
Kelompok Lazarus sampai di Istana Kekaisaran Moonlight tempat Sebastian dan Deviela dibesarkan sekitar 50 penjaga Istana segera menghampiri mereka semua.
Semua orang segera berlutut saat melihat Sia mengawal Sebastian dan Deviela. Namun mereka penasaran siapa pria Demon berambut putih panjang dan mata biru yang berada di samping Deviela.
"Berdirilah! Dia adalah suamiku Urs. Kalian harus memperlakukan Urs seperti kalian memperlakukanku." Deviela tersenyum seraya turun dari punggung Snow Fang.
Lazarus memasukkan kembali Snow Fang ke Cincin Draupnir, semua prajurit dan pelayan Demon wanita di sana melihat ke arah Lazarus tanpa berkedip. Sudah menjadi insting seorang wanita Demon untuk tertarik kepada Pria Demon dengan rank tinggi.
"Auuuuuu.." Seekor Legendary Beast Darkness Cerberus dengan bulu hitam gradasi ungu berlari ke arah Lazarus.
"Hahaha. Dark Fang, kamu lebih besar dari Sun dan Snow." Lazarus tertawa seraya mengusap kepala Dark Fang.
"Urs, apakah Sun dan Snow baik-baik saja?" Dark bertanya.
"Mereka baik-baik saja dan apakah Demon Emperor Reese berada di Istana Kekaisaran Moonlight?" Lazarus bertanya.
"Dark Fang, mengapa kamu tiba-tiba berlari saat aku menyisir rambutmu!" Reese berlari ke arah Lazarus.
"Master, Urs mengunjungi Istana Kekaisaran Moonlight." Dark Fang berkata.
Lazarus, Deviela, Sebastian berlutut ke arah Demon Emperor Reese. Arion yang melihat Lazarus berlutut segera ikut berlutut ke arah Demon Emperor Reese.
"Salam Demon Emperor Reese!" Lazarus berkata.
Demon Emperor Reese mempunyai mata berbinar melihat kedatangan Lazarus dan yang lainnya ke Kekaisaran Moonlight.
Camilla segera berlari ke arah Lazarus, tetapi saat melihat Demon Emperor Reese. Dia segera berlutut. "Salam Cahaya Kekaisaran Moonlight Demon Emperor Reese."
Demon Emperor Agathias, Demon Emperor Rhodes, Demon Emperor Daryan, 5 Duke Kekaisaran Moonlight dan Anggota Keluarga Kekaisaran menghampiri Demon Emperor Reese setelah menyelesaikan pertemuan. Mereka kemudian melihat Sebastian, Deviela dan seorang Demon berambut putih panjang sedang berlutut di hadapan Demon Emperor Reese.
"Urs!!" Demon Emperor Rhodes berlari ke arah Lazarus dengan mata berbinar seraya mengendong seorang gadis kecil ras Demon berambut merah dan mata hijau seusia Arion.
"Root!!"
Lazarus bangkit dan memeluk Rhodes. Semua orang di sana terkejut karena Demon berambut putih itu berani bersikap tidak sopan kepada Demon Emperor Rhodes.
Duke Ethan Levi menggenggam gagang pedangnya, tetapi segera dihentikan oleh Demon Emperor Daryan dan Agathias.
"Bangkitlah!" Demon Emperor Reese berseru.
Semua orang segera bangkit dan menatap ke arah Demon Emperor Reese.
"Cih.. Aku sudah mengatakan berkali-kali kepadamu untuk berkunjung, tetapi kamu tidak pernah berkunjung ke Istana Kekaisaran Moonlight. Apakah kamu memerlukan bantuanku?" Demon Emperor Agathias bertanya dengan tatapan tajam.
"Ayah mertua, aku sebenarnya hanya singgah beberapa hari di Kekaisaran Moonlight dan aku akan pergi ke Kekaisaran Eternal Frost bersama Deviela dan Arion." Lazarus menjawab.
Tubuh Agathias gemetar saat Lazarus memanggilnya Ayah mertua. "Bisakah kamu memanggilku Agathias, bajingan sepertimu tidak layak untuk memanggilku Ayah mertua."
"Baiklah. Root apakah dia adalah putrimu dan siapa anak pria yang berada di sana?" Lazarus bertanya.
