
*Gate Dimensi Markas Asosiasi Penyihir cabang Kekaisaran Lion Heart.
Markas asosiasi penyihir Kekaisaran Lion Heart terlihat sangat ramai seperti biasanya. Para Mage berlalu lalang untuk menjual berbagai jenis buku yang berisi skill sihir, Herbal, Artefak, dan Potion.
Seorang wanita cantik berambut coklat panjang, dengan iris mata berwarna amber dan bekas luka sayatan di mata kanannya sedang menyiram bunga di taman Markas Asosiasi Penyihir.
"Kepala cabang!" Seorang penyihir wanita berteriak.
"Rosa, ada apa?"
"Gate dimensi bersinar!"
"Kita harus segera pergi ke sana." Kepala cabang segera berlari bersama Rosa ke arah Gate dimensi.
Semua penyihir sudah berkumpul di depan gerbang besar bersinar emas. Gerbang itu adalah Artefak Rank Legendary Gate Dimensi. Artefak yang hanya berada di Menara Sihir dan markas asosiasi penyihir di setiap Kerajaan. Butuh waktu kurang dari 3 menit untuk berpergian menggunakan Gate dimensi ke Gate dimensi lainnya.
"Siapa orang penting yang menggunakan Gate dimensi? Apakah Bangsawan dari Kerajaan Arsen, Kekaisaran Avalon atau Kekaisaran Albion?" Seseorang bertanya.
"Aku mengira Ketua Magic Tower yang menggunakan Gate dimensi itu. Meskipun, mereka seorang Raja atau Kaisar mereka tidak akan membayar 10 juta Koin Emas untuk satu kali perjalanan dari Kerajaan ke kerajaan lain kecuali kondisi darurat. Mereka, akan lebih memilih memakai jasa perjalanan Guild Perjalanan Aquila." Seseorang menjawab.
Semua orang melihat ke arah Gate dimensi. Mereka penasaran siapa yang akan keluar dari Gate dimensi itu. Bahkan, banyak orang yang bertaruh karena peristiwa yang sangat langka melihat seseorang menggunakan Gate dimensi. Mereka, ingin tahu siapa yang menggunakan Gate dimensi.
Sesaat kemudian tiga orang wanita yang sangat cantik berambut putih keluar dari Gate dimensi. Semua pria di sana terpesona dengan kecantikan tiga wanita itu.
"Bibi Carissa, kita sudah melewati 10 Gate dimensi untuk sampai ke sini. Seharusnya kamu tidak menyia-nyiakan uangmu." Lynelle berkata.
"Aku setuju dengan perkataan Lynelle. Meskipun, kamu hanya membayar 1 juta Koin Emas untuk setiap perjalanan. Akan tetapi, 10 juta Koin emas adalah jumlah yang sangat besar untuk berpergian." Eira menambahkan.
Ketua asosiasi penyihir cabang Kekaisaran Lion Heart menyambut kelompok Carissa. Wajah ketua asosiasi penyihir itu terlihat berseri-seri.
"Carissa!" Ketua cabang berteriak seraya berlari ke arah Carissa.
"Delia?" Carissa melirik ke arah ketua cabang.
Delia memeluk Carissa seperti seorang teman lama yang sudah lama tidak bertemu.
"Carissa, aku merindukanmu, sudah 30 tahun aku tidak mengetahui kabarmu."
"Delia, aku juga merindukanmu, bagaimana kabar Ray?"
"Ray sekarang sudah menjadi Duke Zander di Kerajaan Pendragon. Apakah kedua gadis cantik ini adalah Putri Eira dan Putri Lynelle?"
"Salam Nyonya Delia."
"Tuan Putri panggil saja aku Delia. Apakah aku terlihat sangat tua?" Delia tersenyum.
Eira dan Amarilis menggigil melihat senyuman Delia. Mereka, seperti melihat aura menakutkan dari senyuman Delia.
"Salam Delia."
"Fufufu. Gadis yang sangat baik! Kalian berdua pasti akan jadi teman baik Chloe."
"Delia, apa maksudmu Nona Chloe Zander adalah putrimu? Aku sangat menyukai buku yang ditulisnya! Terutama tentang kisah Gold Dragon yang kesepian." Lynelle memegang tangan Delia.
"Putriku Chloe adalah wanita yang hebat. Dia sudah menikah tiga bulan yang lalu dengan pangeran pertama Aland Pendragon." Delia tersenyum bangga. "Carissa, apa yang kamu lakukan di Kekaisaran Lion Heart?"
"Delia, aku ingin meminta pertanggung jawaban dari Iris!"
