
Lazarus dan Freya kembali ke kereta bersama.
"Freya, apakah kamu ingin membatalkan kontrak pernikahan kita? Aku sudah berumur 60 tahun. Menurut tradisi North Sea hanya seorang pria yang mempunyai usia maksimal 10 tahun, yang dapat menantang kamu duel untuk menikahi kamu. Perjanjian pernikahan diantara kita berdua tidak sah." Lazarus berkata.
Freya menggeleng ringan. "Urs, besok aku berusia 22 tahun, aku sudah bebas menentukan jalan hidupku sendiri. Aku tidak keberatan menikahi seorang pria yang berusia 38 tahun lebih tua dariku." Freya tersenyum seraya mendekatkan bibirnya yang indah, ke arah bibir Lazarus kemudian mencium lembut bibir Lazarus.
"Apa yang kamu lakukan?" Lazarus bertanya dengan wajah memerah.
"Fufufu ... apakah kamu tersipu? Kamu harus bertanggung jawab. Ciuman itu adalah ciuman pertamaku."
"Bagaimana kamu memberikan sesuatu yang paling berharga?"
"Mungkin, insting seorang wanita."
Hei, kalian berdua!!! Apakah kalian berdua meninggalkan kereta untuk bercinta?
Tiba-tiba Lazarus dan Freya, mendengar suara seorang wanita dari atas pohon saat mereka menoleh ke atas pohon. Mereka melihat Alyssa yang sedang memperhatikan mereka dengan ekspresi marah.
Alyssa melompat dari atas pohon.
"Sia-sia saja aku mengkhawatirkan kalian berdua! Aku hanya membuang waktuku ... cepat kembali ke kereta!" Alyssa berjalan, kembali ke kereta dengan suasana hati yang marah meninggalkan Lazarus dan Freya.
Lazarus ingin menghentikan Alyssa. Namun Freya memegang bahu Lazarus dan menggeleng ringan, dia tahu Alyssa sedang berada dalam suasana hati yang buruk.
...****************...
Dua hari kemudian, hari ini adalah hari terakhir kelompok Lazarus singgah di kota Briton.
Charlotte dan Amarilis tidak lagi bertengkar karena mereka berada di kereta yang berbeda dan diberi nasihat oleh Diana dan Alyssa. Meskipun, mereka terkadang saling menghina dan terkadang saling diam.
Tetapi Lazarus tahu, daripada di bilang sebagai pertengkaran antara musuh, mereka berdua sebenarnya saling peduli. Akan tetapi ego mereka yang membuat mereka tidak bisa berdamai.
"Amarilis dan Charlotte, apakah kalian ingin pergi bersama kami untuk membawa Artefak? Kemudian berkeliling di kota Briton di hari terakhir?" tawar Freya seraya tersenyum tulus.
Sejak Freya mengetahui Urs adalah Lazarus. Dia semakin peduli kepada Amarilis, mungkin ini yang disebut sebagai naluri keibuan.
"Freya, aku akan ikut denganmu!!" Amarilis menjawab seraya memeluk Freya.
Lazarus, hanya menatap mereka dengan tatapan kosong.
Freya menganggap Amarilis sebagai putrinya sedangkan Amarilis menganggap Freya sebagai adiknya.
'Sial' batin Lazarus.
"Tuan Urs, apakah kamu ingin pergi ke Silver Tyron. Apakah aku boleh ikut?" Diana bertanya.
"Kalian semua, harus ikut denganku! Aku sudah memesan banyak Artefak untuk kalian semua." Lazarus menjawab.
"Urs, apakah kamu membuat Artefak untukku? Eleanor berkata padaku, kamu mendapat banyak uang dari penjualan material dan herbal."
Lazarus hanya mengangguk ringan.
Kelompok Lazarus akhirnya sampai di Bengkel Black Smith Silver Tyron. Untuk, membawa Artefak yang mereka pesan.
"Tuan Urs, kalian sudah datang. Tunggu di sini sebentar, aku akan memanggilkan ketua Tyron." Rosetta berkata seraya tersenyum halus.
Hahaha.
"Saudaraku, akhirnya kamu datang." Suara tertawa dan aura yang menggema terdengar.
Sesaat kemudian Elder Tyron, dan para Black Smith datang seraya membawa banyak Artefak milik Lazarus.
"Ranah Legendary!" Eleanor berteriak karena terkejut.
"Selamat! Saudara Tyron, kamu sekarang sudah menembus ranah Legendary." Lazarus berkata.
"Semua ini berkat cetak biru Artefak yang diberikan oleh saudara Urs, aku dapat menembus ranah Legendary." Tyron tersenyum. "Semua ini adalah Artefak yang di pesan oleh saudara Urs, dan semua Artefak ini adalah karya terbaikku."
Tyron, memberikan semua Artefak, Senjata dan Armor miliknya.
"Tongkat sihir Moon Flower Forest Rank Epik, Kapak Perang Besar Red Bear King Rank Epik, Busur Eternal Fire Rank Epik, Claymore Golden Fire Rank Unique, Tongkat sihir Red Dragon Rank Unique, Sarung tangan Silver Claws rank Rare dan beberapa armor rank Unique." Tyron tersenyum halus.
