LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 325. Swordman Terkuat Di Benua Selatan.



Deborah bersama 70 orang ras Demon dan Dark Beastman kembali ke Istana Kekaisaran Moonlight. Mereka sudah menyelesaikan tugas untuk memburu dan menghadang Gelombang Beast di Kekaisaran Moonlight.


Seorang pria Demon kekar dengan tinggi 195 Cm, rambut hitam panjang dengan ujung merah dan mata merah memimpin orang-orang itu. Terlihat di punggung orang itu sebuah Artefak Great Sword sepanjang 1,8 meter yang lebih besar dari Great Sword lainnya.


Semua orang tidak mengetahui nama Demon itu, tetapi mereka semua memanggilnya Gladius Swordman terbaik di Benua Selatan Moonlight. Pemilik Artefak Great Sword Garm Rank Mythical dan pelindung dari Demon Emperor Reese dan Deviela.


Gladius pergi ke Kekaisaran Moonlight 25 tahun yang lalu dan identitasnya sangat misterius. Namun dia bersumpah setia kepada Demon Emperor Reese dan Putri Deviela untuk menjaga dan melindungi mereka berdua.


5 tahun lalu dia berduel 1 lawan 1 melawan Swordman terbaik Benua Barat Zephyra Heath dan berakhir dengan seri. Namun Heath mengalami luka permanen di mata kirinya, meskipun tidak menyebabkan kebutaan.


Gladius berhenti, kemudian menatap ke atas langit.


"Tuan Gladius, mengapa kamu berhenti?" Cruel seorang Dark Beastman harimau putih, bertubuh kekar dengan tinggi 1,8 meter bertanya.


"Seekor White Dragon yang kejam terbang menuju kemari." Gladius berkata.


"Gladius, aku melihat White Dragon itu belum dewasa. Kita harus menangkapnya hidup-hidup untuk di jinakkan." Deborah berkata.


Sesaat kemudian Lazarus, Langdon, Deviela dan Arion mendarat di samping pasukan itu. Melihat Pangeran Langdon berada di sana, mereka semua segera menyarungkan kembali Artefak senjata mereka.


"Paman Gladius!" Deviela berlari ke arah Gladius seraya membawa Arion.


"Tuan Gladius, namaku Urs The North suami dari Deviela." Lazarus membungkuk.


Gladius berdiri diam seperti sebuah gunung seraya menatap tajam ke arah Lazarus. Aura intimidasi dan haus darah keluar dari tubuh Gladius menuju ke arah Lazarus.


"Garis Darah Ancient Fire Demon yang sangat murni. Bukankah mereka seharusnya tidak berada di Planet Antares?" batin Lazarus.


"Tuan Urs!!" Cruel ingin berlari ke arah Lazarus, tetapi Deborah segera menghentikannya.


"Master, apa yang kamu lakukan?" Cruel bertanya.


"Cruel, apakah kamu tidak melihat percikan aura yang berada di sekitar mereka? Meskipun kita tidak merasakan aura membunuh yang bocor, tetapi mereka saling mengeluarkan aura haus darah satu sama lain." Deborah berkata.


"Master, apakah aku harus menyerangnya?" Aneira bertanya melalui kontrak jiwa.


"Tidak, pria ini adalah seorang yang tidak bisa dikalahkan bahkan oleh Dragon King sekalipun." Lazarus menjawab.


...****************...


Gladius melompat, kemudian menebaskan Artefak Great Sword Garms Rank Mythical ke arah Lazarus.


Lazarus segera mengeluarkan Great Sword Frostmoure untuk menahan serangan Gladius. Meskipun tidak menggunakan aura mana, tetapi tebasan biasa Gladius sangat kuat.


Genggaman tangan Lazarus merasakan rasa sakit saat menahan tebasan kuat Gladius. Pertarungan di mulai semua orang terkejut dengan peristiwa yang baru saja terjadi.


Deviela terkejut karena Gladius tiba-tiba menyerang ke arah Lazarus. Namun Deborah segera menyuruh Deviela dan Arion menyingkir menjauh dari tempat ini.


"Cepat buat Barrier pelindung!" Deborah berteriak.