"Carissa, bukankah urusanmu dengan Iris sudah berakhir? Kamu dan Alyssa sudah berjanji untuk tidak mengganggu Iris lagi setelah dia menikah dengan Lazarus dan Party dibubarkan?" Delia bertanya.
"Apakah Carissa ingin membalas dendam kematian Lazarus? Akan tetapi, apabila itu sebabnya dia akan bertarung dengan Iris 30 tahun yang lalu." batin Delia.
"Delia, aku hanya ingin meminta penjelasan Iris tentang kematian seorang Pangeran Kekaisaran Boreas."
"Apa maksudmu?" Delia mempunyai ekspresi serius.
"Aku sudah menduga Lazarus mempunyai element mana es yang murni. Namun, aku tidak tahu bahwa dia mempunyai hubungan dengan Kekaisaran Boreas sampai cucunya Blossom mengontrak Raja Roh element es Glacies. Aku tidak boleh membiarkan Blossom di bawa oleh Kekaisaran Boreas! Akan menjadi kerugian yang besar untuk Menara Sihir apabila itu terjadi." batin Delia.
"Delia, aku tidak akan memaksa Blossom untuk bergabung dengan Kekaisaran Boreas. Blossom, berhak memilih jalannya sendiri."
"Bagaimana kamu..."
"Delia, kamu tidak pernah berubah." Carissa tersenyum.
"Cih, apakah semua orang di party kecuali si bodoh dapat menebak isi pikiranku? Carissa, aku akan ikut bersamamu ke Wilayah Regulus. Aku tidak ingin rakyat menderita karena pertarungan kalian berdua."
Lynelle mengeluarkan seekor Legendary Beast Ice Phoenix dari Artefak Kantung Penyimpanan Beast. Seekor Beast jenis burung dengan bulu yang sangat indah berwarna putih dengan gradasi biru, leher yang sedikit lebih panjang dari elang, sayap yang lebar dan yang paling mencolok adalah untaian ekor panjang yang sangat indah, muncul dari Kantung Penyimpanan Beast Lynelle.
Semua orang terpesona dengan Legendary Beast Ice Phoenix berukuran panjang 14 meter dan rentang sayap 18 meter di hadapan mereka.
"Lynelle, terima kasih sudah mengeluarkan aku, ruang penyimpanan terlalu kec." Ice Phoenix itu mendekatkan kepalanya ke arah Lynelle.
"Peach, tenanglah saat sampai di wilayah Regulus kamu dapat terbang dan berburu Beast element es. Kebetulan wilayah Regulus adalah wilayah bersalju." Lynelle mengusap kepala Peach.
"Aa-apakah, Ke-keponakanmu seorang Beast Master yang mengontrak Legendary Beast Ice Phoenix?" Delia bertanya dengan terbata-bata.
Legendary Beast Ice Phoenix adalah salah satu Berat rank tinggi jenis Beast burung yang mempunyai atribut mana element es dan angin. Mereka, mempunyai kekuatan setara Dragon di usia dewasa. Bahkan, Ice Phoenix lebih langka dari Fire Phoenix.
Semua orang menatap Legendary Ice Phoenix itu dengan mata kagum dan sebagian melihatnya dengan mata keserakahan. Inti mana dan bagian tubuh Legendary Beast Ice Phoenix sangat berharga, bahkan setetes darahnya dapat digunakan sebagai Potion Mana Rank Unique.
Clarissa, mengeluarkan aura ranah Legendary. "Apabila kalian ingin menjadi musuh Kekaisaran Boreas. Maka jangan bertindak bodoh!" Clarissa berteriak.
Mendengar nama Kekaisaran Boreas semua orang yang menatap Peach dan Lynelle dengan mata serakah mengurungkan niat mereka. Kekaisaran Boreas adalah salah satu dari 4 Kekaisaran terkuat, menjadi musuh Kekaisaran Boreas sama dengan kematian. Pantas saja Lynelle mengeluarkan Ice Phoenix tanpa rasa takut karena yang berdiri dibelakangnya adalah Kekaisaran Boreas.
Carissa dan yang lainnya menaiki punggung Peach, kemudian pergi ke wilayah Regulus.
...****************...
*Wilayah Regulus.
Iris sedang menunggu kedatangan Alastair dan Winter untuk mendengar berita tentang Melanthios, sudah seminggu Winter dan Alastair pergi ke Hutan Eternal Poison. Meskipun, hanya Winter yang memasuki Hutan, tetapi Iris tetap saja khawatir kepada Alastair.
"Saint! Pasukan Duke Alastair sudah berada di luar gerbang Ibukota!" Richard melaporkan.
"Terima kasih Ksatria Richard, mari kita menyambut kedatangan mereka."
