LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 308. Silver Dragon Soldrake.



Seekor bayi Silver Dragon dengan sisik berwarna perak perlahan membuka mata untuk pertama kalinya. Seorang pria berambut putih dan mata biru kristal segera mengangkat bayi Dragon itu.


"Ignisia, Titania, kelihatannya anak kalian berjenis kelamin betina."


Sebuah suara di dalam pikiran bayi Dragon itu, kemudian dia mengatakan 6 suku kata namanya. Pria berambut putih terkejut saat mendengar nama bayi Silver Dragon itu, nama yang sangat indah seperti sebuah jiwa perak suci.


Mata emas bayi Silver Dragon itu melirik ke arah 2 Dragon dewasa di belakang pria itu, dia seperti seekor Beast yang sangat lucu dan menggemaskan. Akan tetapi, saat dewasa dia akan menjadi Beast yang akan sangat kuat dan di takuti oleh banyak orang.


"Soldrake, namaku Orion." Pria berambut putih itu tersenyum, kemudian memeluk Soldrake di hamparan salju putih yang sangat indah bagaikan sebuah permata.


Soldrake, Silver Dragon betina yang sangat kuat dan indah penguasa wilayah Winter Flower. Seekor Silver Dragon yang kuat seperti ayahnya dan cerdas seperti ibunya.


"Tuan Orion, apakah kamu ingin membuat kontrak denganku?" Soldrake muda bertanya.


"Soldrake, maafkan aku karena aku sudah mempunyai 72 Beast kontrak dan aku tidak bisa membuat kontrak denganmu." Orion menjawab seraya mengusapkan wajahnya ke wajah Soldrake.


"Soldrake di masa depan kamu akan menemukan seorang Beast Master yang ditakdirkan untuk menjadi tuanmu." Silver Dragon Titania berkata.


"Putriku, kamu sudah dewasa dan bukankah sekarang kamu harus meninggalkan sarang dan mencari seorang Dragon jantan?" Ignis bertanya.


"Soldrake baru menembus ranah Grand Demon Beast. Ignisia, bukankah sebaiknya Soldrake tinggal di sarang sampai dia menembus ranah Legendary Beast?!"


"Ibu, aku akan meninggalkan sarang sekarang. Aku ingin mencari pengalaman di dunia luar, Ibu mengatakan makanan ras humanoid sangat enak dan Master aku akan kembali ke sampingmu. Aku kira aku tidak akan membuat kontrak dengan ras humanoid selain Master." Soldrake tersenyum.


"Soldrake, berhati-hatilah dan ingatlah saat kamu memilih pasanganmu. Pilihlah Dragon jantan yang tidak mementingkan nama, spesies, usia dan ranahmu. Namun, dia harus menjadi Dragon jantan yang tampan dan kuat sepertiku."


"Baiklah." Soldrake terbang meninggalkan semua orang.


"Soldrake ingatlah Kekaisaran Winter Flower adalah rumahmu dan tempat kamu untuk kembali." Orion berteriak seraya terbatuk dan memuntahkan darah.


"Orion, apakah kamu akan mencapai akhir?" Silver Dragon Titania bertanya.


"Titania, aku tidak akan mati sebelum cita-citaku melihat semua ras hidup dengan berdampingan terjadi."


"Orion, semua ras humanoid mempunyai arogansi dan keserakahan. Mereka tidak akan pernah berdamai karena setiap orang mempunyai ego masing-masing."


"Ignisia, perang akan selalu terjadi. Akan tetapi, aku hanya ingin melihat setiap ras seperti Dark Beastman, Beastman, Dwarf, Elf, Manusia, Orc, Demon dan ras lainnya bisa hidup berdampingan. Aku tidak bisa membuat perang tidak terjadi selamanya karena keserakahan, ideologi, kepentingan dan keinginan untuk menjadi penguasa akan selalu ada."


Soldrake berubah menjadi seorang Elf berambut perak panjang dan mata perak. Dia pergi dari satu Kerajaan ke Kerajaan lain, mencicipi makanan enak dan mengumpulkan emas, permata dan kristal.


