LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 420. Kunjungan Keluarga Kekaisaran Boreas.



Lazarus dan Altair sedang membantu menanam herbal Snow Apple, Snow Pear, Snow Peach dan Blue Ice Grapes di Kota ke tiga Regulus.


"Urs, Alastair, aku menemukan sebuah herbal yang terlihat seperti daun teh di kedalaman Hutan Snow Flower!" Alcander berteriak seraya turun dari kereta kuda.


"Salam paman!" Alastair membungkuk.


Lazarus dan Alastair tidak mengetahui Alcander pergi ke wilayah Regulus bersama keluarganya. Mereka tidak memberitahu Lazarus tentang kedatangan mereka ke wilayah Regulus sebelumnya.


"Lazarus." Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun berambut putih dan mata biru turun dari kereta, kemudian berlari ke arah Lazarus.


"Arka." Lazarus tersenyum.


Arka melompat dan memeluk Lazarus dengan erat, dia seperti sangat merindukan Lazarus. Putra Alcander Arka sebenarnya adalah Ayah Lazarus yang bereinkarnasi dengan ingatannya.


"Aku merindukanmu." Arka berkata.


"Hahaha. Arka, saat aku melihatmu. Kamu saat itu berusia 2 tahun, apakah kamu masih mengingatku?" Lazarus tertawa.


"Lazarus, apa yang sedang kamu lakukan?" Permaisuri Roselia bertanya.


"Aku sedang membantu menanam pohon buah bersama Alastair dan yang lainnya. Produksi kami meningkat 5 kali lipat dan membuka lahan, tetapi kami kekurangan orang untuk mengelolanya." Lazarus menjawab.


Alastair mengambil pohon teh yang di bawa oleh Alcander, dia kemudian memberikannya kepada Lazarus.


"Hahaha. Blue Ice Tea, jenis daun teh element es yang sangat langka. Namun teh ini harus di seduh dengan air es yang sangat dingin. Blue Ice Tea sangat langka dan digemari pada zaman ketiga. Alcander darimana kamu mendapatkan semua pohon teh ini?" Lazarus bertanya.


"Apakah daun teh itu harus di seduh menggunakan air dingin?" Jasmine bertanya.


Lazarus mengangguk. "Blue Ice Tea sangat langka dan daun teh ini harus di seduh menggunakan air es yang sangat dingin. Apakah kalian pernah mendengar nama kedai teh Snow Flower?"


"Kedai teh Snow Flower adalah kedai teh yang sangat terkenal di Kota Snow Eagle 150 tahun lalu. Mereka menjual teh dingin yang sangat enak dan manis, tetapi orang-orang tidak mengetahui jenis teh apa yang mereka pakai." Arka menjawab.


"Arka, darimana kamu mengetahuinya?" Lazarus bertanya.


"A-aku, membacanya dari sebuah buku. Kedai Teh Snow Flower dahulu sangat terkenal dan didatangi banyak Bangsawan, tetapi resep teh mereka sangat rahasia. Nenek Agatha, melindungi kedai teh Snow Flower karena kedai teh Snow Flower adalah tempat favoritnya. Semua orang di Kekaisaran Boreas tidak bisa mencuri resepnya, hingga akhirnya pemilik terakhir kedai itu meninggal dan anaknya tidak meneruskan kedai teh karena lebih memilih bergabung dengan Gold Bank." Arka berkata.


"Urs, darimana kamu mengetahuinya?" Jasmine bertanya.


"Aku sudah meneliti berbagai jenis dan spesies herbal." Lazarus menjawab.


"Fufufu. Bisakah kamu menyambut ku dengan secangkir Ice Tea?" Agatha dan Galan melangkah ke arah Lazarus.


"Aku harus mengeringkan daun teh ini." Lazarus menjawab.


"Lazarus, aku mempunyai daun teh yang sudah dikeringkan." Jasmine mengeluarkan daun Blue Ice Tea yang sudah dikeringkan.


"Kelihatannya Carissa dan yang lainnya akan menyukai teh ini dengan sedikit makanan pembuka. Kebetulan aku sudah menyiapkan adonan kue coklat dingin dan sudah menyimpannya di lemari es." Lazarus tersenyum, kemudian bersiul.


2 White Dragon Horse berlari ke arah Lazarus dan Alastair, dia kemudian menunggangi White Dragon Horse Lotus bersama Arka. Sedangkan, Alastair menunggangi White Dragon Horse lainnya bersama Galan.


"Hahaha. Cucuku Alastair, kamu tumbuh menjadi seseorang yang sangat kuat. Aku sampai tidak mengenalimu." Galan tertawa.


