnya, tetapi kamu tetap membunuh gadis itu! Ingatlah apabila kehidupan selanjutnya benar-benar ada, kamu harus menjadi orang baik dan apabila kamu tidak ingin di bunuh, maka jangan membunuh!" Lazarus berkata dengan dingin.


Leona dengan cepat mengeluarkan tombaknya dan menikam tubuh Blaze yang tidak berdaya.