
Lazarus dan Iris berpamitan kepada semua orang di Istana Kekaisaran Lion Heart, mereka mempunyai banyak tugas yang harus diselesaikan di hari esok.
"Iris, apakah kamu akan pergi ke Kekaisaran Suci?" Altair bertanya.
"Aku akan pergi ke Kekaisaran Suci besok untuk menyelesaikan tugasku. Aku sudah 3 tahun tidak pergi ke sana." Iris menjawab seraya menggenggam erat tangan Lazarus.
"Altair, besok aku akan pergi ke Kekaisaran Eternal Frost untuk bertemu kakek buyutku Demon Emperor Luffey bersama Deviela, Sebastian dan Arion." Lazarus berkata.
"Grand Duke Regulus, apakah kamu tidak akan mengunjungi wilayah Leonis untuk menerima tambang di perbatasan wilayah Regulus?" Helene bertanya.
"Duchess Helene, biarkan Putraku Alastair dan Menantuku Charon yang mengurus itu semua. Aku berjanji akan mengunjungimu di wilayah Leonis untuk menjadi wali Icarus saat melamar mu." Lazarus tersenyum.
Alastair tersenyum dengan wajah yang memerah.
"Maafkan aku Grand Duke Regulus, tetapi aku harus menolak lamaran Pangeran Icarus Lion Heart karena aku sudah mempunyai seseorang yang aku cintai." Helene tersenyum.
Icarus merasakan jantungnya tertusuk oleh tombak, kemudian Alastair segera mengulurkan tangan ke bahu Lazarus dan mengajaknya untuk minum.
Iris dan Lazarus mengunjungi rumah Hanna, tetapi putra Hanna mengatakan bahwa Hanna sudah pensiun dan tidak tinggal di kastil Bangsawan Lawrence. Hanna tinggal bersama ayahnya di Kekaisaran Swallow dan menjadi seorang pedagang Artefak.
"Iris, apakah kamu ingin mengunjungi Hanna ke Kekaisaran Swallow?" Lazarus bertanya.
"Tidak, aku akan mengunjungi Hanna lain kali." Iris menjawab.
Lazarus dan Iris menghabiskan waktu bersama-sama di Ibukota Kekaisaran Lion Heart. Mereka pergi ke tempat-tempat yang dulu mereka datangi, meskipun tempat itu sekarang tidak terlihat seperti di masa lalu.
"Aku ingat ada penjual Multi Colour Chicken panggang di sana, nama penjualnya adalah Kakek Richard. Akan tetapi, sekarang putra Kakek Richard yang menjadi penerusnya setelah Kakek Richard meninggal." Lazarus berkata.
"Kakek tua, kamu sudah mempunyai usia yang lebih tua dari Kakek Richard saat itu meskipun kamu terlihat muda." Iris tersenyum.
"Cucuku Blossom, bahkan sudah berusia 16 tahun. Iris, apakah saat aku menua dan menjadi seorang Kakek tua, kemudian kamu sudah menembus ranah Mythical. Apakah kamu tetap mencintaiku?" Lazarus bertanya.
"Selamanya sampai saat kita berdua menutup mata." Iris tersenyum.
...****************...
*Kastil Regulus.
Lazarus, Deviela dan Arion bersiap-siap untuk pergi ke Kekaisaran Eternal Frost. Mereka memakai armor ringan dengan tambahan bulu dan jubah bulu Beast karena Kekaisaran Eternal Frost 2 kali lebih dingin dari Benua Utara Boreas dan wilayah Regulus.
"Diana, dimana Leonhart, Gardenia dan Ariana?" Lazarus bertanya.
"Mereka pergi ke Kekaisaran Zephyra bersama Felicity, Lilian dan Theresia. Alyssa berada di ruang bawah tanah untuk menyerap Nature Treasure Heart Of Forest. Carissa, Cathrine, Freya dan aku yang akan menjaga Alyssa sampai dia selesai menyerap Nature Treasure itu." Diana menjawab.
