
Seorang wanita memasuki Guild Petualang, dengan wajah dan tubuh yang tertutupi oleh darah, seraya memegang Artefak Kapak perang sebesar tubuhnya, wanita itu berjalan dengan tenang ke arah meja Lazarus.
"Freya, aku sudah mengatakan, kamu tidak boleh masuk ke Guild dengan tubuh yang berlumuran darah Beast." Astrid menggeleng ringan.
Water Foam.
Alyssa menggunakan sihir airnya untuk membersihkan tubuh Freya. "Freya, seperti biasa kamu selalu berlumuran darah setelah menyelesaikan quest." Alyssa tersenyum.
Setelah darah di tubuh Freya di bersihkan. Lazarus dapat melihat wajah Freya dengan jelas. Freya mempunyai rambut merah panjang, dengan Iris mata berwarna merah, tubuh tinggi semampai dan payudara yang indah, ditutupi oleh Armor ringan berwarna merah.
Apabila Iris dikatakan seperti Dewi, Alyssa dikatakan seperti ratu Elf , Amarilis dan Diana dikatakan seperti seorang malaikat. Maka, kecantikan Freya seperti seorang Dewi perang.
Kecantikan Freya ibaratkan seperti mawar merah, cantik namun dibalik kecantikannya ada pesona liar yang membuat semua pria tertantang. Julukan "Red Rose Princess" sangat cocok untuk Freya.
"Terima kasih." Freya berkata dengan suara bernada datar.
"Freya, apakah kamu membawa lagi mayat Beast yang sudah kamu buru?" Astrid bertanya.
"Sangat sulit untuk memotong hanya bagian yang penting. Aku membawa semua mayatnya."
Semua petualang pergi keluar untuk melihat buruan Freya.
Nona Freya kamu memburu seekor Demon Beast Saber Tooth Tiger. Namun, hanya sedikit bagian yang dapat digunakan. Kamu telah merusak sebagian besar material berharga dalam pertarungan.
Salah satu petualang berkata.
"Kalian semua bantu memotong bagian Beast itu." Astrid memberi perintah.
Freya duduk di samping Amarilis dengan seraya melirik ke arah semua orang.
"Wanita itu adalah adikku Freya. Meskipun, dia sangat cantik dan kuat, dia baru berusia 21 tahun." Astrid tersenyum seraya meneguk birnya.
"Tuan, apakah kamu mengajakku berduel? Aku akan mengakhirinya dengan cepat sebelum makan malam." Freya berkata dengan suara bernada dingin.
'Apakah ini adalah tradisi suku Utara? Orang suku Utara suka mengajak berduel untuk mengikat pertemanan.' pikir Lazarus.
"Urs, kamu harus berduel! Aku penasaran seberapa kuat kamu. Meskipun, kamu akan kalah karena Freya mempunyai ranah satu tingkat diatas kamu." Alyssa berkata.
Alyssa belum melihat kekuatan pertempuran Urs sebenarnya, dia hanya mengetahui Urs mempunyai ranah Grand Master dan berlevel 51. Urs juga sudah mempunyai pengalaman bertarung sebelum membangkitkan Job.
"Urs, aku juga ingin melihatnya." Amarilis berkata.
"Baiklah Nyonya Astrid, aku akan berduel Nona Freya." Lazarus tersenyum dia belum pernah melawan manusia yang kuat sebelumnya.
'Master, kamu bisa mengalahkannya apabila kamu menggunakan semua kemampuanmu.' Ignis berkata.
Lazarus dan yang lainnya meninggalkan Guild Petualang dan pergi ke arena untuk bertarung. Kebetulan arena latihan petualang tepat berada di samping Guild Petualang.
Pria itu akan menjadi Samsak latihan Nona Freya lagi.
Lazarus dan yang lainnya sampai di arena pertarungan. Lazarus dan Freya berjalan memasuki arena pertarungan. Astrid akan menjadi wasit bagi mereka berdua, dia akan menghentikan pertarungan apabila salah satu dari mereka menyerah atau tidak dapat melanjutkan pertarungan.