"Nama putriku adalah Althea dan bayi laki-laki di sana adalah putra dari Sarion Aga. Althea terlahir dengan garis darah Rank 11 dan Aga terlahir dengan garis darah Rank 10 aku mengira dimasa depan garis darah mereka berdua akan meningkat." Rhodes tersenyum, Aga berjalan ke samping Althea.
"Baiklah, bukankah sekarang kita harus mengadakan pesta?" Daryan bertanya.
Althea dan Aga berjalan ke arah Arion, kemudian mengajaknya untuk bermain.
Rhodes segera menyuruh seorang pelayan untuk mengawasi mereka, Althea dan Aga sangatlah agresif pada anak seusia mereka.
Lazarus ingin menghentikan Arion, tetapi Deviela tersenyum karena Arion adalah ras Demon dan mempunyai sifat seorang Demon. Lazarus pernah melihat Arion dan Leonhart bertarung saat tidak ada seorang pun mengawasi mereka berdua, pada saat itu Arion kehilangan satu tanduknya dan beberapa tulang rusuknya patah, begitupun tulang rusuk Leonhart. Padahal usia mereka baru menginjak 1 tahun, tetapi pertumbuhan mental dan kecerdasan mereka 2 kali lebih cepat dari bayi ras manusia.
Iris mengatakan bahwa bayi ras humanoid tumbuh 2 kali lebih cepat dalam hal mental dan ketahanan tubuh. Mereka sangat cepat untuk belajar dan bisa mengingat apapun yang mereka ajarkan saat kecil. Arion meniru Lazarus dan Sebastian karena mereka berdua yang sangat dekat dengan Arion selain Iris dan yang lainnya.
Ruang Pesta Istana Regulus terlihat banyak orang berkumpul dan makanan enak khas Kekaisaran Moonlight tersaji di atas meja.
"Saudara, apakah kamu menggunakan jalur laut untuk datang ke Kekaisaran Moonlight bersama dengan Deviela dan Urs?" Seorang Demon kurus berambut ungu dan mata merah berkata seraya batuk darah, dia adalah Pangeran Kedua Elias Moonlight.
Pangeran Ketiga Sarion (tidak hadir)
"Elias, janganlah paksakan dirimu! Kamu membutuhkan banyak makanan dan istirahat untuk sembuh dari penyakitmu." Seorang wanita Demon berambut hitam panjang dan mata merah memberikan Healing Potion kepada Elias, dia adalah Putri Keempat Brianna Moonlight.
"Apakah kalian mendapatkan kesulitan saat pergi ke Kekaisaran Moonlight?" Seorang pria Demon tinggi berambut biru panjang dan mata merah berkata, dia adalah Pangeran Ke Lima Langdon Moonlight.
"Urs, aku ingin mencoba seberapa kekuatanmu." Seorang Demon berambut perak panjang dan mata merah bertanya terlihat 2 taring di mulutnya. Dia adalah Pangeran ke Enam Eias Moonlight.
"Urs, sudah lama tidak bertemu. Aku masih ingat saat kamu bertarung dengan Empress Lilith." Seorang wanita Demon berambut hitam panjang dan mata merah berkata, dia adalah Putri Ketujuh Clara Moonlight.
"Cih.. Apakah kamu orang yang bersama bajingan Siegfried! Aku tetap tidak rela memberikan adikku Deviela kepadamu!" Seorang pria Demon berambut hitam pendek berkata seraya menatap tajam ke arah Lazarus. Dia adalah Pangeran Ke Delapan Karl Moonlight.
"Hahaha. Apakah kamu yang membekukan kereta Putriku Camilla?" Seorang pria kekar berambut biru tua dan mata biru menghampiri Lazarus seraya tertawa terbahak-bahak. Dia adalah Duke Ethan Leviathan.
"Wanita itu yang ingin menabrak ku!" Lazarus menatap ke arah Camilla yang duduk di samping Deviela bersama putri-putri Bangsawan Kekaisaran Moonlight.
"Hahaha. Aku suka dengan keberanianmu, Putriku Camilla sangatlah ganas mungkin karena sudah 40 tahun dia di Medan perang dan baru kembali. Rhodes, Agathias dan Daryan selalu membicarakan mu dan apakah kamu bisa membuatkan ku Artefak Rank Legendary?" Duke Ethan Leviathan Tersenyum lebar terlihat gigi-gigi taring tajam saat dia tersenyum.