Lazarus mencium lembut bibir Diana. "Aku menyerahkan wilayah Regulus kepada kalian selama aku pergi ke Kekaisaran Eternal Frost."
"Serahkan kepadaku." Diana tersenyum.
Deviela dan Arion memeluk Diana, kemudian mereka pergi ke halaman Kastil Regulus untuk mencari Sebastian, White Dragon Annora, Ice Fenrir Snow Fang dan Ice Hydra White.
"Dewa Kehidupan Gail, tolong lindungi Lazarus dalam perjalanan ini," batin Diana.
Sebastian, Celestial, White, Snow Fang dan Annora sudah menunggu Lazarus di halaman kastil Regulus untuk pergi ke Kekaisaran Eternal Frost.
"Urs, kita akan berteleportasi ke Kekaisaran Moonlight, kemudian kita akan pergi ke Kekaisaran Eternal Frost dengan jalur darat. Di Kekaisaran Eternal Frost tidak ada Gate dimensi karena sering kali hancur karena badai salju dan Celestial belum pernah ke sana sehingga kita harus melalui jalur darat." Sebastian berkata.
"Baiklah." Lazarus menggunakan Skill Demon Transformation, kemudian berubah menjadi seorang Demon dengan rambut putih, mata biru dan sepasang tanduk putih. Ekor putih bersisik.
"Master, apakah Arion akan baik-baik saja saat pergi ke Kekaisaran Moonlight Frost?" White bertanya 7 kepalanya menatap ke arah Lazarus.
"White, Arion akan baik-baik saja karena aku akan melindunginya dari udara dingin. White, kamu mempunyai bakat dan kekuatan yang setara dengan Ignis, Asterion dan Crimson. Akan tetapi, mengapa kamu berbeda dengan Beast Hydra lainnya yang sangat kejam hatimu terlalu lembut." Lazarus berkata seraya menyentuh kepala utama White.
Lazarus mengingat tentang awal pertemuannya dengan White di Hutan Emerald, awalnya White sangat kejam serta membunuh banyak orang di Hutan Emerald. Namun sejak Lazarus menyuruhnya untuk membesarkan Bayi Beast perlahan hati White mulai melembut. Bahkan meskipun mempunyai kekuatan setara dengan Ignis dan Crimson, White tidak pernah bertarung dengan mereka.
Linwood, Aneira, Asterion, Snow Fang dan Golden Fang yang mempunyai level dan insting bertarung yang tinggi tidak berani untuk mengusik White.
"Master, aku hanya ingin bertarung dengan musuh yang kuat. Aku membutuhkan lawan di mana aku bisa melawannya dengan mempertaruhkan nyawaku. Aku tidak bisa melawan Goldie dan Beast kontrak yang lain dengan serius." White berkata.
"Hahaha. Insting bertarung milikmu ternyata belum hilang." Lazarus mengelus kepala utama White.
Lazarus memasukkan White Dragon Aneira, Ice Hydra White dan Ice Fenrir Snow Fang kedalam Cincin Draupnir.
"Ingatlah kalian tidak boleh menggores Barrier dimensi di dalamnya." Lazarus berkata.
"Baiklah."
...****************...
Celestial melompat dari bahu Lazarus, kemudian menciptakan sebuah celah dimensi menuju ke Kekaisaran Moonlight. Semua orang memasuki celah dimensi itu.
"Kita sudah sampai di Kekaisaran Moonlight!" Sebastian berseru.
Lazarus melihat bangunan-bangunan dan kastil yang megah serta Ras Demon dan Ras Dark Beastman yang berlalu lalang. Luas wilayah Ibukota Kekaisaran Moonlight 30 kali lipat lebih luas dari wilayah Ibukota Regulus.
"Minggir!!"