70 orang itu segera membuat Barrier pelindung di area pertarungan Lazarus dan Gladius. Mereka tidak pernah melihat Gladius menyerang orang lain terlebih dahulu.


"Urs." Arion berkata.


Lazarus dan Gladius terus mengadu serangan pedang mereka, bunyi benturan Frostmoure dan Garm terdengar sangat keras menyebabkan tanah bergetar. Semakin lama serangan itu semakin intens dan lebih cepat.


Agathias merasakan air di dalam gelasnya bergetar, kemudian segera pergi ke tempat pertarungan begitupun Rhodes dan Reese. Mereka tidak mengetahui siapa yang berani bertarung di taman Kastil Istana Kekaisaran Moonlight.


"Apa yang terjadi!!" Agathias berteriak.


"Agathias, bukankah kamu mempunyai mata! Kamu bisa melihatnya sendiri apa yang terjadi!" Deborah berteriak.


"Mengapa Gladius bertarung dengan Urs?" Rhodes bertanya.


"Paman Gladius tiba-tiba menyerang Urs." Deviela menjawab.


"Bukankah Urs adalah seorang Beast Master? Mengapa dia dapat menandingi kekuatan Paman Gladius?" Langdon bertanya.


...****************...


"Tuan, apabila kamu ingin bertarung dengan bersungguh-sungguh. Bukankah lebih baik kita pergi ke tempat yang lebih luas?" Lazarus bertanya seraya menatap Gladius dengan tatapan dingin, kemudian melebarkan 6 sayap kelelawar berwarna putih.


Gladius mengangguk, kemudian melebarkan 6 sayap kelelawar berwarna merah tua. Lazarus dan Gladius terbang dengan cepat melewati Barrier pelindung pergi ke tempat yang lebih luas diluar Kekaisaran Moonlight.


Semua orang segera mengikuti Lazarus dan Gladius. Mereka ingin melihat pertarungan diantara Gladius dan Lazarus.


Hutan Black Peacock adalah Hutan dekat dengan Kekaisaran Moonlight yang dihuni oleh beberapa Beast rank rendah dan tinggi.


Lazarus dan Gladius memperkuat auranya, kemudian melanjutkan pertarungan mereka. Di sini mereka bisa bertarung dengan lebih leluasa.


"Urs!" Arion menatap ke arah Lazarus dengan mata berbinar diatas punggung White Dragon Aneira.


"Langdon, apa yang terjadi?" Sebastian bertanya di belakangnya terlihat Elias dan beberapa Pangeran dan Putri Kekaisaran Moonlight.


"Paman Gladius menyerang Urs dan akhirnya mereka memutuskan untuk berduel di tempat ini." Langdon tersenyum.


...****************...


Lazarus dan Gladius menghela nafas panjang, kemudian memperkuat aura mereka. Api berwarna merah tua yang menyala melapisi tubuh dan pedang Gladius. Sedangkan aura element es yang sangat dingin melapisi tubuh Lazarus.


"Tuan Gladius, apa peraturan dalam duel ini?" Lazarus bertanya.


"Kamu yang harus menentukan peraturan di dalam duel karena aku adalah penantang." Gladius menjawab.


"Baiklah, peraturannya adalah menggunakan 1 Skill seni pedang kuat yang kita miliki. Seorang dikatakan menang, apabila orang itu menyerah atau tidak bisa melanjutkan pertarungan." Lazarus berkata.


"Tidak, ranah dan levelku lebih tinggi darimu. Apabila kita ingin pertarungan ini adil aku akan menyegel ranahku ke level 86 sepertimu." Gladius berkata seraya menyegel tanahnya.


"Eye Of World, Tuan Gladius kamu sangat diberkahi. Apakah kamu ingin menggunakan Artefak armor dengan rank yang lebih tinggi?" Lazarus bertanya.


"Tidak, kita berdua memakai Artefak armor rank Unique. Aku rasa kita pertempuran ini tergantung dengan skill pedang, kekuatan dan daya tahan kita." Gladius memasang kuda-kuda pertarungan di atas langit.


