LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 214. Agenor Vs Rhodes.



Peach dan Gaver sudah menyelesaikan tarian Phoenix sekarang adalah saatnya pertarungan pertama.


Seorang pria bertubuh kekar mata hijau dan rambut coklat pendek berjalan ke panggung yang ditutupi Barrier Biru. Pria itu mempunyai bekas luka tebasan memanjang di pipi kirinya seraya membawa sebuah Artefak tombak rank Legendary berwarna perak berukiran White Dragon di tangan kiri, pria itu terlihat sangatlah kuat.


Agenor Albion, dia adalah Kaisar Kekaisaran Albion saat ini. Sang penggila pertarungan dan rival Lazarus di masa lalu.


"Penantang pertama adalah Kaisar Kekaisaran Lion Heart, Agenor Albion!" Seorang pria ras Goblin berkulit hijau berkata.


"Agenor, siapa yang akan kamu tantang?" Kaisar Kekaisaran Suci, Kaisar Aldric sebagai tuan rumah bertanya.


Agenor melihat ke kursi menonton, tetapi dia tidak melihat seorang pria berarmor hitam yang dia temui di penginapan.


"Aku akan menantang Rhodes! Rhodes, hadapi aku! Aku akan meremukkan semua tulangmu!' Agenor berteriak.


Semua Bangsawan, Kaisar dan Pemimpin Kekuatan Besar di Benua Selatan Moonlight menyipitkan mata mereka.


Mereka mengetahui Demon Emperor Rhodes, sangat kuat. Di masa lalu dia bertarung dengan Demon Emperor Graham dan Albert, kemudian dapat mengalahkan mereka.


Diantara Demon Emperor Agathias, Rhodes dan Daryan. Demon Emperor Rhodes adalah orang yang terkuat dari 3 bersaudara.


"Agenor, apakah kamu serius akan menantang Rhodes di panggung Biru?" Kaisar Aldric bertanya dengan suara bernada tegang.


"Kakek Tua, Rhodes telah menghinaku di penginapan Beastman Kingdom! Jangan lindungi dia!! Apabila Rhodes tidak pergi ke panggung berarti dia adalah seorang pengecut!" Agenor berteriak.


Agenor tidak mengetahui bahwa pria berarmor hitam yang menantangnya adalah Lazarus. Dia menggunakan nama samaran Rhodes untuk menipu Agenor.


Demon Emperor Rhodes bangkit dari kursinya, kemudian melebarkan 6 sayap kelelawar hitam kemerahan dan terbang ke arena biru. Dia menatap ke arah wajah Agenor dengan tatapan dingin seolah-olah melihat seonggok sampah.


Agenor melebarkan matanya, melihat seorang Demon tampan berambut merah dan mata hijau Emerald. Pria Demon itu memancarkan aura dan kharisma yang sangat kuat, berbeda dengan Ksatria berarmor hitam yang ditemui oleh Agenor di penginapan.


"Manusia, lawan aku dengan semua kemampuanmu!"


"Apakah kamu Rhodes?"


"Manusia, di Benua Selatan Moonlight dan Planet Antares. Aku adalah satu-satunya Demon Emperor Rhodes!"


"De-Demon, Em-Emperor!" Agenor berkata dengan suara terbata-bata.


"Cepat serang aku dengan semua kekuatanmu! Bukankah kamu menyimpan kebencian yang besar kepadaku?" Rhodes mengeluarkan aura ranah Mythical dan semua tubuhnya dilapisi oleh api berwarna merah tua.


Agenor menggertakan giginya, dia menyadari sudah di jebak oleh seorang pria yang memakai armor berwarna hitam. Namun Agenor bukanlah seorang pengecut, dia sudah lama ingin bertarung dengan lawan yang puluhan kali lebih kuat darinya.


"Hahaha. Baiklah!! Platinum Dragon Spear Art Gaya terakhir!! Platinum Dragon Spear Stab!!"


Tubuh Agenor dilapisi oleh aura element logam. Ilusi seekor Naga terbentuk dari aura Agenor, kemudian dia melompat seraya menusukan tombak perak yang sudah dilapisi semua kekuatannya.


Agenor akan mengakhiri pertarungan ini dengan satu serangan. Tidak ada kata terakhir dan tidak ada apapun lagi, dia hanya ingin mengetahui seberapa kuat dirinya dibandingkan Seorang Demon Emperor.


"Ahhhhhhhhhkk"


Agenor berteriak dengan sangat keras, dia mengeluarkan semua inci kekuatannya untuk menyerang Rhodes.


Rhodes melihat serangan Agenor, kemudian mengulurkan tangannya untuk menahan serangan kekuatan penuh Agenor.


"Traaak!"


Suara retakan terdengar dari tombak Agenor, kemudian tombak itu hancur berkeping-keping. Rhodes, kemudian bergerak dengan sangat cepat ke arah Agenor dan menendang tulang rusuknya. Sehingga tubuh Agenor terlempar, kemudian menabrak Barrier dengan keras.


