LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 166. Pergi Ke Pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar.



Semua orang pergi ke tempat penangkaran Beast tempur berjarak sekitar 4 Km dari Penginapan Kota The North. Mereka menaiki 3 ekor Forest Wyvern untuk pergi ke sana dengan cepat untuk membawa Regulus dan Beast lainnya.


"Ayah, apakah aku boleh memiliki Artefak Asterion Spear ini?" Alastair bertanya.


"Aku membuatkannya khusus untukmu. Apakah kamu membawa Artefak Claymore Inferno Bringer yang aku pesan dari Saudara Theodore untukmu?"


"Ayah, aku membawanya." Alastair mengeluarkan Artefak Claymore berwarna hitam gradasi merah dari Artefak penyimpanan miliknya.


Lazarus mengeluarkan Artefak Claymore Black Dragon Rage dari Cincin Draupnir, kemudian memutuskan kontraknya dengan Artefak itu.


"Alastair, putuskan Kontrakmu dengan Artefak Claymore Inferno Bringer dan berikan Artefak Claymore Inferno Bringer itu kepada Icarus." Lazarus berkata.


Icarus yang berada di samping Alastair melebarkan matanya. Alastair pernah memperlihatkan Artefak Claymore Inferno Bringer itu kepadanya dengan sangat bangga.


Altair, Alastair dan Icarus adalah kolektor Artefak. Mereka mempunyai banyak koleksi Artefak di ruangan pribadi mereka, tetapi mereka masih tidak mempunyai Artefak Rank Legendary.


"Paman, aku tidak bisa menerimanya!"


"Icarus, jangan permalukan Kekaisaran Lion Heart! Sebagai seorang Pangeran tertua Kekaisaran Lion Heart, tampan, gagah dan bertubuh kekar kamu harus mempunyai kharisma. Setiap Bangsawan dan orang terkenal pasti akan melihat kekayaan dan kekuatan Bangsawan lainnya dari Artefak yang mereka gunakan." Lazarus menjawab seraya melepaskan Helm miliknya.


"Ambillah! Aku tidak bisa menolak perintah Ayahku." Alastair berkata seraya tersenyum halus.


"Paman dan Saudara Alastair, terima kasih! Aku akan membayar hutang Budi ini di masa depan!" Icarus tersenyum seraya menerima Artefak Claymore Inferno Bringer rank Legendary.


Lazarus melemparkan Artefak Claymore Black Dragon Rage ke arah Alastair, kemudian Alastair menangkapnya dengan wajah berbinar.


"Hahaha. Ayah, aku sangat bahagia karena mempunyai Ayah dermawan sepertimu." Alastair tertawa.


"Alastair, apabila kamu menjualnya tanpa meminta Izin dariku! Aku akan mematahkan semua tulang rusukmu. Artefak Claymore Black Dragon Rage adalah Artefak rank Legendary yang pertama kali dibuat Raja Tyron sebelum dia menembus ranah Legendary. Bisa dibilang harganya tidak ternilai sama dengan Artefak Rank Mythical."


"Apa!!"


Tangan Alastair yang menggenggam Artefak Claymore/Great Sword Black Dragon Rage gemetar karena mendengar perkataan Lazarus. Bukankah Artefak ini adalah salah satu mahakarya yang sangat langka karena Artefak ini adalah Artefak Rank Legendary yang dibuat oleh Raja Kerajaan Terra.


"Aku akan menjaganya dengan baik!"


...****************...


3 Ekor Epik Beast Forest Wyvern itu mendarat di lapangan terbuka tempat Regulus dan semua Beast tinggal.


"Master, aku merindukanmu." Celes melompat ke bahu Lazarus dan Onyx melompat ke kepala Lazarus.


Rion, Amelia, 17 Eksekutif Aliansi The North. Cruel, Ayla, Galahard dan Yun Lan menunggu Tuan Urs dan yang lainnya bersama Eksekutif Aliansi The North.


"Master! Akhirnya kamu datang! Aku sangat merindukanmu!" Kyle menerkam Lazarus ke tanah.


Lazarus melihat bulu putih Kyle berubah menjadi sangat putih dengan element cahaya yang sangat cantik. Totol hitam kebiruannya sekarang berubah menjadi totol berwarna hitam kebiruan cerah dan kening Kyle muncul sebuah tanda bulan sabit.