Iris dan Cassandra segera pergi ke gerbang barat ibukota Regulus untuk menyambut Alastair dan yang lainnya. Dia sangat bahagia bisa melihat lagi Lazarus meskipun, hanya berupa kerangka. Iris meneteskan air matanya sudah 30 tahun berlalu, tetapi dia masih merindukan Lazarus.
Iris sampai di gerbang barat Ibukota Regulus, dia melihat Alastair dan pasukannya bersama para Beastman Snow Wolf. Dibelakangnya adalah Winter dan 20 Beast Ice Bear sedang menarik kerangka seekor Naga menggunakan tali yang terbuat dari akar pohon dan tumbuhan rambat. Di iringi oleh pasukan Duke Leandro yang dipimpin oleh Marquis Edgard.
Iris segera menghampiri Alastair dan Winter.
"Alastair dan Tuan Winter apakah kalian menemukan mayat Lazarus?"
Alastair tidak menjawab.
"Manusia, saat aku sampai di sarang Melanthios aku hanya menemukan kerangka Melanthios, tetapi tidak menemukan mayat Lazarus."
Iris berlutut ke tanah. Secercah harapan di hati Iris sudah hilang. Dia sudah mengira Lazarus sudah menjadi abu karena api hitam Melanthios. Namun, hati kecil Iris berusaha menyangkalnya.
"Saint, berdirilah semoga Lazarus tenang di taman Eden." Duke Edgar menghampiri Iris dan membantunya untuk berdiri.
"Manusia, aku belum selesai berbicara."
"Tuan Winter, Anda mengatakan padaku bahwa kamu tidak menemukan mayat ayah... apa yang telah Anda lihat di dalam Hutan Eternal Poison?" Alastair menatap Winter dengan tajam.
"Manusia, aku tidak mengatakannya karena kamu terlihat sangat kacau pada saat itu!"
"Winter, apa yang kamu lihat?" Iris bertanya.
"Manusia, aku mencium bau Lazarus beserta dua ekor Dragon, berbeda jenis di sarang Melanthios."
"Tunggu! Apa maksudmu ayah masih hidup?" Alastair bertanya.
"Manusia, apakah kamu tidak percaya padaku? Ular mencium bau menggunakan lidahnya, dan penciuman ular sangat sensitif terutama mencium bau yang mereka kenal." Winter menjulurkan lidah bercabang dua miliknya.
"Winter, apakah kamu serius? Akan tetapi, sudah 30 tahun sejak Lazarus bertarung dengan Melanthios."
"Manusia, apakah aku bodoh? Aku pergi ke sana dan mengalahkan seekor Legendary Green Dragon tidak murni, yang berevolusi dari Forest Wyvern karna memakan inti Melanthios. Meski kecerdasannya kurang. Namun, dia adalah pengikut setia Melanthios dan dia menceritakan apa yang terjadi."
"Apa yang Green Dragon itu katakan?" Iris berteriak.
"Green Dragon itu melihat seorang manusia, bersama dua ekor Dragon di sarang Melanthios. Salah satu Dragon itu sangat mirip dengan Melanthios, tetapi memiliki kelamin jantan dia yakin bahwa dua Dragon itu anak Melanthios. Dia mengawasi dan melindungi mereka diam-diam dari Beast kuat di kedalaman hutan yang merasakan aura kedua Dragon itu. Dia juga selalu memberi Naga Hitam itu inti Beast diam-diam. Naga Hitam itu sangat tampan—"
"Manusia, aku membutuhkan perjuangan selama dua hari untuk menerjemahkan kisah Green Dragon itu! Green Dragon itu berkata bahwa manusia dan Dragon itu sudah pergi keluar dari hutan dan dia sangat kesepian karena Naga Hitam itu juga ikut pergi."
"Apa, cerita Green Dragon itu bisa di percaya?" Marquis Edgar bertanya.
"Manusia, ingatlah seseorang yang bodoh adalah seseorang yang sangat jujur."
Iris, menangis saat mendengar cerita Winter. Apabila Lazarus masih hidup mengapa dia tidak pulang ke Kekaisaran Lion Heart. Apakah Lazarus tidak merindukan keluarganya? Ataukah dia mempunyai alasan lain.
Winter melihat ke atas langit. Dia merasakan aura yang hampir sama kuat dengannya menuju ke arah sini.
"Berhati-hatilah manusia!"
Sebuah tombak sangat besar yang terbuat dari es melesat dengan cepat ke arah Iris yang sedang menangis.
"Giant Light Shield!"
Iris menggunakan Skillnya sebuah perisai yang sama besarnya dengan tombak itu menahan tombak itu.