Armor Rank Epik yang dipakai oleh Agenor hancur berantakan. Begitupun dengan kedua tangan dan tulang rusuknya.


"Hahaha. Aku masih jauh untuk bisa menantangmu, tetapi aku tidak akan menyerah dengan mudah!" Agenor tertawa terbahak-bahak dengan darah yang keluar dari hidung dan mulut.


Rhodes berlari ke arah Agenor, dia ingin segera mengakhiri Agenor.


"Banggg!"


Saat Rhodes ingin mengakhiri Agenor dengan satu tinjuan. Tiba-tiba sebuah sabit hitam legam menghalangi tinju Rhodes, menciptakan suara dan gelombang yang lumayan nyaring.


Agenor melebarkan matanya, melihat seorang pria berarmor hitam dan berambut hitam panjang berada di hadapannya.


"Kamu!!"


Lazarus menoleh ke arah Agenor. "Hahaha. Agenor, apakah kamu masih hidup? Apabila seseorang ranah Legendary menerima serangan itu, dia akan langsung pingsan."


Semua orang terkejut Lazarus, tiba-tiba berada di depan Rhodes. Celestial yang sudah mengisi sebagian mana ruangnya terlihat meminum air mata Azure Phoenix, Blue River di bahu Lazarus.


"Lazarus..." Agenor berkata, kemudian jatuh pingsan ke tanah.


"Urs, apa yang kamu lakukan?"


"Rhodes, maafkan aku karena telah memakai namamu saat di penginapan! Aku hanya ingin memberi pelajaran kepada Agenor, agar tidak salah memilih lawan dan diluar sana masih banyak orang yang lebih kuat darinya." Lazarus menjawab.


Semua orang terkejut mendengar perkataan Lazarus. Mereka penasaran siapa orang yang berani mengaku sebagai Demon Emperor Rhodes. Dia mungkin sudah bosan untuk hidup.


"Terima kasih, kamu tidak menggunakan seluruh kekuatanmu untuk menyerang Agenor dan kamu menarik kekuatanmu saat menyerangku." Lazarus berkata seraya mengendong Agenor.


"Cih, apabila kamu mempunyai masalah katakan padaku. Aku pasti akan membantumu. Kamu boleh memakai namaku di belahan mana Planet Antares." Rhodes tersenyum lebar.


Lazarus melemparkan sebuah Healing Potion kepada Rhodes. "Terima kasih, obati dulu tanganmu. Apakah menurutmu Agenor adalah orang yang kuat?"


"Dia lumayan kuat, Sebastian saat di ranah Legendary tidak bisa menggores sedikitpun tanganku. Mungkin saat Agenor menembus ranah Mythical, dia bisa bertarung selama 10 menit denganku." Rhodes menjawab.


"Rhodes, apabila aku bertarung denganmu di ranah yang sama siapa yang akan menjadi pemenang?"


"Hahaha. Aku tidak mengetahuinya, tetapi apabila kamu bertarung denganku di ranah yang sama. Sulit untuk menentukan siapa pemenangnya."


Semua orang penasaran siapa Lazarus. Mengapa Demon Emperor Rhodes sangat menghormati pria itu.


Lazarus membawa Agenor ke luar arena, kemudian para Healer Priest segera menghampiri Lazarus dan membawa Agenor untuk diobati.


Lazarus kembali ke tempat duduknya, kemudian melirik ke arah Emil dan Iris yang sedang menunggunya.


"Celestial Mink!" Serkan berteriak.


"Fufufu. Kamu sangat beruntung karena mengontrak Celestial Beast." Alika terkekeh kecil seraya membawa Celestial ke pangkuannya.


Rhodes kembali ke tempat duduknya.


"Rhodes, mengapa kamu tiba-tiba menarik kekuatanmu?" Reese bertanya.


"Ibu, aku sebenarnya tidak menarik kekuatanku. Akan tetapi, aku merasakan aura seseorang yang mempunyai kekuatan yang sama kuat denganmu tiba-tiba menahan pukulan ku. Urs, siapa dirinya? Aku merasakan ketakutan yang sama saat melawanmu." Rhodes menjawab.


"Fufufu. Apakah kamu memercayai Urs dan Ayahmu Cesare adalah orang yang sama? Skill Book Black Smith Rank SS yang diberikan Lazarus kepadamu adalah Skill Book yang baru dibuat dan tulisan tangan Lazarus dan Cesare sangat mirip." Reese menjawab seraya melirik ke tempat duduk Lazarus.


"Aku memercayainya. Urs dan Ayah adalah orang yang sama. Apakah kamu memercayai reinkarnasi? Sejak aku bertemu dengan Urs, aku memercayainya." Rhodes menjawab seraya meminum Heal Potion yang diberikan Lazarus.