Soldrake menganggap kehidupan ras humanoid itu sangat menarik, tetapi tidak semua ras humanoid mempunyai sifat yang baik seperti Orion. Selama 200 tahun Soldrake terus belajar memahami sifat dan pengetahuan manusia.


Soldrake mengetahui bahwa ras humanoid dan Beast mempunyai sifat yang berbeda di setiap individu. Ras manusia menganggap semua ras Demon itu jahat, tetapi Soldrake melihat banyak sekali ras Demon yang baik dan sebaliknya terkadang ras manusia lebih jahat daripada ras Beast atau Demon.


Dwarf yang dikenal sebagai ras yang sangat solidaritas, terkadang mempunyai sifat yang sangat jahat karena dibutakan oleh keserakahan mereka.


Soldrake pergi ke Hutan Great Beast tempat tinggal para High Elf. Berbeda dengan Elf biasa High Elf mempunyai kuping yang sedikit lebih panjang, wajah yang rupawan dan mana yang lebih besar dari Elf normal.


"Silver Dragon, apakah kamu pergi ke sini untuk membuat kekacauan?" Seorang gadis High Elf berambut emas panjang, mata emas, tinggi 160 Cm dan dada yang rata menghampiri Soldrake.


Soldrake merasakan ketakutan saat merasakan aura dari wanita itu. Sebagai seekor Beast Dragon dewasa hanya sedikit orang yang dapat menakutinya.


"Forest Queen Alannia, namaku adalah Silver Dragon Soldrake. Aku tidak ingin membuat kekacauan di hutan mu." Soldrake menjawab.


"Soldrake, kamu sangat mirip dengan Titania. Apakah kamu mempunyai hubungan dengannya?"


"Titania adalah Ibuku dan Ignisia adalah ayahku. Meskipun Titania hanyalah julukannya karena bisa membuat kelompok Ice Titan menyerah, tetapi nama aslinya adalah Winda."


"Baiklah, aku akan memperlihatkan Hutan ini kepadaku. Wahai sang Silver Dragon Soldrake, kebetulan aku merasa sangat kesepian karena semua orang lebih menganggap aku Dewi, daripada seorang High Elf."


"Alannia, sebagai ras berumur panjang kamu telah hidup sejak zaman pertama dan mempunyai usia lebih dari 100,000 tahun. Aku mengerti perasaanmu karena kamu bisa hidup lebih panjang dari Demon ranah Mythical dan Beast ranah Mythical." Soldrake berkata.


"Fufufu. Usia panjang terkadang memberikan rasa kesepian, melihat orang-orang mati dan sebuah Kerajaan hancur. Melihat sahabat-sahabatmu mati lebih dulu dan seseorang yang sudah kamu anggap sebagai anakmu sendiri mati lebih dulu." Alannia menatap kosong ke atas langit.


"Benarkah Shura dan Cesare? Apakah kalian masih memperhatikan ku di Taman Eden? Shura apakah seorang wanita bisa membuatmu tidak memandang seorang pun dan Cesare kamu hidup demi wanita dan mati demi wanita." batin Alannia.


Soldrake terus hidup dan mengalami berbagai pengalaman menyenangkan dan menyakitkan. Sebuah pengalaman yang pernah diceritakan oleh Orion dan orang tuanya hingga akhirnya peperangan besar terjadi.


"Tuan Orion, Ayah, Ibu, aku akan berperang bersama kalian! Bukankah, mereka semua sudah membunuh semua keluarga, pengikut dan Kerajaan yang susah payah dibentuk Tuan Orion! Mereka berhak untuk mati dan binasa!" Soldrake berteriak seekor Golden Phoenix menahan Soldrake.


"Soldrake, ingatlah setelah peperangan ini berakhir. Kamu tidak boleh membalas dendam dan terima kasih karena sudah setia kepadaku." Orion mengusapkan wajahnya ke kepala Soldrake.