"Kakek, terima kasih atas pujianmu." Alastair tersenyum.


...****************...


Kelompok Lazarus menaiki kuda perlahan untuk pergi ke Kastil Regulus. Mereka ingin memperlihatkan wilayah Regulus kepada Alcander dan yang lainnya.


"Lazarus, apakah kamu yang membangun semua kota yang indah ini selama 10 tahun?" Roselia bertanya.


"Aku yang membangunnya, tetapi tanpa bantuan semua orang aku tidak akan bisa mewujudkan kota impianku." Lazarus menjawab.


Alcander menatap penampilan Lazarus, dia melihat Lazarus dan Altair memakai pakaian kasual, mereka tidak berpenampilan seperti seorang Bangsawan. Bahkan tidak ada penjaga yang mendampingi mereka berdua.


"Lazarus, apakah kamu bisa memasak?" Jasmine bertanya.


"Ayah adalah salah satu koki terhebat di Planet Antares. Namun dia hanya memasak saat dia tidak sibuk, meskipun Ayah sudah memberikan resep makanannya kepada pelayan Kastil Regulus. Namun masakan yang dibuat Ayah terasa lebih enak." Altair menjawab seraya menjilat bibirnya.


"Alastair, kamu terlalu memujiku. Kamu juga ahli dalam memasak dan seorang koki yang hebat. Kamu adalah seseorang yang cerdas dan selalu mengekor kepadaku, aku tidak mengetahui kapan kamu bisa mandiri." Lazarus berkata.


"Ayah, aku ingin belajar banyak hal darimu. Aku merasa mengikuti mu lebih menarik daripada menjadi seorang Grand Duke." Alastair tersenyum lebar.


Roselia dan Jasmine bisa mengetahui bahwa Lazarus adalah pria yang hangat. Mereka sekarang mengetahui alasan Carissa yang dingin bisa menerima Lazarus.


"Grand Duke!" Setiap petani yang sudah memetik buah-buahan memberikan beberapa keranjang buah kepada Lazarus dan Alastair.


Roselia dan Jasmine melebarkan mata karena melihat semua penduduk Regulus sangat baik hati. Mereka tidak takut kepada Lazarus, tetapi mereka seperti menganggap Lazarus seperti keluarga.


3 orang menyeret 2 mayat di jalanan Ibukota Regulus, sedangkan yang lainnya membawa 5 orang yang sudah terikat.


"Tuan Urs!" Seorang pria Beastman Snow Wolf melambaikan tangannya ke arah Lazarus dengan wajah penuh darah.


"Apakah mereka mata-mata?" Lazarus bertanya.


"Mereka adalah mata-mata Kekaisaran Dark Crows. Kami menangkapnya saat mereka menculik gadis penjual telur, tetapi gadis penjual telur itu berhasil membunuh satu orang." Bleddyn menjawab.


"Apakah kalian baik-baik saja?" Lazarus bertanya.


"Mata-mata Ranah Elite seperti mereka bahkan bukan tandingan penduduk biasa wilayah Regulus." Bleddyn berkata.


"Tidak ada korban jiwa, tetapi gadis pedagang telur mengalami luka tusukkan di perutnya dan kami sudah membawanya ke pusat penyembuhan setelah memberinya pertolongan pertama." Seorang pria berambut cokelat berkata.


"Kirim mereka penjara untuk diinterogasi." Lazarus berkata.


"Sesuai perintahmu." Bleddyn dan yang lainnya menjawab.


...****************...


Galan, Agatha, Roselia dan Jasmine melebarkan matanya saat melihat semua itu. Lazarus dan semua penduduk Regulus seperti sudah terbiasa menghadapi kejadian seperti itu.


"Kita harus memperketat penjagaan." Lazarus berkata.


"Ayah, kamu terlalu mengkhawatirkan hal itu." Alastair menjawab.


"Alastair, aku ingin memberikan penduduk Regulus wilayah yang aman dan nyaman untuk mereka sebut rumah. Namun kesetiaan mereka kepadaku sudah jauh di atas kesetiaan biasa. Aku sangat mengkhawatirkannya kesetiaan itu suatu hari akan membunuh mereka." Lazarus berkata.


"Ayah, bukankah hal itu bagus untuk wilayah Regulus?" Alastair bertanya.


"Semua hal yang berlebihan tidak akan berakhir baik. Aku khawatir saat aku menyuruh mereka bunuh diri, mereka akan bunuh diri." Lazarus menjawab dengan wajah pucat.


