LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 319. Pertemuan Kekaisaran Lion Heart.



3 Duke dan semua Bangsawan Kekaisaran Lion Heart sedang menunggu perwakilan keluarga Bangsawan Grand Duke Regulus. Mereka ingin mendiskusikan tentang masalah Kekaisaran Lion Heart dan penjelasan perang Hutan Cerulean.


Terlihat seorang Viscount yang tidak sengaja menutup matanya karena sangat kelelahan, dia ingin sekali segera pulang dari pertemuan ini.


"Viscount Brown, kamu sudah tertidur dan melanggar peraturan Kekaisaran Lion Heart! Para penjaga bawa Viscount Brown keluar dari ruangan ini dan turunkan pangkatnya menjadi Baron, kemudian hukum cambuk dia 30 kali!" Altair berteriak.


"Kaisar maafkan aku!" Viscount Brown berteriak, tetapi 5 orang penjaga segera menyeretnya dari ruang pertemuan.


...****************...


"Grand Duke Lazarus Regulus, Saint Iris Lion Heart, Duke Alastair Regulus, Putri Calista Lion Heart dan Pangeran Icarus Lion Heart sudah datang!" Seorang penjaga berkata.


Semua Bangsawan terkejut karena mendengar Lazarus datang ke Istana Kekaisaran Lion Heart setelah beberapa dekade tidak menginjakkan kaki ke Istana Kekaisaran Lion Heart.


"Altair, apakah dia Brown mantan pengikut Count Baul? Aku sudah mengatakan kepadamu untuk memecatnya beberapa kali. Salam Bintang Kekaisaran Lion Heart!" Lazarus dan Iris membungkuk.


"Salam Kaisar Altair Lion Heart!" Alastair, Calista dan Icarus berlutut.


Duchess Helene Leonis bangkit dari kursinya saat melihat Lazarus memasuki ruang pertemuan. Wajah Lazarus mirip sekali dengan kekasihnya di kehidupan masa lalu.


Altair melebarkan matanya. "Lazarus, apakah kamu baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja dan bisakah kamu menyuruhku duduk terlebih dahulu?" Lazarus tersenyum.


Altair menyuruh Lazarus dan yang lainnya duduk di kursi yang telah disiapkan. Lazarus dan Iris duduk di samping Duchess Helene, Duke Adrian Leandro dan Duke Elenio Aslan.


Pertemuan di mulai.


Dalam pertemuan itu, mereka membahas tentang overpopulasi Beast herbivora rank rendah dan sedang, bandit, organisasi kriminal dan masalah tentang Beast rank tinggi yang pergi ke pantai Aslan.


"Grand Duke Lazarus, apakah kamu mau membantu wilayah Bangsawan Duke Aslan?" Beryl bertanya.


"Beryl, aku akan mengirimkan pengikutku untuk membantu wilayah Aslan untuk menghadapi Beast rank tinggi. Kebetulan mereka sedang tidak mempunyai pekerjaan, bahkan di semua Kerajaan di dekat laut mengalami masalah yang sama." Lazarus menjawab.


"Urs, apakah kamu akan membantu wilayah Leandro, Lion Heart dan Leonis tentang para bandit serta organisasi kriminal?" Duke Adrian bertanya.


Para bandit dan Organisasi kriminal di wilayah Aslan dan Leandro semakin kuat dan pintar, bahkan mereka sangat sulit untuk ditangkap. Bukan hanya itu Overpopulasi Beast herbivora rank rendah dan sedang juga mengakibatkan kerugian yang besar untuk semua Kerajaan dan Kekaisaran di Benua Barat.


"Aku bisa mengutus pengikutku untuk membantu tentang masalah bandit, tetapi aku tidak bisa membantu tentang organisasi kriminal." Lazarus menjawab.


"Grand Duke Regulus, bukankah di wilayah Regulus tidak ada organisasi kriminal dan organisasi bawah tanah? Mengapa kamu tidak bisa membantu wilayah Leandro untuk menumpas organisasi kriminal?" Marquis Edgard bertanya.


"Di wilayah Regulus semua Bangsawan dan penduduk dapat bekerja sama. Mereka akan langsung mengetahui saat kriminal dan penjahat masuk ke wilayah Regulus, kemudian kami segera memenjarakan dan mengeksekusi mereka yang melawan dan tidak bisa ditolong." Lazarus berkata.