Iris terpental ke belakang, tetapi Marquis Edgar segera menangkapnya.
"Terima kasih Tuan Edgar."
"Para pasukan siap bertempur!" Alastair memberi perintah.
"Serangan itu adalah serangan setingkat ranah Legendary. Siapa yang berani menyerang Wilayah Regulus? Apakah salah satu dari empat Duke? Akan tetapi, tidak ada penyihir Element es ranah Legendary di Kekaisaran Lion Heart." batin Alastair.
Bayangan seekor burung perlahan mendekat ke arah pasukan Regulus dan Allan. Semua pasukan melihat seekor Legendary Ice Phoenix yang baru mencapai ranah Grand Demon Beast mendekat ke arah mereka. Ketika Ice Phoenix itu semakin dekat mereka melihat 4 orang gadis yang berada di punggung Ice Phoenix itu.
"Tuan Winter, tolong bantu kami!"
"Cih. Manusia, aku bukan pelindung wilayah Regulus. Semua ini adalah urusan kalian. Maka, selesaikan urusan kalian sendiri. Lazarus, selalu menyelesaikan semua masalah dengan kekuatannya sendiri."
Alastair menggertakan giginya. Meskipun, orang-orang bilang dia lebih berbakat dari Ayahnya. Namun, mengapa dia tidak bisa dibandingkan dengan ayahnya. Ayahnya adalah seorang yatim piatu yang mendapatkan gelar seorang Duke. Namanya dikenal di seluruh Benua. Akan tetapi, mengapa dia selalu berada di dalam bayang-bayang ayahnya.
"Aku adalah putra dari Regulus. Aku harus menjadi lebih kuat! Agar tidak mencemari nama Ayahku!" batin Alastair.
Winter memperhatikan Alastair. "Lazarus kamu mempunyai putra yang menarik! Memang benar buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Namun, dia mempunyai kekurangan dia tidaklah bodoh sepertimu. Apabila itu kamu pasti kamu tidak berpikir dua kali dan langsung menyerang ke arah mereka." batin Winter.
"Iris, kamu menjadi semakin lemah." Carissa dan yang lainnya turun dari punggung Peach.
"Carissa? Delia?" Iris berkata.
"Iris sudah lama tidak bertemu.." Delia tersenyum.
"Apa, yang ingin kalian lakukan di sini?" Alastair berteriak seraya memperkuat auranya.
"Iris, apakah dia putramu? Dia terlihat mirip dengan Lazarus." Carissa melirik Duke Edgar yang memegang tangan Iris dengan senyum sarkas.
"Alastair tenang Carissa dan Delia adalah temanku dan ayahmu, dia tidak akan menyakiti rakyat Regulus." Iris berkata seraya berjalan ke arah Carissa dan Delia.
"Carissa aku membutuhkan penjelasan tentang semua ini."
"Fufufu, Saint seharusnya aku yang meminta penjelasan. Sudah 30 tahun lebih kita tidak bertemu. Apakah kamu sadar akan kesalahanmu dan Altair. Apakah Legendary Beast di sampingmu adalah Beast pelindungmu?'
"Manusia, aku tidak ingin ikut campur urusan kalian." Winter pergi ke arah Peach dan Delia. "Tenang saja burung kecil, aku tidak akan memakan kamu untuk sekarang. Delia, sudah lama tidak bertemu."
"Winter, bagaimana kamu berada di sini? Apakah itu kerangka Naga?"
"Aku mempunyai sebuah bisnis dengan Bangsawan Regulus."
Lynelle melihat Winter dengan mata berbinar. Sedangkan Eira selalu waspada kepada Winter.
"Maafkan aku karena tidak bisa melindungi Lazarus." Iris mengepalkan tangannya.
"Lazarus adalah Pangeran Kekaisaran Boreas. Dia adalah sepupuku yang hilang. Aku memaafkan kamu karena saat itu kamu sedang hamil. Namun, mengapa Altair tidak melarang Lazarus saat pergi untuk menantang Melanthios?"
"Aku tidak mengetahuinya."
"Iris, apakah, kamu dan Altair hanya memanfaatkan Lazarus? Aku sudah curiga tentang kematian Lazarus yang tidak wajar. Iris sekarang sebagai perwakilan Kekaisaran Boreas aku ingin meminta penjelasan."
"Apa yang kamu maksud?"
"Apabila, Kekaisaran Lion Heart tidak memberi penjelasan. Maka, kita akan berperang! Meskipun, di belakangmu adalah Kekaisaran Zephyra dan Light. Kekaisaran Boreas tidak akan mundur!"