"Lunar Blue Sky Leopard! Kyle kamu dapat membangkitkan garis darah milikmu tanpa bantuan." Lazarus berkata seraya melepaskan helmnya.


"Master, Senior Kyle sangat baik! Aku sekarang menjadi Beast terkuat kedua setelah mengalahkan White Fang." Emerald berkata.


Lazarus melihat semua Beast kontraknya. Dia tidak menduga Beast kontraknya sudah bertambah kuat dengan cepat terutama Emerald, White dan Kyle. Mereka bertiga bertambah kuat dengan cepat.


"Apakah kalian pergi ke Hutan King bersama? Aku takut Beast Rank tinggi yang berada di Hutan King tidak senang dengan kehadiran kalian semua." Lazarus berkata.


Hutan Emerald berada tidak jauh dari Hutan King hanya dipisahkan oleh satu gunung. Lazarus tahu bahwa Hutan King sangat berbahaya dan di huni banyak Beast rank tinggi Dewasa pengikut Red Dragon Ignite.


"Master, apa maksudmu mereka?" Celes berkata seraya menyuruh Lazarus melihat ke atas. Di sana Blue Dragon Triton sedang bertarung dengan Thunder Bird Storm.


Crimson, Namean, Ancient Three Head Dark Leopard Tri Head, Jade Scale Eagle Jade dan Ancient Silver Wind White Lion Whitey sedang melihat pertarungan Triton dan Storm. Saat Storm dan Triton melihat Lazarus datang mereka menghentikan pertarungan.


"Leluhur Dragon, sudah lama tidak bertemu Kyaat." Jade Scale Eagle berkata.


"Jade, sudah lama tidak bertemu. Maafkan aku karena dulu hampir membunuh kalian." Lazarus mengusap kepala Jade Scale Eagle.


"Hahaha. Kematian dalam pertarungan adalah hal wajar. Di Planet Antares banyak ratusan bahkan ratusan ribu Beast saling bertarung dan mati." Whitey menjawab.


Semua Beast di Hutan King melihat Lazarus dalam bentuk Nine Headed Golden Dragon bertarung dengan Undeath Black Dragon King Raegal. Meskipun peristiwa saat itu di rahasiakan, tetapi banyak orang dan Beast yang melihat pertarungan Lazarus. Terutama 4 Kekaisaran Besar, Kerajaan Beastman, Kerajaan Yggdrasil dan beberapa Beast rank tinggi yang merasakan Aura Black Dragon King Raegal.


Regulus menghampiri Whitey seraya melihatnya dengan tatapan tajam. Whitey adalah satu-satunya Legendary Beast Ancient Silver Wind White Lion di Hutan King.


"White Winged Silver Wind White Lion! Bukankah mereka telah punah pada zaman pertama?" Whitey berkata.


Regulus menggeram marah, kemudian menerkam Whitey. Dia terlihat seperti menyimpan dendam kepada Whitey dan ingin mencabik Whitey.


Whitey membalas serangan Regulus. Pertarungan 2 Beast singa itu menjadi semakin Intens. Semua orang dan semua Beast yang berada di sana mendekat ke arah Whitey dan Regulus yang sedang bertarung. Mereka tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di sana dan mengapa Regulus menyerang Whitey dengan bringas.


Lazarus merasakan amarah Regulus melalui kontrak jiwa. Dia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi diantara Regulus dan Whitey.


"Sirius, Lime, apakah kamu mengetahui sesuatu?" Lazarus bertanya.


"Master, kami berdua bertemu Regulus di Hutan King. Aku tidak mengetahui masalah apa yang terjadi diantara Regulus dan Whitey." Sirius menjawab.


Lazarus memperhatikan pertarungan Regulus dan Whitey. Meskipun Whitey belum mengeluarkan semua kekuatannya, tetapi Regulus dapat menandingi Whitey.


"Ayah hentikan mereka!" Alastair berseru.


"Hahaha. Aku akan menghentikan pertarungan Ayah dan Anak ini." Nine Head tertawa, kemudian pergi melerai pertarungan.


3 menit kemudian Nine Head sudah melerai pertarungan Whitey dan Regulus, kemudian membawa mereka ke arah Lazarus.


"Regulus?" Lazarus melirik ke arah Regulus dengan tatapan mata tajam.


"Master, maafkan aku!"


Lazarus menggenggam erat ekor Regulus, kemudian membanting Regulus ke tanah dengan keras.


