LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 303. Pertarungan Antara 2 Singa.



Kekaisaran Albion menarik kembali pasukannya. Mereka sekarang sudah menyelesaikan kesalahpahaman wilayah Regulus.


"Pasukan Kekaisaran Albion, mundur!" Agenor berteriak.


Pasukan wilayah Albion bernafas lega karena masalah ini dapat diselesaikan tanpa berperang. Duke Gigas Leontios dan pasukannya ikut mundur bersama Pasukan Kekaisaran Albion.


"Cih. Rencanaku untuk mengadu domba Kekaisaran Albion dan wilayah Regulus gagal. Namun masih akan banyak kesempatan di masa depan untuk menghancurkan wilayah Regulus dan menjadi Kaisar Kekaisaran Lion Heart," batin Duke Gigas Leontios.


"Duke Gigas, apakah aku menyuruhmu untuk pergi?"


Duke Gigas berhenti, kemudian berbalik dan melihat ke arah Iris.


"Iris, bukankah masalah ini sudah selesai? Apa yang ingin kamu katakan kepadaku?'


Iris mengangkat tangannya ke udara dan semua pasukan wilayah Regulus siap untuk menyerang. Diana dan para Archer membidik ke arah 1000 pasukan Leontios. Seolah-olah mengerti Agenor menyuruh pasukannya untuk menjauh dari pasukan Leontios.


"Iris, apa maksudmu?"


"Duke Gigas, aku tidak selembut Altair dan Lazarus yang masih menutup mata dari semua kejahatan yang kamu dan pengikut lakukan."


Duke Gigas Leontios tersenyum lebar. "Apakah kamu mempunyai bukti tentang kejahatan ku? Apabila kamu menuduhku tanpa bukti Regulus akan membayar dengan mahal!"


"Damian kemarilah!"


"Sesuai perintahmu, Saint iris." Damian pergi ke samping Iris, kemudian membuka helmnya.


Duke Gigas Leontios terkejut saat melihat Damian yang melupakan mantan ksatria pengikut Viscount Hall.


"Duke Gigas, apakah kamu masih mengingatku?" Damian menatap Duke Gigas dengan tajam.


"Iris, apakah kamu ingin memfitnahku dengan tuduhan, bukti dan saksi palsu? Sebagai seorang Saint kamu lebih picik dari kelihatannya."


"Damian, apakah kamu melihat Duke Gigas mengunjungi Viscount Hall dan Baron Smith?"


"Aku bersumpah atas nama Dewi Electra aku melihat Duke Gigas bersama Count Sunny mengunjungi Tuan Hall. Aku berjaga di pintu masuk pada malam itu dan sesaat sebelum Tuan Hall, keluarga dan semua pengikutnya di bantai. Aku berhasil bertahan hidup dan mendengar sang pembunuh mengatakan nama Duke Gigas." Damian menjawab.


Semua orang terkejut mendengar pengakuan Damian. Mereka tidak memercayai Ksatria seperti Duke Aslan Leontios melakukan hal sekejam itu.


"Hahaha. Apakah kamu bersumpah menggunakan nama Dewi Electra? Apakah kamu tahu seseorang yang bersumpah palsu akan bernasib tragis?"


"Duke Gigas, apakah kamu berani bersumpah?" Iris menatap tajam Duke Gigas Leontios.


"Aku bersumpah atas nama Dewi Electra aku tidak melakukan itu semua!" Duke Gigas berteriak.


1000 pasukan Leontios ketakutan saat mendengar Duke Gigas bersumpah. Mereka mengetahui sifat asli Duke Gigas Leontios yang kejam dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.


"Duke Gigas berbohong!" Celine berkata.


"Fufufu. Bahkan seorang Demon tidak akan bersumpah saat dia salah." Iris terkekeh.


"Siapa anak itu?"


"Celine, mempunyai Skill Eye Of True dan bisa melihat seseorang berbohong atau tidak. Duke Gigas, tidak ada alasan untuk memaafkan mu. Sebenarnya aku berharap kamu menyesali perbuatan dan bertobat. Bawakan 30 orang itu!" Iris memerintahkan.


Para Orc membawa 30 orang penjahat dan dua diantaranya adalah Bangsawan pengikut Leontios.


Iris memberikan buku catatan yang berisi tentang daftar kejahatan Duke Gigas Leontios dan pengikutnya. Seketika wajah Altair memerah karena marah saat membacanya.