"Biarkan aku memulainya terlebih dahulu." Lazarus berkata.


"Frozen Hell Sword Art!"


"Blazing Hell Sword Art!"


Lazarus dan Gladius saling menyerang, aura api putih yang sangat dingin dan aura api merah yang membara saling bertabrakan. Akibat pertarungan mereka mengakibatkan kehancuran wilayah disekitarnya.


Claudius menembakan puluhan api merah yang membara ke arah Lazarus, tetapi Lazarus dapat menghindari semua serangan Gladius.


Lazarus membalas serangan Gladius dengan tebasan bertubi-tubi jarak dekat. Benturan kedua senjata mereka menghasilkan suara yang sangat keras.


"Blazing Hell Domain!"


"Frozen Hell Domain!"


Wilayah di sekitar Lazarus dan Gladius menjadi 2 wilayah yang berbeda. Wilayah Lazarus membeku karena mana element es dan wilayah Gladius terbakar karena mana element api.


2 hari berlalu Lazarus dan Gladius terus melanjutkan duel mereka, meskipun sudah mengalami banyak luka di tubuh mereka.


"Blazing Hell Sword Art Gaya Terakhir The Blazing Sun of Hell!" Mana element api berkumpul di atas Claudius dan membentuk sebuah matahari kecil berwarna merah membara.


Kedua serangan mereka saling berbenturan bersama dengan benturan kedua Great Sword mereka. Armor ringan yang menutupi tubuh bagian atas mereka berdua hancur dampak pertempuran panjang. Terlihat tubuh Gladius sangat kekar, penuh dengan luka dan yang paling mencolok adalah sebuah tato Red Dragon yang memanjang dari bahu ke perutnya.


Frozen Hell Sword Art adalah Skill Pedang Frozen Mountains and Forests milik Orion yang disempurnakan oleh kelahiran ke 7 saat mereka berduel. Skill ini adalah penyempurnaan dari Ice Hell Sword Art yang digunakan oleh ras Ancient Ice Demon di planet Auriga.


Meskipun Skill Blazing Sword Art yang digunakan oleh Gladius sedikit berbeda dengan Fire Hell Sword Art. Namun Skill Frozen Hell Sword Art milik Lazarus yang telah disempurnakan oleh Orion dan kelahiran ke 7 lebih sempurna dari Skill Blazing Sword Art yang digunakan Gladius. Skill Frozen Hell Sword Art mempunyai 9 gerakan, sedangkan Skill Blazing Sword Art milik Gladius mungkin hanya memiliki 7 gerakan seperti Skill Fire Hell Art.


Lazarus dan Gladius terlempar karena benturan kedua Skill mereka, tetapi Lazarus dan Gladius menancapkan Great mereka ke tanah untuk mengurangi dampak kejut akibat benturan serangan mereka.


"Blazing Hell Dragon!" Mana element api Gladius berkumpul dan membentuk seekor Red Dragon dengan 9 kepala dan sayap lebar.


"Tuan, bukankah Fire Hell Sword Art hanya memiliki 7 gerakan?" Lazarus bertanya seraya membersihkan darah di mulut dan hidungnya.


"Aku sudah mengatakan bahwa yang aku gunakan adalah Blazing Hell Sword Art dan Skill ini memiliki 8 gerakan. Setelah matahari merah itu hancur aku menggunakan mananya untuk membentuk seekor Blazing Hell Dragon." Gladius berkata.


"Hahaha. Kebetulan aku juga menggunakan Frozen Hell Sword Art bukan Ice Hell Sword Art." Lazarus tersenyum.


"Frozen Hell Prison Phoenix!"


Mana element es Lazarus berkumpul dan mulai membentuk seekor Phoenix yang terbuat dari es dengan 6 sayap.


Wajah Gladius sedikit tersentak karena Skill Manifestasi sangat sulit terutama Manifestasi seekor Beast. Mereka harus melihat Beast itu secara langsung untuk membayangkannya.


Nine Headed Blazing Hell Dragon adalah seekor Ancestral Beast yang pernah Gladius lihat saat kecil dan Frozen Hell Prison Phoenix juga adalah seekor Ancestral Beast. Apabila terdapat sedikit saja kecacatan dalam pembentukan manifestasi, maka Skill itu akan menjadi Skill cacat.