Lazarus membanting Regulus lagi dengan keras tiga kali ke tanah, kemudian melemparkannya ke arah batu besar. Sebagai Seorang Beast Master dan Alpa kawanan Lazarus harus menghukum Beast yang tidak mendengar perintahnya. Semua ini adalah demi kebaikan Regulus di masa depan. Jika Whitey serius bertarung dengan Regulus, maka Regulus akan terbunuh untung saja Lazarus dan yang lainnya berada di sini untuk melerai mereka.


Fire Phoenix Gaver dan Forest Phoenix Linwood membawa Regulus terbang dengan mencengkram tubuh Regulus dengan cakar mereka yang tajam. Mereka kemudian melemparkan Regulus ke depan Lazarus.


"Blaaaagggh!"


Suara keras tubuh Regulus yang membentur tanah.


"Whitey, maafkan aku karena tidak bisa mengontrol Regulus."


"Hahaha. Beast Muda selalu penuh semangat saat melihat Beast jenis dan spesies yang sama." Whitey tertawa seraya menjilati luka bekas cakaran Regulus.


Lazarus melihat ke arah Regulus dengan mata yang tajam. Sebagai Beast rank tinggi luka seperti itu akan sembuh dengan mudah. Bahkan luka yang diakibatkan oleh latihan Regulus dan Sirius lebih parah dari luka kecil ini.


"Regulus, apakah aku harus memutuskan kontrak denganmu?" Lazarus berkata seraya menarik Surai putih Regulus.


"Master, jangan lakukan itu! Aku hanya tidak tahan saat melihat Singa Tua itu! Bajingan itu memukuli aku sampai sekarat dan mengusirku dari kawanan Beast singa!" Regulus memohon dengan wajah memelas.


Semua orang melihat Lazarus seperti seorang orang tua yang memarahi anaknya. Mereka tidak menyangka Legendary Beast bisa sangat takut kepada seorang manusia.


"Whitey, apakah kamu mengusir seekor singa botak di masa lalu?"


Whitey mengingat putranya seekor singa botak yang cacat. Dia sebenarnya tidak mengusirnya dari sarang, tetapi hanya menyuruhnya untuk belajar berburu karena singa botak itu hanya bermalas-malasan di sarang.


"Apakah dia putraku?" Whitey bertanya.


"Awalnya Regulus adalah Beast cacat dan seekor singa botak." Lazarus menjawab.


Whitey, berjalan ke arah Regulus. Regulus yang tidak menyukainya menggeram marah seolah-olah menyuruh Whitey untuk menjauh.


"Regulus, apabila kamu memperlihatkan taringmu. Aku akan membiarkanmu menjadi Beast liar! Apakah kamu berpikir tanpa kamu aku akan kesepian? Crimson, Rex, Brontes dan yang lainnya akan tumbuh menjadi lebih kuat apabila terus bersamaku."


"Master, maafkan aku."


Whitey mulai mengendus Regulus. Dia mengenal aroma tubuh Regulus dan memang benar Regulus adalah putranya.


"Bagaimana mungkin singa botak sepertimu dapat berevolusi menjadi White Winged Silver Wind White Lion?"


"Singa tua, Master adalah orang yang membuat aku berevolusi! Aku hampir mati pada saat itu, tetapi Master dan semua temanku menyelamatkan nyawaku."


Whitey duduk di samping Regulus dan menceritakan apa yang terjadi. "Aku tidak mengusirnya. Aku hanya ingin dia belajar hidup mandiri, tetapi dia tidak pernah pulang lagi ke wilayahku. Sebenarnya semua Beast rank tinggi di Hutan King mengatakan padaku bahwa dia baik-baik saja dan berteman dengan seekor Beast serigala. Apabila aku berniat untuk membunuhnya, dia tidak akan bisa hidup sampai hari ini. Ketika Gelombang Beast aku berusaha mencarinya, tetapi aku tidak menemukannya aku mengira dia sudah terbunuh saat bertarung dengan manusia."


"Singa tua! Bagaimana seekor Beast cacat dapat bertahan di Hutan King! Aku harus mengorbankan nyawaku hanya untuk makanan."


"Hahaha. Whitey, sudah menitipkan kamu kepada kami! Apakah kamu tidak sadar mengapa kami tidak membunuhmu saat masuk ke wilayah kami?" Storm bertanya.