"Duke Leontios, sebagai seorang Saint aku tidak bisa membiarkan kejahatan ini! Penjualan manusia, perbudakan paksa pengemis dan gelandangan untuk menjadi budak tambang dengan makanan sedikit dan tanpa dibayar, korupsi, pembunuhan berencana, Pembantaian keluarga Viscount Hall, Viscount Iloyd, Baron Gray, Count Arman dan beberapa Bangsawan lain yang mengetahui semua kejahatan mu. Perdagangan obat-obatan dan Potion terlarang, memakan sendiri uang bantuan yang diberikan untuk rakyatmu dari Kekaisaran Lion Heart, memberikan upah yang sangat sedikit kepada rakyatmu, menyuruh pengikutku menyamar menjadi bandit untuk merampok para pedagang, pembunuhan wanita muda, menculik keluarga Bangsawan Ibukota Kekaisaran Lion Heart dan mengancam keluarganya, menyiksa pekerja tambang yang tidak manusiawi sampai mati, kemudian menguburkannya di sekitar tambang...." Iris terus membacakan semua kejahatan Duke Gigas Leontios.


Semua orang terkejut saat mendengar semua dakwaan Iris, tetapi Duke Leontios tersenyum untuk menutupi ekspresi kesalahannya.


"Bekerja sama dengan selir Fiona untuk meracuni Permaisuri Florencia, bekerja sama dengan Count Baul, ikut dalam pembantaian Desa Orc di perbatasan Kekaisaran Albion dan Kekaisaran Lion Heart, Pembantaian keluarga Viscount Ragna Kekaisaran Albion dan merebut 3 tambang Material di Perbatasan Kekaisaran Albion yang merupakan hak Kekaisaran Albion dengan membuat peta palsu yang mengakibatkan perang." Iris memberikan peta asli Kekaisaran Albion dan Kekaisaran Lion Heart, kemudian memberikannya kepada Agenor.


Agenor dan semua pasukannya mengeluarkan aura haus darah.


"Kamu menggelapkan biaya perang yang diberikan oleh Kekaisaran Lion Heart untuk pembelian Artefak armor, senjata, potion dan semua perlengkapan perang. Kamu dan pengikutmu yang terlatih hanya berdiam diri di garis belakang, sedangkan pasukan Aslan dan Leandro berperang di barisan depan." Iris mengeluarkan aura membunuh yang pekat begitupun semua pasukan wilayah Regulus.


"Kamu hanya menuduhku! Aku tidak melakukan semua kejahatan yang kamu tuduhkan."


"Kamu masih tidak mengaku! Pierre adalah orang yang melaporkan kejahatanmu dalam penggelapan dana perang."


"Pierre!" batin Duke Gigas Leontios.


"Fufufu. Bukankah lebih baik aku langsung melihat dari ingatannya agar semua kejahatanmu terungkap." Reese mengeluarkan aura haus darah.


"Tidak! Pasti kamu akan membunuhku!"


"Aku bersumpah atas Nama Para Dewa tidak akan membunuhmu."


"Seorang Ras Demon tidak bisa dipercaya. Kalian ingin menjebakku di sini! Apakah kalian ingin berperang habis-habisan melawan wilayah Leontios?"


"Baiklah! Mari kita berperang habis-habisan sampai salah satu dari kita hancur! Aku Saint Iris bukanlah seorang yang takut dengan sebuah ancaman!" Iris menyuruh semua Archer dan Spearman menyerang.


1000 Pasukan Leontios dihujani oleh banyak tombak dan anak panah. Mereka tidak siap dengan serangan tiba-tiba pasukan Regulus, bahkan pasukan Leontios ada yang berusaha melarikan diri. Namun mereka tetap terkena oleh panah Diana. Tersisa 40 orang pasukan Leontios yang masih hidup, tetapi mereka mengalami beberapa luka ringan, sedang dan berat.


"Iris!" Duke Gigas Leontios berteriak seraya mengeluarkan aura ranah Legendary level 86.


"Duke Gigas Leontios, kamu adalah orang kepercayaan Paman Halbert Lion Heart. Namun saat Paman Halbert Lion Heart kalah berperang kamu seakan-akan tidak peduli. Kamu terlalu banyak berbuat kejahatan, bahkan kamu sudah berulang kali berusaha menyentuh keluargaku dan wilayah Regulus!"


"Iris!"


