
Whitey terlihat terluka parah akibat serangan Regulus, Nine Head dan Namean untung saja Sairorgh, Winter, Storm dan Triton segera melerai pertarungan mereka.
"Rion, Elise, Dion, Soren dan Greisy kalian akan pergi bersamaku ke Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar! Brant dan sisanya lindungi Markas Utama Aliansi The North!"
"Sesuai perintahmu, Tuan Urs." 15 eksekutif Aliansi The North menjawab.
Lazarus berjalan ke arah Amelia yang menunduk malu di samping Brant, kemudian dia mengeluarkan sebuah kacamata dengan lensa cekung.
"Amelia, pakai kacamata ini. Meskipun kacamata ini bukan sebuah Artefak, tetapi aku sudah membuatnya berdasarkan kondisi matamu."
Amelia memakai kacamata yang di berikan Lazarus, dia bisa melihat semuanya dengan jelas saat memakai kacamata yang diberikan Lazarus.
"Terima kasih, Tuan Urs!" Amelia membungkuk seraya meneteskan air mata bahagia sudah lama dia tidak melihat indahnya dunia dari dekat.
"Hahaha. Tidak! Aku akan kembali lagi ke sini setelah Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar selesai." Lazarus tertawa lepas, kemudian memakai Raegal Helm.
Celestial menggunakan Skill element ruang untuk membuat celah dimensi ke wilayah Regulus. Sebuah Celah dimensi ukuran besar tercipta, tetapi Celestial kelihatan sangat pucat saat membuatnya.
"Storm, Whitey, Three Eye, Three Headed, Jade, apakah kalian ingin ikut bersamaku ke Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar? 7 Klan Besar Beast akan datang ke sana dan aku mengira kalian akan ikut denganku karena di sana akan banyak Beast betina yang sangat cantik."
5 Ekor Legendary Beast dewasa itu mempunyai mata berbinar. Whitey tidak mempunyai pasangan Beast rank tinggi jadi kesusahan membuat anak normal, sedangkan Storm, Jade, Nine Head dan Tri Head masih belum mempunyai pasangan.
"Lazarus, kami akan ikut denganmu!" Storm dan yang lainnya menjawab.
...****************...
Kelompok Lazarus dan semua Beast memasuki celah dimensi dan keluar di Kastil Regulus yang bersalju.
"Leluhur, akhirnya kamu pulang!" Red Dragon Ignite, Red Dragon Ignatius dan Gold Dragon terbang ke arah Lazarus.
"Apakah kalian sudah lama menunggu?"
"Kami sudah 2 hari menunggumu. Aland, Cyril dan Alden juga berada di ruang tamu. Menunggu kamu kembali." Red Dragon Ignatius menjawab.
Semua Beast menunggu di halaman Kastil Regulus yang luas, sedangkan Lazarus, Altair dan yang lainnya memasuki kastil Regulus untuk menyambut Kaisar Cyril, Raja Aland dan Mantan Raja Alden.
Kaisar Cyril, Aland, Mantan Raja Alden dan Chloe duduk di meja makan. Mereka terlihat sangat menikmati makanan yang di sajikan oleh para pelayan Regulus.
Lazarus, Iris, Alastair dan Altair memasuki ruang pertemuan. "Apakah kalian menunggu lama?"
"Urs, sudah lama tidak bertemu aku merindukanmu." Aland memeluk Lazarus.
"Aland, aku juga merindukanmu dan–" Lazarus menghentikan perkataannya saat melihat perut buncit Chloe.
"Ayah mertua, Ratu Chloe kelihatannya sudah hamil 8 bulan." Cassandra terkekeh kecil seraya memberikan jus stroberi yang baik untuk kelahiran Chloe.
"Hahaha. Aku ingin sekali melihat cucu Ray." Lazarus berkata.
Raja Alden dan Kaisar Cyril sudah lama menunggu Lazarus di Kerajaan Pendragon. Mereka menduga Lazarus sedang berada dalam masalah dan memobilisasi semua orang kuat di Kerajaan Pendragon dan Kekaisaran Avalon pergi ke wilayah Regulus.
"Apakah, Armor yang kamu gunakan adalah Armor rank Legendary?" Kaisar Cyril bertanya.
"Raegal Armor adalah Armor rank Legendary yang aku buat?"
"Tunggu! Urs, bukankah kamu tidak memiliki Job Black Smith?" Aland bertanya.
Lazarus mengeluarkan aura ranah Legendary. Semua orang terkejut karena aura Legendary yang berasal dari tubuh Lazarus bukan aura dari ranah Legendary job pertarungan, tetapi Job produksi.
"Urs, kamu sungguh membuatku tidak berhenti takjub." Aland berkata.
"Aland, aku hanya ingin mengatakan apakah di kursi singgasana Kerajaan Pendragon terdapat sebuah Permata Blue Topaz?" Lazarus bertanya.
"Urs, permata Blue Topaz sudah berada di sana sejak Zaman Raja Arthur memimpin." Aland menjawab.