Regulus mulai berpikir saat berada di Hutan King, dia tidak pernah di serang oleh Beast rank tinggi kemanapun dia berada.


"Regulus, bukankah hal itu yang membuat kita bertiga menjadi kuat? Bertemu dengan Master juga adalah takdir. Kamu harus memaafkan Ayahmu." Sirius berjalan ke arah Regulus, Lime berada di kepala Sirius.


"Aku masih tidak bisa memaafkan Singa tua! Semenjak ibuku mati, dia tidak pernah menganggap ku sebagai anaknya. Dia hanya tidur di sarangnya dan berburu saat lapar." Regulus berkata.


"Aku juga tidak ingin mengakui seorang putra sepertimu. Apakah kamu merasa sangat bangga karena sudah mempunyai sayap dan bisa terbang!"


"Hahaha. Aku mempunyai sepasang sayap! Aku juga lebih tampan darimu."


"Hahaha. Apabila kamu Beast singa sejati kamu harus membentuk sebuah Harem dengan banyak Beast jenis kucing betina." Whitey tertawa terbahak-bahak.


"Singa tua! Aku sudah mempunyai seekor Singa betina yang cantik! Aku sangat setia kepadanya!" Regulus menjawab dengan wajah pucat.


Namean dan Nine Head mengetahui bahwa Regulus takut kepada Hilda. Mereka bertiga mempunyai nasib yang sama. Namean takut kepada Tigris dan Nine Head takut kepada Sairorgh.


"Hahaha. Aku mengetahuinya! Kebanyakan Beast singa yang tidak membuat Harem karena Beast kucing besar betina yang menjadi pasangannya lebih kuat dari mereka. Seekor singa jantan yang lemah tidak bisa membuat Harem."


Regulus, Namean dan Nine Head terdiam. Perkataan Whitey menusuk dengan sangat keras ke dalam hati dan mereka tidak bisa menyangkalnya.


"Whitey, kamu harus melarikan diri!" Lazarus berteriak.


"Lazarus, aku hanya mengatakan kenyataan! Seekor Beast singa jantan perkasa harus mempunyai Ha..," Whitey menghentikan perkataannya.


Namean dan Nine Head berjalan ke samping Regulus. Mereka mempunyai nasib yang sama. Seolah-olah mempunyai ikatan jiwa mereka memikirkan hal yang sama yaitu mematahkan semua tulang Whitey.


Insting Beast Silver Wind White Lion Whitey merasakan bahaya. Dia sadar sudah mengatakan hal yang seharusnya tidak dia katakan. Di kalangan Beast rank tinggi jenis kucing besar sudah mengetahui bahwa Nine Head dan Namean adalah Beast jenis singa jantan yang setia kepada satu betina.


"Sial! Aku telah menyerang tumit Achilles mereka!"


Whitey berlari dari tempat itu dan ingin segera keluar dari Markas Aliansi The North secepatnya. Dia mengetahui bahwa jika dia tetap berada di sini, dia akan mati dengan cara paling mengenaskan.


"Blaaargh!"


Whitey menabrak sesuatu dan jatuh ke tanah saat dia melihat ke depan ternyata dia menabrak Nine Head. "Whitey, mengapa kamu ingin pergi tanpa berpamitan dengan aku dan yang lainnya."


"Nine Head, aku harus berburu! Semua Beast singa betina yang berada di sarang belum makan! Makanan saat ini sangat lah langka di Hutan King!"


Regulus berjalan ke samping Whitey. "Tidak! Makanan di Hutan King dan Hutan Emerald sekarang sangat berlimpah karena Gelombang Beast besar satu tahun lalu. Bahkan kami kesulitan untuk memakan semuanya."


"Hahaha. Regulus, apakah kita bertiga lemah dan bukan singa jantan perkasa? Aku ingin sekali bertarung dengan singa putih ini. Apakah dia lebih kuat dariku?" Namean berkata.


"Namean, aku setuju denganmu! Aku ingin bertarung dengan serius dengan singa putih ini." Nine Head menjawab.


"Sudahlah, dia sudah mengatakan kalimat terlarang. Namean dan Nine Head pukuli dia sampai sekarat karena Master berada di sini kita tidak bisa membunuhnya." Regulus berkata.


"Kami setuju denganmu!"


"Tidaaaaaaakkkkk"