
"Aku menyandera seorang penjaga untuk memberitahu aku apa yang terjadi saat aku berada di dalam penjara. Pengawal itu mengatakan Ibu angkat Long Yuanba di hukum mati dengan cara di penggal di hadapan semua orang, sedangkan keluarga Feng di jadikan sebagai budak seumur hidup di pertambangan dan sebagian keluarga Feng memilih berkhianat dan menjilat Kaisar Baru."
Semua orang mempunyai wajah merah karena marah. Mereka tidak menduga pengikut Lucius yang merupakan keluarganya sendiri tega untuk mengkhianati Lucius.
"Aku yang marah membunuh penjaga itu dan membantai para selir, keluarga Bangsawan dan pengikut permaisuri yang berada di Istana Kekaisaran. Mereka mengira aku adalah ayah karena rambut perak, mata perak yang ditutupi oleh kegelapan malam. Sebagai seorang Vampire aku bisa melihat dengan jelas di kegelapan dan kemampuan regenerasi yang sangat cepat. Kebetulan pada saat itu tidak ada seseorang ranah Mythical yang menjaga Istana karena mereka pergi ke Kerajaan tetangga untuk menjalin hubungan diplomatik."
"Mereka pantas mendapatkannya!" 9 berkata.
Semua orang merasa lega tentang kisah balas dendam Lucius. Mereka berpikir setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapatkan balasannya.
"Aku melihat Keluarga Feng yang makmur menjadi budak dan di siksa oleh anggota keluarga Feng lainnya. Aku yang tidak dapat menahan amarah, kemudian membantai dan membunuh keluarga Feng yang berkhianat. Lalu membawa anggota keluarga Feng yang tersisa ke sarang Mythical Beast Golden Phoenix di Pergunungan Green Bear. Aku menitipkan keluarga Feng yang tersisa kepada Mythical Beast Golden Phoenix itu karena dia adalah Beast yang paling aku percayai."
Semua orang yang berada disana sangat kagum dengan Lucius. Meskipun Lucius terlihat sebagai orang jahat, kejam dan tidak mempunyai hati. Namun dia awalnya adalah seorang pria yang sangat baik dan berani.
"Mythical Beast Golden Phoenix, Fenghuang Jin San awalnya adalah musuhku. Kami sudah puluhan kali bertarung dan berakhir seri. Aku juga menancapkan tombak Rank Mythical Dragon&Phoenix sebagai inti Barrier untuk melindungi keluarga Feng yang tersisa."
Note: Tombak yang dipakai Panglima perang Feng Long / Paman Feng Xueyin.
"Seorang pelayan datang kepadaku dan memberikan buku yang di titipkan ayahku. Di buku itu tertulis nama asli ayahku, Namaku di Benua Barat dan tempat tinggal ayahku, kemudian pelayan itu membunuh dirinya sendiri dengan sebuah pisau karena dia adalah pelayan yang membocorkan rahasia tentang Ibu angkat Long Yuanba adalah seorang wanita. Dia sebenarnya juga mencintaiku dan sangat marah saat melihat Ibu angkat Long Yuanba mencium aku di malam itu."
Semua orang terkejut mendengar kisah Lucius. Wanita yang cemburu bagaikan sebuah pedang yang menikam ke arah jantung. Terkadang karena cemburu buta mereka menciptakan sebuah tragedi yang besar. Seperti halnya kisah Kelahiran ke 16 Jiang Yun.
"Aku membantai semua orang di Kekaisaran Azure Liong dan Kerajaan Tetangga menggunakan semua cara. Racun, Api, Pedang, Tombak, Adu Domba, Jarum dan hal lainnya yang tidak terpuji. Satu tahun berlalu aku bersembunyi dan membuat kelompok pemberontakan Silver Night yang meneror setiap orang yang ikut dalam kudeta Kekaisaran Azure Liong. Sampai 70 tahun kemudian aku menembus ranah Mythical dan terus melakukan pembantaian, kemudian terkenal di seluruh Benua Timur. Hingga akhirnya aku dan kelompokku terkepung oleh pasukan Aliansi di Pantai Blue Sea Liong tempat ayah dan ibuku bertemu. Pada saat itu aku sudah sekarat dan menunggu kematian, tetapi ayahku tiba-tiba menyelamatkanku dan menghancurkan pasukan Aliansi Kerajaan, Kekaisaran dan Semua orang yang ingin membunuhku. Aku tertidur dan pingsan. Ketika aku membuka mataku ayahku Adonis sudah tidak berada di sana hanya menyisakan mayat-mayat yang dihinggapi banyak Beast serangga dan dimakan oleh Beast-Beast liar. Kekaisaran Azure Liong sekarang sudah benar-benar runtuh karena rakyat yang tertindas sudah berani melawan tirani." Lucius berkata dengan mata merah.