"Altair diam! Gigas, aku selama ini hanya diam seolah-olah tidak mengetahui kejahatanmu. Aku tidak ingin di Kekaisaran Lion Heart terjadi perang saudara lagi, tetapi aku sekarang tidak bisa menutup mata atas semua kejahatanmu. Kembalilah ke wilayah Leontios dan siapkan pasukanmu, besok adalah perang habis-habisan diantara wilayah Leontios dan Regulus!"


"Hidup Iris Regulus! Hidup Saint Iris! Hidup Nyonya Besar Regulus! Kejayaan untuk Regulus!" Semua pasukan wilayah Regulus bersorak.


"Kamu boleh meminta bantuan kepada Kerajaan, Kekaisaran, Kekuatan Besar sekutumu. Bahkan kamu boleh menggunakan semua cara licik yang kamu punya, ingatlah semua trik tidak akan berguna di hadapan kebenaran."


"Iris, kamu akan menyesalinya!" Duke Gigas berteriak, kemudian melangkah pergi bersama 40 pasukan Leontios yang tersisa.


"Iris, apakah kamu serius untuk berperang dengan wilayah Leontios?" Altair bertanya.


"Altair, kamu hanyalah seorang pengecut yang tidak berani untuk berperang. Kamu terlalu memikirkan konsekuensi yang akan terjadi setelah perang itu." Iris berkata.


"Winter!!" Iris berteriak.


Seekor ular sepanjang 22 meter dengan sisik berwarna putih dengan gradasi biru muncul dari bawah salju.


Semua orang terkejut dengan Winter yang tiba-tiba muncul dari bawah tanah. Mereka tidak merasakan Winter sudah bersembunyi dari balik tanah.


"Bisakah kamu ikut berperang dengan Wilayah Leontios?"


"Baiklah, aku akan ikut berperang bersama pasukan Regulus." Winter menjawab.


Note: Jenis Crimson, Goldinia, Winter Ular Bungarus. Kalo ular jenis lain pasti dicantumin Cobra, Viper, Phyton, Ular Derik dll.


"Groooarrr!" Darkness Dragon King Ragnar dan beberapa kelompok Dragon terbang ke arah Ignis.


Semua orang terkejut karena kedatangan beberapa Beast Dragon dengan spesies yang berbeda. Terutama seekor Black Dragon, Darkness Dragon, Red Dragon dengan 4 tanduk, Light Dragon dan Red Dragon yang berukuran lebih besar dari Dragon lainnya.


Iris menenangkan semua orang, dia mengatakan kepada semuanya bahwa kawanan Dragon itu adalah teman.


"Lord Hogni mengapa kamu berada di sini?" Lilian bertanya.


"Ragnar bukankah kamu pergi ke Dragon Valley dengan putrimu? Agni, Magna, Melys dan Hogni juga berada di sini! Apakah ini adalah pertemuan Dragon King?" Reese bertanya dengan bingung dia tidak mengetahui mengapa para Dragon King berkumpul di satu tempat.


"Dragon King!"


Semua pasukan Regulus dan Kekaisaran Albion mundur beberapa langkah. Mereka gemetar ketakutan.


"Aku bertemu dengan Iris dan kelihatannya putriku menjadikan Beast kontrak Urs menjadi pasangannya." Ragnar menjawab.


"Apakah kamu akan kembali ke Benua Selatan Moonlight?"


"Reese, aku, Iris dan Magna akan pergi ke Hutan Cerulean untuk mencari Urs dan mengunjungi teman lama." Ragnar menjawab.


Iris berjalan ke arah Freya. "Lilian, Freya aku akan menyerahkan semua ini kepada kalian. Aku tahu peperangan ini akan sangat mudah untuk dimenangkan. Meskipun Gigas sudah membesarkan 4 Beast rank tinggi dewasa dan merekrut beberapa kriminal ranah tinggi. Namun aku yakin tanpaku kalian akan menang."


Iris menaiki punggung Ragnar.


"Iris, apa yang terjadi?" Agni bertanya.


"Perang saudara akan terjadi, tetapi aku tahu bahwa pasukan Regulus akan menang."


"Hahaha. Aku sudah lama tidak melawan ras humanoid, apakah kamu memerlukan bantuan?" Agni bertanya.


"Apakah kamu pasangan Urs? Aku akan membantumu dalam perang ini." Melys menawarkan.


"Apakah kalian bisa hanya membunuh orang yang berperang dan tidak membunuh rakyat yang tidak berdosa?" Iris bertanya.


"Meskipun sulit kami akan melakukannya." Agni menjawab


"Terima kasih." Iris berterima kasih, kemudian dia, Ragnar dan Magna pergi ke Hutan Cerulean.


