LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 424. Serikat Pedagang Benua II.



Lazarus dan kelompoknya duduk di meja penginapan. Suasana disana terlihat sangat hening, mereka sedang menunggu Siegfried, Agathias dan Frederick kembali dari pencarian wanita ras Gorgon yang menjual batu sedimen.


Siegfried, Frederick dan Agathias kembali ke ruang penginapan, dengan ekspresi kecewa karena tidak bisa menemukan wanita ras Gorgon itu.


"Apakah kalian menemukannya?" Lazarus bertanya.


"Urs, kami tidak menemukannya." Siegfried menjawab.


Heather memberikan 2 batu sedimen miliknya kepada Lazarus. Dia sangat penasaran dengan isi dari kedua batu sedimen, yang sudah dia beli dengan semua uang hadiah Kompetisi Swordman Benua Barat.


Lazarus mulai membuka salah satu batu sedimen dengan hati-hati menggunakan pisau kecil miliknya. Terlihat telur berwarna hitam dengan sedikit warna ungu, semua orang melebarkan matanya.


"Apakah telur Beast itu adalah telur Beast rank tinggi?" Heath bertanya dengan mata berbinar.


Lazarus menggunakan Artefak Mountain And Sea Book untuk melihat telur Beast itu. Semua orang melebarkan mata mereka saat melihat gambar seekor Beast ular Viper dengan sepasang tanduk.


"Golden Horned Hell Black Viper. Seekor Beast yang mempunyai racun mematikan. Beast Viper dengan sepasang tanduk emas yang membuat sarang di wilayah berkabut dan hutan gelap. Beast yang mempunyai element api, kegelapan dan racun yang sangat berbahaya. Meskipun ukurannya hanya 10-12 meter, tetapi mereka terkenal akan kelicikan dan suka bermain dengan mangsanya." Alastair membaca deskripsi Beast yang tertulis di buku itu.


"Heath, kamu tidak cocok untuk Beast jenis ular yang licik. Biarkan aku membeli Beast itu darimu, aku akan memberikan penawaran yang menarik." Agathias tersenyum.


"Agathias, aku tidak akan menjualnya." Heath menjawab dan memberikan telur itu kepada Laufey untuk dinilai.


"Life Detection."


"Ular yang berada di telur ini masih hidup dan sebentar lagi akan menetas." Laufey menjawab.


Heath tersenyum lebar, selain mempunyai Hengroen yang merupakan Silver Donkey yang langka. Dia sekarang mempunyai Beast rank tinggi.


"Master Heath, apakah kamu mengetahui memelihara Beast beracun sangat berbahaya?" Lazarus bertanya.


"Aku tinggal memberikan Potion Penawar Racun untuk menyembuhkan racunnya." Heath menjawab.


"Racun Beast rank tinggi sangat berbeda dengan racun Beast biasa. Satu gigitan dari Beast ular rank tinggi bisa saja membunuhmu." Lazarus tersenyum lebar.


"Aku bisa membeli Potion Antidote darimu." Heath menjawab.


"Master Heath, aku belum mengetahui efek dari racun Golden Horned Hell Black Viper. Aku menyarankan kamu untuk menjualnya kepadaku, sebagai Beast Master yang pengalaman aku bisa merawatnya dengan baik." Lazarus berkata.


Agathias dan semua orang menatap tajam ke arah Lazarus. Mereka mengetahui Lazarus sedang menipu Heath untuk menjual Beast rank tinggi miliknya kepada Lazarus.


"Ayah, dibuku ini tertulis herbal-herbal penawar racun Beast Golden Horned Hell Black Viper. Meskipun bahannya berjumlah 75 herbal, tetapi setiap herbal yang digunakan tidaklah langka dan masih bisa di beli di Planet Antares." Alastair berkata.


Heath membaca Mountain And Sea Book, selain Deskripsi tentang Beast miliknya di sana juga tertulis bahan-bahan penawar racunnya. Meskipun bahan-bahan itu sangat banyak, tetapi bahan-bahan itu tidaklah langka dan masih bisa ditemui di Planet Antares.


"Alastair, kamu menggagalkan rencanaku," batin Lazarus.


"Hahaha. Urs kamu ingin menipuku, tetapi para Dewa masih berpihak kepadaku." Heath tertawa seraya menulis bahan-bahan itu di sebuah buku catatan kecil miliknya.


Lazarus menatap tajam ke arah Alastair, kemudian membuka lagi batu sedimen milik Heath terakhir. Dia menemukan sebuah Material Jade berwarna ungu.


"Purple Jade Rank Legendary ukuran kecil seharga 300 Juta koin emas." Adonis berkata.