Alastair melebarkan matanya. Dia kemudian berhenti dan memanggil kelompok remaja yang membawa alat pertanian dan Beast serigala.


"Kalian kemari lah!" Alastair memanggil kumpulan remaja itu.


"Salam Grand Duke Regulus, Salam Duke Alastair." 9 anak itu membungkuk.


"Alex, apabila aku menyuruh kalian bunuh diri. Apakah kalian akan bunuh diri?" Alastair bertanya.


"Grand Duke sudah mengajarkan kami. Sebagai penduduk yang setia kami tidak boleh menuruti perintah untuk bunuh diri, kecuali kami melakukan sebuah kesalahan yang pantas untuk di hukum." Alex tersenyum.


"Alex, apabila aku sendiri yang memerintahkan kamu bunuh diri?" Lazarus bertanya.


"Aku akan menolaknya karena Anda mengajarkan kami berkali-kali tentang sesuatu yang berlebihan termasuk keberanian, keserakahan, kesetiaan, cinta, kasih sayang... Tidak akan berakhir dengan baik." Alex tersenyum.


Lazarus dan Alastair bernafas lega. Semua penduduk Regulus ternyata bukan seperti hal yang mereka pikirkan.


"Baiklah, apa yang akan kalian ketika ternak kalian di buru oleh anak-anak wilayah Ash, Laurels dan Golden Lion?" Lazarus bertanya.


Aura haus darah keluar dari Alex dan yang lainnya, mereka mengetahui bahwa orang-orang itu masih berani bermain api dengan mereka.


"Mengapa Atmosfernya semakin berat?" Alcander bertanya.


"Apakah para bajingan dari 3 wilayah itu masih berani membuat kekacauan di wilayah Regulus! Grand Duke, kami akan mengurus mereka dan Lars kumpulkan semua anak-anak, kita akan memberikan pelajaran lagi kepada anak-anak wilayah Ash, Laurels dan Golden Lion!" Alex memerintahkan.


"Aku akan membawa sekop ku dan Lars siapkan beberapa busur dan anak panah! Aku juga akan membawa pisau daging dan pisau dapur untuk menghadapi para bajingan itu. Kita harus memberikan mereka luka yang lebih parah!" Lars berteriak.


"Apakah kalian yang melukai kelompok anak di tiga wilayah?" Lazarus bertanya.


Alex dan yang lainnya gemetar, mereka mengetahui bahwa Lazarus sudah mengetahui semuanya.


"Tuan Urs, mereka yang memburu ternak kami dan berusaha menindas kami. Kami tidak membunuh mereka kami hanya melukai mereka dan kami hanya melindungi hak kami. Remaja wilayah Regulus bukanlah remaja yang gampang ditindas oleh anak-anak Ibukota Kekaisaran Lion Heart." Alex menjawab.


"Alastair." Lazarus berkata.


Alastair memukul kepala 9 anak itu, kemudian menyuruh mereka berlutut. Penduduk wilayah Regulus hanya tersenyum dan tertawa melihat semua itu.


Lazarus menyentuh dahinya. "Aku mendapatkan laporan dari Bangsawan sekitar tentang perbuatan kalian, tetapi aku bangga dengan kalian semua karena kalian berani memperjuangkan kebenaran. Namun ingatlah kalian tidak boleh melakukannya berlebihan."


"Sesuai perintahmu, Grand Duke." Alex dan yang lainnya menjawab.


"Apakah kalian adalah orang-orang yang kuat?" Lazarus bertanya.


"Kami adalah orang yang kuat dan kami harus mengasihi orang yang jauh lebih lemah dari kami." Semua anak menjawab.


"Tidak, apabila orang itu adalah orang jahat dan berusaha untuk membunuh kalian, maka kalian tidak boleh mengasihani orang itu."


Lazarus dan Alastair kembali melanjutkan perjalanan ke Kastil Regulus. Semua orang menatap ke arah Lazarus, dia adalah pria yang baik hati. Namun sifatnya berubah 180° saat berada di medan perang atau menghadapi musuhnya.


"Arka, bukankah melihat anak-anak tumbuh adalah sebuah kebahagiaan? Aku tumbuh sendirian tanpa kedua orang tuaku, aku bahkan tidak pernah melihat wajah mereka. Aku hanya tidak ingin anak-anak wilayah Regulus, mempunyai nasib yang sama denganku." Lazarus berkata.


"Maafkan aku."


"Hahaha. Aku akan membuatkan mu Iced Chocolate Cake besar bertingkat tiga dengan toping Mixed Berry yang sangat lezat." Lazarus berkata.