"Manusia tenanglah, kami berada di pihak kalian dan bisakah kalian menunjukan di mana wilayah manusia yang bertarung dengan kalian?" Agni bertanya.


"Aku akan kembali ke Kekaisaran Suci untuk melaporkannya kepada sahabatku Aldric. Manusia berarmor emas, bisakah kamu ikut denganku?" Light Dragon King Hogni bertanya.


"Lord Hogni, aku akan ikut denganmu."


"Melelahkan, naiklah ke punggungku! Aku ingin segera tidur siang."


Altair menaiki punggung Light Dragon Hogni, kemudian mereka terbang ke Kekaisaran Suci.


...****************...


Keesokan harinya Perang saudara terjadi di Kekaisaran Lion Heart diantara Keluarga Bangsawan Grand Duke Regulus dan Keluarga Bangsawan Lion Heart.


Duke Gigas Leontios sudah menyiapkan 80,000 pasukan semua pasukan yang terdiri dari Keluarga Bangsawan Leontios, para kriminal rank tinggi, Marcenary sewaan dan pasukan Kekaisaran Silver Phoenix yang menyamar. Keluarga Bangsawan Leontios juga sudah mengembang biakkan banyak Beast rank sedang dan 5 ekor Legendary Beast dan 3 ekor Beast rank tinggi muda untuk memulai kudeta. Dia juga menyewa 3 orang kriminal ranah Mythical, 1 orang pemberontak Kekaisaran Zephyra ranah Mythical dan 3 orang ranah Mythical pasukan bantuan Kekaisaran Silver Phoenix.


Kekuatan total yang dimiliki Keluarga Bangsawan Duke Gigas Leontios sebenarnya 3 kali lipat lebih kuat dari Keluarga Kekaisaran Lion Heart, Keluarga Bangsawan Duke Leandro dan Keluarga Bangsawan Duke Aslan. Namun Duke Gigas Leontios dapat menyimpan rapat informasi tentang kekuatannya. Semua kekayaan miliknya di gunakan untuk membiayai kudeta ini.


Perang akhirnya terjadi. Berbeda dengan perkiraan Duke Gigas Leontios yang mengira akan memenangkan perang dengan mudah, karena sudah mengeluarkan kartu Truf miliknya yang tadinya akan digunakan untuk mengkudeta Kekaisaran Lion Heart.


Namun semua hal tiba-tiba berada diluar kendalinya, 2 ekor Red Dragon yang sangat kuat muncul di Medan perang dan membunuh banyak pasukan Leontios di hari pertama dan tekad bertarung pasukan Regulus semakin menggebu-gebu.


Sebenarnya Duke Gigas Leontios hanya khawatir bahwa Reese ikut bertarung, tetapi Iris mengatakan bahwa perang ini hanyalah perang diantara Leontios dan Regulus.


Di hari kedua perang Duke Gigas Leontios semakin putus asa dan meminta bantuan kepada semua sekutunya. Namun mereka tidak ingin membantunya, meskipun dia sudah mengatakan bahwa Iris sudah menggunakan Beast yang kuat untuk berperang. Akan tetapi, semua Kerajaan, Kekaisaran mengatakan bahwa kemunculan Beast dan gelombang Beast dikategorikan menjadi bencana alam.


Hari ketiga banyak Bangsawan pengikut Duke Gigas Leontios menyerah dan sebagian lagi kabur ke wilayah Kekaisaran Albion, tetapi pasukan Kekaisaran Albion segera mengeksekusi mereka yang melawan dan menangkap mereka yang menyerah. Di hari ketiga sebagian besar pasukan Leontios sudah gugur dan menyerah. Pasukan Regulus pergi ke desa-desa dan mengampuni semua penduduk Leontios yang bukan bagian dari pasukan.


Pasukan Regulus kehilangan 500 orang dan 2 eksekutif Aliansi The North Damian dan Gar gugur dalam Medan perang. Di dalam perang semua hal bisa terjadi dan kematian seorang Ksatria dalam Medan perang adalah hal yang wajar. Pasukan Regulus mengirimkan kembali beberapa orang yang terluka parah dan mayat pasukan Regulus untuk di kremasi.


Hari keempat pasukan Regulus terus bergerak maju ke Ibukota Leontios. 1 orang Eksekutif The North Mara kehilangan salah satu tangannya dan 300 pasukan Regulus gugur dalam Medan perang.


