
Troy, memakai armor rank Legendary berwarna perak dan berjalan ke arena merah. Dia membawa sebuah Great Sword rank Legendary berwarna merah.
Vermilion Great Sword dan Vermilion Spear adalah kedua Artefak yang selalu dipakai oleh Kaisar Vermilion sebelumnya.
Brant memasang kuda-kuda pertarungan bersiap untuk bertarung dengan Troy. Dia mengetahui bahwa pria di hadapannya adalah musuh, bukan adik yang selama ini Brant kenal.
"Troy, apakah kamu mempunyai sesuatu yang akan kamu katakan sebelum bertarung sampai mati?" Brant bertanya.
Troy menggeleng ringan, seraya memasang kuda-kuda pertarungan.
Demon Emperor Rhodes melihat Brant dan Troy. Mereka sudah siap untuk bertarung.
Brant mengeluarkan aura api berwarna merah terang membara dari tubuhnya. Dia seperti seekor burung Vermilion yang siap untuk bertarung habis-habisan. Mata Brant menatap tajam ke arah Troy.
Troy menatap Brant dengan tatapan tenang, dia kemudian menghela nafas dalam dan mengeluarkan aura petir berwarna emas yang sangat terang.
"Mulai!!"
"Vermilion Bird Spear Art! Gaya terakhir Vermilion Bird Flying To The Sun!"
Brant menggunakan semua kekuatannya untuk menyerang ke arah Troy. Tombak yang di selimuti aura api yang sangat membara membentuk sebuah burung Vermilion melesat ke arah Troy.
Troy tersenyum lembut, kemudian menjatuhkan Artefak Great Sword itu dari genggamannya ke lantai arena.
"Bang!"
Tombak Brant menembus armor rank Legendary dan dada kanan Troy. Brant sedikit terkejut melihatnya karena Troy tidak melawan atau menahan serangan Brant.
Troy jatuh, tetapi Brant secara refleks memeluknya. Bayang-bayang masa lalu bersama Troy muncul kembali di ingatannya.
"Kakak sebelum aku mati, aku akan mengatakan sesuatu." Troy berbisik.
"Apa yang ingin kamu katakan?"
"Uhuk! Uhuk! Aku tidak membunuh semua keluargamu, tetapi Zabrina yang membunuhnya. Aku berhasil menyelamatkan putra ketiga Levin dan putra pertama Lindsey beserta keluarga mereka. Se-setelah ini kamu harus mencari seorang Petualang Ras Beastman kucing bernama Fane, di Kekaisaran Lion Heart..." Troy perlahan mulai kehilangan kesadaran.
"Troy!"
"Zabrina adalah anggota Organisasi Golden Dawn. Berhati-hatilah, mereka adalah organisasi.." Troy menutup matanya.
Lazarus dan semua penonton terkejut dengan hasil pertandingan di antara Troy dan Brant yang berakhir dalam satu serangan. Mereka mengetahui bahwa Troy mengalah kepada Brant.
Brant merasa belenggu di hatinya terbuka. Adiknya Troy selama ini bukanlah orang yang benar-benar jahat, tetapi perempuan ular itu yang sangat jahat dan menghancurkan semuanya.
Lazarus dan Iris berjalan ke arena merah.
"Brant menyingkirlah!"
Semua orang menatap ke arah Lazarus dengan mata lebar, dia kemudian melepaskan semua Artefak yang berada di tubuh Troy beserta Armornya, hanya sehelai kain yang menutupi tubuh Troy.
Lazarus menutupi tubuh Troy menggunakan selembar kain sutra putih.
"Iris, doakan Troy! Supaya para Dewa mengampuni semua dosanya! Agar dia tidak tersesat di dalam Abyss!"
Iris mulai mendoakan Troy.
"Mengapa seorang yang sangat jahat seperti itu di doakan oleh seorang Saint! Dia pantas untuk masuk ke Abyss paling dalam!" Seseorang berteriak.
"Tuan Urs, apakah kamu sudah mengetahui semuanya?" Brant bertanya.
"Brant, kamu tidak boleh terlalu memercayai seorang wanita. Aku pernah mendengar kisah tentang seorang Beast rubah berekor sembilan yang menghancurkan sebuah Kekaisaran." Lazarus menjawab.
Iris selesai mendoakan Troy.
"Holy Fire!"
Lazarus menggunakan Skillnya. Skill gabungan antara element api dan cahaya. Api berwarna kuning ke emasan yang sangat hangat tanpa asap membakar tubuh Troy.
"Holy Fire!! Skill salah satu Skill Saint Helen!! Seseorang harus mempunyai Skill element api Rank A dan Skill element cahaya Rank A untuk menggunakan Skill itu!" Kaisar Aldric dan semua anggota Kekaisaran Suci berteriak.
Apabila seseorang ranah Legendary mati, semua mana yang berada di tubuh mereka akan keluar dan menyatu dengan lingkungan sekitar. Begitupun dengan seseorang yang berada di ranah Mythical dan diatasnya mayat mereka akan seperti seorang manusia Fana.
Mayat Troy terbakar tanpa sisa.
