LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 335. Rias.



Mimpi adalah sebuah bunga tidur, seorang putri berambut hitam panjang dan mata emas sedang tertidur lelap di ranjang kamarnya. Dia terus bermimpi hal sama setiap hari, mimpi berdarah, pembantaian, malam yang gelap dan bulan yang tertutupi oleh awan hitam.


"Rias, kamu akan mendapatkan akhir yang menyedihkan!" Seorang pria berteriak.


Rias menatap kosong ke arah pria tanpa wajah itu. Seperti sebuah raga tanpa jiwa, tubuh yang tertutupi oleh darah dan kebun mawar putih yang berubah menjadi mawar merah karena darah musuhnya.


"Aku sudah mendengar itu ribuan kali." Rias berkata seraya duduk di sebuah bukit yang terbuat dari tengkorak ras humanoid dan Beast.


"Sampai kapan mimpi buruk ini berakhir?" batin Rias.


Iris mengetuk pintu kamar Lazarus dan Freya bersama dengan Carissa dan yang lainnya. Sesaat kemudian Lazarus dan Freya yang tertidur lelap perlahan membuka mata mereka.


"Iris, apa yang terjadi?" Lazarus bertanya.


"Rias, mengalami Mana Break!" Iris berteriak.


Mana Break adalah kondisi dimana energi mana seseorang tidak terkendali, biasanya diakibatkan karena trauma psikologis atau berusaha menembus ranah menggunakan cara instant.


"Panggilkan Louise dan Kakek Merlin!" Lazarus berteriak, kemudian berlari ke kamar Rias. Dia mengetahui kastil Regulus akan hancur apabila segel mana Rias bocor.


Dia mendobrak pintu kamar Rias, kemudian melihat aura element kegelapan, api dan angin keluar dari tubuh Rias.


Lazarus segera melapisi tubuhnya dengan aura dan berjalan dengan perlahan ke arah Rias, meskipun dia mempunyai ketahanan yang kuat terhadap Skill element Api dan kegelapan. Namun mana element angin Rias terasa seperti pisau-pisau tajam yang menyayat pakaian, kulit dan daging Lazarus.


Lazarus sampai di samping Rias, kemudian memegang tangan Rias.


"Urs, apabila seseorang terkena Mana Break akibat trauma. Kamu harus menyanyikan lagu Song Of Flower untuk menenangkannya." Kelahiran ke 12 berkata.


"Song Of Flower juga bisa menenangkan seseorang yang terkena Mana Break saat tidur. Namun itu tergantung dengan seberapa merdu orang yang menyayikannya" 14 berkata.


Lazarus mengingat tentang perkataan kelahiran 12 dan 14, dia kemudian menyanyikan Song Of Flower di samping Reese seraya memegang erat tangan Rias.


"Sampai kapan mimpi buruk ini akan berakhir?" Rias bertanya, dia kemudian merasakan awan gelap mulai lenyap dan bulan purnama yang indah bersinar terang.


Seorang pria berambut hitam dengan wajah samar berjalan ke arah Rias. Matahari terang bersinar terang di atas pria itu, setiap langkahnya merubah pemandangan tanah tandus yang dipenuhi oleh darah dan mayat menjadi kebun bunga.


"Siapa kamu?" Rias bertanya.


Pria itu terus mendekat ke arah Rias, kemudian mengulurkan tangannya.


"Rias, berhentilah menyesal dan terjebak di masa lalu, bukankah masa depanmu berada di tanganmu sendiri?" Pria itu mengulurkan tangannya.


Perlahan wajah samar pria itu mulai membentuk wajah yang Rias kenali. Rias melihat wajah Lazarus yang tersenyum cerah, dia kemudian membalas uluran tangan Lazarus.


"Urs." Rias menggenggam erat tangan Lazarus.


...****************...


"Kelihatannya 12 dan 14 tidak membohongiku mana milik Rias mulai tenang." batin Lazarus seraya terus menyanyikan Song Of Flower.


Iris dan yang lainnya pergi ke kamar Rias bersama Louise dan Sebastian. Mereka mengkhawatirkan Rias yang mengalami mena Break.


Semua mendengar suara merdu seorang pria yang sedang menyanyi, kemudian mereka melihat Lazarus dengan pakaian yang sudah tercabik-cabik serta banyak luka sayatan dan goresan berdarah di tubuhnya.


