LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 63. Pertempuran III.



*25 menit sebelum pertempuran.


"Iefan, apakah kamu sudah memberikan pesan kepada Delia?" Duchess Anya bertanya.


"Anya, seharusnya pesan yang aku kirimkan kepada Delia sudah sampai sekarang! Purple Fang, Delia dan Anggota Magic Tower akan pergi ke sini sebentar lagi." Tuan Iefan menjawab.


*Kekaisaran Lion Heart.


Purple Fang Epik Beast Violet Mink milik Tuan Iefan, sampai di Kekaisaran Lion Heart. Dia, mencari keberadaan Delia menggunakan Indra penciumannya yang tajam, tetapi dia tidak menemukan Delia di Markas Asosiasi Penyihir cabang Kekaisaran Lion Heart di Wilayah Leandro.


"Kyuuu.."


Cerpelai berbulu ungu itu bermenggeram sedih karena tidak dapat menyelesaikan perintah Tuan Iefan.


"Apakah kamu Epik Beast Violet Mink? Sungguh sangat langka aku bisa melihatmu di sini." Seorang pria Demon tampan berambut hitam panjang bermata merah memakai jas rapih berwarna hitam bertanya.


"Kyuuu."


Purple Fang ketakutan saat melihat Demon itu. Dia, merasakan aura yang kuat dari Demon itu. Instingnya mengatakan untuk lari, tetapi melihat Demon itu berada di Markas Asosiasi Penyihir. Mungkin saja Demon itu adalah teman Delia.


"Kyuu, Kyuuu, Kyuuuu."


"Apakah, kamu ingin memberikan surat itu padaku?" Pria Demon tampan itu bertanya.


Purple Fang mengangguk dan memberikan surat itu kepada pria Demon tampan itu.


Pria Demon tampan itu, membaca semua isi surat Tuan Iefan. Surat itu berisi tentang Gelombang Beast di Kerajaan Pendragon. Apabila Ayah, ibu dan suaminya gugur dalam medan pertempuran, maka Delia harus menjaga Chloe beserta penduduk Wilayah Zander dan Elliot.


Pria Demon tampan itu tersenyum kecil. "Baiklah teman kecil, aku akan membantumu untuk mengirimkan surat ini kepada Delia."


Purple Fang mempunyai mata yang berbinar. Dia, sangat senang karena pria Demon tampan itu membantunya.


Pria Demon tampan itu mencari seseorang untuk menanyakan ke mana Delia pergi.


"Nona, apakah kamu tahu ke mana Delia pergi?" Pria Demon itu bertanya.


"Tuan Sebastian, Nyonya Delia pergi ke Kastil Regulus bersama dengan Bangsawan Boreas." Wanita itu menjawab dengan wajah memerah.


"Terima kasih, Nona." Sebastian tersenyum.


"Sama-sama, Tuan Sebastian. Apakah kamu mempunyai waktu luang malam ini."


"Maafkan aku Nona, aku sudah mempunyai janji malam ini...,"


Wanita cantik itu mempunyai ekspresi sedih mendengar jawaban Sebastian.


"Tetapi, bagaimana jika 1 bulan lagi? Aku akan makan malam bersamamu." Sebastian menambahkan.


"Terima kasih, Tuan Sebastian." Wanita cantik itu tersenyum, kemudian pergi dengan wajah merona merah.


"Teman kecil, katakan pada Beast Mastermu untuk mengajakmu pergi ke setiap Kerajaan dan Kekaisaran agar kamu mengetahui semua letak tempat yang penting untuk berteleportasi. Aku akan mengantarmu kepada Delia."


Purple Fang naik ke bahu Sebastian, kemudian Sebastian menggunakan Skill element kegelapan tubuhnya tertutupi oleh kegelapan, kemudian menghilang tanpa jejak.


*Kastil Regulus.


Seseorang prajurit penjaga gerbang menguap karena kelelahan. Sesaat kemudian, Sebastian dan Purple Fang keluar dari dalam bayangan prajurit itu.


"Siapa Anda!" Prajurit itu terkejut seraya mengacungkan tombaknya ke arah Sebastian.


"Marcus, sudah lama tidak bertemu. Apakah Iris dan Delia berada di dalam Kastil Regulus?" Sebastian bertanya.


"Tuan Sebas, maafkan aku! Saint dan Nyonya Delia berada di dalam, kebetulan Yang Mulia Kaisar Altair juga berada di dalam kastil." Prajurit itu membungkuk.


"Baiklah, maafkan aku karena mengejutkan kamu." Sebastian tersenyum, kemudian menghilang dibalik bayang-bayang.