Lazarus dan Gladius saling menyerang, begitupun dengan Skill mereka yang saling menggigit dan mencakar.


"Siapa yang mengajarimu tentang Skill itu? Apakah kamu berasal dari alam atas?"


"Aku mempunyai banyak Master yang baik. Mereka mengajari aku segala hal."


Semua orang kesulitan bernafas saat menyaksikan duel itu, bahkan Deviela tidak mengetahui bahwa Lazarus mempunyai Skill yang dapat menyaingi Masternya Gladius. Meskipun Gladius menyegel ranahnya, tetapi dia masih bisa mengalahkan seorang ranah Mythical biasa.


"Urs." Arion terbangun dan menyaksikan lagi pertarungan Lazarus.


Gerakan Gladius perlahan mulai merambat dia merasakan bahwa ada yang tidak beres dari dalam tubuhnya. Dia kemudian segera menjaga jarak dari Lazarus.


"Apakah kamu menyadarinya?" Lazarus bertanya.


"Apakah kamu memasukan sedikit demi sedikit White Fire ke tubuhku?" Gladius bertanya.


"Sudah terlambat untuk menyadarinya dan ini adalah kemenangan ku Frozen Hell Sword Art gaya ke 9 Frozen Soul Slash!" Lazarus menebaskan pedangnya ke arah Gladius.


Gladius berusaha untuk menahan tebasan Lazarus, tetapi tidak ada mana element es pun yang melesat ke arahnya. Namun dia merasakan bagian tubuhnya membeku begitupun dengan jiwa dan pikirannya. Dia membutuhkan sedikit waktu untuk kembali normal. Nine Headed Blazing Hell Dragon Gladius terdiam dan Frozen Hell Prison Phoenix Lazarus dapat menghancurkannya, kemudian menyerang ke arah Gladius yang berdiri membeku.


Semua orang melebarkan matanya karena sekarang adalah waktu Lazarus untuk memenangkan pertempuran. Rhodes, Agathias dan Reese ingin segera menyelamatkan Gladius dari serangan fatal Lazarus.


"Frozen Hell Sword Art gaya pertama Frozen Hell Slash!"


Gladius tiba-tiba melepaskan segel ranahnya dan aura element api berwarna merah tua membara melonjak. Dia menebaskan Artefak Great Sword Garm ke arah Lazarus yang mengakibatkan Ice Phoenix Lazarus hancur dan Lazarus terlempar dengan sangat keras menabrak pepohonan hingga tumbang dan terakhir menabrak sebuah bukit.


"Ahhhk." Lazarus memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, dia merasakan kesakitan saat Gladius tiba-tiba menggunakan serangan kejutan kearahnya.


"Urs!!" Deviela berteriak, kemudian memberikan Arion kepada Sebastian dan terbang ke arah Lazarus untuk membantunya.


"Deviela, aku memerlukan bantuan di sini." Lazarus berkata.


Deviela segera mengendong Lazarus di punggungnya, kemudian terbang ke arah Gladius dan semua orang.


"Master, bukankah kamu mengatakan bahwa kamu akan menyegel ranahmu!" Deviela berteriak.


"Maafkan aku... Aku merasakan kematian dan tidak sengaja melepaskan segel ranahku." Gladius meminta maaf.


"Tuan Gladius, aku kalah! Kamu sangat kuat, kekalahan tetaplah kekalahan." Lazarus berkata seraya meminum Healing Potion yang diberikan oleh Sebastian.


"Urs, aku sudah melanggar peraturan dan kamu adalah pemenang dalam duel ini." Gladius menyarungkan Garms.


"Tidak, di pertarungan asli. Aku pasti sudah mati jika menghadapi kamu. Mungkin hanya sedikit orang di Empat Benua yang bisa menghadapi mu satu lawan satu di level yang sama." Lazarus berkata.


"Hahaha. Baiklah, biarkan duel ini menjadi seri." Sebastian tersenyum lebar.


Lazarus dan Gladius mengangguk.


