
Iris dan Lazarus terus berjalan-jalan di Kota Light Castle. Melihat banyak orang dari empat benua berlalu-lalang, tetapi mereka masih tidak bertemu dengan Freya dan yang lainnya.
Lazarus dan Iris melihat Duke Adrian sedang mengobrol dengan seorang wanita cantik berambut pirang panjang dan mata merah. Mereka segera menghampiri Duke Adrian ke sebuah toko terbuka yang mempunyai banyak batuan sedimen.
"Crow, sudah lama tidak bertemu mampirlah ke tokoku!" Wanita cantik berambut pirang dan mata merah itu berkata.
"Claire? Mengapa kamu tiba-tiba menjadi seorang wanita dewasa?" Iris bertanya.
"Fufufu, banyak hal yang terjadi." Claire terkekeh kecil seraya melihat ke arah pria berarmor hitam di depannya.
"Claire, sudah lama tidak bertemu! Aku adalah Lazarus atau Urs The North. Apakah kamu sudah menghisap darah rubah tua untuk upacara kedewasaan." Lazarus berkata.
"Kucing Hitam, kamu tidak boleh mengatakan hal seperti itu! Pilihkan aku batu sedimen dan aku akan membagi 2 denganmu." Duke Adrian berkata dengan wajah merah.
"Rubah tua, kamu sangat licik!" Lazarus sudah lama tidak berjudi batu, meskipun Stat keberuntungan yang awalnya 8 menjadi 7 karena membuat kontrak dengan Artefak Wisdom Ring. Namun dia masihlah seorang yang sangat beruntung.
Terlihat dari penjudi dari 4 Benua berkumpul di tempat ini memilah dan memilih batuan sedimen. Seorang pria tampan berambut perak dan mata perak sedang membuka batuan sedimen, dia adalah Lycans ketua cabang Aliansi Black Cabang Kekaisaran Albion.
"Tuan, Anda mendapatkan Kristal Blue Sea seharga 1000 Koin Emas." Lycans tersenyum.
"Bajingan! Aku membelinya seharga 10,000 Koin Emas! Aku rugi sebanyak 9000 Koin Emas!" Pria itu menggenggam kerak baju Lycans.
"Tuan, apabila kamu ingin membuat keributan di Casino Acasha! Aku akan membunuh dan mencabikmu! Aku tidak peduli dengan peraturan Kota Light Castle." Lycans berubah menjadi serigala perak Humanoid. Lycans sebenarnya seorang Werewolf atau manusia serigala.
"Pengawal singkirkan dia!" Amara berkata. 3 orang pengawal Ras Vampire berambut emas dan mata biru menyeret pria itu dan melemparnya tidak jauh dari sana. Beserta Kristal Blue Sea yang dia dapatkan.
Pria itu sangat bodoh! Dia berani membuat keributan di Casino Acasha. Penjaganya juga adalah seorang ranah Epik dan Legendary. Untung saja Nona Acasha tidak berada di sini.
Semua orang menertawakan nasib pria itu. Mereka menganggap pria itu sangatlah sial.
"Lazarus, apakah kamu ingin memilih batuan sedimen?" Iris bertanya.
Lazarus mulai memilah batuan sedimen tidak jauh dari sana. Dia sudah 300 tahun bersama dengan 21 kelahirannya mereka mengajarkannya apapun. Kebetulan kelahiran ke 4 adalah seseorang yang pernah dijuluki God Of Gambler dia adalah penjudi dengan persentase kemenangan 93% dari ratusan ribu permainan.
04 mengajarkannya untuk berjudi batu sedimen. Rasakan dengan mana, suara saat kamu mengetuknya, insting dan yang paling penting adalah keberuntungan.
Banyak penjudi yang kaya dalam satu malam dan banyak penjudi yang jatuh miskin dalam satu malam. Judi adalah pedang bermata dua yang tidak bisa mengenali pemilik atau lawan.
"Lazarus, harga batu sedimen ini beragam ada yang seharga 1 Koin Emas, 10 Koin Emas, 100 Koin Emas, 1000 Koin Emas, 10,000 Koin Emas, 100,000 Koin Emas, 1 Juta Koin Emas, 10 Juta Koin Emas, 100 Juta Koin Emas dan 1 Milyar Koin Emas." Claire berkata.
Lazarus mulai memilah batu sedimen dengan teknik yang diajarkan oleh Kelahiran ke empat. Iris melihatnya dengan mata berbinar, dia berpikir Lazarus akan mendapatkan banyak uang karena melakukan perjudian ini.
Lazarus terus memilah dan memilih batuan sedimen. "Claire, berapa harga batu sedimen di kedua tempat ini?"
"1 Koin Emas dan 10 Koin Emas! Mengapa kamu tidak memilih batuan sedimen yang besar? Bukankah kamu akan untung banyak, jika mendapatkan Jack Pot dari sana!" Claire berkata.
Lazarus hanya tersenyum.
Insting Lazarus mengatakan batuan sedimen berukuran besar tidak mempunyai hal yang terlalu berharga di dalamnya. Bukankah 1 Koin Platinum lebih berharga dari 1 Koin Bronze begitulah yang dia pikirkan.