"Carissa, jangan lewati batasmu!" Iris memperkuat auranya.
"Iris, aku tidak takut padamu!" Carissa memperkuat auranya.
"Hand Of Earth."
Muncul sebuah tangan raksasa terbuat dari tanah, menggenggam tubuh Iris dan Cassandra. "Tenanglah kalian berdua. Apakah kalian ingin membuat semua orang yang tidak bersalah terlibat?" Delia berkata.
Iris dan Carissa mengangguk, kemudian pergi ke area yang lebih luas untuk bertarung. Winter, Delia, Alastair, Edgar, Eira dan Lynelle mengikuti mereka berdua.
"Blizzard Domain."
"Light Domain."
Iris dan Carissa langsung menggunakan skill terkuatnya. Mereka, akan bertarung habis-habisan.
"Delia, apakah kamu akan memisahkan mereka?"
"Winter, aku takut mereka akan bertarung habis-habisan sampai salah satu dari mereka mati. Aku butuh bantuanmu!"
"Baiklah, aku akan membantumu."
Alastair melirik Winter dengan jijik. Winter belum pernah menyebut nama Iris dan dirinya. Namun, dia memanggil Delia dengan namanya.
"Manusia, aku hanya mengakui seseorang yang pantas untuk di akui."
"Eight Light Ring. Eight Wings Of Light. Armor Of Light."
Iris mengeluarkan skillnya delapan cincin yang terbuat sihir cahaya mengelilingi Iris, tubuhnya dilapisi sihir berbentuk armor cahaya dan di punggungnya terdapat delapan sayap terbuat dari sihir cahaya. Iris seperti seorang malaikat yang terbalut oleh cahaya.
"One Hundred Ice Knight. Blizzard Wings. Snow Queen Dress."
Carissa membentuk 100 Prajurit yang mempunyai senjata yang berbeda-beda dari sihir es. Tubuhnya dilapisi oleh armor berbentuk gaun yang terbuat dari sihir es. Serta di punggungnya terdapat sepasang sayap burung yang terbuat dari sihir es.
"Carissa, kamu sudah memakai armor Rank Epik, tetapi masih melapisinya dengan sihir atribut es."
"Sama sepertimu!"
Ksatria es menerjang ke arah Iris. 8 cincin Cahaya milik Iris menyebar, kemudian menembakan cahaya seperti sebuah laser ke arah para Ksatria Es. Namun, Ksatria es milik Carissa yang hancur terus beregenerasi.
"Baru sebentar mereka sudah menggunakan skill Rank A dan S." Delia berkata.
"Skill One Thausand Army milik Bibi akan terus beregenerasi sampai Bibi kehabisan mana." Eira berkata.
"Awalnya, Carissa hanya bisa mengendalikan 10 Ksatria, tetapi sekarang dia sudah dapat mengendalikan 100. Iris juga awalnya hanya mempunyai enam sayap dan tujuh cincin sekarang dia sudah mempunyai 8 sayap dan 8 cincin. Akan tetapi, mereka masih belum mengeluarkan kartu truf mereka." Delia berujar.
"Pertarungan 2 Mage bintang 8 seperti sebuah bencana! Kebanyakan Mage ranah Legendary adalah bintang tujuh! Mereka berdua selangkah lagi akan menembus ranah Mythical." Eira berteriak.
"Benar mereka menyembunyikannya sangat dalam. Meskipun, mereka berdua Ranah Legendary, tetapi kemampuan mereka setara ranah Mythical." Delia mengangguk.
"Aku sangat iri!" batin Delia.
"Manusia, sangat cepat bertambah kuat! Mereka belum berdua belum genap 100 tahun. Akan tetapi, sudah selangkah lagi menembus Ranah Mythical. Bahkan, kekuatannya sudah setara dengan ranah Mythical tingkat awal." Winter berkata.
"Winter, sekarang kita harus memisahkan mereka, aku takut domain yang mereka buat hancur dan mengakibatkan ibukota Regulus porak poranda."
"Baiklah." Winter menjawab.
"Giant Flame Dragon Spear Art! Dragon Despair!"
Gelombang yang terbuat dari aura mana element api. Memotong Domain Iris dan Carissa. Semua orang terkejut melihat serangan yang tiba-tiba. Skill ini adalah skill yang tidak asing untuk Iris dan Carissa.
"Auuuummm"
Auman Singa terdengar dari jauh. Seorang pria tampan berambut emas dan mata hijau seraya menggenggam Artefak tombak menaiki Legendary Beast Golden Lion melerai pertarungan.
"Iris, Carissa berhenti!" Kaisar Altair berteriak dengan suara menggema. Seketika pertarungan itu berhenti .