
Perbatasan Kerajaan Pendragon dan Hutan King adalah padang rumput luas yang ditumbuhi banyak rumput dan ilalang. Semua Pasukan Gabungan sudah siap bertarung melawan Gelombang Beast yang akan datang.
"Swooosh."
Diana menembakan panahnya yang dilapisi oleh sihir api ke arah 3 War Beast Brown Wolf yang sedang mengawasi tidak jauh dari sana. Panah Diana tepat mengenai kepala 3 ekor War Beast Brown Wolf itu.
"Urs, kami sudah membunuh semua Beast pengintai." Diana berkata.
"Baiklah, Duchess Anya sekarang saatnya giliran Anda." Lazarus berkata.
"Anak muda! Tenang saja ... meskipun aku sudah tua aku dapat membuat benteng yang kokoh! Ketika, aku muda aku dijuluki Princess Of Fortress." Duchess Anya tersenyum.
"Earth Fortress. Ice Fortress."
Duchess Anya, menggunakan Skill sihirnya. Untuk menciptakan 2 lapis benteng yang terbuat dari tanah dan es setinggi 25 meter, dengan lebar 100 meter dan panjang 75 meter mengelilingi pasukan gabungan.
Setelah menciptakan benteng itu. Duchess Anya mempunyai wajah yang pucat. Dia, seperti kehilangan banyak mana saat menciptakan benteng itu.
"Anya, duduklah dan minumlah Potion mana ini! Kamu sudah tidak muda lagi. Seharusnya kamu sudah pensiun dan menyerahkan semuanya pada Delia." Tuan Iefan menyerahkan Potion mana kepada Delia.
"Iefan, terima kasih." Duchess Anya menerima Potion dari tuan Iefan.
"Apakah, kalian mengenal Nyonya Delia?" Lazarus bertanya.
"Urs, apakah kamu tidak mengetahui bahwa Delia adalah anakku dan Anya?" Tuan Iefan bertanya.
"Apakah kalian adalah pasangan suami dan istri !?" Lazarus terkejut mengetahui Duchess Anya dan Tuan Iefan adalah orang tua Delia.
"Anak muda, kami sudah 300 tahun menikah! Bahkan, saat kami menikah Kaisar Zephyra saat itu hadir dalam pernikahan kami. Apakah kamu tidak mengetahuinya?"
"Ray dan Delia pada saat menjadi anggota Party Golden Lion, mereka menyembunyikan identitas mereka. Meskipun, aku sudah tahu bahwa Ray adalah bagian Keluarga Bangsawan Zander, tetapi aku sebagai penulis tidak tahu bahwa Delia adalah pewaris keluarga Bangsawan Elliot. Berarti Ray adalah menantu Duchess Anya. Apakah semua Bangsawan Kerajaan Pendragon dan Kekaisaran Avalon mempunyai hubungan? " batin Lazarus.
"Di mana Donovan?" Duchess Anya bertanya.
"Nenek, Kakek Donovan, Nona Amarilis, Cathrine dan Tuan Ellar sedang mengerjakan sesuatu atas perintah Urs. Dia, akan kembali dengan cepat. cepat." Aland menjawab.
"Anak Muda, apa yang kamu perintahkan kepada mereka?" Duchess Anya bertanya.
"Pembersihan." Lazarus menjawab.
"Anak muda, apa maksudmu?" Duchess Anya bertanya.
"Duchess Anya, apakah kamu mengetahui tentang Dog Hunter dan Fisher?"
Duchess Anya mengangguk.
Duke Anya, melebarkan matanya. Sebagai seseorang yang berpengalaman dia sudah tahu apa yang terjadi.
"Anak muda, kamu sungguh mengerikan!"
*Jauh dari tempat pertempuran.
"Hahaha. Mari kita kembali membantu pasukan gabungan! Aku tidak menyangka bahwa pertempuran ini akan selesai dengan mudah. Kita akan mendapatkan banyak keuntungan dari material yang berserakan." Seorang pria tersenyum lebar.
"Bunuh saja setiap orang yang terluka dan ambil semua jarahan mereka. Kita akan kaya dengan mudah!" Seorang pria menjawab seraya menjilat Artefak belati miliknya.
