LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 86. Hutan Emerald I.



"Tuan Urs, bukankah apabila kita mengeluarkan Beast rank tinggi muda akan dengan mudah menarik perhatian Beast rank tinggi dan Beast rank sedang?" Cordelia bertanya.


"Hahaha. Aku sengaja untuk menarik perhatian mereka." Lazarus terkekeh kecil.


"Meskipun, Hutan Emerald termasuk hutan yang aman untuk mencari herbal, berburu dan menangkap Beast kontrak, tetapi hutan Emerald sangat luas dan para Petualang sering sekali melihat Beast Rank tinggi yang berkeliaran. Aku takut Beast rank tinggi itu menyerang kita karena merasakan aura dari Beast kontrakmu dan Putri Lynelle." Cordelia berkata.


"Tenang saja. Kita masih mempunyai tiga orang ranah Legendary di pihak kita. Saint Iris, Sebastian dan Carissa adalah seorang ranah Legendary."


"Apakah Anda Saint Iris, Blizzard Witch Carissa dan The Shadow Assasins Demon Sebastian!" Cordelia terkejut seraya melirik ke arah yang lainnya.


"Putri Cordelia sudah lama tidak bertemu mungkin sejak kamu berusia 3 tahun... apakah ibumu Lefiya sehat?" Iris bertanya.


"Salam Saint Iris! Ibu baik-baik saja." Cordelia membungkuk.


"Baiklah, mari kita masuk ke Hutan Emerald, sebentar lagi matahari akan terbenam. Kita akan kehabisan waktu untuk mendirikan kemah dan berburu makanan. Kita akan menangkap Beast kontrak pada pagi hari." Lazarus berkata.


Kelompok Lazarus memasuki Hutan Emerald. Sesuai namanya Hutan Emerald di penuhi oleh pohon-pohon dan tumbuhan berwarna hijau. Mereka, melihat banyak Beast serangga yang terbang di sekeliling Hutan Emerald.


"Tuan Sebastian, apakah Anda dapat mendirikan tenda? Aku akan pergi untuk berburu. Golden Fang ingat jangan terbang di sekeliling hutan kita tidak tahu bahaya apa yang mengawasi kita dalam bayang-bayang."


"Sesuai perintahmu, Master." Golden Fang menjawab.


Lazarus dan Cordelia mulai berburu Beast untuk makan, mereka akhirnya menemukan selusin War Beast Horned Rabbit di sekitar hutan. Cordelia, kemudian menembakan tiga anak panahnya sekaligus ke arah 3 Magical Beast Horned Rabbit dan tepat mengenai kepala 3 ekor War Beast Horned Rabbit itu.


War Beast Horned Rabbit mempunyai ukuran 2 kali kelinci biasa dan mempunyai satu tanduk spiral di keningnya.


"Urs, aku mendapatkan tiga ekor War Beast Horned Rabbit, tetapi masih kurang untuk makan malam kita semua." Cordelia berkata seraya membawa 3 ekor mayat Horned Rabbit di pinggangnya.


Ketika, Cordelia pergi ke arah Lazarus, dia sangat terkejut karena melihat Lazarus sudah memburu seekor Magical Beast Black Horn Brown Deer. Di tangan Lazarus ada sebuah Artefak belati berwarna perak yang sudah berlumuran darah.


"Bagaimana, kamu bisa memburu Magical Beast Black Horn Brown Dear!"


Magical Beast Black Horn Brown Deer mempunyai ukuran yang sama dengan kuda. Mereka, terkenal karena dagingnya yang sangat enak. Akan tetapi, mereka sangat susah untuk di buru karena bergerak dengan lincah dan gesit. Bahkan, seorang Hunter Elf ranah Epik memerlukan banyak usaha untuk memburu Beast itu.


Cordelia melihat ke arah mayat Beast rusa di depannya. Dia, hanya menemukan luka sayatan di leher Beast rusa itu.


"Nona Cordelia, aku memburu rusa itu dengan memikatnya dengan Herbal yang sudah di olesi oleh Feromon Rusa Betina. Ketika rusa itu lengah aku bergerak dengan secepat kilat dan menyayat leher rusa itu." Lazarus menjelaskan.


"Feromon Rusa Betina! Mengapa, aku dan para pemburu Elf tidak pernah memikirkan hal itu! Ketika, kita menggunakan Feromon Rusa Betina di masa kawin Beast jenis rusa. Kita dapat memburu Beast rusa dengan mudah!" Cordelia menyentuh dahinya.


Lazarus mengangkat mayat Beast rusa itu di bahunya, kemudian berkata, "Nona Cordelia, mari kita kembali ke kemah. Semua orang pasti sudah menunggu makan malam."


"Baiklah."


