
Dungeon Sage Merlin terdiri dari 5 lantai. Lantai pertama adalah pintu masuk tempat prasasti kisah dia dan semua sahabatnya. Lantai kedua adalah tempat dia meneliti tentang zaman pertama. Lantai ketiga adalah area latihan pertarungan. Lantai ke empat adalah wilayah yang berupa area hijau luas yang dilapisi oleh Barrier dimensi dan lantai terakhir adalah tempat dia menyimpan semua hartanya.
Kelompok Lazarus memasuki lantai kedua. Mereka menemukan sebuah ruangan seperti perpustakaan sangat besar yang ditengahnya berada 7 patung berukuran 15 meter yang terbuat dari 7 batuan mulia berbeda warna. Dan 3 patung wanita berukuran 17 meter yang dibuat menggunakan material Kristal mana stone element cahaya, kristal mana stone element kegelapan dan kristal mana stone element cahaya dan kegelapan.
Ke tujuh patung itu terbuat dari Material emas, platinum, perunggu, permata ruby, permata zamrud, permata black diamond, dan permata blue safir.
"Apakah ini patung dari Seven King? Mengapa hanya Golden King dan White King yang wajahnya di ukir oleh Sage Merlin. Tunggu! Bukankah wajah Golden King dan White King mirip Urs dan Sieg?" Adair bertanya.
"Sage Merlin, mungkin mengukir wajahnya berdasarkan wajah Raja Arthur dan leluhur Leonidas karena mereka adalah sahabat Sage Merlin." Theresia berkata seraya memperhatikan wajah White King.
"Golden King menggunakan Artefak Long Sword, White King menggunakan Artefak Great Sword, Brown King adalah ras Dwarf yang menggunakan Artefak Battle Hammer, Green King adalah wanita ras Elf yang menggunakan Artefak Magic Staff, Red King adalah seorang wanita yang menggunakan Artefak Spear, Black King adalah seorang pria Ras Demon yang menggunakan Artefak Dagger dan Short Sword dan terakhir Blue King adalah seorang Ras pria yang menggunakan Artefak Trident. Apakah senjata itu adalah senjata yang berada di atas Rank Mythical?" Sieg bertanya.
"Sieg, helm yang digunakan oleh Red King juga adalah Artefak yang berada di atas Rank Mythical. Aku dibuat pada zaman ke lima bersamaan dengan Artefak senjata Golden Ruler's Hammer, Holy Sword Excalibur, Emperor Sword Gladius, Demon Sword Dainsleif, Aegis Shield, Sword Of Storm Ame-no Hibakiri, The Grass Cutter Kusanagi No Tsurugi, Murakumo, Tyrant Sword Gramr, The Short Sword Herpe, The Dragon Slaying Sword Ascalon, Little Sea Trident, Yggdrasil Staff, Wisdom Ring, Soul binding chain, Mountain Breaker Axe Earth Pride dan Northern Iceberg Spear Frostin. Kemudian, Rule's Golden Hammer menciptakan 5 Artefak rank Mythical lagi Heart Piercing Dagger, Sun Arrow Houyi, Holy Grails , Great Sword Azure Dragon, dan Luna's full moon crescent. Jumlahnya adalah 21. Aku tidak mengetahui mengapa para Dwarf lebih dari 3000 tahun ini tidak menciptakan lagi Artefak rank Mythical." Durandal berkata.
"Sieg, sudahlah apakah kamu ingin mengumpulkan semua Artefak itu? Kamu akan dapat memicu perang Benua! Karena Artefak itu sudah dimiliki dan tersebar di empat Benua." Theresia berkata.
"Theresia, semakin banyak Artefak kuat yang kita miliki semakin aman kita, tetapi harga Artefak sangat mahal! Aku menghabiskan 190,000 Koin emas untuk membeli Artefak White Dragon Spear Rank Epik dan 900 Juta Koin emas untuk membeli Artefak Fire Crescent Rank Legendary dari pelelangan."
"Sieg, apabila kamu membicarakan Artefak Fire Crescent Rank Legendary lagi aku tidak akan segan untuk membunuhmu sekarang juga!" Theresia berteriak.
"Theresia, mengapa kamu dan Sieg bertengkar?" Lazarus bertanya.
