LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 170. Mengembalikan Galahard.



Kelompok Lazarus memasuki penginapan yang sudah di siapkan oleh Kekaisaran Suci. Mereka melihat ruangan megah dan luas dengan cat berwarna putih dan hiasan patung 12 Dewa Utama. Meja tersusun rapih dengan semua orang ranah Epik dan Legendary duduk di sana.


"Lazarus, kita akan berpisah di sini. Pertemuan akan diadakan selama seminggu untuk sekarang kamu dan keluargamu harus beristirahat di sini." Altair berkata.


"Baiklah, Kaisar Singa Emas! Kamu harus segera menggunakan kesempatan ini untuk membuat banyak relasi dengan Kerajaan dan Kekuatan Besar di empat Benua."


"Terima kasih, saudaraku! Aku sangat menghargai kamu." Altair memeluk Lazarus, kemudian mereka berpisah.


Aland, Kaisar Cyril, dan yang lainnya juga berpisah dengan keluarga Lazarus. Lazarus menyuruh pengawalnya untuk berjalan-jalan di Kota Light Castle dan akan bertemu lagi di esok hari. Lazarus ingin mereka untuk berkencan dan mempererat hubungan, tidak lupa Lazarus memberikan mereka uang untuk membeli apapun yang mereka mau.


Greisy menerima uang itu, kemudian pergi untuk mencari suaminya Tuan Calvin yang baru sampai di Gerbang Kota Light Castle.


Lazarus melihat ke arah 4 anak nakal yang dia bawa ke sini, dia harus mencari orang tua/anggota Klan mereka. Kebetulan di penginapan ini adalah tempat berkumpulnya banyak Bangsawan, Orang kuat dan beberapa tokoh terkenal lainnya.


"Alastair,Amarilis, Cassandra Blossom, kalian bisa memesan apapun yang kamu mau." Lazarus melemparkan kantung penyimpanan yang berisi banyak koin emas.


"Ayah! Bagaimana kamu memberikan uang saku sebanyak ini untuk kita?" Amarilis terkejut melihat 100,000 Koin Emas yang berada Artefak penyimpanan.


"Apabila, kalian tidak menginginkannya, aku akan mengambil kembali uang yang aku berikan." Lazarus berkata.


"Tidak! Kami sangat berterima kasih atas kebaikan Ayah/Ayah Mertua." Amarilis dan Cassandra berkata.


Lazarus dan Iris untuk mencari orang tua Galahard dan Yun Lan. Mereka menemukan seorang pria kekar berambut pirang, memakai armor perak sedang makan di mejanya.


"Tuan, bolehkah aku meminta bantuan?" Iris berkata dengan suara merdunya yang mempesona.


Pria itu berbalik dan tidak di duga pria berambut pirang, mata biru dan bekas luka memanjang di pipinya itu adalah Kaisar Agenor Albion.


Agenor Albion adalah Rival Lazarus dari dulu. Mereka bagaikan air dan api di masa lalu. Bahkan, saat mereka berdua bertemu mereka akan saling bertarung.


Agenor melirik ke arah Iris dan Lazarus yang memakai Full Set Armor hitam dengan helm kepala Black Dragon.


"Sial!" batin Lazarus.


"Saint Iris, sudah lama tidak bertemu kamu sangat cantik seperti dulu." Agenor ingin mencium tangan Iris, tetapi Lazarus segera menggenggam tangan Agenor.


Agenor melirik Lazarus seraya mengerutkan dahi, kemudian menarik tangannya untuk melepaskan diri dari genggaman Lazarus.


"Kaisar Agenor, maafkan aku! Aku adalah pengawal yang ditugaskan langsung oleh Kaisar Suci untuk menjaga Saint Iris." Lazarus berkata.


Kerajaan tetangga belum mengetahui tentang Lazarus yang masih hidup. 3 Duke Kekaisaran Lion Heart dan Altair belum sempat memberikan berita ke Kerajaan lain karena sibuk mengatasi masalah Organisasi Silver Wind yang menyerang wilayah mereka.


Iris menahan tawanya. Lazarus ingin membodohi Agenor agar tidak membuat kekacauan di tempat ini.


"Siapa namamu? Aku hanya ingin bersifat sopan kepada Saint Iris!" Agenor bertanya.


"Hmmm.. Namaku adalah Rhodes ingatlah dengan kepala kecilmu namaku Rhodes! Apabila kamu ingin membuat perhitungan denganku, mari berduel 2 hari lagi di arena yang di saksikan oleh semua orang." Lazarus menjawab.