"Tunggu, bukankah kisahmu sudah berakhir dan kamu bisa membangun Kekaisaran Golden Sun?" Lazarus bertanya.
Lucius meneteskan air mata ke pipinya. Dia mengetahui bahwa semua ini baru awal dari sebuah tragedi yang lebih besar.
"Lazarus, merasakan banyak dendam dan kebencian di Benua Timur. Aku memutuskan pergi ke Benua Selatan untuk mencari ayahku. Namun perahu yang aku naiki karam dan aku terpaksa berenang sampai ke daratan yang ternyata Benua Barat. Di sana aku bertemu seseorang yang memberiku tempat tinggal dan makanan, tetapi orang itu punya maksud lain dia ingin menjual ku kepada para Bangsawan Benua Barat sebagai budak. Aku, kemudian membantai orang itu dan semua anggota Guild Pedagang Budak di sana aku tidak lagi memercayai orang lain, kecuali diriku sendiri. Aku belajar semua manusia itu lebih buruk dari Demon dan Beast, kebanyakan manusia sangat licik dan manipulatif mereka hanya menginginkan keuntungan untuk dirinya sendiri dan tidak memedulikan orang lain."
Lazarus dan yang lainnya mengangguk. Mereka juga sudah merasakan bagaimana rasanya di khianati.
"Tetapi, di balik kumpulan sampah pasti ada sekuntum bunga indah yang tumbuh. Aku berusaha melindungi orang-orang baik dengan membunuh orang-orang jahat agar Planet Antares menjadi lebih baik di masa depan. Akhirnya orang-orang jahat menyalahkan setiap pembantaian dan pembunuhan yang mereka lakukan kepadaku dan memberi aku julukan The Silver Night Slaughter King. Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar akhirnya membentuk Aliansi dan memburuku, tetapi aku pada saat itu sudah berlevel 97 dan sangat kuat. Aku berhasil membantai mereka semua yang ingin membunuhku entah itu orang jahat atau baik dan tetap yakin kepada keyakinanku. Pedang dan Tombakku sudah berlumuran banyak darah jadi aku menculik seorang Priest untuk melakukan Upacara Kebangkitan dan akhirnya aku memilih Job Assasins. Selama 3000 tahun aku terus membantai sampai menjadi musuh 4 Benua. Di sana aku menemukan Nine Element Schyte Regalia di suatu reruntuhan kuno dan menjadikannya senjata utamaku."
"Lazarus, Regalia sebenarnya adalah Artefak milikku." 3 Seorang pria berambut hijau menutupi matanya berkata.
Semua orang melirik ke arah kelahiran ke 3. Mereka mengetahui 3 adalah seseorang yang mempunyai kekuatan sebanding dengan semua kelahiran urutan sepuluh besar.
"3, apakah kamu membuang Regalia ke alam bawah?" Lazarus bertanya.
"Regalia, adalah Artefak gagal yang istriku buat. Dia kemudian membuangnya ke pusaran dimensi. Aku tidak mengetahui Regalia akhirnya ditemukan oleh Lucius. Menurutku aku dan istriku juga mempunyai bagian dalam tragedi ini." 3 menjawab.
Semua orang menunduk ke bawah. Artefak Rank Mythical yang dibuat di alam atas sudah jelas merupakan Artefak rank Mythical kualitas tinggi di alam bawah.