"Hahaha. Aku sudah mendapatkan keuntungan yang besar dan aku tidak peduli dengan Purple Soul Jade itu. Urs, aku memberikannya kepadamu sebagai rasa terima kasihku." Heath tertawa.


Adonis memberikan 2 batu sedimen miliknya kepada Lazarus. Meskipun Adonis adalah orang yang paling tua di sini, tetapi dia terlihat seperti anak-anak.


Lazarus mulai membuka batu sedimen Adonis menggunakan pisau kecilnya dengan sangat teliti. Sebuah cangkang telur berwarna putih dengan urat biru terlihat sangat menyilaukan, semua orang melebarkan matanya saat melihat telur Beast yang sangat indah.


"Celestial Moonlight Rabbit." Lazarus berkata dengan tatapan iri.


"Hahaha. Aku mendapatkan Beast kelin.." Adonis menghentikan perkataannya. "Gilbert, bisakah kamu mengulangi jenis Beast kelinci itu?"


"Celestial Moonlight Rabbit. Beast kelinci yang mempunyai kemampuan penyembuhan setara dengan Winged Light Unicorn." Lazarus menjawab.


Adonis melebarkan matanya, bukankah telur Beast kelinci yang dia dapatkan adalah Beast rank tinggi bukan Beast kelinci biasa.


Agathias, Frederick dan Erland menatap Adonis dengan tatapan tajam, mereka iri dengan keberuntungan Adonis dan yang lainnya.


"Aku akan merawatnya dengan baik." Adonis tersenyum.


Lazarus membuka lagi batu sedimen Adonis yang terlihat sebuah cangkang telur berwarna putih sangat mencolok.


"Telur jenis Beast apa itu? Apakah telur seekor White Dragon?" Adonis bertanya.


White Dragon Draken melompat ke atas meja, kemudian menelan telur Beast itu. Semua orang menjadi panik karena Draken menelan telur Beast itu.


"Draken, muntahkan telur itu!" Lazarus memegang kaki belakang Draken, kemudian menggoyang-goyangkannya tubuh Draken.


White Dragon Draken memuntahkan telur Beast berwarna putih itu. Terlihat telur itu dipenuhi oleh air liur Draken.


Adonis segera melihat telur itu dan telur itu tidak mengalami sedikit pun kerusakan. Laufey segera menggunakan Skillnya untuk mendeteksi kehidupan di dalam telur dan telur itu masih aman penuh dengan energi kehidupan.


"Moonlight Fenrir." Lazarus berkata.


Semua orang melebarkan matanya saat mendengar telur Beast itu adalah telur Beast Moonlight Fenrir. Adonis tersenyum halus karena dia tidak mengetahui akan mendapatkan keberuntungan saat ikut bersama Lazarus.


Adonis mengalirkan mana element cahaya kepada kedua telur itu, sesaat kemudian cangkang telur Moonlight Fenrir itu mulai retak. Seekor bayi serigala betina berbulu perak dan mata merah keluar dari telur itu, dia terlihat seperti Iris.


"Menetas!"


"Hahaha. Kelihatannya aku mempunyai keluarga baru." Adonis berkata seraya mengelus dagu bayi Beast Moonlight Fenrir itu.


"Draken, aku akan membuang kamu di alam liar. Apabila kamu menyerang bayi Beast Moonlight Fenrir itu." Lazarus berkata.


Lazarus memberikan beberapa daging Beast mentah kepada Adonis, dia tahu bahwa bayi Beast yang baru lahir harus merasakan daging mentah.


"Terima kasih." Adonis tersenyum.


"Urs, apakah kamu mempunyai sebuah Skill untuk melihat ke dalam batu sedimen?!" Agathias berteriak seraya menggenggam bahu Lazarus.


"Aku tidak mempunyai Skill itu, tetapi aku hanya melihat bahwa batu sedimen itu mempunyai sebuah tanda." Lazarus berkata.


"Urs, apa maksudmu?" Frederick bertanya.


Lazarus membawa serpihan batu sedimen Moonlight Fenrir itu, kemudian semua orang sadar bahwa warna batu sedimen itu sedikit berbeda.


"Seseorang sengaja memasukan telur Beast itu kedalam batu sedimen. Aku menyadarinya karena warna batu sedimen itu tidak merata." Lazarus tersenyum.


"Butuh ketelitian, pengalaman dan keberuntungan yang tinggi untuk melihatnya." Agathias menggertakan giginya.


"Aku sekarang mengerti, alasan mengapa batu sedimen itu dijual seharga 1 sampai 3 ratus juta koin platinum." Erland berkata.