Soldrake mengingat tentang saat dia pertama kali bertemu dengan Orion dan kenangan-kenangan indah bersama Orion di dalam hati Soldrake kehidupan ini, dia ingin mengikuti Orion


"Putriku, kamu adalah harapan terakhir garis keturunan Ignisia dari istrinya Silver Dragon Winda. Ingatlah tentang aku, ibumu dan 5 saudaramu yang berkorban untuk Tuan kami. Di masa depan kamu harus mempunyai pasangan Dragon jantan yang kuat sepertiku dan mempunyai seorang anak."


"Hahaha. Soldrake kecil, apabila kami mati dalam perang ini dan dimasukan ke dalam dasar Abyss. Kami tidaklah peduli karena kami akan terus mengikuti Tuan kami." Seekor Blue Lightning Thunder Bird berkata.


"Soldrake, ingatlah untuk selalu makan yang banyak karena kamu terlihat sedikit lebih kurus." Seekor Black Fire Long berkata.


"Semoga para Dewa Beast menuntun kamu untuk menemukan takdirmu." Seekor Four-Horned White Deer berkata.


Orion mengangkat Claymore Frostmoure ke udara, kemudian 200 Beast rank tinggi dan 2 juta Beast rank sedang dan rendah mengaum.


"Soldrake, hiduplah dan suatu hari kita akan bertemu lagi." Orion berkata, kemudian melompat ke punggung Ignisia.


"Tuan Orion!" Soldrake berteriak.


Orion berhasil membalaskan semua dendamnya, meskipun mereka semua mati karena pasukan Six King dan Seven Sun. Soldrake dan sisa Beast rank tinggi yang berhutang Budi kepada Orion membuat pasukan Beast yang lebih besar dari pasukan Orion untuk membalaskan dendam kematian Orion.


"Apakah kalian ingin membuat kehancuran yang lebih besar?" Alannia berteriak.


"Green King, Tuan Orion tidak bersalah. Dia hanya ingin melanjutkan salah satu cita-cita Pahlawan Cesare yang belum terwujud di mana semua ras bisa hidup berdampingan. Namun kalian menghancurkan semuanya, kalian membunuh keluarga dan Pengikut Tuan Orion, Menghancurkan Kerajaan yang telah Tuan Orion bentuk dan menghancurkan cita-cita Tuan Orion karena keserakahan dan ketakutan kalian!" Soldrake menjawab.


"Swooossh!"


Sebuah tebasan kegelapan raksasa melesat ke arah Silver Dragon Soldrake, tetapi bisa ditahan dengan mudah menggunakan cakar Silver Dragon Soldrake.


"Ratu Alannia, bernegosiasi tidak akan menghasilkan apapun karena semua Beast itu sudah sangat marah." Moonlight King Deandra berkata.


Reese dan orang-orang kuat dari zaman kedua dan ketiga segera bermunculan satu-persatu. Mereka menatap ke arah gelombang Beast yang sangat besar itu, yang mampu menghancurkan sebuah Benua.


"Agni, Karserin, Gyr... tarik pasukan kalian! Apabila kita berperang sekarang, maka kehancuran dan kematian dari kedua belah pihak tidak dapat dihindarkan!" Seorang pria berarmor emas dengan lambang Gold Dragon berteriak.


"Orang tua, apakah kalian masih hidup? Kalian sudah terlalu Tua untuk melakukan hal itu. Aku Raja Ice Titan tidak akan menarik pasukanku sebelum kalian menebus kematian semua saudaraku." Seekor Ice Titan dengan ukuran tinggi 60 meter berteriak.


"Orion, telah banyak membantu kami dan yang dia harapkan hanyalah semua ras hidup berdampingan. Awalnya kami setuju untuk berdampingan dengan ras humanoid, tetapi kalian sungguh licik karena keserakahan kalian. Kalian membunuh Orion dan yang lainnya." Seekor Cerpelai berbulu putih keperakan sepanjang 80 Cm dengan kuku-kuku yang tajam dan bekas luka di mata kanannya berkata.


