LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 402. Mencari Beast Kontrak II



Kelompok Lazarus sampai ke Wyvern Valley di Pergunungan Helios. Semua orang melihat sebuah wilayah luas yang sangat indah yang dikelilingi oleh bukit dan gunung, di tengahnya adalah sebuah danau yang sangat indah.


Berbagai jenis Beast Wyvern terbang dan memakan ikan yang berada di danau. Sepasang Green Forest Wyvern sedang berjemur di bawah sinar matahari dan banyak Wyvern muda yang belajar terbang.


"Roooarr." Bronze Dragon Ruu, Black Dragon Magna dan Gold Dragon Xanthus terbang ke arah kelompok Lazarus.


Arion dan yang lainnya menatap 3 Dragon yang lebih besar dari Asterion itu dengan mata penuh ketakutan. Mereka mengetahui Beast Dragon adalah salah satu Beast terkuat di Planet Antares.


"Tuan Urs, apa yang kamu lakukan di lembah Wyvern?" Gold Dragon Xanthus bertanya.


"Aku hanya mengawasi anak-anak ku untuk mencari Beast kontrak mereka." Lazarus menjawab.


3 Dragon itu melihat ke arah Alastair dan yang lainnya, kemudian berubah ke dalam bentuk manusia. Mereka tidak ingin menakuti Arion dan yang lainnya.


"Hahaha. Kalian sangat beruntung karena sekarang adalah musim Wyvern berkembang biak, tetapi membuat kontrak dengan Wyvern tergantung dengan keberuntungan kalian. Wyvern adalah Beast bergaris darah Dragon yang sangat arogan dan sombong." Ruu dalam wujud seorang pria tampan ras Elf berambut coklat perunggu dan mata hijau tersenyum.


"Urs, banyak sekali Wyvern Variant yang terlahir dan di masa depan mereka dapat berevolusi menjadi Dragon tidak murni. Two-Headed Golden Wyvern, Black Wyvern, Silver Armor Wyvern dan Wyvern muda lainnya sangat layak untuk menjadi Beast kontrak." Gold Dragon Xanthus dalam wujud seorang pria berambut emas dan mata perak berkata.


Gardenia, Ariana, Akira dan Veronika menutup mata mereka saat melihat wujud humanoid 3 Dragon itu.


"Hahaha. Biarkan mereka memilihnya sendiri dan sebaiknya kalian memakai pakaian." Lazarus memberikan pakaian kepada Xanthus dan yang lainnya.


Arion dan yang lainnya menatap ke arah Lazarus, mereka ingin mengetahui apa yang akan dilakukan selanjutnya. Apabila mereka mendekati Beast Wyvern dewasa yang sudah menembus ranah Epik Beast, mereka pasti akan tercabik oleh cakar dan gigi Wyvern dewasa yang tajam.


"Asterion."


"Baiklah." Asterion terbang ke angkasa.


"Roooaaar." Asterion mengaum dengan sangat keras, sesaat kemudian Wyvern dewasa yang sudah menembus ranah Epik Beast dan Wyvern muda yang sudah menembus ranah Demon Beast dan Grand Demon Beast terbang ke belakang 3 Beast Dragon. Hanya War Beast Wyvern dan Magical Beast Wyvern yang berada di sana.


"Roooarr." Seekor Epik Beast Black Wyvern mengulurkan kepalanya ke arah Lazarus, dia seperti sangat mengenal Lazarus.


"Hahaha. Laura, apakah sayapmu sudah sembuh." Lazarus tertawa dan mengelus kepala Laura.


Alastair memberikan Skill Card untuk mengontrak Beast kepada Arion dan yang lainnya.


"Setiap Wyvern mempunyai sifat yang berbeda, kalian harus berusaha untuk mereka setuju menjadi Beast kontrak kalian. Beri mereka dengan makanan, kalahkan mereka dalam pertempuran dan gunakan cara apapun untuk menaklukkannya. Namun yang paling penting adalah keberuntungan kalian untuk bisa membuat kontrak dengan Beast rank sedang." Lazarus berkata.


Ariana, Akari, Akihiro, Veronica dan Aris menarik kaos Lazarus.


"Apakah kalian tidak ingin membuat kontrak dengan Wyvern?" Lazarus bertanya.


"Aku ingin membuat kontrak dengan seekor Beast harimau. Aku sangat menyukai Goldie, dia adalah harimau besar yang sangat baik." Akari tersenyum manis.


"Aku ingin membuat kontrak dengan Beast burung." Ariana berkata.