Seorang ras Dark Beastman Harimau mengendarai kereta yang ditarik oleh 5 ekor Demon Beast dan Grand Demon Beast Bloody Bull dengan sangat cepat. Semua orang yang menghalangi jalannya segera menyingkir dan orang-orang yang belum menyingkir tertabrak oleh kereta itu.
"Minggir!" Kusir kereta itu berteriak ke arah kelompok Lazarus, tetapi matanya mengeluarkan aura membunuh ke kelompok Lazarus.
Sebastian tersenyum dan ingin segera menyerang kereta itu, tetapi Lazarus segera melompat dan menyerang kereta itu menggunakan sabit Regalia.
Deviela menutup mata Arion dan memperhatikan Lazarus dengan mata berbinar seraya tersenyum halus.
Aura element es berkumpul di pedang Lazarus, kemudian dia mengayunkan pedangnya ke arah kereta sesaat kemudian 5 Bloody Demon dan kereta itu membeku menjadi payung es.
Sang Dark Beastman Harimau sudah melapisi tubuhnya menggunakan aura element api rank Mythical Miliknya sehingga tidak membeku karena serangan Lazarus.
Semua orang berkumpul untuk menonton keributan yang terjadi. Mereka penasaran siapa orang yang menghadang kereta Keluarga Bangsawan Duke Levi.
"Bajingan! Aku akan membunuhmu!" Beastman itu berteriak, kemudian menerjang ke arah Lazarus menggunakan seluruh kekuatannya seraya menggenggam erat Artefak Long Sword miliknya.
"Skill Fire Demon Tiger Sword Art Rank A!" Dark Beastman itu menggunakan Skill Rank A miliknya di udara sebuah harimau yang terbentuk api menerjang ke arah Lazarus.
Lazarus tersenyum halus, kemudian mengayunkan Regalia dengan cepat dan Artefak Long Sword milik Dark Beastman harimau itu retak dan mulai hancur. Dark Beastman itu sangat terkejut saat Artefak Rank Unique miliknya hancur.
"Swoossh!" Lazarus memotong tangan kanan Dark Beastman Harimau itu.
"Ahhhhk tanganku!!!" Dark Beastman itu berteriak kesakitan.
Semua orang tidak mengetahui apa yang terjadi. Dark Beastman itu adalah Roy pasukan khusus Keluarga Bangsawan Duke Levi, mempunyai garis darah Rank 6 dan sekarang sudah menembus ranah Expert.
Seorang wanita ras Demon cantik berambut biru tua dengan tanduk rusa berwarna biru memperhatikan semuanya dari dalam kereta. Wanita itu tersenyum halus saat melihat pria ras Demon berambut putih dan tanduk putih yang memakai topeng White Dragon.
"Apakah dia mempunyai garis keturunan Ancient Ice Demon? Akan tetapi, bukankah selain Demon Emperor Luffey semuanya adalah wanita?" Wanita itu tersenyum, kemudian meminum secangkir teh.
"Bajingan! Apakah kamu mengetahui siapa orang yang tangannya kamu potong?" Seorang Demon berambut coklat berteriak seraya mengacungkan tombaknya.
20 Demon dan Dark Beastman mengerumuni Lazarus seraya mengeluarkan banyak Artefak senjata. Sedangkan yang lainnya hanya memperhatikan dari samping untuk melihat kekuatan dan menunggu Lazarus terluka setelah pertarungan.
"Beastman harimau itu dengan sengaja ingin melukai istri dan anakku! Aku masih berbaik hati karena tidak mengambil jantungnya! Sedangkan aku memotong menggunakan element es dan tidak merusak saraf, sehingga tangannya masih bisa di sambung!" Lazarus berteriak.
Seorang Dark Beastman babi menyerang titik buta Lazarus saat dia sedang menjawab pertanyaan seseorang.
"Cih." Lazarus berbalik dan memenggal kepala Beastman babi itu menggunakan sabit Regalia.