"Kelihatannya mereka memasukan telur Beast ke dalam batu sedimen untuk menarik perhatian pelanggan. Namun mengapa mereka memasukkan lebih dari 1 telur Beast dalam batu sedimen itu?" Frederick bertanya.


"Menurut perkiraan ku wanita itu tidak tahu bahwa ada lebih dari 2 telur Beast di dalam tumpukan batu sedimen yang telah dia jual. Menurutku hanya batu sedimen Moonlight Fenrir ini yang merupakan hadiah utama." Lazarus menjawab.


"Apa maksudmu?" Laufey bertanya.


"Apakah maksudmu Celestial Nine-Tailed Fire Fox, Celestial Moon Rabbit, Blue Storm Lion dan Golden Horned Hell Black Viper itu adalah telur Beast yang tidak sengaja terbawa saat mereka mencari batu sedimen?" Frederick bertanya.


Lazarus mengangguk. "Siegfried, apakah kamu mengetahui perbedaan batu sedimen Purple Soul Jade dan batu sedimen Celestial Nine-Tailed Fire Fox Alastair?"


Siegfried membawa serpihan batu sedimen itu, kemudian melihat sebuah perbedaan yang mencolok karena batu sedimen Purple Soul Jade sangat keras, sedangkan batu sedimen yang membungkus telur Beast sangat lunak seperti lumpur.


"Lumpur." Siegfried berkata.


Lazarus tersenyum. "Kelihatannya semua telur Beast itu terbawa oleh air bah atau tanah longsor dan terbungkus lumpur atau tanah. Beast Golden Horned Hell Black Viper membuat sarang di bawah tanah dekat dengan aliran sungai, sedangkan semua Beast kelinci membuat sarang di bawah tanah. Skill mata tidak bisa menembus ke dalam lumpur dan batu sedimen, bahkan menghalangi Skill Life Detection. Cangkang telur Beast juga adalah pelindung alami yang bisa melindungi bayi Beast dari Skill pencarian."


"Bajingan, aku terlalu bodoh!" Agathias berteriak.


"Tempat wanita itu mendapatkan batu sedimen ini juga adalah Pergunungan Myriad Beast. Aku mengetahui dia mendapatkannya dari tempat yang dipenuhi oleh Beast, tetapi aku tidak menyangka akan mendapatkan banyak Beast rank tinggi."


Lazarus mulai membuka batu sedimen milik Laufey, dia melihat sebuah telur berwarna putih dengan gradasi biru.


"Blizzard Demon Ape." Lazarus berkata.


Lazarus membuka batu sedimen Laufey, dia melihat telur berwarna hitam yang mempunyai ukuran sedikit lebih besar dari telur Beast biasa. Semua orang melebarkan matanya karena tidak mengetahui jenis Beast yang berada di dalam telur itu.


"Black Dragon Rat." Laufey tersenyum lebar.


"Hahaha. Kakek, kamu sangat beruntung karena mendapatkan tikus pencari harta. Black Dragon Rat mempunyai insting untuk mencari harta dan dia sangat ahli menentukan arah di dalam labirin. Beast yang sangat cerdas dan sangat membantu di alam liar, meskipun mereka bukan Beast tipe pertarungan." Lazarus tertawa.


"Aku sangat iri," batin Lazarus.


"Kamu harus membuka batu sedimen milikmu." Agathias berkata.


"Aku akan membukanya nanti dan aku ingin membeli Material di Serikat Pedagang Benua." Lazarus tersenyum canggung. "Baiklah, aku akan membukanya!"


Lazarus kembali duduk dan membuka salah satu batu sedimen miliknya. Terlihat sebuah telur dengan cangkang berwarna hitam dan urat berwarna ungu. Sekilas batu sedimen itu mirip dengan Alastair, tetapi Lazarus segera membuka Mountain And Sea Book miliknya.


"Celestial Nine-Tailed Dark Fox."


"Hahaha. Aku hanya beruntung." Lazarus tertawa.


Lazarus membuka lagi batu sedimen yang terakhir terlihat sebuah telur berwarna putih seperti salju. Semua orang melebarkan mata mereka saat melihat telur itu karena telur itu terlihat seperti telur Beast yang langka.


"Telur Legendary Beast Blizzard Lion." Daryan berkata. Terlihat Rhodes berada di sampingnya, mereka mencari Lazarus dimana-mana dan melihat Agathias bersama Rhodes masuk ke penginapan ini.


"Mengapa kalian bisa masuk?" Lazarus bertanya.


"Urs, kami masuk melalui pintu." Daryan menjawab.