"Urs, aku ingin membuat kontrak dengan seekor Beast ular. Aku teringat tentang Rainbow, Goldinia, Calista dan Crimson yang sangat cantik." Veronica berkata.


"Kakek Urs, Aku ingin membuat kontrak dengan seekor Beast singa. Aku sangat menyukai bermain dengan Beast singa paman Alastair." Charon berkata.


"Aku ingin membuat kontrak dengan seekor Beast element air karena aku pernah hampir tenggelam di danau es." Akihiro mengingat pelatihannya dengan Akira.


Gardenia, Leonhart dan Arion menatap ke arah Beast Wyvern muda, mereka perlahan berjalan ke arah gerombolan Wyvern muda. Gardenia melirik ke arah Green Forest Wyvern berukuran 1 meter, kemudian mengeluarkan bekal makanannya.


"Kamu sangat cantik, apakah kamu ingin ikut bersamaku?" Gardenia perlahan berjalan ke arah Wyvern muda itu seraya memperlihatkan bekal makanannya yang berupa buah, kentang dan daging panggang.


Green Forest Wyvern itu menatap Gardenia, dia berhati-hati dengan Gardenia yang berjalan mendekatinya.


Gardenia mengulurkan tangannya untuk memberikan bekal makanannya kepada Green Forest Wyvern muda.


Merasa terancam Green Forest Wyvern muda mendesis ke arah Gardenia, kemudian Gardenia terkejut dan tersungkur ke tanah. Green Forest muda itu melompat, kemudian meluncur di udara karena dia belum bisa terbang dan menyelam ke dalam danau.


"Gardenia, Beast muda yang belum pernah berburu sangat takut melihat sesuatu yang asing. Kelihatannya Green Forest Wyvern itu baru berusia 2 minggu dan belum bisa terbang!" Lazarus berteriak.


"Saudari, kamu harus berusaha lebih keras!" Akari berteriak.


Gardenia mengangguk.


Leonhart melihat seekor Two-Headed Golden Wyvern bersisik emas sedang duduk di sebuah batu besar di dekat sungai. Two Headed Golden Wyvern sangat langka, bahkan mempunyai peluang lebih besar untuk berevolusi menjadi Beast Dragon tidak murni.


"Hahaha. Aku sangat beruntung, kamu akan menjadi rekanku hari ini!" Leonhart tertawa dan mengeluarkan Artefak Black Lion Long Sword Rank Epik.


Arion memperhatikan semua Wyvern muda. Dia memilih Beast Wyvern muda yang sangat berbakat seperti Black Wyvern Despair milik Landon yang sudah berevolusi menjadi Black Dragon tidak murni. Bahkan saat dia masih menjadi seekor Wyvern Despair bisa mengalahkan Beast Dragon berdarah murni di ranah yang sama.


Seekor Fire Wyvern muda mendekat ke arah Arion seraya menggeram dan memperlihatkan giginya yang tajam.


"Apakah kamu menantang ku?" Arion tersenyum seraya membawa Artefak Kusarigama/sabit dan rantai.


"Saudara, aku kehilangannya saat bertarung dengan Urs. Ternyata kamu yang mencuri Artefak Kusarigama milikku!" Akari berteriak.


"Aku hanya meminjamnya." Arion tersenyum.


Beast Fire Wyvern muda itu menyemburkan api ke arah Arion, tetapi dia berhasil menghindarinya.


"Shadow Step."


"Chain Art!"


Arion menggunakan skill gerakan kegelapan, kemudian mengayunkan rantai ke arah Beast Fire Wyvern muda dan berhasil mengikat kakinya.


"Roooar." Beast Fire Wyvern muda mengaum.


"Sekarang kamu akan menjadi tunggangan ku!" Arion tersenyum lebar seraya menarik rantai itu dengan semua kekuatannya.


Beast Fire Wyvern muda melebarkan sayapnya, kemudian membawa Arion terbang ke angkasa.


"Saudara!" Akari berteriak.


"Akari, Arion mempunyai sayap, dia bisa terbang dan akan baik-baik saja." Akihiro berkata.


"Tidak, aku mengkhawatirkan Artefak Kusarigama milikku." Akari berkata.


"..."


Arion melebarkan sayapnya, kemudian mengeluarkan Short Sword Darkness Dragon Rank Epik pemberian Lazarus. Tangan kirinya terus menggenggam rantai yang mengikat Fire Wyvern muda dengan erat.