Agenor mempunyai wajah merah karena marah. Jika sekarang dia tidak berada di Kota Lion Castle, maka dia akan memotong satu tangan pria berarmor hitam di hadapannya.


"Rhodes, aku akan mengingatmu!" Agenor berkata.


Lazarus tersenyum di balik Helmnya hanya satu orang di Planet Antares yang mempunyai nama Rhodes, yaitu Demon Emperor Rhodes. Dia ingin melihat Agenor 2 hari lagi menantang Demon Emperor Rhodes dan dipermalukan dengan sangat menyedihkan.


"Kaisar Agenor, apakah kamu mengetahui Kaisar Asher Swallow berada?" Iris bertanya seraya tersenyum manis.


"Asher, berada di 10 Meja tidak jauh dari sini." Agenor menjawab seraya membalas senyuman Iris.


"Terima Kasih, Kaisar Agenor."


Iris mengandeng lengan Lazarus, kemudian pergi ke meja Kaisar Asher Swallow. Mereka ingin segera mengembalikan Galahard ke orang tuanya.


"Rhodes, aku akan mengingatmu!" Agenor bergumam seraya meneguk segelas besar Bir.


...****************...


Lazarus dan Iris sampai ke meja Kaisar Asher Swallow. Mereka melihat seorang pria berambut coklat perunggu panjang, mata hijau sedang menikmati makanan bersama anggota keluarganya.


Kaisar Asher Swallow melihat ke arah Iris dan Ksatria berarmor hitam yang mencolok di keramaian. Ketika dia melihat ke arah Galahard segera dia memanggil putranya.


"Galahard!" Seorang wanita cantik berambut pirang dan mata hijau segera bangkit dan berlari ke arah Iris dan Lazarus.


"Ibu?" Galahard bergumam.


Wanita cantik itu adalah Ratu Fiona, dia adalah Ibu Galahard dan Istri Kaisar Asher Swallow. Fiona segera memeluk Galahard seraya meneteskan air mata. Galahard sudah 2 tahun kabur dari Istana dan tidak pernah sekalipun kembali ke rumah. Kaisar Asher dan Ratu Fiona sangat khawatir kepada Galahard.


Kaisar Asher berjalan ke arah Galahard dengan ekspresi yang rumit di wajahnya. Galahard menutup mata dan siap untuk menerima tamparan Kaisar Asher, tetapi Kaisar Asher hanya mengusap rambut Galahard.


"Saint Iris, darimana kamu bertemu dengan Galahard?" Kaisar Asher bertanya.


"Suamiku, Lazarus yang menemukan dan menyelamatkan pangeran ke empat Galahard." Iris menjawab seraya memeluk tangan Lazarus.


Kaisar Asher dan Ratu Fiona terkejut mendengarnya. Mereka mengetahui bahwa Duke Lazarus Regulus sudah mati saat melawan Mythical Beast Ancient Black Dragon Melanthios.


"Hahaha. Pangeran Asher, maksudku Kaisar Asher sudah lama tidak bertemu. Apakah kamu masih ingat saat kita berdua melawan Gelombang Beast di Kekaisaran Swallow?" Lazarus bertanya.


"Singa Hitam, aku tidak percaya seseorang yang sangat kuat sepertimu mati. Terima Kasih karena telah menyelamatkan putraku." Kaisar Asher menyentuh bahu Lazarus, dia merasakan Artefak Armor yang dipakai Lazarus adalah Artefak Legendary begitupun dengan Helm berbentuk kepala Dragon yang dia pakai.


"Galahard adalah anak yang kuat dan cerdas. Dia mengembara sendirian dari satu Kekaisaran ke Kekaisaran lain, tetapi seorang pedagang budak menangkapnya. Kebetulan bawahanku membeli Pangeran Ke Empat Galahard. Kaisar Swallow, aku berpesan kepadamu. Jika Pangeran ke empat mempunyai jiwa bebas Aliansi The North akan menerima Pangeran Galahard dengan senang hati." Lazarus berkata.


"Aku akan memikirkannya terlebih dahulu. Akan tetapi, Duke Lazarus dan Saint Iris aku sangat berterima kasih kepada kalian karena telah menyelamatkan putra bungsuku." Kaisar Arsen tersenyum.


"Baiklah, aku dan Iris sekarang harus mengantarkan kambing tersesat yang lain." Lazarus berpamitan kepada Kaisar Asher dan Ratu Fiona.