"Ras Beastman dan Dark Beastman yang berada di sana. Apabila kalian tidak ingin menjadi musuh para Beast segera bergabung dengan pasukan Beast!" Seekor Beast gajah berkepala 3 berteriak.


Setengah pasukan Beastman dan Dark Beastman bergabung dengan pasukan Beast, sedangkan sisanya tetap mempertahankan ideologi mereka.


"Auuuuuu." 72 Beast rank tinggi dan beberapa Beast kontrak mengaum, melolong, dan memekik.


"Kalian tidak ingin bergabung dengan pasukan Beast karena kalian adalah Beast kontrak ras humanoid, seperti yang dikatakan oleh Orion kalian harus mematuhi Tuan kalian. Kami tidak akan menganggap kalian pengkhianat karena kalian mempunyai tujuan yang berbeda dengan kami." Seekor Rainbow Colour Peacock berkata.


Suasana menjadi tegang, pasukan ras humanoid dan Beast saling berhadapan dan siap untuk pertempuran habis-habisan. Tiba-tiba sebuah celah dimensi raksasa muncul dari atas langit dan kepala seekor Black Dragon Turtle keluar dari celah dimensi itu.


"Great Sage/Baxia!"


Semua orang dan Beast berlutut menyambut kedatangan Baxia. Mereka tidak mengetahui alasan entitas yang hampir seperti seorang Dewa datang kesini, padahal dia belum pernah mencampuri urusan ras humanoid secara langsung sejak awal zaman pertama.


"Orion mengatakan kepadaku bahwa setelah kematiannya akan ada perang yang lebih besar. Para Beast dengarlah jangan simpan dendam kepada ras humanoid sesuai dengan keinginan Orion, dia sudah merencanakan ini semua. Bahkan dia sudah mengetahui dan merencanakan bahwa dia akan mati dalam perang ini. Para ras humanoid akan bersatu jika melawan musuh yang sama dan dia menjadi penjahat untuk perdamaian. Tarik mundur pasukan kalian atau tidak aku akan membunuh kalian semua." Baxia berkata.


"Great Sage, aku sudah mendengar tentang semua kisahmu. Namun aku tidak memercayainya karena belum melihat menggunakan kedua mataku sendiri. Bukankah ukuran bukanlah berarti kamu adalah Beast terkuat?' Beast King Ice Titan menantang Baxia.


"Baiklah, kamu akan dijadikan sebuah contoh." Lidah Baxia mengambil Ice Titan itu, dan Ice Titan itu tidak bisa lepas dari lidah Baxia yang sangat lengket. Meskipun dia sudah menggunakan seluruh kekuatannya.


"Great Sage, ampuni nyawaku!" Kata-kata terakhir Ice Titan itu.


Baxia memuntahkan inti Beast Ice Titan itu ke arah Soldrake.


"Silver Dragon kecil, gunakan inti itu untuk menjadi Beast King dengan menembus Ranah Mythical Beast level 94 di masa depan. Apabila kamu sudah menjadi kuat balaskan dendam kedua orang tuamu sendiri dan aku yakin Orion tidak ingin kamu dibutakan oleh dendam." Baxia berkata.


"Terima kasih, Great Sage." Soldrake menjawab.


Para Beast menarik mundur pasukannya, begitupun dengan pasukan ras humanoid.


"Seven King dan Seven Sun yang berada di sini, aku akan mengingat wajah kalian! Berbeda dengan Black King Reiga dan Ice King Galan yang sudah berusaha menjadi penengah kalian malah membunuh Tuan Orion!" Silver Dragon Soldrake terbang pergi dengan aura haus darah yang intens.


Red King memuntahkan darah.


"Freya, kamu sudah berada di nafas terakhir." Alannia berkata.


"Alannia, aku pantas mendapatkan semua ini. Kamu juga sudah menggunakan semua energi kehidupanmu untuk bertarung dengan Orion. Apakah pilihan kita semua salah?"


