LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 398. Membagikan Skill.



Lazarus duduk di atas punggung Rainbow, ular dengan sisik hijau Emerald dan sayap pelangi itu menatap ke arah kawanan besar Beast yang berada di sana.


"Blue Moon, Ruu, apakah kalian setuju aku menjadi penguasa Pergunungan Helios?" Lazarus bertanya.


Bronze Dragon Ruu dan Nine-Tailed Blue Moon Fox, Blue Moon berlutut di ikuti oleh semua Beast Pergunungan Helios. Mereka setuju Lazarus menjadi penguasa mereka karena Urs di pilih langsung oleh Great Sage Baxia.


"Tuan Urs, apakah kamu ingin menaklukkan wilayah manusia? Kamu bisa memerintahkan kami semua untuk menaklukkan wilayah ras humanoid." Ice Phoenix Colden berkata.


"Tuan Urs, kamu adalah seorang ras manusia. Akan tetapi, Great Sage Baxia memercayai mu. Aku merasakan Great Sage yang mempunyai sifat serius dan dingin menjadi hangat. Aku mengetahui yang membuat Great Sage Baxia senang adalah kamu." White Dragon Gypsophila berkata.


"Tidak, kalian harus tinggal di wilayah kalian dan tidak boleh menganggu wilayah ras humanoid. Hutan Emerald, Hutan Cerulean, Hutan King, Hutan Atlanta, Hutan Sirius, Hutan Wild Land dan Pergunungan Helios sekarang adalah wilayahku. Aku ingin ketujuh hutan damai, kalian bisa membunuh ras humanoid dan Beast pengembara penganggu yang membuat keributan di wilayah kalian. Namun satu yang kalian harus ingat, kalian boleh saling membunuh dan memangsa satu sama lain. Namun kalian harus bersatu saat ada pengacau yang menganggu ketujuh Hutan." Lazarus berkata.


"Tuan Urs, mengapa kamu mengizinkan kami saling membunuh dan memangsa satu sama lain?" Bronze Dragon Ruu bertanya.


"Di dalam hutan tidak mempunyai hukum. Beast terkuat yang akan bertahan, apabila seekor Beast yang tinggal di wilayah yang sama dengan kalian berusaha memangsa kalian. Apakah kalian akan pasrah dan menyerahkan nyawa kalian?" Lazarus bertanya.


"Tidak, aku akan memangsa Beast itu dan memakannya sampai tidak tersisa." Six Winged Red Dragon Ignite berkata.


"Beast rank tinggi hidup lebih lama dari kebanyakan ras humanoid. Aku ingin kalian hidup untuk diri kalian sendiri, kalian boleh berubah menjadi ras humanoid dan mempelajari kehidupan ras humanoid. Kalian boleh tinggal di sarang dengan damai atau berpetualang ke dunia luar yang sangat luas. Meskipun 7 Hutan mempunyai wilayah yang sangat luas dan banyak sekali Beast yang tinggal di sini. Akan tetapi, masih banyak wilayah yang lebih luas dan Beast yang sangat kuat diluar sana." Lazarus berkata.


"Hahaha. Aku tidak menyesal mengikuti Tuan Urs." Seekor Black Thunder Gorilla berkata.


Semua Beast rank tinggi di sana mengangguk. Mereka sudah hidup lama dan bertemu berbagai macam orang, tetapi mereka baru pertama kali bertemu dengan manusia yang menarik seperti Lazarus.


"Master, apa yang harus kita lakukan dengan Beast rank tinggi liar yang tidak mempunyai kecerdasan dan Beast tua yang kehilangan kewarasan saat mendekati akhir hidupnya?" Green Dragon Andara bertanya.


"Pertanyaan yang sangat bagus. Kalian bisa menjadikan Beast liar tanpa kecerdasan sebagai pengikut kalian, apabila mereka menolak dan menyerang kalian harus membunuh mereka. Tentang Beast yang kehilangan kewarasan kalian harus menyadarkannya. Jika Beast itu mengamuk dan menjadi ancaman untuk kalian, maka kalian harus membunuhnya. Beast rank tinggi yang sudah mendekati akhir hidupnya akan kehilangan kewarasannya dan sama saja dengan Beast liar biasa." Lazarus menjawab.


