LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 27. Takdir.



Lazarus terkejut saat Freya mengajaknya untuk menikah, dia berpikir pertarungan itu, hanyalah pertarungan persahabatan biasa.


"Tunggu! Nyonya Astrid, aku mengira pertarungan itu hanyalah sebuah pertarungan biasa." Lazarus berkata.


"Urs, apa kamu pernah pergi ke Kerajaan North Sea? Apakah kamu mengetahui tradisi? Seorang Ksatria wanita yang berumur 17 tahun sampai 21 tahun, akan ditantang oleh para pria muda yang mempunyai usia sama atau lebih tua maksimal 10 tahun. Apabila wanita itu kalah wanita itu akan menjadi istri pria itu. Freya sudah mengalahkan semua pria yang menantangnya di Kerajaan North Sea, dia pergi ke Kekaisaran Lion Heart untuk menjalankan tradisi itu, karena di Kerajaan North Sea tidak ada pria muda yang lebih kuat darinya."


"Nyonya Astrid, bukankah saat itu juga kamu dikalahkan oleh Duke Lazarus Regulus?" Lazarus bertanya.


"Ketika, aku bertarung dengan Black Lion ,aku berusia 22 tahun dan aku sudah melewati tradisi itu. Aku sudah mengalahkan semua pria yang menantang aku. Apabila seorang Ksatria wanita Kerajaan North Sea, sudah melewati tradisi itu mereka bebas untuk menentukan jalan hidupnya sendiri." Astrid menjawab.


"Tunggu! Pernikahan harus di jalani dengan cinta tanpa paksaan.. Freya pasti mempunyai seorang pria yang dia cintai di luar sana!! Aku tidak bisa menerima pernikahan ini." Lazarus membantah.


"Urs, apakah kamu menolak pernikahan ini? Kalau kamu menolaknya aku akan memenggal kepalamu dan mengorbankan kepalamu kepada Dewi Freya!!" Astrid mengeluarkan Kapak Perangnya kemudian mendekatkan Kapak perang itu berjarak 1 cm dari leher Lazarus. "Apakah kamu tidak menyukai Freya? Dia adalah wanita tercantik di North Sea, bahkan ayahku memberi nama dia Freya seperti Dewi Perang Freya.." Astrid menatap wajah Lazarus dengan dingin.


"Tapi aku mempunyai seorang istri!! Aku juga sudah mempunyai dua orang anak!!!" Lazarus berteriak sambil membalas tatapan dingin Astrid.


Semua orang terkejut dengan perkataan Lazarus, mereka tidak mengira Lazarus sudah menikah dan mempunyai dua orang anak.


'Sial.'


"Tenang saja, seorang pria kuat dapat mempunyai banyak istri, bahkan ayahku mempunyai dua orang istri, dan Altair mempunyai sepuluh orang istri dan banyak selir." Astrid berkata dengan suara bernada dingin.


"Astrid, apakah kamu sudah menanyakan pendapat Freya? Kamu sungguh egois Freya bukanlah barang, dia juga mempunyai hati dan perasaan." Lazarus berkata.


Semua orang melihat ke arah Freya.


"Urs, apakah kamu percaya pada takdir? Aku berpikir pertemuan kita adalah sebuah takdir para Dewa. Aku ingin menikahi seorang pria yang sudah menjadi takdirku, aku mencari pria itu sampai ke Kekaisaran Lion Heart.. Saat aku merasa lelah untuk mencari, aku berdoa pada Dewi Freya dan akhirnya aku mendapatkan seorang pria yang sudah menjadi takdirku.." Freya melirik ke arah Lazarus.


Lazarus melihat ke arah Amarilis, Diana dan Alyssa, tetapi ketiga wanita itu hanya berdiri membeku. Terutama Alyssa yang kelihatan sangat terkejut saat Lazarus, mengatakan sudah mempunyai istri.


Lazarus mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini, apakah dia harus mengatakan dia sudah berusia 60 tahun? Pasti semua orang tidak akan percaya karena Lazarus terlihat muda dan belum menembus ranah Epik. Apakah dia harus membongkar penyamarannya? Akan sangat berbahaya apabila membongkar penyamarannya saat ini.


Sesaat kemudian Lazarus memikirkan sebuah rencana.


"Astrid, singkirkan Kapak milikmu dari leherku, aku akan membuat keputusan." Lazarus berkata.