"Urs!" Freya berteriak.


"Tunggu, biarkan Urs menenangkan Nona Rias dan sejak kapan Urs mempunyai suara indah seperti itu?" Louise bertanya.


"Lazarus, hanya bernyanyi untuk menidurkan anak-anak. Namun aku tidak mengetahui suaranya bisa seindah itu." Carissa menjawab.


...****************...


Rias perlahan membuka matanya, dia sudah lama tidak tidur dengan nyenyak seperti ini.


Rias melihat Lazarus yang terluka duduk di sampingnya seraya menggenggam erat tangan kanannya.


"Nona Rias, apakah kamu tertidur dengan nyenyak?" Lazarus bertanya.


"Apakah aku mengalami Mana Break saat aku tidur?" Rias bertanya.


"Carissa, segera mengetahuinya dan melaporkan kepada kita semua saat kamu mengalami Mana Break. Urs segera pergi menolongmu dan tidak ada korban selain Lazarus yang terluka saat kamu mengalami Mana Break." Iris tersenyum seraya mengobati luka Lazarus.


"Urs, apakah kamu baik-baik saja?" Rias bertanya.


"Apakah aku terlihat baik-baik saja? Kulit dan dagingku terkoyak dan aku mengalami trauma psikologis yang besar saat menenangkan mu." Lazarus menjawab.


"Urs, maafkan aku karena lupa membawa obat untuk Nona Rias dan terima kasih karena telah menenangkan Nona Rias." Louise berkata.


"Hahaha. Tenang saja aku akan sembuh dalam waktu satu minggu. Nona Rias, kamu harus melupakan penyesalan, dendam dan penderitaanmu untuk sesaat. Ingatlah kamu tidak boleh menolak dirimu sendiri karena semakin kamu menolak, kamu akan semakin menderita. Aku tidak mengetahui dan tidak peduli pengalaman apa yang kamu lalui, tetapi semua orang pantas untuk bahagia." Lazarus tersenyum.


Freya mengangguk. "Aku mengalami Mana Break 3 kali, tetapi Urs dan semua orang selalu berada di sampingku. Aku memaafkan diriku sendiri dan akhirnya aku tidak mengalaminya lagi."


"Apakah kamu ingin pergi ke kandang Beast bersamaku dan Lazarus?" Iris bertanya.


"Aku ingin ikut ke kandang Beast bersama kalian." Rias menjawab.


...****************...


Rias melihat banyak sekali Beast kuda di halaman Kastil Regulus. Beast mempunyai jenis dan spesies berbeda yang paling mencolok adalah Epik Beast White Dragon Horse.


"Tuan Urs, apakah kamu ingin berkuda?" Seorang Beastman Snow Wolf bertanya.


"Basil, siapkan Lotus, Dandelion dan Ginkgo." Lazarus berkata.


Basil membawa 3 ekor White Dragon Horse, kemudian memasang pelana di punggung kuda itu. Dia seperti sudah sangat ahli memasang pelana kuda.


Iris dan Lazarus menaiki punggung Lotus dan Dandelion, sedangkan Rias sedikit ragu-ragu menaiki punggung Ginkgo.


"Apakah kamu belum pernah menaiki kuda?" Lazarus bertanya.


"Tidak, aku hanya terpesona saat melihat Dragon Horse yang langka. Di Planet Auriga harganya sekitar 300,000 Spirit Stone Kualitas Tinggi." Rias tersenyum, kemudian menaiki punggung Ginkgo.


"Rias, berapa harga 1 Spirit Stone Kualitas Tinggi apabila dalam nominal Koin Emas dan Platinum?" Iris bertanya.


"1 Spirit Stone Kualitas Tinggi sama dengan 1000 Koin emas atau 100 Koin Platinum, 1 Spirit Stone Kualitas Sedang sama dengan 100 Koin Emas atau 10 Koin Platinum dan 1 Spirit Stone Kualitas Rendah sama dengan 10 Koin emas atau 1 Koin Platinum. Koin Perak, Emas dan Platinum masih bisa digunakan di Planet Auriga, tetapi Spirit Stone lebih banyak digunakan para Bangsawan." Rias mengeluarkan kristal prisma segi lima dengan panjang 3Cm, 10 Cm dan 20 Cm dengan warna yang berbeda dan memberikannya kepada Lazarus. Di Prisma itu terukir lambang kerajaan tempat Spirit Stone itu berasal.