"Bajingan ini telah mencuri 1 Milyar Koin Emas milik ayah untuk membeli Artefak di pelelangan! Sehingga dia di usir dan aku harus selalu mengawasinya!"
"Theresia, aku tidak mencuri, tetapi aku hanya meminjam uang dari ayah ... ayah juga menyita semua Artefak rank rare,unique, epik, dan Fire Crescent Rank Legendary milikku! Dia, mengatakan semua itu menjadi jaminan, apabila aku tidak melunasi hutangku dalam waktu 350 tahun, dia tidak akan memberikan semua Artefak milikku dan akan melelangnya kembali di pelelangan." Sieg mempunyai mata yang berkaca-kaca.
Theresia menyentuh kepalanya dan menarik nafas dalam-dalam.
"Sieg, saat kita mengalahkan Green Dragon dan menjarah sarangnya kita hampir mati dan apakah kamu tahu jumlah harta di sarangnya?"
"Jumlah harta di sarang Green Dragon 140 Juta Koin Emas dan kita dapat menjual Material dari tubuh Naga seharga 70 Juta Koin Emas. Semua orang mendapatkan bagian 30 Juta Koin emas. Sedangkan kamu tidak memberikan uang bagianku!"
"Ketika itu kita hanyalah Party peringkat D, jadi Guild mengambil semua Material tubuh Green Dragon dan menggantinya dengan menaikan peringkat party kita menjadi party rank S. Sesuai peraturan Guild Petualang semua material Beast yang didapat party petualang di bawah peringkat A akan menjadi milik Guild!"
"Kita masih mempunyai 140 Juta Koin emas saat menjarah harta di sarang Naga dan Aku masih mempunyai bagian 20 juta koin emas."
"Sieg, kita semua hampir mati pada saat itu dan membeli 7 Potion Rank Legendary seharga 119 Juta Koin emas. Kita hanya mempunyai 21 Juta Koin emas yang tersisa dan membaginya menjadi 7 orang jadi masing-masing mendapatkan 3 juta Koin emas."
"Bagaimana mungkin? Rubah tua bermata emas itu memberikan bunga 1% pertahun, untuk hutang 1 milyar koin emas yang aku miliki berarti setiap tahun hutangku akan bertambah 10 Juta Koin emas! Theresia, bagaimana aku harus melunasi hutangku? Ayo kita melawan 10 ekor Legendary Beast Dragon lagi! Agar dapat menebus Fire Crescent milikku!" Sieg memohon.
Semua orang memandang ke arah Sieg. Mereka, semua hampir mati saat melawan Legendary Beast Green Dragon normal. Meskipun, harus bertarung minimal dengan 40 Legendary Beast Dragon untuk membayar semua Hutang Sieg. Rata-rata bayaran misi Party Rank S adalah 300-10,000 Koin emas dan bila beruntung mengalahkan Legendary Beast mereka dapat mendapatkan 1-3 Juta Koin emas dari menjual Material Beast.
"Urs, apakah Artefak milikmu adalah Claymore Rank Legendary?" Durandal bertanya.
"Artefak milikku bernama Claymore Black Dragon Rage. Saudaraku, yang membuatkannya untukku begitupun dengan Magic Staff Rank Epik Alyssa dan Battle Axe Rank Epik milik Freya."
"Apakah kalian memesan Artefak langsung kepada Black Smith Dwarf Rank Legendary? Untuk harga pesanan langsung sangat mahal! Bahkan, para Dwarf akan memberikan harga 10 kali lipat untuk membuat Artefak pesanan! Berarti apabila rata-rata harga Artefak Rank Epik normal kualitas menengah seharga 1 Juta Koin Emas berarti kalian harus membayar 10 Juta Koin emas. Urs, berapa koin emas yang kamu habiskan untuk membuat semua Artefak itu?" Sieg bertanya.
"Ini.." Lazarus, Alyssa dan Freya tersenyum canggung.
Mereka tidak menduga Artefak yang mereka gunakan sangat mahal. Bahkan, tangan Alyssa gemetar saat memegang stafnya. Karena staffnya mempunyai rank Epik kualitas puncak hampir mendekati rank Legendary karena material langka yang mereka gunakan.