Alastair melebarkan matanya. "Ayah, apakah kamu akan membuatkannya juga untukku?"


"Bodoh, aku sudah membuatkannya untukmu sekali dan sekarang aku harus berusaha untuk membuat berbagai kue yang enak." Lazarus tersenyum.


Kelompok Lazarus sampai di Kastil Regulus, di sana terlihat Altair, Florencia, Calista dan Icarus sedang menunggu.


"Altair, apakah kamu juga berkunjung?" Lazarus bertanya.


"Tujuanku berkunjung di sini adalah untuk mengucapkan terima kasih kepadamu. Aku tidak mengetahui bahwa konspirasi sekejam itu terjadi di Keluarga Bangsawan Ibukota Kekaisaran Lion Heart." Altair berkata.


"Tujuanku ikut datang kesini adalah untuk mendengarnya langsung dari Iris dan yang lainnya. Cerita tentang Isabel sudah menyebar di 4 Benua, bahkan tentang hakim dan jaksa yang korup. Semua Kerajaan dan Kekaisaran di Planet Antares segera melakukan pemeriksaan kepada jaksa dan hakim dengan bantuan Kekaisaran Suci." Roselia berkata.


"Bisakah kalian menunggu di Taman Kastil Regulus? Carissa dan yang lainnya berada di sana, sedangkan aku dan Alastair akan membuat banyak deseert dan makanan untuk kalian." Lazarus berkata.


"Baiklah, kami akan menunggu untuk mencicipi makanan buatanmu." Florencia tersenyum.


"Fufufu. Apakah seorang pria bisa memasak makanan lezat?" batin Florencia.


"Urs, bisakah aku membantumu untuk membuat makanan?" Roselia bertanya.


"Fufufu. Aku tidak percaya seorang pria bisa memasakan makanan lezat." batin Roselia.


"Tuan Urs, lebih baik aku yang memasak makanan." Jasmine tersenyum halus.


"Fufufu. Aku adalah salah satu koki terbaik di Benua Utara Boreas, saat aku muda, aku sudah berkeliling dunia untuk mempelajari makanan." batin Jasmine.


Lazarus hanya tersenyum canggung, dia adalah seorang koki yang hebat sebelum kedua ingatannya menyatu, dia juga menguasai berbagai resep makanan di bumi karena berkali-kali dia bekerja sambilan di restauran.


"Aku tidak membutuhkan bantuan karena aku sudah mempunyai orang yang cukup." Lazarus berkata


Sesaat kemudian 5 orang koki, 2 koki laki-laki, 3 koki wanita. 3 orang pelayan wanita cantik keluar dari dapur.


"Tuan Urs, apakah kamu ingin memasak?" Kepala Koki bertanya dengan ekspresi serius, semua koki dan pelayan di sana juga menatap Lazarus dengan serius.


"Aku akan memasak dan mencoba resep baru." Lazarus menjawab.


"Baiklah, mari kita pergi ke dapur dan kami akan memperlihatkan kerja keras kami." Kepala Koki wanita gemuk dengan tangan berotot itu menjawab.


"Bahan, apa saja yang ada di dapur?" Lazarus bertanya.


"Semua bahan di dapur Regulus sangat beragam dan kami mendapatkan kiriman kepiting laba-laba biru hari ini." Kepala Koki menjawab.


"Baiklah, mari kita masak banyak makanan yang spesial." Lazarus berkata seraya berjalan memasuki dapur.


Galan dan Agatha melebarkan matanya, kemudian melirik ke arah Alastair.


"Apabila Ayah masuk ke dapur berarti hal itu adalah medan perang, aku harus belajar banyak dari ayah untuk menaikan Skill memasak milikku." Alastair berkata, kemudian memakai ikat kepala berwarna merah dan mengikuti Lazarus masuk ke dapur Regulus.


...****************...


Semua orang pergi ke Taman Kastil Regulus. Mereka melihat banyak sekali orang yang berada di sana, bahkan Rias, Reese dan Helene berada di sana.


Para pria duduk di meja yang berbeda, sedangkan para wanita duduk di kursi seraya tersenyum cerah. Meskipun Jasmine dan Roselia baru bertemu Reese, Rias, Helene, Evangeline dan Anastasya, tetapi mereka bisa akrab dengan mudah.


"Carissa, apakah Urs bisa memasak?" Jasmine bertanya.


"Urs, sudah tidak memasak selama 1 tahun." Freya berkata.