"Pria ini sangat kuat," batin Lazarus.
"Ethan, sudahlah." Seorang wanita ras Succubus berambut merah dan mata emas menghampiri mereka, dia adalah Duchess Alice Asmodeus.
Alice menggunakan Skill pesona kepada Lazarus. Namun Lazarus segera menggunakan Skill yang kelahiran ke 2 ajarkan untuk melawan Skill pesona.
Kelahiran ke 2 adalah seorang yang mempunyai Skill pesona Rank SSSR dan tidak ada seorangpun yang bisa menandinginya.
"Nona, bukankah kamu terlalu menggoda!!" Lazarus bangkit dan mendorong Duchess Alice ke tembok.
"Hahaha. Deviela lihatlah Duchess Alice akan melahap suamimu tanpa menyisakan tulang sedikitpun!" Karl tertawa.
"Pria muda yang sangat bersemangat." Alice merasakan jantungnya berdetak kencang saat menatap mata biru Lazarus.
"Aku sudah tidak tertarik lagi. Makanan terlihat lebih enak dari kamu." Lazarus berkata, kemudian kembali duduk dan melanjutkan makanannya.
"Apa?" Alice terkejut.
"Hahaha. Alice, kelihatannya Urs lebih menarik daripada yang kamu pikirkan! Seorang pria muda dapat menahan Skill Pesona milikmu tanpa menggunakan Skill apapun." Duke Ethan tertawa.
"Uhuk! Uhuk!" Elias terbatuk-batuk seraya mengeluarkan darah, dia tidak sengaja tertawa karena melihat Lazarus dan penyakitnya kambuh.
Sebastian segera menolong Elias, "Elias, mengapa kamu memaksakan diri untuk menghadiri pertemuan? Bukankah kondisimu akan semakin memburuk?"
Lazarus menggunakan Eye Of World untuk melihat status Elias dan dia hanyalah seorang ranah Epik. Akan tetapi, mempunyai Afinitas element kegelapan, air, es dan angin dan Job Spearman dan Swordman. Bukankah dia adalah monster yang dapat menyaingi Siegfried, bahkan dia adalah orang kedua terkuat setelah Sebastian.
"Mungkinkah!" Lazarus terkejut, kemudian menatap Elias dengan tajam.
Agathias, Rhodes dan semua orang menatap ke arah Lazarus. Mereka mengira Lazarus mengetahui tentang penyakit Elias, bahkan seorang Alchemist Rank Legendary tidak mengetahui penyakit Elias. Agathias dan Reese bahkan sudah putus asa dan menyerang mengobati penyakit Elias.
"Urs, apakah kamu mengetahui tentang penyakit ku Elias?" Sebastian bertanya.
"Penyakit ke 50, penyakit ini adalah penyakit langka ras Demon. Setiap Demon yang mempunyai garis darah rank tinggi diatas Rank 10 yang menderita penyakit ini akan menderita penurunan ranah secara perlahan. Rasa sakitnya seperti ditusuk pedang di jantung mana, awalnya hanya terasa seperti penyakit biasa. Akan tetapi, setelah usia 100 penyakit itu akan semakin parah dan ranah akan menurun setiap hari hingga akhirnya mati.." Lazarus menatap ke arah Elias.
"Urs, bahkan Mythical Eternal Void Lily yang kamu berikan tidak bisa menyembuhkan penyakit Elias." Deandra yang duduk di jendela berkata seraya meminum secangkir Wine.
"Sejak kapan kamu?" Semua orang bertanya.
"Aku baru tiba untuk melihat perkembangan Elias dan setelah aku mencoba memakan Eternal Blue Lily Rank Void ternyata itu asli dan semua luka dalamku sudah sembuh." Deandra duduk di kursi Lazarus.
Semua orang terkejut karena penyakit Elias tidak bisa disembuhkan oleh Eternal Blue Lily Rank Void. Bukankah Dewa saja berarti tidak bisa menyembuhkan penyakit Elias.
"Berapa persentase Demon yang mati karena penyakit ini?" Elias bertanya.
"99% tidak ada yang berhasil selamat setelah terkena penyakit itu." Lazarus menjawab.
Agathias memuntahkan darah saat mendengar jawaban Lazarus karena sangat terkejut mendengar jawaban Lazarus. Dia kemudian berlari dengan sangat cepat ke arah Lazarus dan menggenggam erat bahunya.