Zabrina yang berada di bangku penonton memperhatikannya dengan wajah yang pucat. Troy sekarang sudah mati dan tidak ada seorang pun, kecuali Organisasi Golden Dawn yang dapat melindunginya.
"Aku harus melarikan diri dari sini!" Batin Zabrina, kemudian pergi diam-diam dari tempatnya bersama 3 orang pengawal.
"Fufufu, apakah kamu ingin kabur?" Irene dan Soren tiba-tiba berada di hadapan Zabrina.
"Aku tidak akan kabur! Aku hanya ingin bersiap-siap untuk pertarungan." Zabrina menjawab dengan keringat dingin di dahinya.
Irene dan Soren memandu Zabrina ke arena merah. Di sana Felicity sedang menunggunya.
Lazarus, Iris dan Brant kembali ke tempat mereka untuk menonton pertarungan hidup dan mati antara Zabrina dan Felicity.
"Tuan Urs, apakah Nona Felicity akan baik-baik saja? Bagaimanapun Zabrina adalah seorang Magician 7 bintang ranah Legendary."
"Zabrina, tidak mempunyai kesempatan untuk menang. 3 hari lalu Felicity sudah menjadi Magician 8 bintang ranah Mythical."
"Apaa."
...****************...
Felicity tersenyum halus seraya membawa sebuah Artefak Magic Staff berwarna perak. Dia memakai war dress berwarna perak dan matanya tertuju pada Zabrina yang memakai War Dress berwarna merah terang.
"Apakah, kita bisa memulainya dengan cepat!" Felicity berseru.
Zabrina tidak mengatakan apapun, kemudian bersujud di depan Felicity. "Aku menyerah, Tuan Putri Felicity tolong ampuni nyawaku!" Zabrina menangis tersedu-sedu.
Semua orang terkejut karena Zabrina tiba-tiba bersujud dan menyerah. Mereka merasakan Zabrina adalah wanita yang mempunyai wajah sangat tebal.
Felicity berjalan ke arah Zabrina.
Zabrina bernafas lega. Dia mengetahui Felicity adalah seseorang yang sangat baik dan tidak pernah menyerang orang yang tidak berdaya.
"Apabila, aku bisa keluar dari sini, aku akan membalas dendam kepada kalian semua! Kalian akan membayar rasa malu dan rasa sakit ku berkali-kali lipat!" batin Zabrina.
"Silver Wind Slash!"
Felicity menggunakan Skill sihirnya. Rune sihir angin terbentuk, 2 bilah angin perak yang sangat tajam tercipta dan memotong kedua tangan Zabrina.
"Ahhhhhh.." Zabrina berteriak dengan sangat keras. Dia merasakan rasa sakit yang belum pernah dia rasakan selama ini.
"Paralysis!'
Zabrina merasakan tubuhnya lumpuh, kemudian rantai dari tanah mengikat kaki dan tubuhnya.
"Urs, apa yang harus aku lakukan selanjutnya?" Felicity berteriak seraya melirik ke arah Lazarus.
"Permaisuri Quinn, kamu harus memberitahu Felicity. Apa yang harus dia lakukan? Zabrina pantas untuk mendapat hukuman atas perbuatan yang dia perbuat." Lazarus berkata.
"Silver Wind Slash!"
Felicity memotong kaki kiri Zabrina.
Zabrina tidak bisa berteriak karena rasa sakit yang dia derita lebih buruk dari kematian.
"Aku sebenarnya tidak suka menyiksa seseorang, tetapi suamiku sudah memerintahkan ku untuk melakukan sama persis dengan apa yang kamu perbuat kepada Quinn." Felicity berkata.
Zabrina meneteskan air matanya, rambut coklatnya perlahan berubah menjadi putih karena mengingat semua dosa yang telah dia perbuat selama ini.
Reese dan semua penonton tidak bisa berkata-kata. Mereka mengetahui sebelum kematian rasa bersalah akan muncul secara tiba-tiba.
"Tu-tuan Urs, akhiri penderitaannya." Quinn meneteskan air mata, dia mengetahui bahwa dia menyiksa Zabrina lebih dari ini. Dia sama buruk dan jahatnya dengan Zabrina.
"Apakah kamu memaafkannya?"
Quinn mengangguk ringan.
Lazarus mengangguk. Felicity, mengetahui apa yang diperintahkan oleh Lazarus. Meskipun hanya meliriknya, dia kemudian memenggal kepala Zabrina.
Para Priest segera bergegas ke arena untuk membersihkan semuanya. Setiap 30 tahun sekali hanya ada 1 bahkan tidak ada orang yang bertarung di arena merah. Namun pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan besar tahun ini penuh dengan kejutan.
Lazarus Regulus/Urs The North akan terkenal di empat benua setelah pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar selesai.
Felicity menghampiri Lazarus. "Aku ingin hadiahku." Felicity duduk di pangkuan Lazarus.
Iris menatap Felicity dengan tajam. "Felicity, bisakah kamu menyingkir dari suamiku?"
"Iris, mungkin maksudmu suami kita."
"Aku sudah menyiapkan semuanya." Lazarus memberikan sebuah Artefak kalung dan Liontin kepada Felicity.