"Aku yang menyiapkan hampir semua material dari Artefak yang di gunakan oleh semua anggota kelompokku. Namun, saudaraku membuat Artefak Claymore Black Dragon Rage ini aku membelinya dengan harga 100,000 Koin Emas. Bisa, dikatakan aku hanya mengeluarkan uang 100,000 Koin emas."
"Apakah kamu bersumpah? Atas nama Dewi Elektra?"
"Aku bersumpah!"
Sieg terkejut mendengar perkataan Lazarus, dia merasakan kepalanya di pukul dengan palu Dwarf seberat 1 ton. Sieg terjatuh ke tanah dan akhirnya pingsan.
"Sieg!" Lazarus berseru.
Sieg perlahan membuka matanya. Dia, melihat taman indah di tumbuhi oleh berbagai jenis Herbal Bunga indah berwarna-warni udara yang bersih dan juga seorang pria paruh baya yang sedang menyiram bunga.
"Dimana aku?" Sieg bergumam.
"Anak Muda, kamu sudah berada di Taman Eden. Nikmatilah waktu kamu di sini. Perkenalkan namaku Gail."
"Gail! Apakah kamu Dewa Kehidupan Gail?" Sieg bertanya.
Dewa Gail adalah Dewa Kehidupan. Dia, adalah Dewa yang menciptakan Taman Eden dan element alam.
"Apakah, aku sudah mati?"
Gail mengangguk.
Sieg mempunyai wajah yang pucat. Dia, mengingat baru beberapa detik yang lalu dia sedang bersama Lazarus dan yang lainnya di lantai kedua Dungeon Sage Merlin.
Sieg berjalan ke arah Gail.
"Anak muda, apakah kamu perlu bantuan?" Gail bertanya.
Sieg tidak menjawabnya. Ketika Sieg sudah berada di depan Gail dia kemudian memukul wajah Gail dengan keras sehingga Gail jatuh ke tanah. Sieg duduk di atas tubuh Gail dan memukuli wajah Gail.
"Pak tua, hidupkan aku kembali! Aku masih mempunyai sesuatu yang harus di selesaikan. Aku berjanji akan kembali ke sini lagi di masa depan!"
"Bajingan! Berhentilah, kamu menghancurkan wajah tampanku! Apakah, kamu mengetahui bahwa kamu telah memukuli seorang Dewa?"
Sieg tidak mempedulikan Gail, kemudian memukuli kembali wajah Gail. Akan tetapi, semua luka yang di terima Gail sembuh seketika.
"Anak Muda, apakah kamu ingin pergi ke Abyss?" Gail menatap Sieg dengan tajam.
"Dewa, Maafkan aku! Akan tetapi, tolong hidupkan aku kembali."
Sesaat kemudian seseorang tertutupi cahaya putih keluar dari cahaya berwarna putih di hadapan Sieg dan Gail.
"Apa? Apakah kamu salah mencabut nyawa seseorang! Pria muda ini bernama Siegfried bukan Sigmund?"
"Dewa, apakah kamu membiarkan aku untuk pergi?" Sieg bertanya.
"Cih.. Baiklah, tetapi jangan ceritakan tentang pertemuan kita kepada siapapun!" Gail tersenyum, kemudian menendang Sieg ke langit dengan sangat keras.
"Hahaha. Kalian tidak pernah berubah meskipun sudah menjadi makhluk Fana, aku dan para Dewa akan menunggu kalian pulang ke alam para Dewa dengan sangat sabar! Aku ingin tahu bagaimana kalian akan membuat keributan lagi di alam Dewa." Gail tersenyum.
*lantai dua Dungeon Sage Merlin.
Sieg perlahan membuka matanya dia merasakan sesuatu yang lembut di bibirnya.
"Apa ini?" batin Sieg,
Saat Sieg membuka matanya dia melihat Lazarus yang sedang menciumnya. Sieg, menatap Lazarus dengan tatapan kosong tanpa ekspresi, kemudian dia bangkit dari tidurnya.
"Sieg, sudah sadar!" Semua orang berseru.
Theresia, memeluk Sieg dengan mata mengeluarkan air mata.
"Sieg, apakah kamu baik-baik saja?" Theresia bertanya.
"Theresia, apa yang terjadi? Berapa lama aku pingsan?"
"Ketika, kamu mendengar harga Artefak Urs, kamu jatuh dan tidak bergerak. Saat Urs, mengeceknya kamu sudah tidak mempunyai denyut nadi dan jantungmu sudah tidak berdetak selama 7 menit." Theresia menjawab.