"Spirit Stone Kualitas rendah mempunyai warna ungu, Spirit Stone Kualitas sedang mempunyai warna biru dan Spirit Stone Kualitas tinggi mempunyai warna merah." Lazarus berkata.


"Urs, apakah Spirit Stone mempunyai kegunaan lain?" Iris bertanya.


Lazarus menyerap mana yang berada di dalam Spirit Stone peringkat rendah, sesaat kemudian Spirit Stone itu menjadi sejernih kristal. Lazarus kemudian membuang Spirit Stone yang sudah menjadi kristal bening.


"Spirit Stone adalah sejenis Kristal Mana, tetapi sudah diolah menjadi mana netral. Biasanya seseorang menyerap Spirit Stone untuk memperkuat mana mereka sendiri." Lazarus tersenyum.


"Fufufu. Urs, kamu seperti memiliki banyak pengetahuan tentang Planet Auriga dan Spirit Stone yang mananya sudah diserap kualitasnya akan menurun. Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu dan Bening. Mereka mempunyai nilai yang berbeda. Spirit Stone bening sudah tidak berharga. Seseorang bisa menjadi lebih kuat dengan cepat karena menyerap mana Spirit Stone daripada menyerap mana langsung dari alam." Rias terkekeh, kemudian naik ke punggung Ginkgo.


"Iris, kemana tujuan kita?" Lazarus bertanya.


"Ibukota, Kekaisaran Lion Heart. Aku kira kita memerlukan waktu 3 jam berkuda" Iris menjawab.


"Baiklah, aku juga belum mendapatkan bayaran dari Altair dari perburuan bandit." Lazarus berkata, kemudian memacu kudanya. Begitupun dengan Rias dan Iris.


Carissa dan yang lainnya menghampiri Basil yang sedang memberi makan kuda.


"Basil siapkan kereta." Alyssa berkata.


"Sesuai perintahmu, Nyonya." Basil menjawab.


"Carissa, apakah kamu akan pergi ke Kekaisaran Avalon untuk melihat toko Nyaww." Cathrine menjawab seraya membawa Haru di punggungnya.


"Aku dan Snow Leaf akan pergi ke toko di Kekaisaran Avalon, apakah kamu akan pergi ke Kekaisaran Avalon?" Carissa bertanya.


"Tidak, aku akan membantu Theresia, Felicity dan Lilian di toko perhiasan. Sedangkan siapa yang akan menjaga Kastil Nyawww?" Cathrine bertanya.


Semua orang saling melirik.


"Sekarang adalah giliran Iris untuk menjaga Kastil!" Alyssa berteriak.


"Wanita itu bersenang-senang saat gilirannya menjaga Kastil. Biarkan aku dan Freya menggantikannya untuk menjaga Kastil hari ini." Carissa menggeleng ringan.


"Bibi Carissa, apakah kamu melihat Ayah?" Alastair berlari ke arah Carissa.


"Alastair, apa yang terjadi?" Carissa bertanya.


"Aku mendapatkan banyak surat dari Kekaisaran Zephyra, Kekaisaran Moonlight, Kekaisaran Boreas dan beberapa Kerajaan serta Kekuatan besar lainnya. Mereka mengatakan akan berkunjung ke Regulus untuk mengadakan pertemuan 3 hari lagi!" Altair berteriak.


"Apa tujuan dari pertemuan itu?" Carissa bertanya.


"Surat itu membalas tentang Perang!" Alastair berteriak.


"Basil, kirimkan pesan kepada semua eksekutif Aliansi The North untuk berkumpul dan perketat penjagaan wilayah Regulus!" Alyssa berteriak.


"Sesuai perintahmu, Nyonya!" Basil menunggangi seekor Epik Beast Hippogriff dan terbang untuk menghubungi semua orang.


Tiara dan Cassandra berlari ke arah Carissa dan yang lainnya.


"Tiara, katakan kepada semua pasukan Regulus untuk memperketat penjagaan dan apabila sesuatu yang buruk terjadi perintahkan penduduk Regulus berlindung ke tempat penyelamatan!" Alyssa berteriak.


"Sesuai perintahmu!"


"Aku sudah menduga perang akan terjadi, tetapi tidak secepat ini." batin Alastair.