"Urs, terima kasih." Semua orang berkata.
Semua orang kecuali Diana, membawa Artefak milik mereka, kemudian pergi untuk memakainya dibimbing oleh Rosetta. Setelah semua orang pergi Diana menatap kosong ke arah Artefak busur miliknya.
"Urs, apakah ini Artefak untukku?" Diana bertanya.
"Diana, Artefak Busur Eternal Fire ini adalah Artefak milikmu."
"Bagaimana, kamu mengetahuinya? Bahwa, aku mempunyai Job Magical Archer?"
"Aku, mengetahuinya dari Iris. Apakah kamu tidak menyukai Artefak yang aku berikan?"
Diana menggeleng ringan. "Aku sangat menyukainya, sudah lama aku tidak memegang busur." Diana berkata dengan mata yang berlinang.
Diana, mengingat tentang Lazarus yang berjanji akan membuatkannya sebuah Artefak busur, tetapi sejak saat itu Lazarus tidak pernah kembali, karena bertarung melawan Melanthios. Sejak saat itu Diana belum pernah memegang Busur.
Diana, membungkuk ke arah Lazarus, dan Tyron kemudian menyusul Rosetta untuk memakai Artefak yang diberikan Lazarus.
Ruangan menjadi sepi, hanya menyisakan Lazarus dan Tyron.
"Saudara, apakah kamu dapat melepaskan Artefak Chameleon Mask?" Tyron bertanya.
Sebagai seorang Black Smith, Tyron tahu bahwa Lazarus menggunakan Artefak penyamaran.
Lazarus, melepaskan Artefak Chameleon Mask memperlihatkan wajah aslinya.
"Elder Tyron, perkenalkan namaku Duke Lazarus Regulus. Terima kasih, sudah membuatkan aku Artefak."
"Lazarus? Apakah kamu sahabat saudara Theodore? Bukankah, kamu sudah mati saat bertarung dengan Black Dragon Melanthios?"
"Aku masih hidup ... maafkan aku telah menyembunyikan identitasku." Lazarus berkata seraya memberikan semua cetak biru Artefak yang sudah di salin Ignis.
Tyron, terkejut melihat banyak cetak biru Artefak yang berada di sana, dan yang paling mencengangkan adalah silsilah keluarga Raja Dwarf.
"Bagaimana, kamu mempunyai banyak cetak biru ini? Raja Boromir bahkan, tidak mempunyai cetak biru ini, dan silsilah bangsawan Dwarf yang sudah hilang! Meskipun, hanya salinan ini sangat berharga."
"Aku mendapatkannya dari seseorang! Aku masih mempunyai banyak salinan. Saudara Tyron, apakah kamu dapat ikut denganku?" tawar Lazarus.
Tyron berpikir sejenak. "Saudara, aku akan ikut denganmu! Ke Kerajaan Terra. Meskipun, cetak biru dan silsilah keluarga Dwarf ini tidak lebih berharga dari Golden Ruler's Hammer. Namun, hal ini bisa membantu membangun kerajaan Terra yang sudah menurun."
'Master, Seharusnya, para Dwarf itu bersyukur karena dua ekor Naga, menyalin banyak cetak biru Artefak untuk mereka! Mengapa mereka tidak membuat salinan untuk berjaga-jaga jika hilang. Aku ingin sekali meracuni semut itu.' Asterion berkata.
'Asterion, suatu barang akan sangat berharga apabila semakin langka barang itu. Mungkin, mereka tidak membuat salinan karena takut salinan itu tersebar.'
"Terima kasih saudara Tyron. Aku akan menunggumu 3 jam lagi di Karavan Guild Aquila" Lazarus tersenyum.
"Tunggu! Aku sudah membuatkan Artefak Penyamaran dan Senjata yang lebih baik untukmu." Tyron berujar, seraya mengeluarkan Artefak Claymore Besar berwarna hitam dan Artefak penyamaran topeng berwarna hitam. " Claymore Rank Legendary dan Topeng Loki Rank Epik ... kedua Artefak ini adalah karya terbaikku.
"Terima kasih." Lazarus berterima kasih seraya memakai Artefak Loki Mask.
"Topeng itu tahan akan air, selain itu seorang Black Smith bahkan seseorang yang memakai Skill mata normal, tidak akan dapat melihat penyamaran kamu, kecuali mereka mempunyai tiga skill mata tertinggi, Skill Eye Of Truth, Eye Of Soul, Eye Of The World." Tyron tersenyum bangga. "Sedangkan Claymore Rank Legendary ini belum mempunyai nama ... aku kira Claymore ini cocok untukmu."
Lazarus, mengambil Claymore hitam itu ... dia melihat banyak Rune yang rumit dan bilah yang besar berwarna hitam seperti sisik Black Dragon.
"Claymore Black Dragon Rage."
"Nama yang sangat bagus! Namun...."
"Apa yang kamu butuhkan saudara Tyron?" Lazarus bertanya.
"Aku menghabiskan 100,000 Koin emas untuk bahan Claymore itu! Apakah kamu dapat memberikanku 100.000 Koin emas?"
Lazarus kemudian memberikan 100.000 Koin emas, pada Tyron dia tahu Claymore ini sangat berharga.