"Serang!!" Lebih dari 20 orang warrior ranah Master, Grand Master dan Expert menyerang ke arah Lazarus. Namun Lazarus dengan mudah menebas tangan, kaki, perut dan memenggal leher mereka. Terlihat 20 mayat berdarah di sekitar Lazarus, sedangkan Dark Beastman harimau itu terkejut karena tidak mengira Lazarus sekuat ini.
50 Prajurit Penjaga Berarmor hitam segera pergi ke arah Lazarus karena mendengar laporan terjadi keributan di alun-alun ibukota.
"Siapa kamu dan darimana asalmu? Mengapa kamu membuat keributan di Ibukota Kekaisaran Moonlight!" Seorang Pria kekar ras Demon berambut jingga pendek, mata merah dan tanduk merah mengeluarkan Aura ranah Legendary.
"Komandan Penjaga Sia!!" Semua orang berteriak ngeri.
Lazarus melepaskan topengnya, kemudian melebarkan 9 sayap kelelawar berwarna putih. Terlihat wajah Demon yang sangat tampan di balik topeng itu, kemudian Lazarus mengeluarkan aura intimidasi darah Rank 11 miliknya.
Semua orang merasakan kengerian saat merasakan aura intimidasi Lazarus. Mereka seakan-akan melihat Demon Emperor Agathias sendiri berada di sini.
"Berlutut!"
Semua Demon di bawah ranah Expert dan berkeinginan lemah segera berlutut, sedangkan Sia menggertakan giginya. Dia belum pernah melihat Demon Superior selain berasal dari Keluarga Kekaisaran dan Keluarga Bangsawan Demon.
"Kakak, aku menitipkan Arion kepadamu." Deviela tersenyum seraya memberikan Arion kepada Sebastian.
"Kemana kamu pergi?"
"Aku ingin bertemu teman lama!" Deviela melepaskan topengnya dan melangkah ke arah Lazarus.
Seorang wanita ras Demon berambut biru panjang keluar dari kereta seraya membawa Artefak Tombak Rank Legendary berwarna biru, kemudian menyerang dengan cepat ke arah Lazarus. Namun Deviela segera menahan serangannya, wanita itu segera melompat kembali ke atas kereta karena melihat wajah Deviela.
"Tuan Putri Deviela!" Sia dan semua penjaga berlutut, kemudian semua penduduk Kekaisaran Moonlight berlutut karena melihat seorang wanita Demon yang sangat cantik berambut pirang keemasan dan mata biru. Mata kanannya tertutupi oleh rambut panjang dan 6 sayap burung berwarna putih terlihat di punggungnya.
"Camilla, apakah kamu masih gemar bertarung dengan seseorang yang kuat?" Deviela bertanya.
Camilla Levi Putri tertua dari Duke Levi dan merupakan penguasa wilayah Barat Kekaisaran Moonlight.
"Deviela, sudah lama tidak bertemu. Bukankah kamu menikahi seorang manusia dan tinggal di Kerajaan manusia?" Camilla tersenyum seraya melirik ke arah Lazarus dan Deviela.
"Perkenalkan dia adalah Urs suamiku. Dia membangkitkan Garis darah Demon dan Skill Demon Transformation saat kita menikah." Deviela memeluk tangan Lazarus.
Lazarus menatap dingin ke arah Camilla, seketika Camilla seperti berada di tengah badai salju di malam hari.
"Bajingan!" Camilla berteriak karena dia merasa sudah terpengaruh oleh Skill Soul milik Lazarus.
Sebastian melangkah ke arah Lazarus dan Deviela seraya mengendong Arion. "Hahaha, perjalanan kita masih panjang. Aku harap kalian tidak membuang-buang waktu untuk berada di sini."
"Sebastian!"
"Pangeran Sebastian!"
"Ibu, Urs!"
Lazarus mengendong bayi Arion, kemudian mengeluarkan White Fang dari Cincin Draupnir. Ancient Ice Fenrir itu membuat semua orang kagum dan iri karena menjinakkan Beast rank tinggi adalah hal yang sangat sulit.