Lazarus dan Cordelia sampai di tenda Iris dan yang lainnya sudah menyalakan api unggun dan menunggu Lazarus dan Cordelia selesai berburu


"Urs, apakah kamu berburu Magical Beast Black Horn Brown Deer! Beast itu mempunyai rasa yang sangat enak!" Freya berkata.


"Mungkin, Beast ini cukup untuk semua orang. Apakah kalian ada yang mempunyai skill memasak?"


Semua orang menggeleng ringan. Mereka, biasanya hanya membakar daging Beast saat berada di alam liar.


"Baiklah, aku yang akan memasak."


Lazarus segera menguliti mayat Beast rusa itu, kemudian membersihkan jeroannya dengan sihir element air Carissa. Lazarus dengan terampil memotong bagian-bagian daging Beast rusa itu dengan teliti.


"Urs, bahan apa ini?" Carissa bertanya seraya menunjuk ke arah gumpalan berwarna kuning seperti keju.


"Nama Bahan ini adalah mentega! Carissa bahan ini terbuat dari lemak Brown Cow." Lazarus tersenyum seraya memotong dadu kentang, wortel, bawang bombay, bawang merah dan bawah putih dan cabai.


Lazarus mengeluarkan wajan yang sudah dia beli saat berada di Kota Briton beserta banyak sayuran dan bumbu. Dia memanaskan air yang berada di dalam wajan, kemudian memasukan mentega, daging Beast rusa, kentang, wortel yang sudah dipotong dadu, irisan bawang merah, bawang putih, garam, merica, dan bubuk cabai ke dalam wajan. Lazarus, kemudian mengaduk sup itu dengan hati-hati.


Aroma harum tercium. Semua orang meneteskan air liur mereka saat mencium aroma makanan yang di masak Lazarus.


+ Cook B –> S .


Deskripsi: Membuat makanan baru di Planet Antares. Seorang Dewa meneteskan air liurnya dan melimpahkan berkahnya.


Nama makanan:???


"Apa ini! Para Dewa memperhatikanku! Tunggu sekarang aku bersama dengan Iris, berarti Dewi Elektra sedang memperhatikanku." batin Lazarus.


Lazarus membagikan mangkuk dan sendok kepada setiap orang, kemudian menghidangkannya kepada semua orang.


Ketika Iris dan semua orang mencicipinya mereka merasakan rasa yang benar-benar baru. Daging rusa yang lembut, rasa manis dari wortel segar dan karbohidrat dari kentang ditambah dengan kuah kental dengan rasa asin, gurih dan sedikit pedas.


Vit +50.


Agl +50.


Mana +50.


Str+ 70.


..


Semua orang merasakan perubahan di status mereka.


"Tuan Urs, aku belum pernah memakan sup seenak ini.. tunggu statistikku meningkat! Apakah sup ini adalah makanan yang pertama kali muncul?" Cordelia bertanya.


"Nama makanan ini adalah Kari." Lazarus menjawab.


"Urs, bisakah aku meminta semangkuk lagi tidak! Tetapi, tiga mangkuk." Carissa memberikan mangkuknya yang kosong ke arah Lazarus.


"Kami juga."


"Ambil saja masih ada satu wajan penuh kari. Apabila habis aku dapat membuatnya lagi."


"Sungguh Hebat! Apabila makanan ini dicampur dengan Nasi dari Benua Timur makanan ini akan menjadi makanan paling enak di dunia." Sebastian berkata seraya memakan kari yang dibuat oleh Lazarus dengan lahap.


"Nasi? Sebas, apakah kamu mengetahui dimana mendapatkan nasi?" Lazarus bertanya.


"Berbeda dengan Benua Barat yang mempunyai makanan utama terbuat dari gandum. Orang yang tinggal di Benua timur menggunakan Nasi yang dibuat dari padi yang dikukus. Urs, kamu bisa mendapatkan nasi dan bibit padi dari Serikat Pedagang Benua." Sebastian tersenyum.


"Apabila Kari Rice, akan menjadi salah satu menu di Restauran The North, pasti akan banyak orang di segala kalangan yang akan datang untuk merasakan kelezatan kari Rice." batin Lazarus.


Lazarus masih mengingat berbagai resep makanan saat dia berada di bumi.


"Aku kenyang.." Eira berkata, kemudian menutup matanya.


Setelah makan, Lynelle, Freya, Eleanor, Cordelia dan dua temannya tertidur lelap. Golden Fang dan Beast yang lainnya sedang berjaga di sekitar hutan Emerald.


Lazarus mengeluarkan dua botol Wine Garcia dari cincin penyimpanan Draupnir.


"Fufufu. Urs, apakah kamu akan meminumnya sendirian?" Carissa terkekeh kecil.


"Urs, aku akan menemanimu minum." Sebastian berkata.


Lazarus memberikan gelas kepada Iris, Carissa, Sebastian, Charlotte, dan Amarilis, kemudian menuangkan wine ke gelas mereka.