"Dewi Thanatos datang kepadaku untuk menjadikanku Apostlenya. Aku menerima tawaran Dewi Thanatos karena aku membutuhkan kekuatan. Pada saat itu aku terus membantai sampai akhirnya Benua Barat, Benua Utara dan Benua Timur tidak lagi menantang aku. Di sana Benua Selatan yang tetap diam saja menggunakan cara licik dan menyergap aku saat aku lengah. Namun ayahku Adonis Silver Moon segera menyelamatkan dan membawaku ke Black Fortress, meskipun banyak Demon, Vampire, Dark Beastman dan Demon King yang tidak setuju dengan ayahku Adonis. Aku menggunakan Nama Lucius Gilbert Silver Moon di Benua Selatan Moonlight. Aku menanyakan mengapa ayah meninggalkan aku dan Ibu di Benua Timur. Mengapa ayah dulu hanya menyelamatkanku dan tidak membawaku pergi bersamanya. Namun ayah hanya diam tanpa mengucapkan apa-apa dengan wajah dingin tanpa rasa bersalah. Aku memohon agar ayahku membunuhku karena aku sudah tidak mempunyai tujuan hidup dan nyawaku adalah milik ibu dan ayahku yang telah membuat aku terlahir di dunia yang kejam ini."
Semua orang mempunyai ekspresi tegang di wajahnya. Mereka ingin mengetahui kelanjutan kisah Lucius.
"Ayahku menceritakan dia meninggalkan aku dan Ibuku semata-mata untuk melindungi ku. Di Zaman itu adalah zaman perang antar Beast dan berbagai macam Ras Humanoid. Ayahku mempunyai banyak musuh dan tidak ingin kami berdua terluka. Dia meminta maaf kepadaku, kemudian pergi meninggalkan aku di sebuah penjara. Di dalam penjara 2 orang gadis kecil ras Vampire berambut emas mengajak aku untuk berbicara. Mereka adalah Acasha Aurelia Golden Moon dan Amara Aurelia Golden Moon dan merupakan anggota leluhur Vampir. Aku awalnya belum pernah merasakan cinta sejati, tetapi saat aku melihat mereka berdua aku akhirnya merasakan bagaimana cinta sejati. Kami menikah, kemudian Acasha melahirkan seorang putra bernama Arion. Di suatu taman yang indah aku dan Amara sedang bermain dengan Arion, tetapi aku lengah dan seorang penyusup ranah Mythical menyerang aku menggunakan Artefak Rank Mythical Spear Gungnir. Amara menggunakan tubuhnya untuk melindungi ku dari serangan tombak Gungnir, tetapi pada saat itu juga Amara mati. Aku yang marah, kemudian menjual jiwaku kepada Dewi Kematian Thanatos untuk membalas dendam kematian Amara."
"Kami semua telah mengetahui apa yang terjadi selanjutnya. Kamu menjadi boneka Dewi Kematian Thanatos dan membantai banyak orang, kemudian menembus ranah Void dan melakukan pembantaian kembali. Namun sebelum itu Demon Emperor sebelumnya Istriku Demon Emperor Reese bisa memotong tanganmu dan membawa Nine Element Schyte Regalia yang sudah menjadi Artefak kutukan." Cesare berkata.
"Begitulah. Aku tidak sadar, kemudian di bunuh orang seseorang yang berada di Planet Auriga. Meskipun aku tidak terkalahkan di Planet Antares, tetapi aku masihlah seekor katak di Planet Auriga."
Semua orang yang berada di sana mengangguk. Cesare segera memeluk Lucius. "Bajingan! Pantas saja Reese dan Acasha ingin membunuhku saat awal pertemuan. Ternyata aku di kehidupan sebelumnya adalah The Silver Night Slaughter King. Maafkan aku karena sudah bersikap tidak sopan kepadamu."
"Long Ao Tian, aku juga meminta maaf. Aku tidak menduga kamu mempunyai kisah yang lebih tragis dariku." Jiang Yun membungkuk.
"Cih.. Bajingan jangan meminta maaf kepadaku. Walau aku mati aku tidak akan memaafkannya!" Lucius berkata dengan telinga yang merah.
"Hahaha."
Semua orang yang berada di sana tertawa. Meskipun mereka tertawa Lazarus tahu mereka sedih dengan takdir yang kejam. Terlihat air mata di pipi mereka semua.
"Lazarus kamu belum mati!" 5 berteriak.