"Darkness Wind Sword Art!" Arion mulai menyerang Beast Fire Wyvern muda.


Beast Fire Wyvern muda menyemburkan api ke arah Arion, tetapi Arion berhasil menghindar dan berayun dengan rantai ke atas punggung Beast Fire Wyvern itu.


"Hahaha. Sekarang kamu adalah milikku." Arion tertawa seraya mengeluarkan kertas sihir kontrak jiwa pemberian Lazarus.


"Roooarr."


"Apakah kamu berpikir aku akan menyerah hanya dengan seperti ini?" Arion tersenyum.


Beast Fire Wyvern itu keluar dari dasar sungai, kemudian melihat sebuah pohon, dia ingin menabrakkan dirinya dan Arion ke sebuah pohon.


"Hahaha. Kelihatannya kamu hanya menggertak." Arion tersenyum.


Seolah-olah mengerti hinaan Arion, dia dengan cepat terbang ke arah pohon itu.


"Apakah kamu serius akan menabrakkan diri ke pohon itu? Kita berdua akan terluka parah!" Arion berteriak.


Arion segera melepaskan rantainya dari tubuh Beast Fire Wyvern sebelum menabrak pohon, tetapi Beast Fire Wyvern itu segera mengubah arah terbangnya ke atas sesaat sebelum menabrak pohon.


Beast Fire Wyvern itu memalingkan kepalanya ke arah Arion seraya tersenyum halus seolah-olah mengatakan dia adalah pemenangnya. Beast Fire Wyvern muda itu segera pergi seraya menunjukkan kepada Arion Skill terbangnya yang indah.


"Beast yang sangat licik!" Arion menggeram marah karena merasa Beast Fire Wyvern muda itu telah menipunya.


Semua orang yang melihatnya tertarik dengan kecerdasan Fire Wyvern muda itu, dia sangat ahli dalam terbang, cerdas dan mempunyai insting bertarung yang sangat bagus.


"Laurel, kamu adalah Alpa Wyvern di sini. Bisakah aku membawa Beast Fire Wyvern itu ke wilayah Regulus?" Lazarus bertanya.


Laurel terbang ke arah Fire Wyvern itu, sesaat kemudian dia membawa Fire Wyvern muda itu ke arah Lazarus.


Beast Fire Wyvern itu menggeram ke arah Lazarus, tetapi Asterion segera menatapnya dengan tajam. Instingnya mengatakan bahwa dia tidak mematuhi perintah Lazarus, dia pasti akan mati.


"Hahaha. Beast Fire Wyvern yang sangat cerdas." Lazarus mengelus leher Beast Wyvern muda itu.


"Wrath yang berarti kemarahan, sekarang itulah namamu." Lazarus berkata seraya memberikan Wrath Inti Demon Beast element api.


Mata Wrath berbinar, kemudian memakan inti Beast itu dan mengusapkan wajahnya ke wajah Lazarus.


"Betina yang sangat baik." Lazarus tersenyum.


Arion mencari Beast Wyvern lagi, dia menatap ke arah Storm Wyvern dengan sisik berwarna ungu kehitaman. Dia berjalan ke arah Storm Wyvern itu, tetapi Storm Wyvern itu segera terbang menghindar dari Arion.


"Apakah aku tidak cocok membuat kontrak dengan Beast Wyvern?" Arion bertanya.


Cahaya energi mana api memutari tubuh Arion, kemudian berubah menjadi seekor Beast Dragon yang terbuat dari api berukuran 10 Cm.


"Ayah!" Arion berteriak.


"Spirit King Salamander, dia sepertinya ingin mengatakan sesuatu atau meminta tolong kepadamu. Kamu harus mengikutinya siapa tahu dia memberikan herbal atau material berharga kepadamu!" Lazarus berteriak.


Spirit King element api Salamander terbang ke dalam hutan, kemudian Arion berlari mengikutinya.


"Ruu awasi Arion, meskipun tempat ini aman. Akan tetapi, aku masih khawatir kepada Arion, Deviela akan membunuhku jika sesuatu yang buruk terjadi padanya." Lazarus berkata.


"Baiklah." Bronze Dragon Ruu menjawab.


"Sekarang, kita harus melihat apa yang terjadi kepada kedua singa kecil ku." Lazarus berkata.


Gardenia diikuti oleh banyak Beast Wyvern muda, tetapi saat Gardenia mendekat mereka terbang ketakutan. Gadis Beastman singa berambut emas dan mata biru itu terlihat sangat kesal, kemudian menatap ke arah Leonhart yang sedang bertarung dengan Two-Headed Golden Wyvern.


