LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 189. Pesta Dansa.



Lazarus kembali ke penginapan milik Raja Hector. Semua orang yang berada di penginapan terkejut saat melihat seekor Moonlight Fenrir tiba-tiba memasuki penginapan. Moonlight Fenrir mempunyai bulu putih keperakan yang dapat memantulkan sinar bulan. Apabila di siang hari sekilas Sirius dan White Fang terlihat sama, tetapi bulu Sirius sangat indah dan mencolok di malam hari karena memantulkan cahaya bulan. Kekuatan Sirius juga lebih kuat saat malam hari dan bulan bersinar terang.


"Sir, namaku Ryan! Aku adalah penjaga kandang Beast di penginapan ini. Apakah Lord Fenrir itu adalah Beast kontrakmu?" Seorang pria Beastman Anjing bertanya.


"Namanya adalah Sirius Light. Aku mempunyai seekor Ancient Black Fire Fenrir dan Ancient Ice Fenrir. Apakah kamu ingin menjaga Sirius?"


Ryan mempunyai mata berbinar bagi Beastman anjing dan serigala. Beast Fenrir sama dengan Raja dan pelindung mereka.


"Terima kasih, Sir dan apakah Violet Mink, Slime dan Nine-Headed Darkness Lion itu Beast Kontrakmu juga? Aku akan merawatnya dengan baik." Ryan memberi hormat.


...****************...


Iris dan Lazarus memasuki penginapan, kemudian pergi ke kamarnya di sana mereka bertemu dengan seorang wanita cantik bermata biru dan rambut pendek putih dengan ujung kebiruan.


"Nona Bila, aku tidak mengetahui kamarmu berada di samping kamarku."


"Lazarus? Aku tidak melihatmu kemarin, kemana saja kamu?"


"Aku dan Iris, mempunyai banyak urusan dan tidak kembali ke penginapan."


Adara melihat Lazarus dan Iris sangat berantakan. Dia seperti tahu bahwa Lazarus dan Iris sudah melakukan sesuatu yang melelahkan seperti berolahraga.


"Bila, apakah kamu akan pergi ke pesta dansa di Kastil Blue Light?" Iris bertanya.


"Aku akan pergi ke pesta dansa! Namun, aku harus bersiap-siap terlebih dahulu." Adara menjawab.


Sebenarnya Adara tidak akan menghadiri pesta dansa. Namun saat dia mengetahui Lazarus akan pergi ke pesta dansa, dia berubah pikiran.


Adara kemudian kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri dan memakai gaun terbaik. Entah mengapa dia ingin berpakaian dan berdandan secantik mungkin malam ini.


Alastair, Cassandra dan Blossom menghampiri Lazarus. Mereka terlihat sangat putus asa karena di undang ke pesta dansa oleh Kaisar Aldric, Kaisar Kekaisaran Suci.


"Alastair, apa yang terjadi padamu? Apakah seseorang menindas mu? Katakan padaku dan Iris siapa orang yang menindas mu, aku dan Iris akan memberi mereka pelajaran!"


Alastair menggeleng ringan. "Ayah dan Ibunda kalian kemana saja! Setelah kamu membuat keributan di Kasino Acasha banyak orang kuat dan berkedudukan tinggi yang ingin bertemu denganmu dan membangun hubungan dengan Aliansi The North! Mereka mengobrol denganku sampai larut malam dan aku mengatakan kepada mereka untuk melanjutkannya besok."


"Hahaha. Putra dan Menantuku sungguh hebat! Kemarin aku dan Iris pergi ke suatu tempat untuk suatu urusan. Pergilah dan pakai armor yang aku persiapkan dan Cassandra berdandanlah yang cantik kita akan pergi ke pesta dansa."


"Kakek, apakah Blossom boleh ikut?"


"Blossom kecil ikutlah karena banyak Bangsawan, Kaisar, Pemimpin Kekuatan Besar dan anak-anak seusiamu yang ikut ke pesta dansa. Mungkin kamu akan menemukan teman baru di pesta dansa." Lazarus menjawab.


Lazarus dan Iris masuk ke kamar penginapan. Mereka mandi untuk membersihkan diri dari kotoran dan aroma Beast di tubuh mereka.