Freya menatap kosong ke arah prajurit Regulus yang menangis tersedu-sedu yang kehilangan teman, keluarga dan sahabatnya. Namun perang memanglah kejam, apabila mereka kalah dalam perang ini. Kehidupan akan lebih buruk dari kematian sendiri.


Cleon dan 12 Bangsawan Regulus menatap ke arah Freya. Mereka sudah mengalami banyak perang dan percobaan pembunuhan, mereka sudah tidak takut terhadap kematian. Namun Freya masihlah terlalu muda untuk menjadi seorang panglima pasukan, dia pasti akan menyalahkan dirinya sendiri atas kematian prajurit Regulus.


Felicity memeluk Freya, dia mengetahui bagaimana perasaan Freya dalam perang ini. Sesaat kemudian Freya menangis tersedu-sedu di pelukan Felicity.


"Hahaha. Nona aku Golden Sky meminta maaf kepada Urs, aku tidak bisa berlatih bersama Tuan Urs. Seandainya aku bertemu Tuan Urs lebih awal mungkin..." Golden Sky memuntahkan darah.


"Cepat selesaikan perkataanmu wahai Golden Roc yang agung. Kamu berhasil mematahkan satu tandukku." Red Dragon King Melys berkata.


"Aku akan bahagia. Gigas, tolong ampuni sahabatku Gig..." Golden Sky, kemudian menutup matanya.


Mereka akhirnya sampai di Ibukota Wilayah Leontios yang sudah kosong. Mereka memasuki kastil berwarna putih keluarga Bangsawan Duke Leontios dan tidak melihat satu orang pun. Mereka akhirnya masuk ke ruang kerja Duke Gigas Leontios dan terkejut melihat mayat Duke Gigas Leontios dengan sebuah Artefak Long Sword Rank Legendary yang menancap di lehernya. Duke Gigas Leontios sepertinya bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri.


"Pengecut! Mengapa kamu harus mati?" Freya menangis tersedu-sedu, seorang Ksatria yang lari sebelum berperang bukanlah Ksatria. Namun lebih buruk dari sampah dan kotoran anjing. Duke Gigas Leontios yang melakukan semua hal ini dan dia tidak mengakuinya, mengakibatkan banyak nyawa orang yang tidak berdosa melayang. Akibat ambisi dan keserakahannya.


Perang akhirnya selesai di hari kelima dan kemenangan dimiliki oleh wilayah Regulus. Meskipun mereka hanya mengalami sedikit korban, tetapi mereka tidak merasakan kesenangan saat menang dalam perang.


Pasukan Kekaisaran Albion, Kekaisaran Lion Heart, Kekaisaran Avalon, Guild Petualang dan Kerajaan Pendragon segera meninjau kondisi wilayah Leontios. Sementara itu Agni dan Melys berpamitan untuk kembali ke sarang mereka.


Freya dan pasukan Regulus kembali ke wilayah Regulus melewati desa dan kota wilayah Leontios.


Para penduduk melempari Freya dan pasukan Regulus dengan batu. Mereka adalah keluarga dan sahabat prajurit Leontios yang gugur saat berperang.


"Kembalikan suamiku!"


"Kembalikan anakku!"


"Valkyrie berambut merah darah kembalikan Ibuku!"


"Kembalikan Ayahku!"


Semua penduduk Leontios menghina Freya dan pasukan Regulus yang sudah membunuh keluarga dan sahabat mereka di Medan perang.


"Hahaha. Aku teringat masa lalu. Lazarus bahkan mendapatkan lemparan batu puluhan kali lebih banyak dari ini dan mulutnya masih tersenyum." Cleon tertawa seraya menerima lemparan batu itu, dia sudah mengatakan bahwa lemparan batu akan di dapatkan saat mereka kembali. Namun mereka tidak boleh membalasnya karena apabila mereka melukai atau membunuh orang-orang yang kecewa karena kehilangan keluarga dan sahabatnya. Kebencian orang-orang itu akan semakin besar dan keinginan balas dendam akan semakin kuat.


"Diam!!!" Freya berteriak.


"Salahkan kepada pemimpin kalian Duke Gigas Leontios yang sudah menjadikan kita seperti ini!! Pergilah Ke Kekaisaran Lion Heart agar kalian mengetahui kejahatan apa saja yang Duke kalian perbuat! Kami juga tidak ingin perang ini terjadi, tetapi apabila kami tidak membunuhnya Korban akan terus bertambah. Kami tidak membunuh warga sipil dan kami hanya membunuh orang-orang yang melawan. Kami menyerahkan orang-orang yang menyerah kepada keluarga Kekaisaran Lion Heart pergilah ke Ibukota Kekaisaran Lion Heart untuk mencari keluarga kalian di sana, barangkali mereka masih hidup!" Freya berteriak.