Prajurit itu bernafas lega sudah lebih dari 40 tahun dia menjadi Prajurit Regulus, dia sudah tahu bahwa Sebastian adalah teman Tuan Lazarus dan Saint Iris.


"Meskipun, aku sudah menembus ranah Expert, tetapi Tuan Sebas masih tidak dapat terdeteksi olehku. Aku harus terus berlatih untuk menembus ranah Epik." batin Marcus.


Sebastian, berjalan ke arah ruang pertemuan Bangsawan Regulus. Dia, melihat taman yang sepi ditumbuhi oleh Herbal bunga yang indah Element air dan es.


"Kastil ini sama seperti dulu tidak ada yang berubah," batin Sebastian.


"Siapa di sana!" Seorang Beastman Snow Wolf berbadan kekar mendekat ke arah Sebastian dengan ekspresi waspada.


"Apakah, kamu Prajurit Regulus? Katakan pada Iris bahwa Sebastian datang berkunjung." Sebastian berkata seraya mencabut Herbal bunga Winter Rose, kemudian duduk di Gazebo yang terbuat dari White Ex di tengah taman itu.


Prajurit Beastman Snow Wolf itu berlari ke arah ruang pertemuan. Instingnya mengatakan bahwa Demon itu sangat kuat, tetapi tidak terlihat seperti musuh.


"Putra Lazarus, sungguh luar biasa, dia menggunakan Beastman Snow Wolf yang mempunyai insting yang tajam sebagai penjaga kediamannya," batin Sebastian seraya mencium aroma Winter Rose.


Sesaat kemudian, Alastair, Iris, Delia, Altair dan Carissa pergi ke arah gazebo. Mereka, melihat Sebastian yang sedang duduk santai seraya mencium Herbal bunga Winter Rose.


"Demon!" Alastair ingin menarik pedangnya, tetapi dihentikan oleh Altair.


"Sebas, sudah lama tidak bertemu. Apakah kamu sudah mengelilingi dunia?" Altair berkata.


Semua orang duduk di Gazebo itu. Terutama Altair yang kelihatan sangat bahagia bertemu lagi dengan Sebastian. Purple Fang melompat ke arah Delia, kemudian memberikan surat yang di tulis tuan Iefan.


"Sebastian, kamu berhutang 3 Juta Koin Emas kepadaku." Carissa berkata.


"Altair, Kekaisaran Moonlight mengirimkan aku untuk menjadi pengawas Aliansi Black cabang Kerajaan Pendragon. Carissa mengapa kamu berada di sini? Aku nanti akan membayar hutangku! Aku ke sini awalnya hanya untuk bertemu teman lama. Akan tetapi, mungkin Delia mempunyai masalah yang sangat besar." Sebastian melirik ke arah Delia.


Delia membaca surat itu dengan ekspresi wajah serius. Mata amber miliknya terlihat sedikit berkaca-kaca saat membaca surat itu. Terlihat mana mulai meluap di tubuh Delia mengakibatkan rambut coklatnya mulai terangkat.


"Delia, apa isi surat itu?" Iris mengambil surat itu dari tangan Delia.


"Kerajaan Pendragon, telah menghadapi Gelombang Beast dan ada sekitar Legendary Beast dewasa yang memimpin Gelombang Beast! Tunggu Amarilis dan kelompok Urs juga akan ikut bertarung!" Iris mencengkram erat surat itu.


"Delia, tenanglah!" Altair menenangkan Delia.


Altair tahu bahwa Wilayah Zander yang dipimpin oleh Ray adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan Hutan King dan wilayah yang pertama kali akan hancur.


"Semua aku membutuhkan bantuan kalian untuk menyelamatkan Ray dan orang tuaku! Aku akan membalas hutang Budi ini." Delia berlutut.


"Delia, aku akan membantumu!" Carissa menjawab.


"Delia bukan hanya Ray yang berada di dalam bahaya, tetapi putriku Amarilis beserta kelompoknya juga berada dalam bahaya." Saint Iris menggertakan giginya.


"Namean, mengatakan kepadaku bahwa dia pergi ke Kerajaan Pendragon untuk mencari putranya! Delia, aku juga akan ikut dalam pertempuran." Altair berkata.


"Sebas, aku akan membayar kamu dengan semua uangku yang berada di Gold Bank.. untuk saat ini tolong bantu aku." Delia memohon.


"Hahaha. Delia, hanya Lazarus yang dapat memerintahkan aku tanpa bayaran. Namun, karena Kerajaan Pendragon sekarang adalah wilayahku. Aku akan membantumu dengan 4 Juta Koin emas." Sebastian tersenyum.


"Baiklah, aku akan memberikanmu 4 Juta Koin emas. Purple Fang, apakah kamu bisa mengirim kita ke Kerajaan Pendragon?" Delia bertanya kepada Purple Fang.