Semua orang terkejut mendengar jawaban Lazarus, selain pertanian, perkebunan, pertambangan dan perdagangan wilayah Regulus semakin maju. Semua Bangsawan dan rakyat Regulus bahkan sangat royal kepada wilayah Regulus.


"Fufufu. Grand Duke aku mengerti maksudmu. Masalah tentang Organisasi Kriminal dan Organisasi bawah tanah adalah masalah Internal yang harus di selesaikan wilayah itu sendiri. Wilayah lain tidak boleh ikut campur dalam masalah ini karena hal itu adalah tanda suatu wilayah tidak mampu untuk mengatur wilayahnya sendiri." Duchess Helene terkekeh.


"Duchess Helene, keberadaan organisasi kriminal dan bawah tanah adalah bukti seorang pemimpin tidak bisa mengatur pengikut dan wilayahnya sendiri." Lazarus tersenyum.


"Kucing hitam, apa maksudmu! Bisakah kamu menjelaskannya? Apakah kamu berpikir aku tidak mampu mengatur wilayahku sendiri?" Duke Adrian menggebrak meja.


"Kucing Hitam, bukan hanya wilayahku yang mempunyai organisasi kriminal bawah tanah. Akan tetapi, Ibukota Kekaisaran Lion Heart juga mempunyai organisasi kriminal bawah tanah!" Duke Elenio berteriak.


"Duke Adrian Leandro, apakah kamu mengetahui alasan mengapa organisasi kriminal itu sangat licin untuk di tangkap?" Lazarus bertanya.


"Seseorang pasti mengetahui informasi tentang rencana penangkapan." Duke Adrian menjawab.


"Apakah kamu mengetahui darimana semua informasi itu berasal?" Lazarus bertanya.


"Sialan! Seseorang yang mengetahui informasi itu pasti berasal dari Bangsawan karena hanya para Bangsawan yang mengetahui tentang informasi itu!" Duke Elenio Aslan berteriak.


"Apakah aku salah mengatakan bahwa kalian tidak bisa mengatur pengikut kalian sendiri?" Lazarus bertanya.


"...."


"Wilayah Leontios juga mengalami hal yang sama, tetapi Paman Gigas lah yang bekerja sama dengan Organisasi kriminal bawah tanah. Manusia adalah ras yang sangat serakah terutama menyangkut uang dan kekuasaan. Aku juga membutuhkan waktu selama setengah tahun untuk menumpas organisasi kriminal bawah tanah di wilayah Leonis." Helene tersenyum.


"Duchess, apakah kamu membunuh semua Bangsawan dan penduduk yang bekerja sama dan melindungi organisasi kriminal bawah tanah? Lilian sudah menceritakan banyak hal tentangmu dan kamu baru berusia 19 tahun, tetapi kamu sangatlah tegas dan kejam. Berbeda dengan 2 rubah tua dan 1 kucing emas di sini." Lazarus melirik ke arah Helene.


"Fufufu. Grand Duke, aku mengetahui itu sebuah pujian atau hinaan." Helene terkekeh.


"Hmmm.." Iris terbatuk.


Lazarus segera menatap ke arah Altair. "Wilayah Regulus bisa saja membantu wilayah Kekaisaran Lion Heart, Leandro dan Aslan untuk menumpas para kriminal, tetapi kalian harus membayar jasa kami karena bukan hak wilayah Regulus untuk mencampuri urusan wilayah lain."


"Kucing Hitam aku setuju, tetapi kamu tidak boleh memeras kami dengan memberikan harga yang tinggi untuk jasamu." Duke Adrian Leandro berkata.


"Kucing Hitam para nelayan di wilayah Aslan tidak bisa melaut karena gelombang yang besar, badai dan Beast rank tinggi yang pergi ke tepian pantai. Kamu harus memberikan harga sesuai dengan kemampuan kami." Duke Elenio berkata.


"Aku tidak seperti kalian yang sangat licik dan pemeras. Bayaran adalah sebuah formalitas, kalian boleh membayar jasa kami sesuai kemampuan kalian, setelah wilayah Regulus menyelesaikan masalah kalian. Kebetulan selain berdagang Aliansi The North juga merupakan Divisi Intelijen Regulus, kami mengetahui tentang banyak informasi wilayah lainnya." Lazarus menjawab.