Lazarus dan Freya saling berhadapan, dia memperhatikan rambut merah Freya yang sangat indah saat berkibar tertiup angin dan bersinar merah akibat pantulan sinar matahari senja yang berwarna jingga.
Freya menggenggam erat Artefak Kapak Perang besar berwarna peraknya, dan melakukan kuda-kuda bertarung. Mata merah Ruby miliknya, menatap tajam ke arah mata Lazarus.
'Meskipun, Freya mempunyai badan indah dan berkulit putih dia tidak kesulitan mengangkat Kapak perang yang sangat besar.' batin Lazarus.
Lazarus mengeluarkan Artefak Tombak Silver Tiger, dan mengarahkannya ke arah Freya. Dia tidak ingin ceroboh di dalam duel ini.
Saat di Hutan Eternal Poison, Lazarus dan Ignis berkali-kali hampir mati saat bertarung dengan Beast, sedikit kecerobohan saja akan berakibat Fatal.
"Aku akan melempar Koin sebagai tanda pertarungan dimulai! Saat Koin menyentuh tanah berarti pertarungan sudah dimulai!" Astrid berteriak.
Lazarus dan Freya mengangguk.
Sesaat kemudian Astrid melemparkan koinnya jauh ke udara. Lazarus segera memakai Skill pasifnya Five Sharp sense(lima Indra yang tajam) Rank B dan Beast Insting(insting hewan buas) Rank C.
Saat Koin itu menyentuh tanah. Lazarus dan Freya bergerak secara bersamaan menyerang secepat kilat.
Bangggg
Terdengar suara nyaring saat tombak Lazarus dan kapak perang Freya berbenturan.
'Wanita ini sungguh kuat! Bahkan, meskipun aku sudah mengunakan 80% Statistik strange ku dia tidak bergeming!' batin Lazarus.
Freya hanya menahan serangan Lazarus dengan ekspresi tenang. Dia seperti menganggap serangan Lazarus hanyalah serangan yang lemah.
Lazarus melompat ke belakang untuk memperlebar jarak dengan Freya, dia tahu apabila dia saling beradu serangan dengan Freya lama-kelamaan dia akan kalah. Karena, statistik Str Freya lebih tinggi darinya.
Freya tidak membiarkan Lazarus untuk memperlebar jarak, dia dengan cepat mendekati Lazarus seraya mengayunkan kapak perangnya.
Bang!
Bang!
Senjata mereka sekali lagi saling berbenturan.
Ice Needle.
Lazarus menggunakan sihir element esnya, mana element es berkumpul dan membentuk ratusan proyektil jarum es. Lazarus kemudian menembakan ratusan proyektil jarum es itu ke arah Freya.
Freya menggunakan Auranya, aura berbentuk api melapisi kapak perangnya. Dia menahan ratusan proyektil jarum es yang ditembakkan oleh Lazarus dengan mudah. Kemudian melompat ke arah Lazarus seraya mengincar bahu Lazarus.
Skill Beast Insting Lazarus aktif karena merasakan bahaya. Lazarus segera menggunakan sihirnya.
Ice Wall
Dinding es terbentuk di depan Lazarus dan menahan serangan Freya. Freya sedikit terkejut, tetapi dia dapat menghancurkan dinding es itu dengan mudah.
Banggggg
Senjata mereka saling berbenturan, tetapi Lazarus sudah siap, dia juga melapisi tombaknya dengan Aura element Es.
Meskipun, Lazarus merasakan tangannya mati rasa, tetapi ada senyuman percaya diri di bibirnya.
"Apakah pria itu mempunyai dua Job? Dia bisa menggunakan sihir dan Aura? Meskipun, pergerakannya berantakan dan tidak beraturan tetapi instingnya sangat tajam." Astrid bertanya.
"Urs, mempunyai Job Beast Master tetapi sebelumnya dia sudah belajar menggunakan sihir dan Aura." Alyssa menjawab seraya memperhatikan pertarungan Lazarus.