"Baiklah, kami mengerti dan Tuan Urs. Kami akan selalu setia kepadamu karena kamu adalah alpa kami. Apabila kamu membutuhkan bantuan, kami akan membantumu apapun bayarannya termasuk nyawa kami." Violet Phoenix berkata.


"Hahaha. Aku adalah ras manusia, aku tidak mempunyai sepanjang kalian dan terima kasih karena sudah memercayai ku. Sebagai balasannya terutama untuk Beast jenis Dragon, Burung, East Dragon/Long dan Qilin aku akan mengajarkan kalian tentang sebuah Skill kuno." Lazarus berkata.


"Tuan Urs, apakah kamu ingin mengajarkan kami sebuah Skill kuno?" Fire Qilin Zhu bertanya.


Lazarus mengulurkan tangannya sebuah api hitam muncul ke angkasa dan membentuk Nine-Headed Golden Dragon, Nine-Headed Fire Phoenix, Demon Heilong dan Storm Qilin. Semua Beast itu seakan-akan bergerak dan hidup, tetapi Lazarus mengetahui bahwa dia hanya memperlihatkan ingatannya saat berlatih di ruang jiwa. Ke empat Beast itu saling bertarung satu sama lain, menggunakan semua Skill mereka.


"Urs, apakah kamu mendapatkan warisan dari Saint Beast? Tunggu, bagaimana bisa ada Skill yang bisa membuat api hidup seperti ini!" Red Dragon Agni berkata dengan mata berbinar.


"Black Illusion Hell Fire. Bisa digunakan untuk pencitraan ingatan. Api ini bisa bertahan selama setengah jam," batin Lazarus.


"Perhatikanlah dengan benar dan di masa depan Skill ini akan sangat membantu kalian untuk menembus ranah Void Beast bahkan diatasnya." Lazarus tersenyum.


...****************...


Iris dan yang lainnya menghampiri Lazarus, mereka semua sudah mengambil semua harta yang berada di sarang Grung. Sekarang saatnya mereka kembali ke wilayah Regulus.


"Urs, apa yang terjadi di sini dan apakah kamu yang mewujudkan ingatan dengan api hitam itu?" Siegfried bertanya.


"4 Beast yang sangat kuat, aku bahkan tidak pernah bertarung dengan Beast sekuat mereka. Bahkan gerakan mereka sangat halus dan kuat." Laufey berkata.


"Hahaha. Cucuku adalah seseorang yang spesial dia mendapatkan warisan dari 4 Beast kuat. Aku sekarang mengetahui mengapa dia bisa berubah menjadi 4 Beast." Galan berkata.


"Rooooarrr!" Suara raungan terdengar. Seekor Legendary Beast Red Dragon menembus ranah Mythical Beast.


"Roooaarr." Melys mengaum dengan keras, auranya semakin melonjak dan dia menembus level 96 setelah menyaksikan bayangan itu.


"Kyaaat." Seekor Epik Beast Black Phoenix membangkitkan garis darahnya, dia menembus ranah Legendary Beast.


"Roooarrr." Ao Yue dan Golden Sun menembus beberapa level berturut-turut saat menyaksikan pertempuran itu.


"Apa yang terjadi?" Iris bertanya.


"Pencerahan. Iris, kamu pasti mengetahui bahwa kamu bisa menembus ranah setelah mendapatkan pencerahan. Ranah Epik dan Mythical adalah 2 penghalang yang besar, entah itu ras Beast dan humanoid sangat sulit menebus ranah itu, kecuali mereka mendapatkan pencerahan salah satunya adalah berusaha memahami Skill Beast yang sangat kuat. Akan tetapi, sesuai dengan hukum sebab-akibat dimana ada pencerahan di sana ada penyimpangan."


"Rooaaar!" Red Dragon Melys mengaum.


Red Dragon Melys berusaha menyerap semua Skill yang berada di sana, tetapi jiwa, tubuh dan pikirannya sudah mencapai batas. Dia mengalami Mana Break dan memuntahkan banyak darah. Red Dragon Agni dan semua Beast Qilin, Long dan Phoenix seolah-olah terhipnotis ke dalam adegan itu, mereka mendapatkan keuntungan yang sangat besar daripada pengalaman yang mereka lalui. Namun banyak Beast seperti Melys yang tidak mengetahui batasannya sendiri dan mengalami mana Break.