"Fufufu. Aku tidak menyangka dia kembali memasak setelah sekian lama." Theresia terkekeh.


"Apakah Urs bisa memasak?" Florencia bertanya.


"Lazarus adalah koki terbaik di dunia. Tidak ada yang mampu menyaingi kelezatan masakannya dan kalian pasti akan selalu mengingat rasa masakan Urs. Namun dia hanya memberikan resepnya pada para koki dan hanya memasak saat hari-hari penting. Meskipun bahannya sama, tetapi masakan Lazarus lebih enak." Iris menjawab.


5 orang pelayan wanita membawa hidangan Dessert, yaitu puding dan Galette. Semua orang melebarkan matanya saat melihat Kedua makanan itu.


"Ria, apa menu yang Urs buat?" Freya bertanya.


"Chocolate Panna cotta Pudding with Caramel Sauce, Mix Beery Apple Pie dan Blue Ice Jasmine Tea untuk makanan pembuka. Kalian juga bisa menggunakan beberapa gula batu untuk teh." Ria menjawab.


"Enak!" Galan berteriak seraya memakan puding itu.


"Aku belum pernah mencicipi agar-agar selezat ini." Arka berkata seraya memakan Pudding Panna cotta itu.


Florencia mencicipi puding itu sesaat kemudian dia merasakan rasa yang belum dia rasakan sebelumnya.


"Tunggu, bagaimana cara Urs membuat makanan seperti ini?" Jasmine bertanya.


"Gelatin yang diekstrak dari tulang rawan sapi, seseorang di Kekaisaran Lion Heart pernah menemukannya. Lazarus mencampurkan Gelatin, susu, gula, cocoa dan krim untuk membuat puding ini. Bahan sederhana, tetapi bisa menciptakan makanan seenak ini. Apple Pei Mix Berry yang dibuat Lazarus sangat enak, aku belum pernah memakan Pei seenak ini dan makanan ini sangat cocok untuk upacara minum teh." Florencia menjawab seraya meminum teh dingin, dia melebarkan matanya.


"Aku merasakan nostalgia saat merasakan teh dingin ini, tetapi teh dingin ini lebih enak dan harum daripada teh dingin yang pernah aku minum." Ibu Suri Agatha berkata.


"Nona, teh ini dicampur dengan sari Ice Jasmine sebagai pelengkap." Ria menjawab.


"Ria, apa buah-buahan yang Urs gunakan dalam pie ini?" Iris bertanya.


"Tuan Urs yang membuat langsung kulit Pie sehingga lebih enak, sedangkan buah-buahan yang menjadi topping adalah apel, Blue Berry, Black Berry, Blackcurrant, Raspberry, Cloudberry dan mulberry." Ria menjawab.


"Aku belum pernah merasakan kue pie selezat ini." Lilian berkata.


Para pelayan pergi ke dapur untuk membawa hidangan yang lainnya, semua orang sudah menghabiskan makanan mereka. Namun mereka masih belum puas dengan makanannya.


"Aku ingin merasakan lagi pudding itu." Florencia berkata, kemudian menatap ke arah Calista.


"Ibu, puding ini bagianku dan kamu sudah menghabiskan 5 puding bagianmu." Calista berkata.


Para pelayan pergi ke meja Galan dan Agatha, mereka membawakan hidangan kue dilapisi krim putih, di siram oleh strawberry sauce dan dihiasi oleh banyak buah strawberry segar di atasnya.


"Ria, apa nama menu ini?"


"Strawberry Cake With Strawberry Sauce." Ria berkata, kemudian menyuruh pelayan untuk memotong semua kue itu.


Semua orang terkejut karena di dalam kue berlapis kue itu terdapat 2 lapis kue dan di dalamnya banyak sekali strawberry segar yang bercampur strawberry sauce.


"Lezat!" Alcander berkata


"Nona, bisakah kamu membawakan satu Strawberry Cake ini ke mejaku, aku rasa 2 strawberry Cake di sini tidak akan cukup untuk kita berempat." Galan berkata.


"Baiklah." Ria menjawab, kemudian kembali ke dapur bersama para pelayan.


"Kue stroberi yang sangat lembut dengan rasa segar, asam dan manis buah stroberi. Aku sangat menyukai rasa asam dan kue ini adalah Dessert terbaik yang pernah aku makan." Alcander berkata.


"Mustahil, seseorang bisa memasak seperti ini." Arka berkata.


"Iris, Carissa, apakah kalian memakan Dessert seenak ini setiap hari?" Jasmine bertanya.