"Urs, aku sudah berulang kali melihatmu melakukan keajaiban! Kamu mengetahui tentang penyakit itu dan pasti kamu mengetahui bagaimana cara mengobatinya. Aku akan memberikanmu apapun yang kamu minta apabila kamu bisa mengobati Elias!" Agathias berteriak.
"Apakah kamu bisa memberikan nyawamu?" Lazarus tersenyum halus.
Semua orang yang berada di pesta dansa mengeluarkan aura membunuh. Namun Agathias melambaikan tangan untuk menghentikan mereka semua.
"Baiklah, aku akan memberikan nyawaku. Apabila itu yang kamu inginkan, asalkan kamu menyelamatkan Putraku Elias. Namun apabila kamu gagal semua Demon akan menjadi musuhmu." Agathias menatap tajam ke arah Lazarus.
"Agathias, aku tidak memerlukan nyawamu aku hanya bercanda. Tolong berikan saja aku kuas dan singkirkan meja-meja itu berikan tempat untuk aku mengobati Elias." Lazarus berkata.
"Apakah kamu ingin mengobatinya di sini dan apakah kamu memerlukan bantuan?" Duke Baal Beelzebub dengan rambut berwarna hijau dan mata biru bertanya.
"Aku tidak memerlukan bantuan dan kamu sangat beruntung karena aku satu-satunya Demon yang bisa mengobati Elias di seluruh Planet Antares, Planet Auriga, Planet Virgo dan Planet Taurus." Lazarus menyentuh bahu Agathias.
"Bagaimanapun kamu adalah putraku di kehidupan masa lalu," batin Lazarus.
...****************...
Semua orang menyingkirkan semua meja dan membuat ruang untuk Lazarus, mereka mempunyai ekspresi yang berbeda-beda karena sudah banyak orang yang berusaha untuk mengobati penyakit Elias.
Lazarus mengeluarkan sebuah Dagger, kemudian menghela nafas dan menyobek pahanya. Semua orang terkejut karena melihat itu semua, tetapi mereka tidak bersuara dan berusaha untuk menghentikannya.
Lazarus menulis lingkaran dari banyak Rune sihir menggunakan darahnya dengan sangat cepat dan teliti tidak ada kesalahan dalam lingkaran Rune sihir itu. Dia menyelesaikan 12 lingkaran Rune sihir yang sangat indah dan asing semua Demon yang mempunyai Job Mage, Rune Master dan Alchemist hanya sedikit mengetahui tentang Rune itu.
"Sebastian lemparkan Elias kepadaku." Lazarus berseru.
Sebastian melemparkan Elias ke arah Lazarus yang berada di tengah Rune sihir.
"Elias ini tidak akan sakit." Lazarus berkata.
"Elias menutup matanya."
Lazarus membacakan sihir terlarang Demon kuno. Perlahan Rune yang terbuat dari darah itu terlepas dan berubah menjadi seekor Phoenix yang terbuat dari darah. Lazarus segera mengukir Rune sihir menggunakan pisau kecil di jantung Elias. Setelah itu Phoenix darah masuk ke dalam.jantung Elias, kemudian keluar dan membawa 4 mutiara mana seukuran kepalan tangan dan memberikannya kepada Lazarus. Phoenix itu berubah kembali menjadi mutiara merah darah seukuran kepalan tangan.
"Coba alirkan mana ke jantung mana mu." Lazarus berkata.
Elias mengalirkan mana ke jantung mananya dan jantung mananya menyerap mana dengan cepat seperti tanah menyerap air.
"Ini!!" Elias berteriak dan menatap ke arah Lazarus.
"Kristalisasi mana, sebenarnya mana mu mengendap dan membentuk kristalisasi. Aku hanya mengambil mana yang mengendap di tubuhmu dengan gabungan 6 Sihir Terlarang dan membatalkan Efeknya dengan 6 Sihir kebalikannya. Satu kesalahan saja orang yang menggunakan darahnya menggunakan Rune akan mati. Bloody Phoenix itu setara dengan seekor Mythical Beast level 99 dan apabila ada satu kesalah dia akan mengamuk dan menyerang orang yang memanggilnya." Lazarus berkata seraya menyerap Kristal darah perlahan luka di paha Lazarus mulai sembuh.
"Tunggu! Bukan saja kamu mengorbankan nyawamu untuk menyelamatkanku?" Elias bertanya.