"Pilihan kita memanglah salah, semua ini adalah kesalahan kita karena terlambat mengetahui rencana jahat itu. Apabila kita mengetahuinya lebih awal pasti tragedi ini tidak akan terjadi. Kematian ini pantas kita dapatkan sebagai bayaran atas kesalahan kita." Alannia menjawab.


...****************...


*Wilayah Selatan Hutan Cerulean.


"Bagaimana kalian berdua masih hidup dan mengapa kalian berusaha membunuhku dan Soldrake!" Moonlight King Deandra berteriak.


"Bajingan! 2 lawan 3 adalah ketidak seimbangan! Meskipun Iris sudah mengobati Moonlight King dan Silver Dragon Soldrake, kamu sedikit lebih kuat dari awal kita bertemu Dark Hero Floral Melida.


"Leon, lebih baik kita tidak melanjutkan pekerjaan ini. Wilayah Selatan sudah hancur lebur dan bayaran Party kita sungguh sedikit. Tugas kita hanyalah membawa Silver Dragon Soldrake. Kita tidak mempunyai masalah dengan Deandra, Magna dan Hogni." Seorang pria ras manusia dengan rambut merah dengan gradasi jingga menjawab, dia adalah Fire King Apollo.


"Kita tidak dibayar untuk melawan Hogni, Ragnar dan Deandra. Apabila kita melanjutkan pertempuran kita semua akan terluka parah." Seorang High Elf berambut emas dengan sepasang sayap berwarna putih keperakan berkata.


"Apakah kalian sekarang menjadi Marcenary? Siapa orang yang memberikan tugas kepada kalian!" Deandra berteriak.


"Deandra kami dan 9 orang yang sangat kuat membentuk Party Marcenary. Kamu mengetahui bahwa usia panjang sangat membosankan. Kami adalah Party yang sangatlah mahal dan sangat rahasia, kami adalah seorang profesional yang tidak akan membocorkan siapa yang menyewa kami. Akan tetapi, orang itu mempunyai kekuatan yang setara dengan kami." Melida menjawab.


Apollo menatap ke arah Iris. "Wanita itu sungguh cantik? Apakah dia adalah Saint Iris yang merupakan wanita tercantik di zaman ini? Mengapa dia berada di Hutan Cerulean?"


"Leonidas, kamu harus membawa Iris menjauh dari area pertempuran ini. Aku kira Skill penyembuhannya akan sangat merepotkan! Iris, tenang saja kami bersumpah tidak akan melukaimu." Melida berkata.


"Baiklah, Nenek tua." Leonidas terbang dengan cepat ke arah Iris.


Sedangkan Melida menahan Soldrake, Deandra, Magna dan Ragnar.


"Warp!" Sebastian menggunakan skill teleportasi jarak kecilnya untuk memindahkan Lazarus ke depan Iris.


"Bang!!" Cakar Leonidas dan Claymore Frostmoure saling berbenturan. Lazarus dengan bentuk ras Demon miliknya tiba-tiba berada di depan Iris. 6 sayap kelelawar berwarna putih sangatlah indah, beserta ekor putih bersisik, tanduk putih dan rambut putih yang keluar dari Helm dan armornya.


"Siapa kamu!" Leonidas berteriak, kemudian segera terbang menjauh menggunakan sayap petirnya dari Lazarus karena merasakan aura haus darah yang intens.


Semua orang terkejut karena kedatangan Lazarus, terutama Iris dan Soldrake yang merasakan sosok pria itu tidak asing.


"Singa bodoh, berani sekali kamu meletakan Cakarmu kepada Istriku yang sangat cantik." Lazarus berkata.


"Apaaa! Bajingan, apakah kamu tidak mengetahui siapa aku? Kamu hanyalah seorang ranah Legendary! Aku bisa membunuhmu dengan mudah." Leonidas berkata seraya mengeluarkan Claymore berwarna hitam dengan ukiran sihir Rune petir yang rumit.


"Artefak rank Legendary? Tidak bisa dibandingkan dengan Claymore Frostmoure milikku!" Lazarus memperkuat auranya.