Mata Felicity berbinar menerima perhiasan pemberian Lazarus begitupun dengan Iris dan yang lainnya.
"Moonlight Jade!" Lilian berteriak.
"Aku juga sudah membuat semua perhiasan untuk kalian semua." Lazarus memberikan sekantung perhiasan kepada Lilian dan yang lainnya..
"Kalian bisa menyuruh seorang Magician dan Rune Master untuk mengukir Skill di kalung itu. Bukankah kalian semua sudah kaya? Kalian mendapatkan Rainbow Crystal ukuran besar di perjudian batuan sedimen."
"Terima kasih!" Theresia mencium pipi Lazarus.
"Tunggu! Aku ingin menonton pertarungan selanjutnya!"
"Pertandingan Selanjutnya adalah Kaisar Altair Lion Heart melawan Demon King Arhat di arena biru." Kaisar Aldric berkata.
"Iris, Altair akan bertarung!"
"Altair sudah berlatih dengan keras! Aku yakin dia dapat mengalahkan Arhat!" Iris menjawab.
...****************...
Brant berlutut di hadapan Lazarus.
"Brant, mengapa kamu berlutut?" Lazarus bertanya, Lilian menyuapi sebuah anggur ke mulut Lazarus.
Brant mengeluarkan Artefak Vermilion Great Sword Rank Legendary beserta sarungnya kepada Lazarus.
"Tuan Urs, kamu telah menepati semua janjimu. Aku akan memberikan Great Sword ini sebagai sumpah kesetiaan kepadamu!" Brant berkata.
Alastair melihatnya dengan mata berbinar.
"Baiklah, aku akan menerimanya. Aku sudah mengetahui keberadaan semua putramu." Lazarus berkata.
Alyssa melebarkan matanya. "Keledai bodoh, apakah kamu mengetahui siapa anak Brant?"
"Gareth dan Maxim, mereka adalah anak-anak Brant. Mereka mewarnai rambut mereka dan menyembunyikan identitasnya."
"Apaaa!! Bagaimana mungkin! Mereka satu Party denganku dan mereka tidak pernah ikut dalam bertarung dan party kami hanya mengumpulkan herbal." Alyssa berteriak mata emasnya melirik ke arah Lazarus.
"Sayang, kamu menyembunyikan identitasmu, aku juga saat itu menyembunyikan identitasku. Gareth dan Gerald menyerangku saat di Kota Lion Castle karena mengetahui aku sedang menyamar. Kami bertiga akhirnya membongkar penyamaran kami dan mereka mengetahui aku adalah Duke Lazarus. Mereka awalnya berpikir aku adalah Pembunuh yang di sewa oleh Kaisar Troy." Lazarus menjawab seraya memakan sepotong besar daging yang diberikan Freya.
Alyssa melebarkan matanya. "Bagaimana, kamu tidak memberitahuku!"
"Aku saat itu berada dalam penyamaran. Begitupun dengan kamu. Namun aku masih ingat saat bertemu kamu di Kota Lion Castle, kamu merubah rambutmu menjadi pirang dan selalu menutup mukamu dengan rambut. Kamu bahkan kecanduan dengan perjudian dan minuman keras." Lazarus menggoda Alyssa.
"Diam!" Alyssa mencubit pipi Lazarus dengan wajah memerah.
"Iris, apakah kamu masih ingat saat pertama kali kita bertemu dengan Alyssa di Guild Petualang?" Lazarus tersenyum.
Iris tersenyum lebar. Dia ingin ikut menggoda Alyssa.
Alyssa menghela nafas panjang. Dia mengetahui bahwa Lazarus dan Iris akan bekerja sama untuk menggodanya.
"Felicity! Menyingkirlah kamu sudah terlalu lama berada di sana." Alyssa berkata.
Felicity menyingkir dari pangkuan Lazarus, kemudian Alyssa menggantikannya.
"Urs, aku tidak ingin kamu pergi lagi." Alyssa tiba-tiba memeluk Lazarus dan meneteskan air mata.
"Aku akan selalu berada di sampingmu sampai kematian memisahkan kita." Lazarus menjawab.
"Alyssa, apakah kamu masih mengingat tentang bayi yang tumbuh dari pohon?" Lazarus tersenyum.
Alyssa mempunyai wajah merah, kemudian melirik ke arah Lazarus.
"Fufufu. Aku masih mengingatnya, seorang bayi akan tumbuh di puncak pohon Yggdrasil." Iris tersenyum.
"Aku juga masih mengingat saat kamu di tipu saat membeli sebuah Artefak seharga 100,000 koin perak. Kamu membayarnya seharga 900,000 Koin emas." Lazarus tersenyum lebar.
"Akhirnya kamu menjadi gelandangan dan petualang yang sangat miskin sampai akhirnya kita bertemu." Iris tersenyum lembut.
"Tidak! Tidak! Jangan ingatkan aku lagi!" Alyssa berteriak.
"Apakah kalian ingin mengetahui mengapa aku disebut sebagai keledai bodoh oleh Alyssa?" Lazarus bertanya.
"Tidak!!"