"Apa!! Bagaimana kamu memata-matai wilayah Leandro tanpa izin!" Duke Adrian berteriak.


"Tanpa izin? Bukankah kamu sudah mengizinkanku untuk mendirikan markas Aliansi The North di wilayah Leandro? Kalian juga mengirimkan banyak pengikut kalian untuk mencari informasi di wilayah Regulus dan aku tidak mengeksekusi mereka di tempat." Lazarus menatap tajam ke arah Duke Adrian dan Duke Elenio


"Bagaimana kamu mengetahuinya?" Duke Elenio bertanya.


"Sebelum seseorang menetap di wilayah Regulus divisi informasi Regulus akan mencari tahu tentang informasi orang itu." Lazarus menjawab.


"Baiklah, Diamlah!" Altair berteriak.


Pertemuan akhirnya selesai, meskipun pembicaraan berjalan dengan alot. Namun mereka mendapatkan jalan keluar untuk semua masalah mereka.


"Altair, kamu juga sama seperti mereka. Tujuanmu mengirim Calista dan Icarus tinggal di wilayah Regulus selain untuk berlatih, tetapi untuk mencari informasi tentangku dan wilayah Regulus." Lazarus berkata.


"Hahaha. Urs, kamu sangat pintar. Aku bahkan tidak mengetahui kamu sepintar itu. Para pelayan segera hidangkan makanan dan minuman."


Para pelayan segera membawakan makanan dan minuman untuk semua orang. Pertemuan sudah selesai dan sekarang adalah waktunya para Bangsawan bersantai dan menikmati pertunjukan.


"Tuan Urs, apakah kamu ingin menjadi pasangan dansa ku?" Seorang wanita cantik berambut pirang dan mata hijau bertanya.


Iris mencubit paha Lazarus dengan keras.


"Nona, maafkan aku karena sekarang aku hanya ingin menikmati makanan dan pertunjukan." Lazarus menjawab seraya memaksakan senyumnya.


"Baiklah, terima kasih karena telah menghadiri pertemuan ini." Wanita Bangsawan itu membungkuk, kemudian tersenyum cerah ke arah Lazarus.


"Kucing Hitam, kamu harus menceritakan apa yang terjadi di Hutan Cerulean." Duke Elenio berkata.


"Urs, aku ingin mendengarnya." Eleanor berkata.


Lazarus, Iris, Alastair dan Icarus menceritakan apa yang telah terjadi di Hutan Cerulean. Meskipun sudah 2 Minggu berlalu, tetapi tragedi itu seperti baru terjadi kemarin untuk mereka semua.


"Apakah Alastair dan Icarus sudah menembus ranah Legendary?" Marquis Edgard Allan berteriak.


"Bagaimana mungkin! Alastair dan Icarus menyusulku dan menembus ranah Legendary!" Charlotte berteriak.


"Fufufu. Alastair dan Icarus sudah berkali-kali hampir mati dan menembus batasannya di Hutan Cerulean. Akan tetapi, kecepatan itu sungguh luar biasa." Iris terkekeh.


"Semua ini karena Paman Urs yang telah melatih dan melindungi kami di Hutan Cerulean. Bahkan dia mengumpulkan banyak orang kuat di Hutan Cerulean untuk bertarung bersamanya." Icarus tersenyum.


"Hubungan Kekaisaran Silver Phoenix dan Kekaisaran Zephyra semakin memburuk. Mereka bahkan akan berperang cepat atau lambat." Altair berkata.


"Perang besar akan terjadi cepat atau lambat. Kekaisaran Lion Heart harus bersiap-siap untuk sesuatu yang buruk terjadi di masa depan." Duke Adrian berkata.


"Pak Tua, aku setuju denganmu." Lazarus menjawab.


"Urs, apakah kamu mengetahui mengapa Beast herbivora rank rendah dan sedang sangat cepat berkembang biak? Bahkan sesuatu seperti ini belum pernah terjadi di masa lalu." Altair menyentuh dagunya.


"Siklus Planet Antares. Planet Antares adalah sebuah makhluk hidup raksasa yang mengalami siklus berulang. Aku kira kita sedang dalam masa pemulihan mana, dimana energi mana Planet Antares akan semakin banyak, murni dan pekat." Lazarus berkata.