"Kyuu." Purple Fang menggeleng ringan sebelum ini dia sudah pergi ke Kekaisaran Avalon, Magic Tower dan kediaman Bangsawan di Kekaisaran Avalon dan Kerajaan Pendragon dia sudah kehabisan mana ruang.


Purple Fang mengangguk.


Delia melirik ke arah semua orang.


"Delia, pergilah kami akan menyusul kamu menggunakan Gate Dimensi. Meskipun, membutuhkan waktu sedikit lebih lama." Carissa berkata.


"Terima kasih."


Purple Fang menggunakan Skill teleportasi miliknya untuk pergi ke Kerajaan Pendragon.


"Amarilis, semoga Dewi Elektra selalu melindungi mu." batin Iris.


...****************...


*Perbatasan Kerajaan Pendragon dan Wilayah Zander.


Ratusan ribu Beast jenis serangga keluar dari Hutan King. Kawanan Beast Iron Locus terlihat seperti kabut berwarna coklat perunggu dari kejauhan. Kawanan Beast belalang berwarna coklat perunggu berukuran 4 Cm berwarna coklat itu mengeluarkan bunyi yang bising saat terbang.


Kawanan War Beast Death Mantis merayap di tanah. Belalang sembah berwarna hijau dan tangan panjang berduri setajam pisau seukuran betis orang dewasa. Di ikuti oleh kawanan Beast jenis serangga lainnya.


"Apakah, Legendary Beast Ancient Purple Thunder Centipede yang menyerang terlebih dahulu?" Duke Donovan berkata.


"Tidak! Para Beast jenis serangga ini hanyalah umpan meriam untuk mengetahui seberapa kuat pasukan kita." Raja Arden yang sudah tenang berkata.


"Tuan Urs,." Calvin berlari ke arah Lazarus.


"Calvin, apakah kalian sudah menyiapkan semuanya?"


"Tuan Urs, kami sudah menyiapkan semuanya!"


"Baiklah, bakar Herbal racun serangga, kemudian suruh para Mage Element angin untuk menghembuskan asapnya ke arah Kawanan Beast serangga. Meskipun, tidak dapat langsung membunuh War Beast dan Magical Beast, tetapi dapat membunuh Beast dan melemahkan War Beast dan Magical Beast jenis serangga."


Calvin menyuruh Red Mage dan Black Mage untuk membakar Herbal Kayu Poison Ex. Meskipun racun ini tidak berdampak pada Ras Humanoid dan Beast serangga element racun, tetapi kayu ini menjadi racun mematikan bagi Beast serangga biasa.


Pasukan gabungan yang berada di bawah bersiap-siap untuk bertarung dengan Beast serangga. Meskipun, Beast serangga lemah, tetapi mereka datang bergerombol dari ratusan hingga puluhan ribu ekor.


"Wind Breeze."


Para Mage Element angin menggunakan Skillnya. Asap yang tebal membumbung ke atas langit, kemudian dihembuskan ke arah kawanan serangga yang terbang dan merayap di tanah.


"Apa yang terjadi?" Semua anggota pasukan gabungan bertanya.


Sesaat kemudian satu ekor Beast Iron Locust jatuh ke tanah. Di ikuti oleh Beast Iron Locust lainnya.


Mayat Beast Iron Locust jatuh ke tanah dan kepala pasukan gabungan seperti hujan.


"Racun, dari Poison Ex! Ibuku selalu membakarnya untuk mengusir serangga." Seseorang berkata.


"Tunggu, lihat Death Mantis dan Monster jenis serangga di sana.. Mereka terlihat lemas." Seseorang menunjuk ke arah Beast jenis serangga yang tidak jauh dari sana.


"Jangan lengah tetap di posisi. Kalian hanya membunuh Beast yang memasuki benteng! Pertempuran belum berakhir." Aland berteriak.


"Iya, Tuan!" Pasukan gabungan menjawab serempak.


Melihat ini semua moral pasukan gabungan mulai naik. Mereka, yakin dapat memenangkan pertempuran ini.


"Urs, siapa kamu?" batin Aland.


"Gelombang selanjutnya yang lebih besar akan datang! Tetap waspada." Lazarus berteriak dari atas benteng seraya mengeluarkan Golden Fang dan Kyle.


Semua orang menjadi waspada.


Terlihat dari jauh banyak kawanan berbagai jenis Beast keluar dari Hutan King. Seekor Legendary Beast Purple Thunder Centipede berwarna ungu metalik dengan kaki berwarna kuning berukuran panjang 20 meter, Ancient Ice Dragon Crocodile dengan sisik berwarna putih dan gradasi biru mengkilat, tulang belakang bergerigi berwarna biru es, gigi yang tajam dan ukuran sepanjang 17 meter. dan terakhir sepasang Legendary Gray Dragon dengan panjang 20 meter terbang ke angkasa bersama kawanan Epik Beast Fire Wyvern.