"Duke Donovan, tuan Ellar dan semua pemimpin di sana sungguh bodoh! Apakah mereka tidak tahu masih ada anggota kita yang menyusup dan mendengar percakapan mereka. Meskipun, mereka kuat, tetapi mereka sangat bodoh!"
"Giant Fire Spear!"
Para Dog Hunter dan Fisher yang berada di depan tiba-tiba terkena oleh api berbentuk tombak. Mereka, tidak sempat untuk menghindarinya dan terbakar oleh api itu.
"Ahhhhk.. Padamkan api ini!" Teriakan demi teriakan terdengar.
Semua Dog Hunter dan Fisher melihat ke arah serangan itu. Mereka, melihat seorang wanita cantik berambut perak dan Duke Donovan menghadang jalan mereka.
"Duke Donovan! Bagaimana dia berada di sini!" Seseorang berteriak.
"Kita tidak dapat mengalahkannya! Bagaimana dia tahu rencana kita! Tuan Gray, Red Spider, White Lion, Dark Tiger, Rainbow Fish kalian adalah warrior ranah Epik! Apabila kita semua bekerja sama kita dapat mengalahkan Duke Donovan!" Seseorang melirik ke arah pemimpin Dog Hunter dan Fisher. Namun, para pemimpin itu telah kabur lebih dulu dengan kecepatan tinggi.
"Bagaimana, kita semua dapat mengalahkan Duke Donovan, Raksasa Kuno itu! Lebih baik kita semua lari untuk menyelamatkan diri." Seorang Pria kekar dengan armor terbuat dari kulit Black Lion berkata.
"Hehehe, biarkan mereka menjadi penghambat Duke Donovan, yang terpenting aku tetap hidup." Seorang pria dengan jubah berwarna abu-abu berkata.
"Saudaraku, aku akan menjaga semua istri kalian saat kalian mati." Seorang pria gemuk botak dengan tato laba-laba merah di perutnya berkata seraya meneteskan air matanya.
"Hahaha. Gendut! Kamu hanya akan menikmati istri mereka." Seorang wanita tua dengan gaun pelangi berkata.
"Di mana Dark Tiger? Dia dan kelompoknya adalah yang pertama kali melarikan diri saat melihat Duke Donovan." White Lion berkata.
Semua pemimpin Dog Hunter dan Fisher, kecuali White Lion. Tiba-tiba berhenti melarikan diri dan berdiri membeku.
"Mengapa, kalian diam? Apakah kalian melihat hantu?" White Tiger berkata, kemudian dia juga ikut berdiri membeku.
Mereka melihat banyak sekali mayat berserakan di depan mereka. Bukan hanya seratus orang, tetapi lebih dari seribu orang.
"Kalian, terlihat lebih kuat dari mereka nyawww." Cathrine tersenyum dengan armor, wajah dan Belati yang berlumuran darah.
"Nona Cathrine, cepat selesaikan ini dan kembali ke pasukan." Tuan Ellar berjalan ke samping Cathrine seraya membawa mayat Black Tiger, kemudian melemparnya ke arah White Lion dan yang lainnya.
Pembantaian terjadi.
"Sudah, lama aku tidak melakukan sesuatu seperti ini. Nona Amarilis, apakah kamu putri Saint Iris? Sihir kamu sangat kuat." Duke Donovan berkata seraya membersihkan Great Sword miliknya.
"Fufufu. Kakek, aku hanya membakar sampah." Amarilis terkekeh. Tidak seperti Duke Donovan yang memakai armor berlumuran darah. Armor dan tongkat sihir Amarilis tetap bersih tidak terpercik sedikit pun tanah.
"Duke Donovan, Amarilis nyaww.. Apakah kalian sudah selesai nyaww." Catherine melambai ke arah Amarilis.
"Cathrine, apakah kamu terluka?"
Ellar dan Cathrine berjalan ke arah Duke Donovan dan Amarilis. Mereka, terlihat seperti seseorang yang terluka parah, karena berlumuran dengan banyak darah. Namun, darah itu bukan milik mereka, tetapi darah musuhnya.