"Urs, mempunyai mana setara dengan mage ranah master/Bintang 4. Meskipun, dia hanya menggunakan sihir dasar." Amarilis berkata.
"Pria itu, sudah berkali-kali, melakukan pertarungan hidup dan mati! Dari Ekspresinya tidak ada ketakutan sama sekali, padahal satu serangan Freya akan berakibat sangat Fatal untuknya." Astrid melanjutkan.
Semua orang mengangguk.
****************
Skill Rule War Axe Art.
Freya menggunakan skillnya Kampak perangnya kemudian menyerang ke arah Lazarus dengan lebih kuat dan lebih cepat
Skill Barbarian Spear Art
Lazarus menggunakan Skillnya. Untuk menahan serangan Freya, dia terus memaksakan tangannya untuk menggenggam tombak. Meskipun, tangannya sudah berdarah dan mati rasa.
'Dragon Body'
Tiba-tiba tubuh Lazarus menyerap mana dari sekitarnya, kemudian mengubahnya menjadi Aura, dia menggunakan Skill Dragon Body, salah satu skill yang dia dapatkan saat menjalin kontrak dengan Ignis.
'Pria ini semakin kuat.' batin Freya.
"Nona Freya, mari akhiri pertarungan ini dengan satu serangan." Lazarus berkata.
'Ignis, aku merasakan tubuhku akan meledak saat menggunakan Skill Dragon Body."
'Master, kamu harus berlevel di atas 60 untuk menggunakan skill itu.. Dan statistik mana Strange diatas 1200. Karena, tubuh manusia tidak akan dapat menahan mana dari sekitar seperti tubuh Naga."
'Apakah kamu bercanda? Apakah ini seperti Skill pilihan terakhir? Mana Strange berjumlah 1200 sama dengan seorang ranah Expert'
Freya kemudian mengangguk, lalu bersiap menggunakan skill terkuatnya.
Rule War Axe Art.. Axe Of Destruction.
White Ice Fire Spear Art.. White Fire Storm.
Saat Freya mengayunkan kapak perangnya, tercipta banyak gelombang Aura api berbentuk sebuah bilah besar. Sedangkan dari tusukan tombak Lazarus tercipta pusaran badai yang terbuat dari api putih.
Kedua Skill itu saling berbenturan, Area pertarungan tertutupi oleh gelombang api dan badai api putih. Saat serangan Lazarus dan Freya berbenturan tercipta gelombang kejut yang sangat kuat.
"Apakah ini sebuah Skill Unique? Mereka, berdua menggunakan kedua Skill Unique yang kuat di duel persahabatan." Amarilis berkata.
"Astrid cepat hentikan pertarungan! Aku tidak akan memaafkan kamu apabila terjadi sesuatu yang buruk pada Lazarus!" Alyssa berteriak seraya menggunakan sihirnya untuk menahan gelombang kejut.
Skill Tyrant Axe Art .. Cloud Cutter.
Astrid menggunakan Skillnya untuk menghentikan serangan Lazarus dan Freya. Gelombang dari skill Astrid menghancurkan Skill Freya dan Lazarus yang saling berbenturan.
Sesaat kemudian, Alyssa dan yang lainnya melihat ke arah arena, mereka melihat debu-debu beterbangan, Arena duel sudah hancur berantakan karena pertarungan Lazarus dan Freya.
Freya tetap berusaha berdiri bersandar pada kapak besarnya, dengan rambut yang acak-acakan dan tangan terlihat seperti membeku akibat serangan Lazarus.
Sedangkan kondisi Lazarus tidak jauh lebih baik, dia berusaha berdiri bersandar pada tombaknya, dengan luka sayatan besar yang merusak armor Plat dadanya, serangan Freya berhasil menghancurkan armor Plat dada Lazarus dan melukai bagian dada Lazarus.
Urs
Semua wanita pergi membantu Lazarus, mereka sangat khawatir pada Lazarus. Sedangkan Astrid pergi ke arah Freya dan melihat kondisinya.