Semua orang menatap ngeri ke arah Lazarus.
"Bukankah seharusnya kamu menggunakan Demon peringkat rendah untuk mengobati Elias?" Duchess Alice bertanya.
"Syaratnya adalah darah Demon dengan rank yang sama atau melebihi rank garis darah Elias. Hanya ada beberapa Demon yang mempunyai garis darah Rank 11 dan 12 di tempat ini dan bila gagal sama saja dengan mengorbankan mereka. Jadi aku bertanya kepada Agathias apakah dia rela mengorbankan nyawanya?" Lazarus menjawab.
"Urs!!" Deviela berlari ke arah Lazarus dan menampar keras wajahnya.
"Deviela, apa yang kamu lakukan?"
"Bodoh! Kamu mengorbankan nyawamu sendiri untuk mengobati saudara Elias tanpa persetujuanku dan yang lainnya. Apabila kamu mati di sini, bagaimana dengan aku dan yang lainnya!!" Deviela berteriak.
"Apabila aku memberikan penjelasan kepada semua orang pasti kamu, Agathias dan yang lainnya tidak akan setuju. Aku berhasil juga dan malah mendapat banyak keuntungan karena aku bisa meningkatkan energi manaku dengan menyerap ke 2 mutiara element ini. Bukankah ke 4 mutiara element ini setara dengan Crystal Mana Rank Mythical karena terkonsentrasi selama ratusan tahun?" Lazarus tersenyum.
"Nyawamu lebih berharga dari semua nyawa saudaraku! Bisakah kamu menggunakan darah Sebastian, Karl, Langdon atau si Bodoh Sarion?" Deviela menatap tajam ke arah Lazarus.
"Sudahlah, aku tidak ingin berdebat denganmu! Aku ingin melanjutkan makan siang!" Lazarus melemparkan 2 mutiara element angin dan air ke arah Elias. "Kamu bisa menembus ranah Legendary dengan mudah apabila kamu menyerapnya dan aku akan mengambil kedua mutiara element kegelapan dan es ini sebagai bayaran."
"Tapi! Bukankah seharusnya mengambil semuanya? Aku akan dapat menembus ranah Legendary meskipun dengan waktu lumayan lama." Elias bertanya.
"Baiklah, aku akan menjualnya kebetulan Duke Ethan dan Duke Baal akan membeli harga yang tinggi untuk 2 mutiara element rank Mythical itu." Lazarus ingin mengambil kembali kedua Element Pearl Rank Mythical itu, tetapi Elias segera menyerapnya.
Lazarus menyipitkan matanya. "Kaisar Agathias kamu berhutang kepadaku 5 Milyar Koin Emas untuk pengobatan. 1 Milyar Koin emas karena aku sendiri yang membuat Rune itu, 1 Milyar Koin emas karena aku kehilangan banyak darah dan menahan rasa sakit, 1 Milyar Koin emas untuk asuransi jiwa, 1 Milyar Koin emas karena membuat aku ditampar Istriku dan 1 Milyar Koin emas sebagai asuransi mental karena semua orang mengeluarkan aura haus darah kepadaku."
Seorang wanita Demon berambut ungu panjang dengan mata biru menghampiri Lazarus, dia adalah Istri Kedua Demon Emperor Agathias, Melia.
"Dalam Artefak ini adalah semua uang tabunganku totalnya 700 Juta Koin Platinum atau setara 7 Milyar Koin emas. Urs, terima kasih telah menyelamatkan nyawa putraku dan apabila kamu membutuhkan 5 kali lipat dari ini. Aku bisa memberikan semua asetku kepadamu." Melia membungkuk.
Agathias mengeluarkan sebuah surat dan memberikannya kepada Lazarus. "Nyawa Putraku lebih berharga dari 1 Milyar Koin Platinum. Ini adalah sertifikat Kastil Moonlight yang berada di dekat sungai dan salah satu Kastil terindah di Kekaisaran Moonlight dengan wilayah yang indah dan luas. Harganya sekitar 1,5 Milyar Koin Platinum atau 15 Milyar Koin emas." Agathias tersenyum.
Lazarus melebarkan matanya, seharusnya dia meminta 50 Milyar Koin emas karena mengetahui Demon Emperor Agathias sekaya ini, dia sangat meremehkan seberapa kaya ras Demon yang hidup ribuan tahun.