Semua orang menangis, mereka tidak bisa menyalahkan pasukan Regulus karena kesalahan ada di tangan Duke Gigas Leontios.


Namun mereka membutuhkan hal untuk melampiaskan kemarahan, putus asa dan rasa sedih mereka.


"Apa yang ingin kalian lakukan! Rakyat jelata aku adalah tuan kalian Viscount Foster, kalian tidak boleh membunuhku. Tidaaaakkk!"


Semua rakyat Leontios memburu Bangsawan dan Keluarga Bangsawan yang bersembunyi, kemudian membakar semua kastil, bangunan, penginapan, toko dan aset milik Bangsawan itu. Bahkan mereka memberitahu persembunyian Bangsawan dan anggota Pedagang Korup sekutu Bangsawan Leontios kepada tim pencari Kekaisaran Lion Heart.


Mereka sekarang menyalahkan Duke Gigas Leontios dan para pengikutnya atas tragedi yang menimpa mereka.


Altair memerlukan bantuan Celine untuk menginterogasi dan mengadili semua tahanan perang dan keluarga Bangsawan pengikut Duke Leontios.


Mereka semua satu-persatu dibawa ke ruangan kosong dengan 1 pemberi pertanyaan. Sedangkan Celine dan Altair mendengar percakapan mereka di ruangan lain.


Skill Eye Of True Celine tidak boleh tersebar untuk saat ini. Jadi Altair berusaha menyembunyikan Skill Celine.


Akhirnya beberapa Bangsawan, anggota Bangsawan, prajurit dan pedagang di ampuni karena tidak bersalah. Mereka hanya terpaksa untuk menuruti perintah Duke Gigas Leontios dan yang lainnya diancam.


Orang-orang yang terbukti bersalah di hukum sesuai kejahatannya masing-masing. Sebagian di penjara dan sebagian dihukum penggal di hadapan penduduk Kekaisaran Lion Heart.


Freya dan yang lainnya menatap ke arah orang-orang yang diampuni. Mereka berterima kasih kepada Freya dan Altair karena sudah mengampuni mereka dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga mereka yang utuh.


"Kaisar, orang itu adalah sahabat suamiku! Mengapa kamu hanya menghukum mati suamiku!"


Dimana ada orang yang senang di sana ada orang yang kecewa karena semua orang tidak mengetahui isi hati manusia. Dimana ada orang yang bersyukur karena menerima keadilan, di sana ada orang yang kecewa karena merasa tidak menerima keadilan.


Apakah orang yang diampuni akan bebas dari semua dosanya? Mereka tidak akan bebas dari dosa karena salah memilih Tuan. Mereka kehilangan status, kekayaan dan wilayahnya dan memulai lagi dari awal dengan wilayah baru, Kerajaan baru dan orang-orang baru karena meskipun hukum Kekaisaran mengampuni mereka, tetapi hukum sosial tidak akan mengampuni mereka.


"Aku sebagai Kaisar Kekaisaran Lion Heart sangat berterima kasih kepada kalian semua." Altair duduk di singgasana dengan mahkota emas di kepalanya.


"Freya, apa yang kamu inginkan?"


"Pengecut!" Freya berkata, kemudian meninggalkan Altar Kekaisaran bersama dengan yang lainnya.


"Kamu!!" Duke Adrian dan Duke Aslan ingin menegur Freya karena kekasarannya. Namun Altair segera menghentikan mereka.


Freya memalingkan wajahnya. "Kaisar Altair, aku menarik kembali kata-kataku. Seperti yang Urs katakan kamu adalah pria dan sahabat yang baik. Namun kamu terlalu berhati lembut sebagai seorang Kaisar seharusnya kamu mempunyai tangan besi untuk mengatur semuanya. Apabila kamu memerlukan bantuan datanglah ke wilayah Regulus. Kamu pasti akan membantumu untuk berperang melawan Bangsawan Aslan dan Bangsawan Leandro." Freya tersenyum.


Duke Elenio Aslan dan Duke Adrian Leandro gemetar ketakutan.


"Terima kasih, aku akan membalas Budi kepada Regulus." Altair menjawab dengan mata berlinang.


"Hidup Bintang Lion Heart! Hidup Kaisar Altair Leon Heart!" Freya, Cleon dan yang lainnya bersorak. sampai keluar dari gerbang Istana.