"Claymore Frostmoure! Bagaimana kamu mendapatkan Artefak senjata miliknya!" Ketiga orang berteriak serempak. Frostmoure adalah Claymore milik Cesare dan Orion.


Sebastian, Reiga dan Galan segera menyusul Lazarus ke tempat pertempuran. Mereka melihat wilayah itu sudah hancur lebur karena pertempuran.


"Nenek tua, Leonidas, Apollo, aku tidak mengira akan bertemu banyak teman lama." Reiga tersenyum.


"Aku mengira kalian telah mati, tetapi kalian masihlah hidup. Aku pernah mendengar seseorang membunuh seekor Beast King Red Dragon Karserius 50 tahun yang lalu, ternyata itu kamu Apollo!"


"Suara ini! Galan, Reiga!" Apollo berteriak.


"Hahaha. Apa Reiga berada di sini! Bukankah dia sudah mati?" Leonidas berteriak.


"Singa bodoh, jangan lengah atau aku akan memenggal lehermu!" Lazarus dengan cepat menyerang ke arah Leonidas.


Leonidas terkejut karena kekuatan serangan Lazarus seperti seorang ranah Mythical. Dia mengetahui Lazarus sudah mengalami banyak pertempuran hidup dan mati.


"Bajingan!" Petir melapisi tubuh Leonidas dan dia kembali menyerang ke arah Lazarus, tetapi saat dia mengenai tubuh Lazarus ternyata tubuh itu hanyalah Clone.


"Shadow Clone?'


Lazarus menyerang ke arah Leonidas menggunakan Skill White Fire miliknya, tetapi Leonidas berhasil menghindarinya.


"Singa bodoh!" Melida berteriak.


"White Fire Sword Art, gaya Terakhir Giant Slash." Lazarus berteriak seraya menggunakan Skillnya dari atas Leonidas, sebuah bilah api putih melesat ke arahnya.


"Cih serangan seperti ini tidak akan mempan kepadaku!"


"Benarkah?" Lazarus tersenyum.


"Warp!" Sebastian menggunakan Skill teleportasi jarak dekatnya kepada Lazarus, kemudian Lazarus tiba-tiba berada di bawah Leonidas, kemudian dia menggunakan Skill Crimson Fire Sword Art gaya terakhir Giant Crimson Fire Slash.


"Apa!!!" Leonidas terkejut melihat semua itu, tetapi dia tidak bisa menghindar karena apabila dia menghindari serangan dari seorang ranah Legendary dapat melukai harga dirinya sebagai Thunder King.


"Warp!"


Sebastian menggunakan Skill teleportasi jarak dekat miliknya kepada Lazarus. Di bagian depan dan belakang Leonidas yang lain.


"Eternal Darkness Sword Art Gaya Terakhir Giant Eternal Darkness Rage Slash!"


"Light Sword Art Gaya Terakhir Light Of Holy Slash!"


Lazarus menggunakan 2 tebasan lagi dengan element yang berbeda. 4 gelombang tebasan dengan element berbeda mengarah dari belakang, depan, bawah dan Atas Thunder King Leonidas.


"Darimana monster ini lahir!" Leonidas menutupi semua tubuhnya dengan Barrier element petir.


"Archery Light Art! Shooting at the barrier's blind spot!" Lazarus mengeluarkan sebuah Artefak busur berwarna emas, kemudian menembakan anak panah emas yang dialiri element cahaya dengan cepat sebelum Barrier itu terbentuk dengan sempurna. Sehingga Barrier itu gagal terbentuk dengan sempurna.


"Asu!" Leonidas berteriak.


4 cahaya tebasan membentur tubuh Leonidas, tetapi Leonidas berhasil menahannya hanya dengan sedikit luka.


"Siapa kamu darimana asalmu dan bagaimana kamu bisa menggunakan 4 element berbeda yang saling bertolak belakang!" Leonidas berteriak seraya memperkuat auranya, sebagai seorang Thunder King, dia tidak pernah menerima penghinaan seperti ini. Meskipun hanya sedikit goresan, tetapi hal ini merusak harga dirinya.