"Uhuk!Uhuk!" Semua orang terbatuk karena melihat Agathias memberikan sebuah kastil yang sangat besar dan mewah kepada Lazarus. Mereka mengetahui Demon Emperor Agathias sangatlah kikir, bahkan Reese tersedak saat melihatnya.
"Mengapa kalian terkejut? Bukankah aku adalah seorang Kaisar yang Dermawan? Akan tetapi pajak akan naik 3% mulai tahun ini."
"..."
...****************...
Seorang pelayan wanita berbisik ke telinga Rhodes. Dia melaporkan tentang perkelahian Arion melawan Aga dan Althea.
Rhodes segera memberitahu Lazarus dan Deviela.
"Anak itu! Mengapa dia berkelahi dengan saudara sepupunya!" Lazarus berteriak, kemudian meminta izin kepada semua orang untuk pergi ke halaman kastil Regulus.
Semua orang segera mengikuti Lazarus dan Rhodes, mereka penasaran dengan apa yang terjadi.
Sampai di Kastil mereka melihat Arion yang naik di tubuh Althea dan memukulinya sepihak terlihat luka bakar di bahu, tangan dan dada Arion. Sedangkan Aga pingsan pingsan di sampingnya, Deviela segera mengendong Arion, Rhodes mengendong Althea dan Lazarus segera memberikan Healing Potion kepada Aga. Meskipun Aga mempunyai tubuh yang lebih kuat dan besar dari Arion, tetapi banyak tulang rusuknya remuk dan tangannya patah.
"Arion!!!" Lazarus berteriak.
"Urs, mereka berdua yang menyelangku! Althea membakal aku dan Aga memukulku dengan kelas." Arion menjawab dengan mata berlinang.
"Apakah kamu terluka?" Lazarus bertanya.
Arion menggeleng ringan.
"Root maafkan aku!"
"Hahaha. Tenang saja, anak-anak Demon dilahirkan sebagai petarung. Althea hanya mengalami luka sedang dan tidak mengancam nyawanya." Rhodes tersenyum.
Althea menyerang Arion menggunakan Skill apinya, tetapi Deviela segera menahannya. "Nona kecil, kelihatannya Violetta tidak mengurus kamu dengan benar."
Lazarus mengendong Arion. "Ingatlah jangan bertengkar dengan sepupumu, kecuali mereka menyerangmu terlebih dahulu. Namun kamu harus mengasihi musuh yang lebih lemah darimu . Apalagi itu keluargamu." Lazarus menatap Arion dengan dingin.
"Ibu!!" Arion berteriak.
"Arion, aku tidak bisa membantumu." Deviela berkata.
"Urs, apa yang akan kamu lakukan?" Rhodes bertanya.
"Tidak, aku hanya mengajak Arion untuk tidur siang. Aku sangat kelelahan setelah mengobati Elias" Lazarus menjawab.
Rhodes segera menyuruh para pelayan mengantar Lazarus ke sebuah kamar untuk beristirahat.
"Uss, apakah tidak marah?" Arion bertanya.
"Hahaha. Arion aku tidak marah karena dalam ras Demon kekuatan adalah segalanya. Seleksi sudah dimulai sejak mereka berusia 2 tahun dan ingatlah kamu tidak boleh sampai membunuh saudara atau keluargamu dengan kekuatanmu yang besar. Kamu harus bisa mengendalikan emosimu."
"???" Arion kebingungan.
"Maaf, kamu terlalu muda untuk mengetahui kata-kataku." Lazarus mengendong Arion di bahunya.
...****************...
Rhodes menatap tajam ke arah Althea. "Menangis lah dan ingat ini adalah kekalahan pertamamu. Di masa depan Arion akan jauh lebih kuat."
"Uaaaaaa.." Althea menangis tersedu-sedu mendengar kata-kata ayahnya.
"Bukankah, Urs manusia?" Alice bertanya.
"Dia seperti seorang Demon entah dari perilaku atau semuanya." Baalzelbub menjawab.
"Anaknya juga mempunyai garis darah yang sangat murni dan bisa mengalahkan Althea. Padahal Althea adalah seorang Demon terkuat diantara Demon seusianya." Langdon berkata.
"Suamiku adalah sebuah anomali. Akan tetapi, aku tidak peduli karena aku mencintainya." Deviela berlari mengejar Lazarus.