"Duke Donovan, maafkan aku karena kamu telah menunggu lama. Mereka, lebih kuat dari apa yang aku kira. Jadi, aku membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengalahkan mereka." Ellar meminta maaf.
"Hahaha. Anak muda, yang kamu lawan adalah para pemimpin kriminal di wilayah Kerajaan Pendragon dan Kekaisaran Avalon. Awalnya aku akan membantumu, tetapi seperti tidak perlu seperti yang diharapkan dari pemegang Artefak Silver Storm Rank Legendary. Kamu sangat kuat!" Duke Donovan tertawa.
"Baiklah, setelah Gelombang Beast berakhir kita harus membersihkan semua mayat ini. Aku takut ada seorang Necromancer atau Demon yang memanfaatkan semua mayat ini." Ellar berkata.
Duke Donovan dan yang lainnya kembali ke pasukan gabungan. Gelombang Beast akan terjadi sebentar lagi. Mereka, hanya membutuhkan satu jam untuk membantai para Dog Hunter dan Fisher.
"Nona Amarilis, siapa Urs The North?" Ellar bertanya.
"Urs, adalah sahabat perjalananku. Aku baru sebentar mengenal Urs." Amarilis menjawab.
"Urs, mengatakan untuk mengikuti beberapa orang yang keluar dari pasukan setelah rapat strategi. Dia, mengatakan dari 3000 pasukan yang pergi adalah Dog Hunter dan Fisher. Ketika mereka mendengar bahwa pasukan gabungan mempunyai kemungkinan menang. Mereka semua akan kembali. Benar saja lebih dari 1700 orang adalah Dog Hunter dan Fisher." Ellar berkata.
"Bukan hanya itu. Urs, juga mengatur strategi untuk menyergap mereka dari depan dan belakang. Dia juga mengatakan untuk membunuh salah satu pemimpinnya untuk mengintimidasi pemimpin yang lain. Bukankah itu adalah strategi seorang komandan pasukan Veteran! Urs cocok untuk memimpin sebuah pasukan. Dia juga ahli dalam perang psikologis." Duke Donovan menambahkan.
"Urs, hanya mempunyai satu kekurangan." Amarilis berkata.
"Tuan Urs, sangat baik kepada sekutunya dan sangat kejam pada musuh-musuhnya nyaww.." Cathrine berkata.
"Arden dan 3 Count pasti sudah sampai! Kita harus segera pergi ke sana." Duke Donovan berkata.
Duke Donovan dan yang lainnya sampai di dua lapis benteng yang di buat oleh Duke Anya. Mereka, melihat para Black Mage yang sedang membuat bom racun yang diketuai oleh Calvin dan Ainsley. Para pemanah yang memantau dari atas benteng dan semua orang yang yang mempunyai job pertarungan jarak dekat sedang menyiapkan senjata mereka.
"Cathrine, apakah kamu sudah selesai?"
"Nona Ainsley, aku sudah selesai. Di mana Tuan Urs nyaww?"
"Urs, berada di benteng bagian depan. Bersama Raja Arden dan yang lainnya."
Cathrine dan yang lainnya pergi ke tempat Lazarus. Mereka, ingin melaporkan bahwa misi mereka sudah selesai.
Ketika, mereka sampai di benteng bagian depan. Mereka sangat terkejut melihat Raja Arden terikat oleh tali yang terbuat dari sihir element kayu dan Artefak tali Rank Epik. Di sampingnya Purgatory Tiger Lava dan Gold Dragon Evanthe diam mengawasi Raja Arden untuk tidak melepaskan diri.
Pria paruh baya berambut pirang panjang dengan iris mata hijau dan bekas luka memanjang di matanya terlihat sangat pasrah.
"Donovan, tolong aku! Aku sedang di kudeta!"
Lava menggeram ke arah Raja Arden.
"Kakek, dan tuan Ellar, apakah kalian sudah selesai?" Aland, Freya dan Lazarus menghampiri Duke Donovan dan yang lainnya.
"Apa yang terjadi saat aku tidak ada?" Duke Donovan bertanya.