"Putar permata Blue Topaz itu 3 kali kanan dan 7 kali ke kiri. Pintu ruang rahasia tempat Raja Arthur menyimpan Harta cadangan Kerajaan Britannia akan terbuka. Harta itu harus di gunakan apabila Kerajaan Britannia berada di dalam kondisi terdesak atau hampir runtuh karena perang."
Semua orang terkejut mendengar perkataan Lazarus. Bahkan, Mantan Raja Alden dan Kaisar Cyril yang merupakan keturunan Raja Arthur juga tidak mengetahui tentang ruangan harta ini.
"Lazarus, mengapa kamu mengetahui tentang ini?" Altair bertanya.
Lazarus tersenyum, kemudian berkata, "Altair, apakah kamu percaya di kehidupan sebelumnya aku adalah Raja Arthur? Aku mengetahui setiap hal tentang Kerajaan Pendragon dan Kekaisaran Avalon lebih dari siapapun."
"Tidak Mungkin!" Altair berseru.
"Duke Urs, apa yang kamu inginkan sebagai bayaran memberitahu hal ini?" Kaisar Cyril bertanya dengan wajah yang cerah seperti musim semi.
"Harta itu mungkin hanya berguna untuk melunasi semua hutang Kekaisaran Avalon dan Kerajaan Pendragon. Jadi kalian tidak akan menjual wilayah kepada Kekaisaran Swallow dan Kerajaan Amazones. Aku hanya ingin wilayah Count Blackton sebagai bayaran bagaimana?"
"Kami setuju memberikan wilayah Count Blackton, bahkan wilayah Duke Zander kepadamu!" Mantan Raja Alden berkata.
"Aku akan mengurusnya setelah kita kembali dari pertemuan Kerajaan dan Kekuatan Besar. Bagaimana jika kita pergi ke Light Castle tempat diadakan pertemuan bersama-sama? Kebetulan aku dan Alden sudah membawa Donovan dan yang lainnya ke wilayah Regulus." Kaisar Cyril berkata.
"Baiklah, Altair bagaimana denganmu?"
"Aku harus kembali ke Kastil Lion Heart untuk menyiapkan semuanya."
Nyonya Tiara memasuki ruang tamu, kemudian membungkuk. "Grand Duke Alastair, Tuan Urs, Kaisar Altair, 3 Duke, Ratu Florencia Lion Heart, Selir Althea Lion Heart dan Selir Deandra Lion Heart bersama para pengikutnya Ingin bertemu denganmu."
"Biarkan mereka semua masuk!" Lazarus berkata.
Duke Adrian Leandro, Duke Gigas Leontios, Duke Elenio Aslan, Ratu Florencia dan 2 Istri Altair memasuki ruang pertemuan.
"Sayang, darimana saja kamu." Seorang wanita cantik berambut pirang dan mata hijau memeluk Altair.
"Florencia, kamu harus sopan di depan kita adalah Kaisar Kekaisaran Avalon dan Kerajaan Pendragon." Altair berkata dengan wajah memerah.
Florencia melepaskan pelukannya, kemudian mengangkat sedikit gaunnya. "Maafkan aku, Namaku Florencia Lion Heart, istri pertama Kaisar Altair Lion Heart."
"Kucing Hitam, aku sudah menunggu lama dan segera pergi ke wilayah Regulus karena melihat Donovan dan para Bangsawan Kerajaan Pendragon dan Kekaisaran Avalon pergi ke Regulus. Aku takut kamu menyinggung mereka." Duke Adrian Leandro berkata seraya melihat Lazarus yang memakai Raegal Armor berwarna hitam.
"Rubah tua, senang bertemu denganmu! Mari kita semua pergi ke pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar! Aku ingin mengetahui seberapa megah pertemuan itu dan ingin melihat orang-orang kuat dari seluruh penjuru dunia di pertemuan."
"Bajingan! Kamu tidak boleh membuat masalah di Aliansi Pertemuan Kerajaan dan Kekuatan Besar! Kita tidak boleh menyinggung mereka, atau Kekaisaran kecil seperti Kekaisaran Lion Heart akan hancur!" Duke Gigas Leontios berteriak.
Iris, Altair, dan Alastair melirik ke arah Lazarus dengan mata lebar. Mereka mengetahui Lazarus akan membuat keributan yang sangat besar di Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar. Lazarus dan Sebastian akan membunuh Aidyn saat pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar di pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar.
Lazarus tidak mengatakan apapun, kemudian memakai Raegal Helm. Dia mengetahui di Pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar yang dilaksanakan setiap 30 tahun ini akan ada sebuah tragedi yang akan tertulis dalam sejarah.
"Hahaha. Mungkin!" Lazarus berkata.
Semua orang yang berada di sana merasakan bahwa Lazarus sedang memikirkan sesuatu. Mereka yang sudah mengenal Lazarus mengetahui Lazarus akan membuat kekacauan yang besar di Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar.
"Altair, sekarang kita harus segera pergi ke Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar! Aku mengetahui Magic Tower sekarang sudah membiarkan semua orang yang diundang memakai Gate dimensi dengan bebas." Lazarus berkata.
"Baiklah,"