Astrid menyimpan kembali kapak perangnya kemudian memperhatikan Lazarus.


Lazarus mengeluarkan satu Koin emas dari Cincin Draupnir. "Freya, apakah kamu percaya pada takdir?"


"Aku percaya kepada takdir." Freya menjawab dengan tatapan serius.


"Aku akan melemparkan Koin emas ini, apabila Koin emas ini tidak terjatuh di bagian kepala dan ekor, berarti sudah takdirku menikah denganmu, tetapi apabila Koin emas ini jatuh di kepala atau ekor, aku tidak akan menikahi kamu." Lazarus berkata.


"Bajingan!!"


Banggg


Astrid memukul meja bar sehingga hancur.


Pria itu tidak tahu malu, suatu hal yang mustahil Koin emas itu tidak jatuh di Kepala atau Ekor.. Karena koin emas itu hanya mempunyai dua sisi.


"Urs, kamu adalah pria bajingan! Aku sudah salah menilai kamu." Alyssa berkata seraya menatap Lazarus dengan tatapan dingin.


"Urs, kamu sudah melampaui batas!!" Astrid mengayunkan kapak perangnya ke arah Lazarus.


Banggggg


Freya menahan serangan Astrid dengan kapak perangnya.


"Freya, kenapa kamu melindungi sampah ini?" Astrid bertanya.


"Kakak perempuan, aku akan menerima taruhan ini." Freya menggeleng ringan. "Urs, aku menerimanya."


Apaaa! Ini adalah pertaruhan yang sangat mustahil untuk dimenangkan!!


"Siapa yang akan melempar Koin ini? Aku tidak ingin kalian menganggap aku curang. Apabila aku yang melemparnya." Lazarus berkata.


"Aku yang akan melemparnya.." Diana berjalan ke arah Lazarus kemudian mengambil Koinnya.


Semua petualang memberi tempat yang luas, mereka sudah tahu Lazarus yang akan menang.


"Aku bersumpah atas Nama Dewi Themis, aku tidak akan berbuat curang!!" Diana berkata, kemudian Diana melempar Koin itu ke udara.


Semua orang mempunyai ekspresi tegang di wajahnya untuk melihat hasil dari taruhan ini. Bahkan, Alyssa dan Amarilis.


Koin emas itu jatuh ke lantai Guild yang terbuat dari papan kayu. Semua orang berpikir ini semua sudah menjadi kemenangan Lazarus. Namun, Koin itu tidak langsung jatuh melainkan menggelinding hingga akhirnya Koin itu tersangkut di celah lantai dalam posisi berdiri.


Semua orang berdiri membeku bahkan Lazarus berkeringat dingin, Koin yang berdiri tidak jatuh di posisi kepala dan ekor melainkan koin itu berdiri, ini adalah kekalahannya.


"Urs, apakah kamu percaya pada takdir?" Freya berkata seraya tersenyum tulus.


Apa!! Bagaimana Koin itu bisa seperti itu? Ini adalah sebuah keajaiban! Freya pemenangnya..


"Urs, mengapa kamu tidak menjawabnya?" Alyssa memegang bahu Lazarus.


Saat Alyssa memegangnya Lazarus tiba-tiba terjatuh, ternyata saat Koin itu tersangkut di celah lantai, Lazarus sudah hilang kesadaran dan pingsan.


Urs


Semua orang berteriak. Alyssa mengecek denyut nadi Lazarus.


"Urs, hanya pingsan karena terluka, kelelahan dan terkejut." Alyssa menggeleng ringan.


"Apakah pria itu akan menarik kembali ucapannya?" Astrid bertanya dengan nada dingin.


"Urs, bukan orang seperti itu. Meskipun, dia adalah seorang pria yang kaku terhadap perempuan." Alyssa memaksakan senyumannya.


"Bibi, bukankah Urs, adalah kekasihmu?" Amarilis bertanya.


"Aku hanya bercanda.. Aku bertemu Urs, sewaktu aku mencari Herbal saat pagi hari, aku bahkan hanya mengenal Urs selama satu hari, bagaimana mungkin aku menjadi kekasihnya.." Alyssa berkata


"Alyssa, apakah kamu tertarik pada Urs? Aku akan mengizinkan dia untuk memiliki banyak istri." Freya tersenyum.


"Apakah itu benar?" Alyssa menggenggam tangan Freya dengan mata berbinar.