...****************...


Altair merenung di sebuah perpustakaan. Permaisuri Florencia segera memeluknya, begitupun dengan Istri Altair yang lainnya.


Altair menangis, dia merasakan putus asa, kesedihan dan kekecewaan. Namun Florencia dan semua istri Altair mengetahui bahwa beban di hati Altair selama ini sudah terangkat.


Altair melihat ke arah Florencia dan yang lainnya..Mereka tetap bersama Altair saat sedih dan senang. Mereka rela menjadi telinga Altair, tempat bersandar dan terakhir adalah hati Altair. 7 wanita yang mencintai tulus Altair bukan hanya karena Altair seorang Kaisar atau Pria tampan.


Keesokan harinya Altair menceraikan 92 selir dan istrinya. Kebetulan Altair belum mempunyai anak dari mereka semua, dia hanya menyisakan Permaisuri Florencia dan 6 istrinya yang lain. Semua Penduduk dan Bangsawan Ibukota Kekaisaran Lion Heart terkejut mendengarnya.


Altair sekarang menyadari bahwa dia tidak membutuhkan banyak wanita, dia hanya membutuhkan ketulusan dari wanita yang mencintainya dengan tulus.


...****************...


Seorang wanita berambut emas dengan mata merah, memakai gaun berwarna biru muda tiba di wilayah Leontios. Dia adalah Helen Giselle Golden Phoenix Leonis sepupu jauh dari Bangsawan Leontios dan sepupu Lilian juga Magnolia.


"Sekarang namaku Duchess Helen Giselle Leonis dan wilayah ini akan berubah nama menjadi Leonis. Aku sudah 18 tahun tinggal di Kastil Black Phoenix untuk berlatih dan menembus ranah Legendary level 87. Kalian pasti bingung mengapa aku menembus ranah Legendary level 87 di usia sangat muda? Awalnya aku juga bingung, tetapi saat menembus ranah Master aku mengingat tentang kehidupanku dulu. Salah satu dari 2 wanita cantik di Planet Auriga, aku sudah hidup selama 40,000 tahun. Aku mati karena meminum racun mematikan, tetapi Dewa Gail menyuruhku untuk bereinkarnasi."


"Duchess Leonis kita sudah sampai." Kusir kereta kuda itu berkata.


"Baiklah." Helen segera turun dari kereta kuda, dia melihat banyak orang yang berlutut ke arahnya dan sebuah rumah kayu sederhana.


"Apakah Anda Duchess He-Helen Gi-Gisele Le-Leonis?" Seorang pria berbadan kekar dengan bekas luka di pipinya berkata.


Helene tersenyum semua orang terpesona dengan senyuman Helene. Kecantikannya menyaingi Saint Iris, Theresia dan Lilian, bahkan seolah-olah ada pesona misterius yang memikat hati semua orang.


Seorang gadis kecil memberikan mahkota bunga kepada Helen.


"Duchess, maafkan kami karena kami sudah membakar kastil karena kecewa dengan Duke Gigas Leontios."


"Fufufu. Rumah kayu yang sangat indah. Gadis kecil kamu sangatlah cantik." Helen memeluk gadis itu.


Semua orang terkejut dengan Helene, dia berbeda dengan Bangsawan lainnya dan mereka bahkan tidak pernah mendengar wanita yang sangat cantik bernama Helen. Apabila kecantikan Saint Iris seperti mawar putih, Lilian mawar merah, Deviela mawar hitam, maka kecantikan Helen seperti mawar pelangi.


"Duchess Helen, meskipun Kastil sudah hancur. Akan tetapi, kami masih menyimpan kekayaan Bangsawan Leontios." Orang itu mengeluarkan 50 peti besar dari Artefak penyimpanan.


"Totalnya 7,3 Milyar Koin emas."


Helen mengangguk. "Walaupun seperti ini aku lumayan kaya. Aku akan menggunakannya untuk pembangunan wilayah Leonis dan kepentingan rakyat. Ingatlah aku baru berusia 18 tahun dan kekuatanku lebih kuat loh dari Paman Gigas." Helen mengeluarkan auranya mana element angin, api, air, petir, dan tanah berkumpul di sekitar Helen.


Pria itu tersenyum, dia sebenarnya ingin membunuh Duchess baru. Apabila Duchess itu mempunyai sifat seperti Duke Gigas, tetapi dia sekarang yakin Duchess ini dapat dipercayai.