"Apa yang kalian lakukan kepada Salma?" Lazarus bertanya.


"Apa maksudmu wanita pemilik penginapan?" Daryan bertanya.


"Kami memesan kamar di samping kalian dan kami membuka setiap kamar untuk mencari kalian." Rhodes menjawab dengan ekspresi serius.


Lazarus menyentuh dahinya, seharusnya dia menyuruh Alastair untuk menjaga pintu. Namun semuanya sudah terlambat, dia mengetahui masalah akan terjadi.


"Moonlight Fenrir." Mata Daryan berbinar saat melihat bayi Moonlight Fenrir di pelukan Rhodes.


Daryan melihat banyak serpihan batu sedimen yang berada di sana, kemudian dia melebarkan matanya. "Urs, apakah kamu mendapatkan semua telur Beast ini saat membeli batu sedimen?"


"Aku hanya beruntung."


"Mengapa kamu tidak mengajakku saat membeli batu sedimen?" Daryan bertanya.


"Maafkan aku karena aku tidak menemukanmu." Lazarus menjawab.


Lazarus melihat ke arah telur itu, memang telur itu terlihat seperti Ice Wyvern. Akan tetapi, Lazarus mengetahui bahwa telur itu adalah telur Beast jenis lain yaitu telur Demon Beast Ice Lizard.


Laufey menatap ke arah telur Blizzard Lion milik Lazarus dengan mata berbinar. Dia sangat tertarik dengan telur Blizzard Lion milik Lazarus.


"Kakek, kamu memberikan Haru kepadaku dan aku ingin memberikan telur Blizzard Lion ini kepadamu karena aku sudah mempunyai banyak Beast kucing besar." Lazarus tersenyum.


"Terima kasih."


Lazarus perlahan bangkit dari tempat duduknya. "Apakah kalian ingin melihat sesuatu yang menarik? Aku akan mencari sesuatu yang menarik di Serikat Pedagang Benua."


...****************...


Kelompok Lazarus mencari toko yang menjual banyak herbal, material, Artefak, bahan makanan dan semua hal yang berada di Kota Eagle Castle. Kelompok mereka sangat mencolok saat berpergian di alun-alun Kota Ice Eagle.


"Bloody Genoderma." Suara yang tidak asing terdengar.


Lazarus segera menghampiri toko itu. Toko itu adalah Toko Abu dan dia sedang menjual berbagai macam herbal, material dan berbagai macam Artefak yang terlihat tidak berharga.


"Abu." Lazarus berkata.


"Tuan, apakah kamu ingin memberi beberapa herbal dariku? Aku mempunyai banyak herbal, material dan beberapa barang berharga." Abu melambaikan tangannya.


"Apakah kamu sudah lepas dari kejaran para pasukan Akademi Sirius?" Lazarus bertanya.


"Hohoho. Aku adalah Abu, aku tidak akan tertangkap oleh orang-orang itu dan sekarang aku sudah terdaftar secara resmi di Serikat Pedagang Benua." Abu memperlihatkan medali emas tanda Serikat Pedagang Benua.


"Kelihatannya medali itu palsu." Frederick berkata.


"Tuan, aku adalah seorang pedagang yang jujur dan kamu berani mengatakan medali yang aku miliki palsu? Aku berteman dengan Pemimpin Gold Bank Frederick Griffin dan kamu aku bisa menuntut mu karena kamu berani mengatakan Anggota resmi Serikat Pedagang Benua Palsu." Abu membusungkan dadanya.


Frederick melirik ke arah Lazarus, tetapi Lazarus hanya mengangguk. Seolah-olah mengerti Frederick diam dan menatap ke arah pria tua kurus itu.


"Apakah kamu menjual Herbal Rank Legendary?" Lazarus bertanya.


"Hohoho. Kebetulan aku membawa herbal rank Legendary yang sangat langka." Abu berkata seraya mengeluarkan sebuah peti dan didalamnya terdapat sebuah akar ginseng berwarna emas dengan urat merah.


"Dragon Blood Ginseng Legendary seharga 300 juta koin emas." Abu tersenyum.


Semua orang melebarkan matanya saat melihat Dragon Blood Ginseng yang sangat kurus dan layu. Harga pasaran Dragon Blood Ginseng adalah 250 juta koin emas dan untuk Dragon Blood Ginseng Abu adalah kurang dari 100 juta koin emas.


"Diam." Lazarus berkata menggunakan transmisi suara kepada semua orang.


"Aku akan membelinya seharga 260 juta koin emas dan kamu harus memberikan beberapa herbal rank sedang kepadaku." Lazarus tersenyum.