"Sayang, aku setuju denganmu. Aku merasakan energi mana di Planet Antares semakin murni. Bukan hanya untuk Beast, tetapi untuk manusia. Sebagai contohnya adalah aku dan Altair yang menembus ranah Legendary di usia 25 tahun, Duke Adrian dan Duke Elenio yang sudah lama di ranah Legendary, tiba-tiba menembus ranah Mythical. Begitupun dengan orang-orang yang berada di puncak ranah Epik dan Legendary menembus ranah Legendary dan Mythical. Anak-anak yang lahir di zaman ke enam bahkan berkembang dengan sangat cepat." Iris menjawab.


"Pemulihan mana adalah keadaan di mana Planet Antares mulai memulihkan kekuatannya, setelah itu Planet Antares akan seperti masa jayanya di zaman pertama. Bahkan batasan ranah akan meningkat." Lazarus berkata.


"Tunggu, apakah jalan ke alam atas akan kembali terhubung di zaman ini?" Duke Adrian bertanya.


Lazarus mengangguk. "Apabila jalan itu terhubung, maka perang besar-besaran akan terjadi untuk memperebutkan sumber daya dengan orang-orang yang tinggal di alam atas Planet Auriga. Ingatlah semua ras sangatlah serakah, apabila mereka mengetahui bahwa Planet Antares mengalami pemulihan mana. Maka mereka akan datang ke Planet Antares untuk menjarah sumber daya."


"Hal ini seperti Columbus yang menemukan Benua Amerika, kemudian membunuh penduduk asli suku Indian untuk menjarahnya. Akan tetapi, kita adalah suku Indian." batin Lazarus.


Altair dan semua orang terdiam. Semua yang dikatakan oleh Lazarus sangatlah masuk akal, dimana ada suatu berkah pasti di sana ada kutukan. Dunia tersusun dari hukum sebab dan akibat.


"Hahaha. Tenang saja, peristiwa itu pasti masih lama untuk terjadi." Lazarus tertawa seraya memotong sepotong daging Multi Colour Chicken panggang.


Helene tiba-tiba mengambil daging Lazarus, kemudian memakannya.


Semua orang melirik ke arah Duchess Helene, terutama Iris yang menatap tajam ke arah Helene.


"Fufufu. Aku melihat dagingmu sangat enak, aku jadi ingin merasakannya." Helene menjilat bumbu daging itu di bibirnya.


Semua pria Bangsawan yang berada di sana mempunyai wajah merah saat melihat wajah cantik Duchess Helene, bahkan Icarus dan Alastair.


"Siapa wanita ini? Aku sudah kebal terhadap godaan wanita cantik, tetapi aku seakan pernah melihat dan mendengar tentang wanita ini." batin Lazarus.


"Duchess Helene, apakah kamu sudah mempunyai pasangan?" Lazarus tersenyum.


"Aku belum mempunyai pasangan." Helene menjawab.


"Keponakanku Icarus sangatlah tampan! Dia juga belum mempunyai pasangan, aku kira kamu sangat cocok menjadi istri Icarus." Lazarus tersenyum.


"Apa?" Helen terkejut mendengar perkataan Lazarus, kemudian melirik ke arah Icarus.


Icarus menatap Helene dengan wajah memerah, dia sangat bahagia karena Lazarus menjodohkannya dengan seorang wanita cantik seperti Duchess Helene.


"Paman! Aku akan menganggap mu Ayah mulai sekarang!" batin Icarus.


"Duke Regulus, apakah kamu bercanda?"


"Aku bersungguh-sungguh, aku bisa menjamin bahwa Icarus adalah pria yang baik dan setia." Lazarus menjawab dengan wajah polos.


Altair, Edgard dan Alastair menatap tajam ke arah Icarus dengan Lazarus berada di pihak Icarus kesempatan Icarus untuk menjadi pasangan Duchess Helene sangatlah besar. Altair bahkan akan sangat terpukul, jika bersaing dengan anaknya sendiri untuk seorang wanita.


Icarus tersenyum lebar ke arah Altair, Alastair dan Edgard.


"Tunggu, apakah pria ini tidak tertarik sedikitpun kepadaku? Coba, aku goda sedikit lagi." batin Helene.


"Duke Regulus, aku lebih tertarik kepadamu daripada Icarus." Helene berkata.