"Di masa depan kamu akan menyaingi aku dan Heath, bahkan di alam atas kamu adalah bakat yang sangat langka." Gladius berkata dengan suara dingin.


"Tuan Gladius, kamu sudah salah paham. Aku belum melakukan Upacara Kebangkitan ketiga untuk memiliki Job Swordman. Memang mungkin di masa lalu, sebelum aku bangkit kembali menggunakan Vampire Virgin Secret Heart aku mempunyai Job Swordman. Namun sekarang aku hanya mempunyai Job Black Smith dan Beast Master." Lazarus berkata.


"Kamu adalah Swordman yang berbakat! Mengapa kamu tidak membangkitkan Job Swordman sekarang, aku tahu berdasarkan pengalamanmu kamu mempunyai Job Swordman ranah Legendary!" Gladius berteriak.


"Baiklah, besok aku akan pergi ke Kuil untuk melakukan Upacara Kebangkitan dan membangkitkan Job Swordman." Lazarus tersenyum.


"Urs!" Di punggung Arion terlihat 2 sayap burung berwarna hitam kecil, kemudian dia terbang ke arah Lazarus.


"Hahaha. Putraku, apakah kamu sudah bisa terbang?" Lazarus tertawa.


"Ayah." Arion memeluk Lazarus.


Lazarus mempunyai mata berlinang. "Putraku, baru pertama kali kamu menyebutku Ayah. 3 hari lagi kita akan pergi ke rumah kakekmu dan pulang ke wilayah Regulus."


"Urs, kuda!!" Arion menunjuk ke arah seekor kuda emas bersayap burung emas terbang ke arah mereka. Di punggungnya terlihat Daryan yang terkejut melihat melihat wilayah yang hancur berantakan.


"Apa yang terjadi?" Daryan bertanya.


"Daryan, kamu terlambat. Kami menyaksikan pertarungan yang sangat hebat diantara Urs dan Gladius." Agathias tersenyum lebar saat melihat Legendary Beast Golden Pegassus Daryan.


"Bara, gunakan Skill penyembuhan mu kepada Urs!"


"Master, baiklah." Bara menggunakan Skill penyembuhannya kepada Lazarus.


"Light Pegasus?"


"Tepatnya nama jenis dan spesiesnya adalah Golden Light Pegassus. Urs yang membantuku untuk membuatnya berevolusi." Daryan tersenyum.


"Daryan, apakah kamu berhasil membuat kontrak dengannya?" Lazarus bertanya.


"Urs, aku sudah membuat kontrak dengan Bara dan Black Claws juga berhasil berevolusi." Daryan mengeluarkan Black Claw dari Artefak kantung penyimpanan Beast.


Seekor serigala berbulu hitam dengan banyak Rune biru serta lima ekor indah berwarna hitam yang di ujungnya terdapat 5 warna yang berbeda mewakili 5 element. Warna merah adalah element api, warna hijau adalah element angin, warna biru adalah element air dan warna coklat adalah element tanah.


"Five Element Wolf! Bukankah warna bulu mereka berwarna putih dan tidak mempunyai corak seperti Rune?" Reese bertanya.


"Setiap elemennya mewakili bencana alam. Hijau angin topan, biru banjir dan tsunami, merah gunung meletus, kuning petir dan coklat adalah gempa bumi. Di Benua Timur terdapat 9 ekor Beast dan Five Element Wolf ekor lima Gobi adalah peringkat 5 dari Beast berekor." Agathias berkata.


"Meskipun tubuh mereka tidak sekuat Fenrir, tetapi mereka mempunyai kapasitas mana yang besar." White Dragon Aneira berkata.


"Master, aku sudah berhutang banyak kepadamu dan biarkan aku mengikutimu." Black Claws berkata.


"Baiklah, aku akan membuat kontrak denganmu. Blade pasti sangat senang bahwa saudaranya masih hidup."


Jenis: Celestial Five Element Wolf


Lazarus membuat kontrak dengan Black Claws, dia mengetahui di masa depan Black Claws akan menjadi lebih kuat dari Beast King Five Element Wolf Hakuro milik Orion.