"Tuan Donovan, Raja Arden ingin bertempur dengan adil. Dia, tidak ingin menggunakan racun dan jebakan untuk melawan Gelombang Beast." Lazarus menjawab.
Duke Donovan melirik ke arah Raja Arden.
"Arden, mempunyai jiwa ksatria! Dia pasti tidak mentolerir menggunakan cara yang kotor dalam pertempuran. Dia, kebalikan dari Demon King yang berada di depanku," batin Duke Donovan.
"Donovan, kamu pasti setuju denganku! Apabila, strategi ini digunakan dalam perang. Ini bukan perang, tetapi pembantaian!" Raja Arden berteriak.
"Raja Arden, kita tidak berperang melawan ras humanoid, tetapi kita berperang dengan Gelombang Beast yang mempunyai jumlah beberapa kali lebih banyak dari kita!" Lazarus menjawab.
"Urs, kamu sangat kejam!" Raja Arden berseru.
"Sebagai seorang Raja kamu harus memikirkan rakyatmu! Apabila, kita kalah di sini sebagian Kerajaan Pendragon akan musnah! Kamu bisa mati sebagai seorang Ksatria, tetapi kamu tidak memikirkan rakyat dan keluargamu setelah kamu mati!" Lazarus menatap Raja Arden dengan mata yang tajam.
"A-Aku.."
"Tenangkan dulu dirimu! Setelah itu kamu boleh pergi ke medan pertempuran." Lazarus pergi meninggalkan Raja Arden diikuti oleh Duke Donovan dan yang lainnya.
"Urs, kamu akan menjadi musuh Raja Arden dan Kerajaan Pendragon setelah Gelombang Beast selesai." Alyssa berkata.
"Apakah Kerajaan Pendragon yang terkenal dengan keadilan. Berani menjadikan seseorang yang membantunya sebagai musuh?" Lazarus menoleh ke arah Aland.
"Aku bersumpah Kerajaan Pendragon tidak akan menjadikanmu musuh!" Aland menjawab dengan ekspresi sedikit ketakutan.
Lazarus membawa semua orang ke atas benteng bagian depan yang berbatasan langsung dengan Hutan King.
"Earth Wall. Ice Wall. Wooden Wall. Water River. Earth Thorn." Semua Mage menciptakan tembok dan jebakan di sekitar Hutan King.
Para Warrior yang sudah dipisahkan berdasarkan Jobnya sudah bersiap untuk bertempur. Para Archer dan Mage sudah bersiaga untuk serangan udara diatas dan di bawah benteng.
Mereka juga melihat Genangan lumpur yang luas, parit dan lubang dalam yang tersamarkan oleh tanaman rambat. Sungai yang sudah di blokir oleh bendungan yang terbuat dari kayu dan tanah juga penyihir api ranah Epik yang berjaga di setiap sisi area yang dapat dilewati oleh Beast.
"Donovan, akhirnya kamu kembali. Uhuk, uhuk, uhuk." Duchess Anya terbatuk-batuk dengan wajah pucat.
"Anya, apa yang terjadi?"
"Aku sudah kehabisan mana. Aku tidak dapat membantu banyak dalam pertempuran kali ini."
"Kita, mempunyai 45,000 pasukan dan 9 orang ranah Legendary dan 1 Mythical Beast. Aku yakin dapat memenangkan pertempuran ini." Lazarus berkata, kemudian teringat sesuatu.
"Tunggu! Aku melupakan sesuatu! Apabila Legendary Beast yang memimpin Gelombang lebih dari 20 dan tidak terpengaruh oleh racun. Kita akan dipastikan kalah!" Batin Lazarus.
"Auuuuuuu..."
"Grrrrooooar."
Suara banyak Beast berbagai jenis terdengar. Semua orang merasakan tanah bergetar. Ini adalah genderang perang pertanda Gelombang Beast akan dimulai.
"Semua orang! Siap untuk bertarung!" Sieg, Lazarus, dan Duke Donovan berteriak.
*Urs The Cruel. Julukan ini akan menjadi julukan Lazarus setelah Gelombang Beast selesai.