"Aku adalah mantan Marquis Rein, aku adalah seorang ranah Legendary. Duchess, aku akan menjadi pedangmu, tetapi aku tidak ingin gelar, kekuasaan, wilayah. Anggap saja aku sebagai tanganmu." Rein menyerahkan Long Sword miliknya kepada Helen.


"Ksatria Rein, aku akan menerimamu sebagai Pedang pertamaku. Aku bersumpah atas nama Dewi Keadilan Artemis, aku akan menjadi pemimpin yang adil!"


Gemuruh petir terdengar dengan sangat keras, sesaat kemudian hujan turun dengan sedang.


"Hahaha. Apakah para Dewa menerima sumpahku? Saat aku Hujan, aku menjadi teringat tentang pria itu." Helen tertawa, kemudian menari diantara air hujan. Terlihat tetesan-tetesan hujan itu membentuk siluet seorang pria berambut panjang.


Semua orang terpesona dengan tarian Helen diantara hujan. Rein hanya pernah melihat seseorang menari sangat indah seperti itu, yaitu saat Grand Duke Lazarus Regulus menari di Pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan besar.


"Sayang, apakah kamu terlahir kembali?" batin Helen seraya membayangkan seorang pria berambut biru dan mata seperti safir.


...****************...


Gerarda dan Beryl sedang memperhatikan lukisan yang mereka beli di pelelangan seharga 800 Juta Koin emas. Harga yang sangatlah mahal untuk 2 lukisan, tetapi lukisan ini layak dengan harganya.


Lukisan itu berukuran 1,7 meter X 1,7 Meter. Terlihat di lukisan pertama adalah seorang pria berambut biru panjang dengan mata biru seperti safir sedang duduk tersenyum saat di lukis dan di lukisan kedua adalah pria yang sama sedang memeluk seorang wanita cantik bergaun emas tanpa wajah.


"Apakah kamu memikirkan hal yang sama dengan yang aku pikirkan?" Beryl bertanya.


"Helen pelukis ini hanya mempunyai 5 karya dan semua lukisannya adalah seorang pria berambut biru yang sangat Realistis ini. Untung saja aku mengamuk di pelelangan sehingga tidak ada yang menaikan tawaran lagi. Pria ini mirip dengan Lazarus, meskipun rambutnya berwarna biru dan dia memakai 3 anting-anting di setiap telinganya." Gerarda berkata.


"Bagaimana Helen bisa melukis sedetail ini, padahal dia melukis 9 tahun lalu. Di lukisan kedua adalah seorang wanita berambut emas, tetapi tidak mirip dengan tubuh Theresia, Felicity atau Lilian. Dadanya sedikit lebih besar."


Gerarda mengangguk. "Lukisan ini adalah maha karya aku ingin tahu dimana 3 lukisan lainnya."


Reese, Lilian, Freya, Theresia, Cathrine dan Diana memasuki Kastil Carissa. Mereka melihat 3 lukisan Lazarus berambut biru.


"Dia menambah koleksinya lagi, tetapi lukisan ini sangat realistis seolah-olah pelukis berada di sana." Reese berkata.


Semua orang mengangguk.


...****************...


"Hachuuu.." Lazarus bersin.


"Urs, apakah kamu Flu?" Magnolia bertanya.


"Kelihatannya ada seorang wanita cantik yang memikirkan aku." Lazarus menjawab.


"Uooo." Akira dan Reina muntah tidak jauh dari sana.


"Hahaha. Mengapa kalian terus muntah? Apakah kalian hamil?" Yun Shan tertawa.


"Bagaimana seorang ranah Mythical sepertiku bisa hamil dan aku belum menikah." Akira menjawab.


"Aku berharap Deviela dan Iris berada di sini. Skill penyembuhan Iris sangat berguna di situasi ini " Lazarus berkata.


"Ayah, apakah kamu mengkhawatirkan Ibu?"


"Altair ingatlah saat marah Ibumu lebih kejam dari seekor Ibu Beast yang sedang menjaga bayinya. Dia pernah menampar pipiku dengan sangat keras."


"Hanya tamparan tidaklah sakit."


"Bang!" Icarus menampar Alastair dengan keras.


"Apakah sakit?"


"Tidak."


Lazarus mengalirkan semua kekuatannya kedalam telapak tangannya.


"Bang!!"


Lazarus menampar sebuah batu hingga hancur lebur, kemudian tamparannya menciptakan sebuah retakan di tanah.


"Kekuatan tamparan Iris 3 kali lebih kuat dari ini. Apakah kalian ingin di tampar?"


"..."