"Urs, hanya memasak saat hari spesial. Bahkan sudah 1 tahun Urs tidak pergi ke dapur dan kelihatannya kue ini adalah resep baru Urs." Freya tersenyum seraya memakan kue itu.


Deviela segera membersihkan bekas makanan di mulut Freya, dia sangat mengetahui Freya sangat menyukai semua masakan Urs.


"Hidangan Spesial Mixed Berry Iced Chocolate Cake bertingkat tiga." Ria berkata seraya membawa kue berlapis cokelat besar bertingkat 3 dengan toping berbagai macam buah berry.


Semua orang melebarkan matanya saat melihat kue besar di lapisi oleh lapisan cokelat beku dan dihiasi oleh banyak sekali berbagai jenis Berry. Di puncaknya adalah 3 buah Cherry merah.


"Ria, apakah Lazarus memasak makanan spesial itu untukku?" Iris bertanya.


"Tuan Urs, berjanji untuk memberikannya kepada Pangeran Arka dan dia mengatakan bahwa apa minuman yang Pangeran Arka inginkan." Ria berkata.


"Aku ingin jus buah sebagai minumannya." Arka berkata.


"Baiklah, aku akan memberitahu Tuan Urs dan apa yang ingin kalian semua pesan, kebetulan banyak sekali jenis bahan makanan di dapur Regulus. Apakah kalian juga akan memesan lagi Chocolate Panna cotta Pudding With Caramel Sauce, Mix Berry Apple Pie, Strawberry Cake With Strawberry Sauce, Blue Ice Jasmine Tea atau makanan Dessert lainnya?" Ria tersenyum seraya memberikan daftar menu yang dibuat olehnya kepada semua orang menggunakan Skill sihir element angin.


Semua orang melebarkan matanya karena Lazarus bukan hanya akan memasakan makanan Dessert.


"Aku ingin memesan Seafood Soup Spesial Lazarus." Freya berkata.


"Aku ingin memesan 2 Chocolate Panna cotta Pudding dan Silver Forest Bull With Secret Sauce Keluarga Regulus." Florencia berkata.


"Hahaha. Aku ingin 10 Secret Seasoned Grilled Chicken." Galan tertawa.


Semua orang menatap ke arah Galan dengan mata lebar, seperti yang diharapkan oleh seorang pria. Mereka tidak pernah malu untuk memesan banyak makanan.


"..."


"..."


Semua orang memesan menu yang berbeda, sesaat kemudian sebuah celah dimensi muncul. Helkaros, Reese, Rias, Louise, Agathias, Rhodes, Sebastian, Reiga, Evangeline, Mo Lei, Istri Mo Luan dan putrinya Yun Xie keluar dari celah dimensi itu.


"Raegal?" Galan bertanya.


"Galan." Raegal menjawab.


7 celah dimensi terbentuk. Adonis, Laufey, Merlin, Helene, Anastasya, Roseanne, Heath, Roland, Ursula, Siegfried, Kyros, Erland, Magnolia, Aldric, Cyril, Aland, Alden, Andre, Richard, Grace, Lucia, Frederick, Sebasta, Poseidon dan Beryl keluar.


Sebuah celah dimensi terbentuk, Legolas, Laurel dan Alarik keluar dari celah dimensi itu. Terlihat 40 orang yang berteleportasi ke Kastil Regulus. Suasana menjadi hening, Mo Lei dan yang lainnya pergi ke Kastil Regulus karena lukisan yang dijual di pelelangan Gold Bank dan Black Market.


"Urs! Aku datang ke sini untuk meminta penjelasanmu!" Mo Lei berteriak seraya mengeluarkan auranya.


"Bajingan, Cucuku sedang memasak dan sebagai tamu bisakah kamu duduk dengan tenang? Wanita di meja wanita dan pria di meja pria." Laufey berkata.


"Cih. Baiklah, aku akan menunggu sampai perjamuan selesai." Mo Lei berkata.


Semua orang duduk di meja di Taman Kastil Regulus.


Kepala Koki seorang wanita gemuk berotot kekar membawa banyak Chocolate Panna cotta Pudding With Caramel Sauce, Mix Berry Apple Pie, Strawberry Cake With Strawberry Sauce, Blue Ice Jasmine Tea, banyak gula batu dan banyak daftar pesanan.


"Saint Iris, Tuan Urs sedang memasak banyak makanan. Aku ditugaskan untuk memberikan daftar menu kepada semua tamu Lazarus dan kami kekurangan pelayan." Lazarus berkata.