"Nona Charlotte dan Nona Amarilis, apakah kalian sudah berdamai?" Lazarus bertanya.


"Urs, kami sudah berdamai! Kami sadar dengan keegoisan kami berdua." Charlotte menjawab seraya meneguk Winenya.


Ketika di Medan Perang Amarilis dan Charlotte berperang bersama. Mereka, saling mengorbankan nyawa masing-masing sekarang mereka sadar bahwa mereka masih saling peduli, tetapi keegoisan mereka tidak membiarkan mereka untuk membuka hatinya masing-masing.


"Duke Ray Zander, berjanji kepadaku setelah Gelombang Beast berakhir dia akan minum Wine bersamaku. Meskipun Duke Ray mempunyai sifat yang kekanak-kanakan, tetapi dia adalah seorang Ksatria sejati." Lazarus meneguk wine miliknya.


"Urs, apakah kamu merasa bersalah atas kematian Ray?" Iris bertanya.


"Tidak.. kematian seorang Ksatria di Medan perang adalah sebuah kehormatan. Meskipun aku terkadang berpikir mengapa aku tidak datang lebih awal."


Entah mengapa Lazarus selalu mengingat tentang kematian Ray, dia bahkan tidak mengetahui siapa jati dirinya Syam atau Lazarus. Dia, merasa bingung tentang semua ini.


"Urs, apakah kamu melihat banyak bintang itu. Ray, pernah mengatakan bahwa ketika dia mati kisahnya akan selalu bersinar seperti bintang yang berada di langit malam." Carissa berkata.


"Apabila Ray berada di sini dia pasti akan menyemangati kita semua, tetapi ketika tidak ada orang Ray akan menangis sangat keras seperti saat kematian Lazarus." Sebastian berkata.


"Semoga Ray bahagia di Taman Eden." Iris berdoa.


"Urs, apakah kamu bisa menceritakan tentang perjalananmu dengan Diana dan Alyssa? Aku penasaran apa saja yang telah kalian lewati?" Carissa bertanya.


Diana, Grace dan Richard tidak bisa mengikuti Lazarus ke Kerajaan Terra karena mereka masih mempunyai banyak tugas yang harus di selesaikan di Kekaisaran Avalon. Sieg dan Party Golden Dragon pergi ke Kekaisaran Swallow karena mendapatkan misi. Sedangkan Bleddyn bersama Berdic pergi ke Kota Briton untuk mengawasi dan melindungi Tuan Ferdinand yang mempunyai sedikit masalah di sana.


Lazarus mulai menceritakan apa saja yang terjadi dalam perjalanannya kepada semua orang.


...****************...


"Dewa Gail, aku masih mempunyai urusan di dunia fana. Apakah aku boleh bereinkarnasi?" Ray berkata.


"Ray Zander, tenang saja sekarang kamu akan menjadi Saint ku. Akan tetapi, tidak sekarang.. Kamu harus merenungkan dua puluh buku terlarang yang kamu buat."


"Baiklah, akan tetapi? Bagaimana mungkin aku akan bereinkarnasi menjadi seekor Dragon! Aku ingin bereinkarnasi menjadi manusia dan dengan ingatan manusia!"


"Manusia, di planet ini akan bereinkarnasi tanpa ingatan! Berbeda dengan Dragon yang dapat mewariskan ingatannya! Apakah kamu mengerti maksudku!" Dewa Gail sedikit berteriak.


"Aku ingin berevolusi menjadi Red Dragon."


"Red Dragon dan Naga warna adalah lambang kehancuran! Kamu tidak boleh bereinkarnasi menjadi Red Dragon!"


"Gold Dragon?"


"Aku sudah memilihkan jenis Dragon yang cocok untukmu. Bagaimana dengan Storm Dragon?"


"Bajingan! Storm Dragon lebih menghancurkan dari Naga Warna, tetapi aku menyukainya."


"Yo Gail." Seekor Dragon bersisik pelangi keluar dari celah dimensi di taman Eden.


"Sudah lama tidak bertemu Fafnir.. Bisakah kamu mereinkarnasikan manusia ini menjadi Storm Dragon beserta ingatannya??"


"Baiklah, aku akan mereinkarnasikan ya menjadi Storm Dragon... apabila membantu pria itu aku akan melakukannya gratis." Dewa Naga Netral Fafnir mengangguk.


"Hahaha.. Tiamat dan Bahamut pasti akan ketakutan saat pria itu kembali ke alam Dewa." Gail tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha. Aku juga ingin melihatnya!" Fafnir ikut tertawa.


"Apa yang mereka maksud?" batin Ray seraya mengeluarkan keringat dingin dari dahinya. "Mereka lebih seperti Dewa Kematian dan Dewa Naga Jahat daripada seorang Dewa Kehidupan dan Dewa Naga yang baik."