Para Demon Beast Rock Golem, Earth Golem, Forest Golem, Mastadon (Gajah berwarna coklat mempunyai 4 gading dengan ukuran sama dengan sapi), Bronze Boar, Green Bull dan Rock Bull berada di paling depan. Diikuti oleh kawanan Grand Demon Beast Rock Drake, Fire Drake, Metal Pangolin dan berbagai jenis Beast rank rendah dan sedang yang mengikuti mereka.


"Bajingan! Bagaimana, banyak sekali Beast yang keluar dari Hutan King!" Leon bergumam.


"Jumlah Beast ini mungkin seperempat dari Gelombang Beast ini. Leon tenanglah! Ikuti sesuai rencana Urs."


"Gold Dragon Evanthe sekarang giliranmu." Lazarus berkata.


Gold Dragon Evanthe terbang ke udara, kemudian mengeluarkan aura ranah Mythical Beast dan Skill garis keturunan miliknya.


"Groooar!"


Semua Beast rank rendah dan sedang tiba-tiba melambat. Namun, dua Gray Dragon dan Ancient Ice Dragon Crocodile hanya sedikit terpengaruh oleh Skill tekanan garis darah Evanthe.


"Manusia, aku akan menyerahkan Beast yang berada di sini kepada kalian."


Gold Dragon Evanthe mengirimkan telepati suara kepada Raja Arden dan pemimpin lainnya. Dia, kemudian terbang menjauh ke area lebih luas di ikuti oleh 2 Legendary Beast Gray Dragon dan Legendary Beast Ancient Ice Dragon Crocodile.


"3 Mage element api rank Epik siap di posisi!" Lazarus memberi perintah menggunakan Artefak telepati.


Viscount Dimitri, Marquis Llyoid dan Baron Ars berada bersiap untuk menggunakan skill sihir Element api yang diperkuat oleh Core Fire Stone.


"Tembak."


"Giant Fire Ball, Giant Fire Lancer, Fire Of Sea."


Mereka, menggunakan Skill sihir element api setara ranah Legendary untuk menyerang kawanan Beast.


Tidak, sempat untuk menghindar para Beast itu terkena serangan itu. Auman kesakitan Beast yang terpanggang terdengar. Beast rank rendah hangus terbakar hanya menyisakan Inti Beast sedangkan Beast yang berhasil bertahan menjadi semakin agresif. Bagian luar Hutan King terbakar akibat serangan setara ranah Legendary itu.


"Kyaat..." Suara yang keras terdengar di dalam Hutan King.


Seekor Legendary Beast Jade Scale Eagle terbang ke udara dan menggunakan Skill element angin miliknya untuk memadamkan api yang membakar Hutan. Semakin banyak berbagai Beast rank rendah dan sedang keluar dari Hutan. Seperempat Area pertarungan yang sangat luas terisi oleh ribuan Beast.


"Semua pasukan siap bertempur! Mage Element petir siap pada posisi! Shieldman, Heavy Knight, Tanker, Warrior dan job Pertarungan dekat lindungi para Magician, Dark Mage dan Red Mage dan bawa yang terluka ke lini belakang untuk diobati! Para Archer siap menembakan panah! White Mage bersiap-siap memberi pertolongan pada yang terluka di lini belakang!"


"Yes Sir!" Semua orang berteriak serempak.


Para Beast rank rendah dan sedang berlari ke arah hamparan lumpur luas yang dibuat oleh pasukan gabungan.


"Mage Element petir sekarang gunakan Skill kalian, para Archer serang menggunakan panah yang sudah diikatkan dengan bom beracun!"


"Lighting Ball, Thunder Ball, Lightning Spear,..." Semua Mage Element petir menyerang ke arah Beast yang berada di kolam lumpur.


Suara Beast yang tersengat petir terlihat memilukan. Para pemanah menembakan bom beracun yang sudah diikatkan pada panah mereka. Ketika panah menyentuh Beast dan tanah asap beracun mengepul, menghalangi jarak pandang dan meracuni para Beast. Para Beast rank rendah yang tidak mempunyai kekebalan terhadap racun mati seketika sedangkan sebagian Beast rank sedang melemah.


Delia dan Purple Fang keluar dari ruang dimensi.


"Ibu, ayah apakah kalian baik-baik saja?" Delia bertanya.


Namun, tuan Iefan dan Duchess Anya hanya fokus memperhatikan pembantaian yang berada di depan mereka.


"Dewi Elektra Yang Agung!" Delia berteriak.