Setelah mandi Iris mengeluarkan sebuah gaun perak, dengan hiasan bunga mawar yang sangat indah. Gaun itu adalah gaun yang dipakai Iris saat pertama kali berkencan dengan Lazarus.


"Iris, gaun ini bukankah Gaun yang kamu pakai saat kita pertama kali berkencan 41 tahun yang lalu?" Lazarus bertanya.


"Fufufu, aku menjaganya dengan baik."


"Tunggu! Bukankah tubuhmu telah berkembang setelah menikah denganku? Kelihatannya gaun ini terlalu ketat saat kamu gunakan."


"Lazarus, apakah kamu mengatakan aku gemuk?"


"Tidak! Kamu tidaklah gemuk, tetapi ukuran payudara dan pinggangmu lebih besar dari saat kita pertama kali kencan."


"Diamlah! Aku akan tetap menggunakan gaun ini ke pesta dansa!" Iris berteriak, kemudian memakai gaun berwarna perak itu.


Iris merasakan bagian payudara dan pinggangnya sangat ketat dan gaun itu kekecilan saat dia memakainya. Lekuk indah tubuh Iris tercetak dari luar gaun, tubuh yang sungguh dipahat oleh Dewa dan Dewi.


Lazarus mempunyai wajah merah, kemudian berkata. "Aku tidak ingin kamu memakai gaun itu! Bukankah mata pria akan tertuju kepada tubuh indah milikmu!"


"Aku mengerti, gaun ini terlalu kecil untukku. Namun, aku tidak mempunyai gaun seindah ini di Artefak penyimpanan milikku. Apakah aku akan memakai gaun yang biasa aku pakai?" Iris berkata dengan ekspresi kecewa.


Lazarus mengeluarkan sebuah gaun berwarna hitam dari Cincin Draupnir. Sebuah gaun yang dia buat saat membuat Artefak dan perhiasan. Dia sebenarnya ingin memberi kejutan kepada Iris, tetapi karena banyak sekali urusan dia baru memberikan gaun itu kepada Iris.


"Lazarus, apakah kamu membuatkan gaun itu untukku?" Iris bertanya dengan mata berbinar.


"Aku membuatnya bersama Elder Olga, aku tidak mempunyai keterampilan menjahit yang baik dan Iris selamat hari ulang tahun! Apakah kamu senang mendapatkan banyak hadiah dariku?"


Lazarus membuat gaun dengan model yang sama dengan gaun yang pertama kali Iris pakai saat pertama kali berkencan dengan Lazarus. Dia juga membuat sepatu berwarna ungu tua yang sangat indah dan serasi untuk gaun hitam yang indah.


Iris terharu melihat Lazarus sangat memedulikannya, Lazarus juga masih ingat tentang hari ulang tahun Iris.


"Lazarus, kamu tidak menyakitiku. Aku hanya terharu karena kamu masih memedulikan ku."


"Hahaha. Semua ini adalah hal kecil aku sudah membuat banyak masalah untukmu. Iris, biarkan aku menata rambutmu."


Iris duduk di kursi di dekat cermin, kemudian Lazarus menata rambut perak Iris dan memasangkan Artefak tusuk rambut Moonlight Rose di rambut Iris.


"Lazarus, darimana kamu belajar menata rambut seorang wanita?"


"Aku belajar dari seorang pria buta yang sangat mencintai kekasih dan istrinya." Lazarus menjawab.


Iris sekarang terlihat sangat cantik. Lazarus menata rambut Iris dengan sangat indah. Gaya rambut Updo untuk wanita cantik berambut panjang adalah gaya yang banyak di gunakan di Planet Antares untuk pesta dansa atau pernikahan.



Artefak Hair Pins Moonlight Jade yang berada di rambut Iris menambah kecantikan Iris. Sebagai manusia yang lahir di Planet Antares Iris adalah wanita dengan kecantikan yang langka di bumi.


"Fufufu. Lazarus, apakah kamu terpesona dengan kecantikanku?"


"Iris, meskipun kamu tidak berdandan kamu tetap cantik!" Lazarus memalingkan muka, kemudian mengeluarkan sepasang Artefak Earring yang dia buat di bengkel Black Smith Rhodes. Menggunakan material Phoenix Blood Diamond yang diberikan Duke Adrian dan sebuah Cincin rank Legendary dengan sebuah Kristal Heart Of Ocean.