"Nyonya Vivian, Aku akan memanggil para pelayan Kastil Regulus dan membantu kalian memasak." Elena bangkit dan berlari kedalam Kastil Regulus, kemudian kepala Koki menghidangkan semua makanan ke semua orang yang berada disana.


"Tunggu, aku datang ke sini bukan untuk mengikuti perjamuan." Mo Lei berkata.


"Urs, pasti sudah mengetahui kedatangan kita dan kamu bisa memesan apapun yang berada di daftar menu. Kelihatannya Urs dan para pelayan yang memasaknya, aku belum pernah merasakan Pie Apple Berry seenak ini." Agathias berkata.


"Lidahku kurang cocok untuk makanan Benua Barat." Mo Lei melihat daftar menu lebih dari 70 menu yang tertulis di sana. Dia merasakan beberapa makanan dan minuman yang terdengar familiar.


"Four Seasons Roast Fire Duck, Shrimp Dimsum dan Heilong Blood Arak. Bukankah ini makanan Benua Timur dan salah satu makanan Benua Timur paling Lezat. Apakah manusia itu bisa membuat makanan benua Timur dan Arak yang di suling dari darah Black East Dragon. Tunggu Heilong sangat langka dan dia pasti menggantinya dengan darah Beast Jinlong kontraknya." Mo Lei melebarkan matanya.


Iris meniup sebuah peluit, kemudian Hei Yue muncul dari dasar kolam. Seekor Heilong betina itu menarik perhatian semua orang.


"Lazarus pernah memotong ekor Beast kontrakku Hei Yue karena terdapat bekas luka, dia kemudian mengambil darahnya untuk dijadikan Blood Wine dan Blood Arak minuman keras khas Benua Timur." Iris menatap tajam ke arah Mo Lei.


"Baiklah, aku akan memesan Four Seasoning Roast Fire Duck, 20 Shrimp Dimsum dan Blood Heilong Arak! Aku adalah pecinta minuman keras terutama minuman keras yang kadal alkoholnya sangat tinggi." Mo Lei menjilat bibirnya.


"Baiklah, aku akan menulis pesananmu dan pesanan itu akan segera tiba untuk saat ini, kamu harus menikmati Dessert kami." Vivian tersenyum.


"Hahaha. Tenang saja, aku adalah seorang pria yang sabar terutama untuk arak yang sangat enak." Mo Lei tertawa.


"Enak!! Sesuatu yang terlihat seperti Slime ini sangat enak!" Putri Kekaisaran Ashura Yun Xie berkata.


"Fufufu. Teh dingin yang membuat kita merasa nostalgia, benarkan Elsa?" Permaisuri Kekaisaran Ashura Mo Luan bertanya.


"Teh ini sangat enak." Ibu Suri Agatha menjawab.


"Pelayan bolehkah aku memesan Strawberry Cake With Strawberry Sauce lagi?" Laurels bertanya.


"Baiklah, kebetulan bahan makanan di dapur Regulus masih sangat banyak. Kalian bisa memesan apapun yang berada di daftar menu sampai kenyang." Ketua Pelayan Vivian berkata.


"Aku ingin memesan Sea Food Fried Rice, Four Seasoning Roast Fire Duck dan untuk minumannya Snow Flower Wine." Yun Xie berkata.


"Baiklah, Nona."


Semua orang mulai memesan banyak makanan, sesaat kemudian banyak pelayan yang membawa hidangan ke meja mereka.


"Tuan Mo Lei, Tuan Urs mengatakan arak ini sangat kuat. Bahkan dia sendiri akan langsung mabuk saat meminumnya sedikit, kamu harus bisa mengendalikan dirimu setelah meminum arak ini." Vivian berkata seraya memberikan arak labu dan sumpit kepada Mo Lei.


"Hahaha. Toleransiku kepada rasa mabuk sangat tinggi dan aroma makanan ini sangat harum, kelihatannya bebek panggang ini sangat leza." Mo Lei mulai memakan bebek panggang itu sesaat kemudian dia merasakan berbagai macam rasa di bebek panggang itu.


"Lezat!" Mo Lei berkata dan memakannya dengan lahap. "Aku tidak pernah memakan bebek panggang seenak ini, aku ingin membeli resepnya dan dimsum udang ini sangat enak."


"Blue Ice Jasmine Tea sudah habis!" Elena berteriak.


Semua orang menambah makan mereka, bahkan Laufey, Rias dan Reese menambah makanan sebanyak 5 kali. Mereka mencoba berbagai menu masakan Lazarus.


4 jam berlalu. Semua pelayan terlihat sangat kelelahan.