"Urs, pasti akan sangat bahagia, aku juga ingin bertemu dengan Istri pertama dan kedua anaknya." Freya tersenyum tulus.


Astrid mengendong Lazarus.. "Meskipun, begitu, aku masih tidak menyukainya. Tapi, mata itu aku seperti pernah melihatnya di masa lalu." Astrid mengingat saat dia baru pertama kali bertemu Lazarus.


"Astrid, apakah maksudmu dia mempunyai tatapan yang sama dengan tuan?" Diana tersenyum.


Astrid tidak menjawabnya, dia hanya pergi membawa Lazarus ke kamar tidur untuk beristirahat.


"Diana, apakah Urs mirip dengan ayah?" Amarilis bertanya.


"Urs mirip dengan tuan Lazarus. Bentuk wajah, postur dan keberaniannya, tetapi sifat mereka sangat berbeda. Amarilis, Nyonya Iris masih menyimpan lukisan tuan Lazarus di kamarnya, kamu bisa melihat dan membandingkannya." Diana tersenyum.


"Saat aku pulang aku akan melihatnya." Amarilis berkata.


Bukankah, saat ini waktu terbaik untuk berpesta! Untuk merayakan Pertunangan Tuan Urs dan Freya, bukankah ini adalah hari yang bahagia semoga Para Dewa dan Dewi memberkahi Pertunangan dan Pernikahan mereka berdua


Fane Berteriak. Semua orang di sana menjadi berisik.. Mereka tertawa dengan gembira seraya meminum minuman keras.


Kita akan minum sampai pagi..!


Aku tidak tahu Urs sial atau beruntung.


Tuan Urs sangat beruntung dia dikelilingi oleh banyak wanita cantik, dan akhirnya dia mendapatkan Red Rose Princess.


Aku sangat Iri Pada pria itu.


Bukankah, Seorang pria yang memenangkan Jack Pot batuan sedimen 3 Kali berturut-turut di Kasino Black Rose Bernama Urs?


Seseorang yang membangun Panti Asuhan dan rumah untuk tunawisma Juga bernama Urs.


"Urs adalah pria yang sudah membangun Panti Asuhan dan Rumah penampungan tuna wisma, dia juga orang yang telah memenangkan Perjudian di Kasino Black Rose." Alyssa berkata seraya meneguk sebotol Besar Wine.


Tuan Urs, Berikan aku sedikit keberuntunganmu..


Apabila Tuan Lazarus di sebut Dewa Kesialan maka Tuan Urs akan di sebut Dewa keberuntungan .


Urs The North, nama itu sedikit demi sedikit akan terkenal di seluruh dunia, Peristiwa ini juga akan menjadi suatu hal yang menarik di masa depan.


Cerita sampingan Di dalam Cincin Draupnir.


"Asterion, Golden Fang, apakah kalian sedikit lagi akan menjadi Demon Beast?" Ignis bertanya.


Asterion dan Golden Fang mengangguk. seraya memakan Inti Beast dan Herbal dengan lahap.


"Kalian semua sudah memakan Herbal dan Inti Beast tanpa berusaha! Aku dan Master yang mengumpulkan itu semua, saat kalian sudah menjadi Demon Beast dan mendapat ingatan leluhur, kalian harus berburu sendiri!!"


Meskipun, Asterion dan Golden Fang tumbuh lebih kuat dengan cepat karena Inti Beast dan Herbal yang berlimpah ,akan tetapi mereka berdua tidak mempunyai pengalaman pertempuran seperti Ignis.


Roooar.


Asterion dan Golden Fang mengangguk.


'Master, mengapa aku menetas pertama, aku harus bertarung mati-matian untuk mendapatkan Inti Demon Beast dan Herbal, aku juga butuh waktu dua bulan untuk menjadi Demon Beast, tetapi mereka berdua hanya butuh waktu satu Minggu untuk menjadi Demon Beast' Ignis melihat kedua Kadal dan Kucing rakus itu dengan tatapan dingin.


"Untuk saat ini aku harus menjadi Grand Demon Beast! Aku adalah Alpa aku tidak ingin Kadal dan Kucing ini akan menjadi arogan." Ignis menghela nafas panjang. "Saat kalian di Emerald Forest kalian akan meminta bantuanku, saat itu kalian berdua akan melihat neraka sesungguhnya."


Hahaha