"Apa ini?" Iris bertanya seraya melihat ke arah sepasang anting berwarna merah dengan sebuah berlian merah yang di potong Brilian Cut.


"Duke Adrian, memberikan aku setengah Material Blood Phoenix Diamond Rank Legendary kepadaku dengan menitipkannya kepada Elder Tyron. Aku sudah mengukir Rune Sihir pertahanan Rank A, Regenerasi mana Rank A+, regenerasi Rank A+, Sihir anti pengontrol pikiran Rank A dan Sihir anti kutukan Rank B. Aku menamakannya anting-anting Blood Phoenix Heart dan Cincin ini adalah cincin yang aku buat untuk melamar Freya dan yang lainnya." Lazarus menjawab.


"Urs, seorang wanita yang yang tulus mencintaimu tidak memedulikan hal yang diberikan olehmu. Mereka akan senang bahkan jika diberikan hal-hal sederhana dari pria yang mereka cintai dan Menghabiskan sisa hidupnya dengan seorang pria yang mereka sayangi." Iris berkata.


"Iris, aku menyayangimu." Lazarus memeluk Iris, kemudian memasang sepasang anting itu di telinga Iris.


"Aku juga sangat mencintaimu," batin Iris.


...****************...


Adara yang menguping dan mengintip pembicaraan Iris dan Lazarus di jendela. Mengambil sebuah Artefak kalung Liontin berwarna merah yang terbuat dari Blood Phoenix Diamond, kemudian mengalungkan di lehernya.


"Cesare, aku yakin Lazarus adalah Reinkarnasi Cesare. Tidak! Tidak! Lazarus adalah Cesare itu sendiri, dia mempunyai wajah, sifat dan mengatakan hal-hal yang sama dengan Cesare."


...****************...


Di dalam ruang jiwa Lazarus.


"Cesare, mengapa Adara menghapus ingatanmu menggunakan sihir terlarang?" Lucius bertanya seraya menggerakkan kudanya.


"Aiyyaaaah, aku lupa mengatakannya kepada Lazarus! Adara menghapus ingatanku karena dia ingin melindungi aku dari seseorang!"


Semua kelahiran Lazarus yang lain mendekat ke arah Cesare. Mereka penasaran siapa orang yang dimaksud oleh Cesare.


"Demon Emperor Chi you adalah tunangan Adara dan aku merebut Adara darinya. Aku juga terbunuh karena bekas luka yang disebabkan oleh Chi You!"


"Apaaa! Bajingan mengapa kamu tidak memberitahukan hal sepenting itu kepada Lazarus! Chi You pasti masih hidup di zaman ke enam." Seorang pria Ras Ashura berambut hitam, tanduk hitam dan tangan empat mencekik leher Cesare dan mengangkatnya ke udara.


"15, maafkan aku!" Cesare meminta maaf seraya menahan rasa sakit cekikan Kelahiran ke 15.


"Hahaha. Sudahlah Lazarus sudah sangat kuat! 15, 9 dan aku sudah mengajarkannya tentang bagaimana menghadapi Ras Demon." 2 tertawa terbahak-bahak.


"Apabila 4 tidak ada di sini Lazarus akan mati sebelum menyelesaikan tugasnya." Kelahiran ke 10 seorang Beastman Singa putih berkata.


"Aku setuju denganmu. Aku juga sudah mengajarkan Lazarus tentang kelemahan Ras Dark Beastman." Seekor Dark Beastman Golden Were Wolf berkata.


"8, kamu lebih tampan dalam bentuk manusia!" Lucius berkata.


"Maafkan aku." Werewolf itu berubah menjadi seorang pria tampan berambut emas dan mata perak.


"Apabila, Lazarus mati kita harus menunggu sangat lama dan saat Lazarus menyelesaikan semuanya..." Seorang pria ras Celestial berkata. "Kita semua akan menghilang."


"Hahaha. Bukankah kita semua adalah Lazarus? Kita juga sudah lama mati! Aku tidak peduli dengan kehidupan. Yang terpenting kita sudah menyelesaikan semua tugas kita."


Semua orang mengangguk.


4 tersenyum seolah-olah mengetahui sesuatu.