"Tuan Urs, memompa jantungmu, mengaliri jantungmu dengan sihir element petir dan memberi nafas buatan selama 7 menit itu! Hahaha. Tuan Urs, sangat hebat dia bisa menghidupkan orang yang sudah mati." Halton menangis seraya memeluk Sieg.
"Urs, terima kasih!" Sieg berkata dengan mata berkaca-kaca.
"Hahaha. Sieg, aku hanya melakukan tugasku... bagaimana kondisimu? Saat perang ini selesai aku akan memperkenalkan kamu kepada Saudara Tyron untuk menempa Artefak dia mungkin tidak akan meminta bayaran 5 kali lipat, tetapi 3 atau 4 kali lipat." Lazarus tersenyum.
"Aku memang tidak bisa menjadikan Urs musuh," batin Sieg.
"Sieg, kamu dan aku sudah melewati hidup dan mati bersama. Di masa depan kamu harus membantuku untuk menghadapi seluruh dunia yang akan memusuhiku," batin Lazarus.
Freya, menarik tangan Lazarus. Dia, merasakan perasaan sesak di hatinya saat melihat Lazarus memberi nafas buatan kepada Sieg.
"Pencuri." Freya berkata seraya menatap Sieg dengan tatapan dingin.
Tubuh dan mulut Sieg membeku saat mendengar perkataan Freya.
Urs, dan yang lainnya, kemudian pergi ke arah prasasti yang ditinggalkan oleh Sage Merlin. Di sekitar prasasti berjajar 12 patung Ksatria dengan tinggi 5 meter bersenjata lengkap yang terbuat dari Logam Orichalcum dan dibawah prasasti terdapat 3 Light Stone yang bersinar terang.
"Makhluk apa yang berjalan dengan 4 kaki di waktu pagi, 2 kaki di waktu siang, dan 3 kaki di waktu petang?? Seseorang yang dapat menjawab teka-teki ini akan menjadi pemilik lantai pertama dan kedua beserta isinya."
"Bagaimana, ada teka-teki sesulit ini?" Tyra berseru.
Semua orang berusaha untuk memikirkan jawaban dari teka-teki ini.
"Giant" Halton berteriak.
Cahaya dari salah satu Light Stone meredup. Kepala dari 12 patung itu melirik ke arah kelompok Lazarus dan memancarkan aura ranah Legendary.
"Apakah kedua belas patung itu Artefak Golem buatan?" Theresia bertanya.
"20 patung yang berada di lantai pertama juga adalah Golem buatan. Aku mengira kalau kita salah menjawab teka-teki ini 3 kali maka semua Golem akan menyerang kita!" Lazarus menjawab.
Semua orang mempunyai wajah pucat.
"Urs, apakah kita harus menyerah?" Freya berkata.
"Aku sudah mengetahui jawabannya!" Theresia berseru.
"Jawabannya adalah manusia! Waktu pagi" adalah waktu kamu bayi dan sedang merangkak dengan 2 kaki dan 2 tangan (4 kaki). "Waktu siang" adalah waktu kamu beranjak dewasa dan berjalan dengan 2 kaki. Akhirnya, "Waktu petang" adalah waktu kamu tua dan harus ditemani tongkat (3 kaki).!" Theresia berkata.
Salah satu cahaya di Light Stone itu meredup. Berarti jawaban Theresia salah.
Theresia menggigit bibirnya dia berpikir bahwa jawabannya sudah benar.
Lazarus menyentuh bahu Theresia kemudian berkata. "Theresia, jawaban kamu sudah benar, tetapi kurang tepat."
"Jawabannya adalah ras Humanoid!" Lazarus berteriak.
Light Stone yang berada di dalam prasasti tidak meredup. Salah satu patung Ksatria tiba-tiba bergerak dan berjalan ke arah Lazarus. Sieg dan yang lainnya siap untuk bertarung.
Patung Ksatria itu berhenti di depan Lazarus kemudian memberikan Lazarus sebuah Artefak berbentuk cincin berwarna Emas dengan banyak ukiran Rune kuno. Lazarus segera meneteskan darahnya ke cincin itu, kemudian memakainya.
"Artefak Wisdom Ring rank Mythical!"