"Medis!" Vivian berteriak seraya membawa 2 koki yang tumbang karena kelelahan. Iris sudah kenyang dan membantu menyembuhkan kedua koki itu.


"Aku ingin memesan 3 Silver Forest Bull Steak lagi dan sebotol Snow Flower Wine." Lucia tersenyum.


"Baiklah." Vivian menjawab.


"Nenek kamu sudah memesan banyak sekali makanan." Frederick berkata.


"Fufufu. lebih baik kamu habiskan kaki Grilled Silver Bull Legs dan Horned Fire Bear Heart itu terlebih dahulu." Lucia terkekeh.


"Makanan ini sangat enak dan aku tidak bisa berhenti mengunyahnya." Tuan Frederick berkata.


2 pria berarmor emas hanya melihat semua orang makanan dengan lahap. Mereka adalah 2 pengawal Golden Bank.


"Tuan, bisakah kalian ikut makan dengan kita semua. Bahan makanan masih sangat banyak dan kalian harus ikut makan bersama kita. Kalian bisa memesan apapun yang kalian mau dalam perjamuan ini." Lilian berkata.


Kedua pengawal itu melirik ke arah Lucia, kemudian Lucia mengangguk dan kedua pengawal itu ikut memesan makanan.


"Aku ingin memesan 3 botol Red Dragon Wine!" Agathias berteriak.


"Baiklah, kami akan segera menyiapkan pesanan Anda." Vivian berkata seraya menarik kereta panjang itu untuk membawa makanan.


Tidak terasa 2 jam berlalu dan hari mulai siang. Terlihat banyak orang yang sudah kenyang dan sebagian lagi masih makan, terutama para pria.


"Perjamuan ini adalah perjamuan terbaik seumur hidupku." Tuan Frederick berkata.


"Hahaha. Aku sangat puas dalam perjamuan ini." Raegal tertawa seraya membersihkan sisa makanannya menggunakan tusuk gigi.


"Tuan dan Nyonya, kami sudah kehabisan bahan makanan dan perjamuan ini sudah berakhir." Vivian membungkuk.


"Aku masih menginginkan Blood Heilong Arak. Aku belum pernah meminum arak seenak itu." Mo Lei bangkit dengan wajah sangat merah, aroma kuat tercium dari mulutnya.


"Hahaha. Lihatlah bajingan itu mabuk karena minum terlalu banyak. Kelihatannya dia sebentar lagi akan muntah." Galan tertawa dengan wajah merah.


"1 2." Agathias mulai menghitung.


"3." Daryan tersenyum.


Mo Lei mulai merasakan mual, kemudian berlari menjauh dari tempat perjamuan. Dia duduk dan memuntahkan banyak arak yang dia minum. Arak itu langsung terbakar saat dimuntahkan oleh Mo Lei.


"Bajingan, kamu sangat memalukan!" Permaisuri Mo Luan berteriak marah melihat suaminya terlalu banyak minum, padahal dia sudah diberitahu bahwa arak itu sangat kuat.


Lazarus dan Alastair berjalan ke arah semua orang. Terlihat mereka sangat kelelahan terutama Alastair yang melirik Icarus dan yang lainnya. Mereka duduk di sebuah meja, kemudian seorang pelayan menghidangkan makanan yang sudah dipisahkan dari semua orang.


"Urs, apakah kamu baik-baik saja?" Lilian bertanya.


"Apakah aku terlihat baik-baik saja? Aku sangat kelelahan karena memasak banyak sekali makanan tanpa jeda, bahkan koki yang lain tidak sadarkan diri." Lazarus menjawab seraya memakan Multi Colour Chicken panggang.


"Ayah, sekarang aku mengerti mengapa kamu menyebutkan dapur adalah Medan perang." Alastair berkata.


Semua orang merasakan beberapa statistiknya mengalami peningkatan setelah perjamuan ini, bahkan beberapa luka dalam yang mereka derita di masa lalu mulai pulih.


"Sebastian, berikan Potion Anti Mabuk ini kepada Demon Emperor Mo Lei. Dia meminum 3 botol Blood Heilong Arak Rank Legendary, bahkan aku yang mempunyai toleransi alkohol paling tinggi hanya bisa meminum 7 botol." Lazarus berkata.


"Apaaaa!" Semua orang melebarkan matanya.


"Makanan yang kalian makan menggunakan herbal, bahan rank sedang dan rank tinggi. Pasti kalian tidak akan melupakan perjamuan ini dan mari kita bicarakan tentang tujuan kalian berkunjung ke wilayah Regulus." Lazarus tersenyum.