"Trak! Trak!" Bunyi retakan Artefak Claymorenya dan kemudian hancur.


"Apa!! Claymoreku! Bajingan kamu menghancurkan Artefak senjataku."


"Cih, dia tidak pernah berubah." Galan berkata.


Semua orang mengangguk tanpa sadar.


Lazarus membuka topengnya. Semua orang terkejut saat melihat wajah Lazarus, wajah yang sangat mereka kenali.


"Cesare!" Melida berteriak.


"Orion!" Deandra, Leonidas dan Apollo berteriak.


"Tuan Orion!" Soldrake berteriak.


"Lazarus!" Iris berteriak.


"Singa bodoh, namaku Lazarus Regulus penguasa tanah Regulus dan pemimpin Aliansi The North. Kamu bisa memanggilku Urs The North dan aku adalah suami dari wanita yang ingin kamu serang. Meremehkan musuhmu adalah sebuah kesalahan dan kamu bisa menderita apabila terlalu percaya diri dengan kekuatanmu. Reiga, Sebastian, urus pria jingga itu, Kakek Galan bantu aku mengurus singa bodoh dan Ragnar, Hogni tahan wanita gila itu."


"Baiklah!"


"Tunggu, kita belum selesai berbicara!" Leonidas berteriak.


Galan menerjang ke arah Leonidas. "Bajingan, beraninya Kakek tua sepertimu menyerang Cucuku! Kamu seharusnya bertarung denganku!"


"Galan, tunggu!" Leonidas berteriak seraya menghindari semua serangan Galan.


"Iris, apakah kamu baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja dan Soldrake juga Nona Deandra sudah bertarung satu sama lain dan terluka parah." Iris berkata.


"Sembuhkan mereka dan Hutan Cerulean ini sebentar lagi akan hancur karena menjadi panggung pertumpahan darah." Lazarus berkata.


"Urs, kami menemukan 7000 orang yang bersembunyi di wilayah selatan! Mereka berasal dari Kekaisaran Dark Beastman, Kekaisaran Black Dessert, Kekaisaran Zephyra dan Kekuatan besar lainnya." Julian berkata menggunakan Raegal Earring.


"Sembuhkan mereka dan bawa mereka ke tempat yang aman. Jangan pergi ke tempatku karena di sini ada pertarungan yang besar."


"Aku mengerti." Julian berkata seraya menatap ke wilayah pertarungan Lazarus dari atas langit.


"Urs, siapa kamu?" batin Julian.


"Berhenti! Apabila kita terus bertarung. Akan banyak orang yang mati!" Melida berteriak.


"Reiga, semua ini berada diluar rencana. Kami juga hanya mendapatkan bayaran untuk membawa Soldrake." Apollo berkata.


"Meskipun kami mempunyai keberhasilan 100% dalam menjalankan 1000 misi, tetapi kami semua harus mundur dan menyerah!" Melida berteriak.


"Hahaha. Kalian sudah tidak diuntungkan! Mengapa kami harus membiarkan kalian mundur?" Ragnar bertanya.


"Berhenti!" Lazarus berteriak.


"Urs, mengapa kita harus berhenti?" Sebastian bertanya.


"Aku bilang berhenti!" Lazarus berteriak.


"Kalian sangat beruntung!" Magna berkata seraya menyemburkan asam korosif dan pergi ke arah Lazarus.


"Mari kita bernegosiasi!" Apollo berteriak.


"Baiklah, mari kita bernegosiasi karena pertarungan akan merugikan semua pihak!" Lazarus berteriak.


"Leon, kamu beruntung!" Galan berteriak.


"Galan, apabila aku mempunyai Artefak Rank Mythical sepertimu. Kamu tidak mempunyai kesempatan untuk mengalahkanku!" Leonidas berteriak.


"Hahaha. Artefak Claymore Aurora adalah hadiah dari cucuku." Galan tertawa.


"Apa!"