Soldrake dan Eirlys mengalami hal yang sama. Setiap Beast yang tidak mengetahui batasannya jatuh satu persatu.


"Kyaat." Linwood, Hyacinth dan semua Beast burung merasakan otaknya terbakar, mereka mengalami mana Break.


25 menit kemudian hanya ada Red Dragon Agni, Black Dragon Magna, Darkness Dragon Ragnar, Legendary Beast Black Phoenix, Black Dragon Asterion, Ice Qilin Little Snow dan Aiden yang bertahan. Aiden dari bentuk kucing terjatuh seraya mengeluarkan banyak darah dari hidungnya.


Black Dragon Magna merasakan otaknya terbakar dan darah perlahan keluar dari hidung, mata dan telinganya.


"Bajingan, Magna memaksakan diri!" Lazarus segera terbang ke arah Magna dan memukulnya dengan keras.


"Urs, mengapa kamu membangunkan aku?" Magna berteriak.


"Kamu hampir mati." Lazarus menjawab.


Magna tidak merasakan sakit karena adrenalinnya, tetapi sekarang dia merasakan otaknya terbakar dan mananya bergerak dengan tidak teratur.


"Roooarr!" Magna mengaum dengan keras, berguling-guling seperti Beast yang akan di sembelih. Dia merasakan dia sedang bertarung dengan Nine-Headed Golden Dragon itu, tetapi dia kalah hanya dengan satu serangan.


"Cih, aku sudah mencapai batasanku." Ragnar kembali sadar dan menunduk, kemudian mengatur aliran mananya yang kacau. Dia sudah mendapatkan banyak Skill dari api ilusi itu.


"Roooarr!" Agni menyemburkan api berwarna merah ke udara, dia sudah masuk terlalu dalam dan sudah menembus level 97. Melys dan semua Beast Dragon segera menahannya.


Sekarang yang tersisa hanyalah Asterion, Little Snow dan Black Phoenix muda, sesaat kemudian mana berkumpul di tubuh Asterion dan dia menembus ranah Legendary Beast.


"Hahaha. Aku akhirnya menembus ranah Legendary Beast!" Asterion tertawa terbahak-bahak.


Sedangkan Legendary Beast Black Phoenix sudah pingsan dengan posisi berdiri. Krisan, Linwood dan Hyacinth segera membantunya.


Api perlahan reda dan perlahan menghilang.


"Sangat mengerikan, apakah pertarungan antara Beast kuno sekuat itu?" Three-Headed Red Dragon Valent bertanya.


"Aku hanya bertahan selama 10 menit. Akan tetapi, pertempuran itu belum selesai." Gold Dragon Xanthus menjawab.


"Urs, apakah kamu mempunyai ingatan lagi?" Melys bertanya.


"Tuan Urs, tidak maksudku Ayah, Kakek Raja, Kaisar tolong gunakan Skillmu lagi!" Bronze Dragon Ruu berkata.


"Cih kalian sangat serakah. Bahkan kalian tidak bisa menyerap semua itu hanya Little Snow yang menonton sampai akhir. Dia adalah Beast yang sangat pintar dan berbakat lihatlah dia sudah menembus Legendary Beast." Lazarus tersenyum seraya menatap ke arah Little Snow.


Little Snow yang tidak bisa berbicara hanya tersenyum.


"Snow adalah berkah bagi semua Beast Qilin." Little Fire berkata.


"Maste.." Snow berkata.


"Tunggu, Little Snow apakah kamu bisa sedikit berbicara?" Lazarus bertanya.


Snow mengangguk.


"Hahaha. Snow ku yang sangat cantik, di masa depan kamu pasti bisa berbicara dengan lancar." Lazarus mengosokan kepalanya ke wajah Snow.


"Tuan Urs, terima kasih." Semua Beast berkata, meskipun mereka adalah Beast jenis lain, tetapi mereka juga mendapatkan sedikit keuntungan melihat semua itu.


"Aku akan mencari ingatan tentang 8 jenis Saint Beast yang lain. Akan tetapi, kelihatannya sekarang aku butuh istirahat." Lazarus tersenyum.


Lazarus tidak mengetahui bahwa Black Lizard Raegal dan Golden Lizard Rosemary melihatnya sampai selesai.


"Garaa?"


"Gura."


Rosemary dan Raegal melompat ke bahu Lazarus.