"Arion, aku sudah mengatakan bahwa panggil aku Ayah!" Lazarus berkata.
"Urs.." Arion tersenyum.
"Sudahlah! Apakah kamu ingin bertemu Nenek Buyut dan ketiga Kakekmu?" Lazarus mengusapkan wajahnya ke wajah Arion.
"Urs, apakah dia adalah putramu?" Komandan Penjaga Sia bertanya.
"Namanya adalah Arion Regulus, dia adalah Putraku dan Deviela. Arion beri salam kepada paman baik." Lazarus tersenyum.
Arion menatap tajam ke arah Sia dan para prajurit pengawal, kemudian mengeluarkan aura intimidasi rank 12 miliknya.
"Sebastian, bajingan!! Apakah kamu mengajarkan sesuatu yang buruk kepada Putraku!" Lazarus berteriak, seraya mencubit pipi Arion.
"Urs?"
"Jangan gunakan itu di sini! Putraku apakah kamu mengerti? Atau aku akan menghukum kamu di gantung terbalik seperti Leonhart." Lazarus tersenyum halus.
Tubuh Arion gemetar mengingat saat Leonhart memecahkan cermin dan digantung terbalik oleh Lazarus. Dia kemudian mengangguk.
"Itulah Putraku!" Lazarus memberikan Ice Aprikot kepada Arion.
Sia menyuruh bawahannya untuk membersihkan mayat-mayat yang bertebaran di alun-alun Ibukota
...****************...
"Tuan Sia, bisakah kamu mengantarkan kami ke Istana Kekaisaran Moonlight?" Lazarus bertanya seraya menaiki punggung White Fang bersama Deviela dan Arion.
"Baiklah, kami akan mengantar Anda ke Istana Kekaisaran Moonlight dengan selamat. Aku tahu bahwa kedatangan Anda diketahui orang-orang akan banyak orang yang menghambat perjalanan Anda." Komandan Sia yang baru tersadar dari keterkejutannya berkata.
"Hahaha. Sia, aku akan meminjam Epik Beast Black Drake milikmu." Sebastian tertawa.
"Baiklah, Pangeran Sebastian." Sia memaksakan senyumnya, Sebastian belum berubah dan masih tetap sama melakukan apa yang dia malu.
Mereka semua, kemudian melanjutkan perjalanan ke Istana Kekaisaran Moonlight dengan para prajurit penjaga Kekaisaran Moonlight.
"Tunggu!" Camilla berteriak.
"Nona, apa yang kamu butuhkan?" Lazarus melirik ke arah Camilla dengan tatapan dingin.
"Kamu sudah menghancurkan keretaku dan membunuh Beast penariknya! Bukankah kamu harus bertanggung jawab!" Camilla berteriak.
"Pengikutmu yang ingin menabrak aku dan keluargaku! Aku hanya membela diri dan aku akan memberikan ganti rugi keretamu setelah tiba di Istana Kekaisaran Moonlight. Kamu masih mempunyai kaki dan bisa berjalan atau berlari ke Istana Kekaisaran Moonlight." Lazarus menjawab, kemudian memacu kencang White Fang ke Istana Kekaisaran Moonlight.
"Kamu!" Camilla menggertakan giginya, dia pernah mengalami penghinaan seperti ini.
Camilla kemudian mengambil Beast Bloody Horse milik seseorang yang menghampirinya, kemudian melemparkan Artefak penyimpanan berisi banyak koin emas.
"Hahaha. Nona Camilla, di lain waktu kamu harus merampok aku lagi!" Pria ras Dark Beastman Red Minotaur itu tertawa.
"Hmmm. Ars bukankah seharusnya kamu membayar hutangmu karena sudah mendapatkan banyak uang?" Lebih dari 100 orang mengerumuni Ars.
"Sial!" Ars berteriak.