"Kamu sangat kuat!" Leonhart terengah-engah dan berusaha untuk bangkit.


"Roooarr." Beast itu berbaring malas, seolah-olah Leonhart bukanlah lawan yang pantas untuknya.


"Saudara, apakah kamu sudah mengontrak Beast Wyvern itu?" Gardenia bertanya seraya membawa bekal makanannya.


Beast Wyvern berkepala dua itu menatap ke arah Gardenia, kemudian bangkit dan perlahan berjalan ke arah Gardenia.


Lazarus segera menaiki punggung Asterion, kemudian terbang ke belakang Leonhart dan Gardenia. Mereka mengetahui bahwa Two-Headed Golden Wyvern itu menatap Gardenia seperti makanan.


"Pergilah." Asterion berkata.


"Tunggu, kelihatannya dia sangat kelaparan." Gardenia memberikan makanannya kepada Two-Headed Golden Wyvern.


Two-Headed Golden Wyvern itu segera memakan bekal Gardenia, kemudian mengusapkan kedua kepalanya ke arah Gardenia.


"Gardenia, cepat keluarkan kertas sihir kontrak yang sudah aku berikan!" Lazarus berteriak.


Gardenia mengeluarkan kertas sihir kontrak, kemudian membuat kontrak dengan Two-Headed Golden Wyvern itu. Kontrak akhirnya terbentuk.


Leonhart melebarkan matanya, dia sudah bertarung mati-matian dengan Two-Headed Golden Wyvern itu. Namun Two-Headed Golden Wyvern itu lebih memilih membuat kontrak dengan Gardenia. Apakah hal ini yang di sebut keberuntungan dan takdir yang telah dikatakan oleh Urs.


"Urs, aku sudah membuat kontrak dengannya." Gardenia tersenyum.


"Bakat, Gardenia sepertinya kamu mempunyai bakat untuk menjadi seorang Beast Master." Black Dragon Asterion berkata.


"Gardenia, berikan dia nama." Lazarus berkata.


"Valerian." Gardenia berkata.


"Roooarr." Two-Headed Golden Wyvern itu senang saat Gardenia memberinya nama.


Leonhart kecewa karena dia ingin mengontrak Beast Wyvern itu, tetapi Beast Wyvern itu lebih memilih Gardenia.


Lazarus berjalan ke arah Leonhart, kemudian mengelus kepalanya. "Setiap orang mempunyai kecocokan terhadap Beast, kelihatannya kamu tidak mempunyai Afinitas untuk membuat kontrak dengan Beast Wyvern dan Dragon. Mari kita pergi ke sarang kucing besar, burung, Griffin, ular dan Beast air untuk mencari Beast kontrak yang tepat untukmu."


"Ayah, benarkah?" Leonhart menatap Lazarus dengan mata berbinar.


"Aku tidak berbohong." Lazarus mengangguk. "Apakah kamu sekarang bisa menyebutku Ayah?"


"Urs, aku sangat menyayangimu. Apakah arti sebuah nama karena aku menyayangimu sebagai Urs dan Ayahku." Leonhart memeluk Lazarus.


Arion sampai ke kedalaman Hutan, kemudian melihat seekor bayi Beast Wyvern bersisik hitam sedang tertidur lelap di depan Goa.


"Tidak, Beast Wyvern itu mempunyai 4 kaki. Black Dragon!" batin Arion.


Beast Black Dragon betina muda itu menatap ke arah Arion, kemudian menggeram dan menyemburkan air dengan kecepatan tinggi ke arah Arion.


Arion mengulurkan tangannya ke arah Beast Black Dragon itu, dia mengeluarkan banyak daging kering. Beast Black Dragon itu berlari dan memakan daging kering itu, sesaat kemudian bayi Beast Black Dragon itu terjatuh dengan nafas terengah-engah.


"Apakah dia sakit? Aku harus segera menolongnya dan membawanya untuk di obati." Arion memeluk bayi Beast Black Dragon itu, kemudian terbang dengan cepat ke arah Lazarus.


"Beast cacat, aku mengira bayi Black Dragon cacat yang di selamatkan oleh Magna dari orang tua yang ingin membunuhnya sudah menjadi santapan Beast Wyvern. Akan tetapi, takdir berkata lain dan dia temukan oleh putra Tuan Urs. Apakah semua ini sudah menjadi takdir 3 Dewa Dragon?" Bronze Dragon Ruu bertanya.