"Tidak, aku sudah mempunyai 10 Istri, 2 selir dan 8 orang anak. Aku terlalu tua untuk gadis berusia 19 tahun." Lazarus berkata.


"Aku tidak keberatan menjadi selirmu."


"Aku keberatan kamu menjadi selirku."


"Kamu sangat ahli memainkan kata-kata."


"Hahaha. Apakah kamu ingin menikah dengan Icarus? Aku akan menghadiahkan kastil megah di wilayah Regulus." Lazarus berkata.


"Tidak, aku menyukai pria yang jujur dan ahli dalam seni." Helene menolak.


Lazarus tersenyum. "Sayangnya aku adalah pria pembohong. Aku berulang kali tidak menepati janjiku kepada Iris, dan membuatnya sangat menderita. Iris selalu menungguku pulang selama 30 tahun, tetapi aku tidak pulang. Aku melanggar janjiku untuk makan bersama selama 30 tahun."


Semua orang terdiam mendengar jawaban Lazarus.


"Fufufu. 30 tahun? Aku mendengar kisah seorang wanita yang menunggu seorang pria selama ribuan tahun, tetapi dia tidak pernah kembali." Duke Helene tersenyum.


"Hahaha. Pria itu adalah pria yang sangat bebas, seorang pria yang mempunyai hati seluas samudera dan sangat mencintai langit serta laut biru." Lazarus tersenyum.


Seketika Helene mengingat kata-kata yang pernah dikatakan kekasihnya di masa lalu. "Aku adalah pria yang bebas, aku mempunyai hati seluas samudera dan sangat mencintai langit serta laut biru."


"Kamu!!" Helene berteriak, kemudian bangkit dan meninggalkan ruang pertemuan. Pengikutnya segera menyusul Duchess Helene.


"Dia menangis.." Duke Adrian tersenyum.


"Urs, kamu membuat seorang wanita muda menangis!" Duke Elenio tersenyum.


"Urs, aku tidak mengetahui kamu bisa membuat seorang wanita menangis seperti itu." Beryl tersenyum.


"Urs, kamu harus meminta maaf!" Iris berteriak.


"Baiklah, aku akan meminta maaf!"


Sesaat kemudian Duchess Helene dan ksatria nya kembali lagi ke ruang pertemuan bersama seekor Legendary Beast Golden Lion betina muda dan Regulus yang mengalami luka sedang.


"Kaisar Altair, singa jantan muda ini mengejar Beast kontrakku Rangga di halaman Istana Kekaisaran Lion Heart." Helene berkata.


"Master, aku hanya ingin berkenalan dengan Golden Lion betina itu! Akan tetapi, wanita ini tiba-tiba datang dan menghajarku!" Regulus berteriak.


"Helene, aku sudah mengatakan kepadanya bahwa aku Beast singa jantan yang baru menumbuhkan surai! Akan tetapi, dia tetap mendekati dan menggodaku!" Rangga berseru.


Lazarus melangkah ke arah Rangga, kemudian melihat 2 bola di dekat ekornya.


Semua orang tertawa terbahak-bahak saat melihat hal itu. Bukankah Lazarus mempunyai banyak Beast jenis kucing besar betina.


Lazarus memperhatikan wajah Rangga, dia adalah seekor Golden Lion ramping dan elegan melebihi seekor Beast betina. Bahkan saat Lazarus melihatnya sekilas Rangga terlihat seperti Beast singa betina. Mungkin Rangga adalah Beast singa jantan cacat yang tidak menumbuhkan surai.


"Altair, cepat panggil Namean kemari!" Lazarus berseru.


Altair menyuruh seorang pelayan untuk memanggil Namean, sesaat kemudian Namean masuk ke ruangan pertemuan.


"Wanita cantik, apakah kamu sudah mempunyai pasangan? Tigris sudah membolehkanku untuk membentuk Harem, apakah kamu ingin menjadi pasanganku?" Namean bertanya.


Lazarus menyuruh Namean dan Regulus untuk melihat ekor Rangga, sesaat kemudian mata mereka melebar karena melihat sepasang bola di dekat ekornya.


"Jantan!!!"


"Aku sudah mengatakan bahwa aku singa jantan!"


"Fufufu. Rangga, pantas saja singa betina menjauhimu dan singa jantan mendekatimu." Helene terkekeh.