"Baiklah, aku setuju. Aku akan membawamu ke ruangan belakang untuk melihat herbal dan material yang baru aku dapat." Abu tersenyum licik.


Kelompok Lazarus pergi ke ruangan belakang, kemudian mereka melebarkan mata mereka karena melihat 12 Heavenly Lion Fruit Rank Mythical berada di tumpukan herbal Abu.


"Abu, darimana kamu mendapatkan pisang itu?" Lazarus bertanya dengan keringat mengucur deras dari dahinya. Tubuh semua orang gemetar dan ingin segera mengambil Mighty Heavenly Lion Fruit.


"Hohoho. Aku tidak sengaja menemukan pohon pisang yang berbuah saat aku sedang mencari maka.. Maksudku saat aku sedang berpetualang di Kerajaan Amazones. Aku sudah memakannya dan tidak ada yang terjadi karena buah pisang itu adalah buah pisang biasa yang mempunyai warna berbeda." Abu tersenyum halus.


"Aku akan membawa 12 buah pisang ini sebagai tambahan." Lazarus memasukan semua Heavenly Lion Fruit Rank Mythical kedalam Cincin Draupnir.


Kelompok Lazarus perlahan melangkah keluar dari ruangan Abu. Mereka bisa saja membunuh Abu, tetapi hal itu akan berakibat buruk untuk wilayah Regulus. Laufey dan Adonis mempunyai jantung yang berdebar dengan kencang, adrenalin mereka terpacu takut Abu menyadari tentang nilai 12 buah pisang itu.


"Tunggu!" Abu menghentikan kelompok Lazarus.


"Abu, apa yang kamu inginkan?" Lazarus tersenyum canggung.


"Aku akan mendoakan kalian semua semoga diberikan banyak keberuntungan dan keturunan." Abu tersenyum.


Semua orang bernafas lega.


"Terima kasih." Lazarus tersenyum lebar dan membawa semua benda itu.


"Pelanggan setia, datanglah lagi ke Toko milikku. Aku akan memberikan banyak tambahan kepadamu." Abu melambaikan tangannya.


"Baiklah, aku akan datang ke tokomu lagi." Lazarus membalas lambaian tangan Abu.


Kelompok Lazarus berlari ke penginapan. Mereka tidak memedulikan apapun dan ingin segera pergi dari tempat ini. Mereka tidak menduga bahwa bisa mendapatkan Heavenly Mighty Lion Fruit Rank Mythical di Toko Abu.


"Hohoho. Orang-orang bodoh." Abu tersenyum seraya menghitung koin emas dari Lazarus.


...****************...


Semua orang sudah berada di penginapan, kemudian menatap ke arah Lazarus. Mereka tahu bahwa Heavenly Lion Mighty Fruit sangat langka.


"Aku akan mengambil 2 dan aku akan membagi sisanya kepada kalian semua." Lazarus berkata.


"Hahaha. Aku tidak mengetahui pedagang licik itu mempunyai keberuntungan yang sangat besar." Adonis tertawa terbahak-bahak.


Lazarus membagikan 10 Heavenly Mighty Lion Fruit itu kepada semua orang, dia hanya mengambil 2.


"Tuan Adonis, bukankah sudah lama sejak kamu kehilangan istrimu?" Lazarus bertanya.


"Aku menyukai seseorang dan dia adalah wanita yang sangat baik. Namun aku belum bisa memutuskannya." Pria berambut perak dan mata perak itu menjawab.


"Gilbert dan Ibunya, pasti tidak ingin melihat kamu hidup sendirian. Menikahlah dan membangun keluarga baru." Lazarus tersenyum.


Adonis melebarkan matanya. "Hahaha. Aku sekarang sudah memutuskan untuk menikah."


"Siapa wanita yang kamu maksud?" Lazarus bertanya.


"Seorang wanita bernama Rin, dia adalah seorang Countess Kekaisaran Moonlight. Aku tertarik dengan kebaikannya dan sudah melihatnya dari masih bayi." Adonis menjawab.


Helkaros masuk ke ruangan Lazarus, kemudian membisikan sesuatu ke telinga Agathias.


"Apakah perang besar akan terjadi?" Lazarus bertanya.


"Pangeran Pertama Feng Lei melakukan pemberontakan dan membunuh Kaisar Feng Yun. Aku harus kembali ke Kekaisaran Moonlight karena gelombang besar akan mengguncang 4 Benua sebentar lagi." Agathias berkata.


"Aku rasa hari damai telah usai dan api besar akan membakar 4 Benua." Lazarus tersenyum.