"Nona Freya pertarungan yang hebat! Aku mengaku kalah." Lazarus memuji Freya sambil memuntahkan seteguk darah.
Meskipun, Lazarus sudah menggunakan hampir semua kekuatannya dia masih tetap kalah.
"Urs, aku yang kalah! Kamu adalah seorang pria yang hebat! Apabila Kakak perempuan tidak menghentikan serangan kita, aku akan terluka parah karena membeku." Freya menjawab seraya menggeleng ringan.
Meskipun Freya sudah melapisi tubuhnya dengan Aura api miliknya, tetapi dia tetap membeku.
"Urs, apakah kamu menggunakan skill Unique? Aku melihat partikel mana api dan mana es menyatu." Diana bertanya.
"Skill ini adalah Skill Unique milikku White Ice Fire." Lazarus menjawab.
"Hahaha, Skill Unique yang sangat hebat! Seharusnya mana element es akan mencair ketika melawan mana element api, akan tetapi Skill mana es mu tidak mencair.. Freya satu ranah lebih tinggi darimu tapi kamu dapat bertarung dengan seimbang dan mengalahkan Freya." Astrid tertawa seraya mengobati tangan kanan Freya.
"Apakah kamu adalah penyihir yang fokus pada dua element?" Amarilis bertanya.
"Aku dapat menggunakan mana Atribut element es dan api." Lazarus menjawab.
"Kamu sungguh diberkati, kamu dapat menyatukan dua element yang saling bertolak belakang menjadi Skill Unique." Amarilis memuji Lazarus.
Beberapa saat kemudian Lazarus dan semua orang kembali Ke Guild petualang, karena, matahari akan terbenam. Dengan Skill regenerasi milik Lazarus luka ini akan sembuh dalam beberapa jam.
Ketua Siapa yang menang?
Semua petualang mendekat ke arah Astrid menanyakan siapa pemenang duel di antara Lazarus dan Freya.
"Tuan Urs, pemenangnya." Astrid tersenyum.
"Kami pemenangnya! Aku sudah mengatakan Tuan Urs, yang akan menang.. Hahaha, Gareth cepat ambil uang taruhan dari mereka semua. Kita bertiga dapat berpesta selama beberapa bulan." Fane tertawa.
Setelah Lazarus semua petualang. Hampir semua petualang bertaruh pada Freya. Sedangkan anggota Party Black Cat bertaruh pada Lazarus.
"Fane, anggota Party kamu masih berhutang 10 Koin emas kepadaku." Astrid menatap tajam ke arah Fane, Gareth dan Gerald.
Seketika, mereka semua berdiri membeku, kemudian memberikan semua uang hasil kemenangan kepada Astrid. "Fane, jangan bersedih seperti itu! Aku akan mentraktir kalian semua untuk minum dan makan sepuasnya di Bar milikku." Astrid berteriak seraya tertawa karena senang.
Hidup Nyonya Astrid.
Hidup Dewi Astrid.
Para petualang bersorak.
Mendengar mereka boleh makan dan minum sepuasnya, mereka semua menjadi sangat bahagia, Astrid terkenal sebagai orang yang kikir, tetapi baru kali ini dia mentraktir mereka semua.
Freya menarik jubah Lazarus kemudian berkata, "Urs, kapan kamu akan menikah denganku? Kamu harus pergi ke Kerajaan North Sea untuk mendapat restu dari ayah." Wajah Freya memerah kemudian menunduk ke bawah, dia merasa malu saat melihat wajah Lazarus.
Bar menjadi hening saat semua orang mendengar perkataan Freya.
"Astrid, apa maksudmu? Menikah? Mengapa, tiba-tiba Freya mengajak Urs, untuk menikah!" Alyssa bertanya dengan ekspresi marah.
"Apakah aku lupa mengatakannya? Duel itu adalah duel untuk mencari calon suami untuk Freya!" Astrid meneguk Birnya.