Lazarus, kemudian tertarik kepada salah satu batu sedimen ukuran sedang. Dia mengetuknya dengan hati-hati, kemudian mengaliri mana.
"Moonlight White Jade Rank Legendary! Meskipun aku hanya merasakan sedikit mana element cahaya, tetapi aku yakin di dalamnya adalah Moonlight White Jade!" Lazarus berkata.
Duke Adrian dan Claire melihat wajah Lazarus yang terkejut. Mereka mengetahui bahwa Lazarus menemukan sesuatu yang berharga di dalam batuan sedimen.
Lazarus sebenarnya hanya mengelabui semua orang dengan ekspresi terkejutnya. Sebenarnya dia sudah menyimpan batu sedimen yang berisi Moonlight Jade Rank Legendary kembali dan memilih batu acak dan berpura-pura terkejut.
"Claire, berapa harga batu sedimen ini?" Lazarus berkata seraya tersenyum cerah.
"Claire, aku akan membayarnya 100 Koin Emas untuk batu sedimen itu!" Duke Adrian Leandro berkata seraya tersenyum lebar.
"Rubah tua, batuan sedimen ini milikku!"
"1000 Koin Emas!"
"2000 Koin Emas!"
"2100 Koin Emas!"
"5000 Koin Emas!"
"100,000 Koin Emas!" Lazarus berteriak dengan sangat keras.
Semua pembeli batu sedimen dari 4 Benua yang menghadiri Pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar, mengelilingi Lazarus dan Duke Adrian yang saling tawar menawar. Mereka penasaran apa yang berada di dalam batu sedimen itu sampai Lazarus dan Duke Adrian tidak ingin melepasnya.
Altair, Alastair, Kaisar Alcander dan Siegfried yang berada di toko batu sedimen menghampiri Lazarus karena melihat keributan yang besar.
Alastair berjalan ke arah Lazarus. "Ayah, Ibu apa yang kamu lakukan di sini?"
"Alastair, apakah kamu menggunakan uang yang aku berikan untuk membeli batu sedimen? Aku datang ke toko batu sedimen pasti untuk membeli batu sedimen!" Lazarus menjawab.
"Maafkan aku!"
"110,000 Koin Emas!"
"200,000 Koin Emas!"
"500, 000 Koin Emas!"
"1 Juta Koin emas!!!!" Duke Adrian berteriak dengan keras.
"Rubah tua, berhentilah menawar atau kamu akan menyesalinya." Lazarus berkata dengan dingin seraya menatap Duke Adrian dengan mata tajam.
"Hahaha. Apabila kamu tidak mempunyai uang untuk menawar, maka menyerah dan berikan batu sedimen itu kepadaku." Duke Adrian tertawa.
"Kamu!!" Lazarus menggertakan giginya seraya mengeluarkan Artefak Black Dragon Soul dari Cincin Draupnir.
"Apakah, kamu ingin bertarung? Aku ingin melihat seberapa kuat kamu sekarang!" Duke Adrian Leandro mengeluarkan Artefak Storm Dragon Spear dari Artefak penyimpanannya.
Kerumunan orang semakin banyak. Deborah, Reese, Adara dan Laurels melihat banyak kerumunan orang berkumpul penasaran dengan apa yang terjadi di Casino Acasha.
Melihat kondisi yang tidak stabil Kaisar Alcander dan Siegfried berlari ke depan Lazarus untuk melerai pertarungan.
"Adrian dan Lazarus, sudahlah kita sedang berada di Pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar. Apabila kalian bertarung di sini. Aku yang akan menjadi lawan kalian!" Kaisar Alcander Boreas berkata.
"Rubah tua, itu yang memprovokasi aku terlebih dahulu! Dia ingin mengambil batu sedimen yang telah aku beli!" Lazarus berteriak.
"Kucing Hitam! Kamu belum membayar batu sedimen itu! Berarti batu sedimen itu bukan milikmu." Duke Adrian Leandro menjawab, dia yakin batu sedimen itu berisi suatu yang sangat berharga.
Kaisar Alcander mengetahui bahwa Adrian menawar batu sedimen itu, dengan sangat mahal karena dia percaya. Batu sedimen yang dipilih Lazarus berisi Material berharga.
"2 Juta Koin Emas!" Kaisar Alcander Boreas berteriak.
Lazarus dan Duke Adrian terkejut karena Kaisar Alcander tiba-tiba menawar batu sedimen. Mereka tidak menduga Kaisar Alcander akan ikut untuk menawar batu sedimen.
Claire mempunyai wajah pucat. "Kaisar Alcander, kamu tidak boleh–"
"Claire, bukankah batu sedimen itu belum menjadi milik siapapun?" Kaisar Boreas bertanya.
"Tetapi–"
"Apakah, kamu bekerja sama dengan Adrian? Bukankah kita semua di sini mempunyai hak yang sama untuk menawar?" Kaisar Alcander bertanya.
"Bajingan! Awalnya aku hanya ingin membeli ajaran kepada bajingan tua dan ingin berhenti menawar setelah 20 Juta Koin Emas!" batin Lazarus.