LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 331. Kembali Ke Wilayah Regulus.



Lazarus melihat 10,000 pasukan ras Demon Kekaisaran Eternal Frost berbaris, tetapi tidak hanya ras Demon dan Dark Beastman yang berada di sana. Namun pasukan Kekaisaran Eternal Frost juga terdiri dari ras Elf, Manusia, Beastman, Giant dan Orc.


"Pasukan ke 32 yang dipimpin oleh Sven dan Pasukan Ke 300 yang dipimpin oleh Arend akan pergi ke wilayah Regulus bersama keluarganya!" Aurora berkata.


Kekaisaran Eternal Frost merupakan Kekaisaran yang mempunyai banyak pasukan total 500 pasukan, setiap pasukan terdapat 3000-7000 orang dan total semua pasukannya adalah 3,5 juta orang. Lebih banyak dari pasukan Negara China di bumi yang hanya 2,3 Juta orang. Namun luas Planet Antares yang dihuni oleh ras humanoid 7 kali lipat lebih luas dari wilayah bumi dan Ukuran Antares 3 kali lipat lebih besar dari bumi.


Sekitar 17,000 pasukan di pimpin oleh seorang pria berambut coklat dengan kepangan dan seorang ras Demon kekar berambut hitam pendek dengan mata hijau berjalan ke hadapan Demon Emperor Laufey dan berlutut.


"Yang Mulia, total semuanya adalah 17,230 orang bersama dengan keluarga kami. Akan tetapi, kami mempunyai sedikit keberatan." Sven seorang ras manusia berambut coklat dengan banyak kepangan berkata.


"Yang Mulia, kami tidak ingin mengikuti orang yang lebih lemah dari kami dan apakah Pangeran Urs akan memperlakukan kami semua dengan baik? Atau dia hanya akan menjadikan kami sebagai budak atau alatnya?" Arend berkata.


Kekuatan adalah segalanya di Benua Selatan Moonlight. Ras manusia, Elf, Beastman dan ras lainnya yang tinggal di Benua Selatan tidak akan dengan mudah mengikuti dan mempercayakan hidupnya kepada seseorang yang baru pertama kali mereka temui.


"Baiklah, aku akan membuktikan kelayakan ku kepada kalian." Lazarus berkata seraya mengeluarkan Raegal Sword dari dalam Cincin Draupnir.


Sven dan Arend menatap ke arah Lazarus, mereka mengetahui bahwa Lazarus belum berusia genap 100 tahun. Akan tetapi, Lazarus tidak mempunyai sedikit pun ketakutan dan keraguan saat menghadapi mereka.


"Ice Colloseum!"


Laufey menggunakan Skill element es miliknya dengan wajah tenang. Sebuah arena pertarungan megah tercipta di hadapan semua orang.


Lazarus memasuki arena itu, sedangkan Arend dan Sven saling melirik memikirkan siapa yang lebih dulu akan bertarung dengan Lazarus.


"Aku akan melawan kalian berdua bersamaan." Lazarus menatap Sven dan Arend dengan dingin.


"Anak muda kamu terlalu arogan!" Sven berteriak.


Ras manusia, Elf dan Beastman yang tinggal di Benua Selatan Moonlight berasal dari budak para Demon. Mereka dibebaskan atau kabur, meskipun begitu mereka mulai terbiasa dan beradaptasi dengan budaya dan lingkungan Benua Selatan Moonlight yang keras.


"Namaku Sven!" Sven berteriak terlihat tubuh yang sangat kekar dan urat otot seperti ular meliuk-liuk di tangan dan lehernya yang tebal. Dia mengeluarkan sebuah Artefak War Axe besar dengan 2 kepala berwarna hitam kemerahan.


"Namaku Arend seorang Demon Rank 9!" Arend berteriak dan terbang ke arena seraya membawa sebuah Artefak busur berwarna hitam dan tempat anak panah di punggungnya.


"Namaku Grand Duke Lazarus Regulus, kalian bisa memanggilku Urs The North!" Lazarus tersenyum.


Pertarungan terjadi dengan Sven yang menerjang ke arah Lazarus menggunakan Artefak War Axe miliknya dan Arend menembakan panah yang sudah dilapisi oleh element petir ke arah Lazarus.


"Kerja sama yang bagus." Lazarus berkata.


"Anak muda, kamu juga lumayan kuat." Sven tersenyum seraya melompat dan mengayunkan kapak besar dua kepalanya ke arah Lazarus.


Lazarus menghindari serangan Sven dengan melompat ke udara, kemudian dia menatap tajam ke arah Arend menggunakan Skill Golden Viper Eye miliknya.


Arend membidik Lazarus yang berada di udara dan yakin bahwa Lazarus tidak akan dapat menghindari panahnya. Lazarus melebarkan enam sayapnya dan terbang ke arah Arend sambil menghindari semua anak panah Arend yang melesat ke arahnya.


Lazarus tepat berada 5 meter di depan Arend, kemudian mengayunkan Raegal Sword ke arah Arend sebuah tebasan element kegelapan melesat ke arah Arend. Namun Sven segera berlari ke depan Arend dan menahan tebasan Lazarus.


"Kerja sama yang bagus." Lazarus berkata.


Sven dan Arend mengeluarkan aura ranah Legendary. Mereka sekarang mengetahui Lazarus bukanlah lawan yang dapat mereka kalahkan dengan mudah. Tubuh Arend tertutupi oleh petir berwarna putih, sedangkan tubuh Sven ditutupi oleh aura api yang membara.


Sven melompat tinggi ke arah Lazarus, kemudian mengayunkan kapak besarnya. Namun Lazarus dengan tenang menatap Sven dan mengayunkan Raegal Sword miliknya.


"Bang!"


Suara benturan keras terdengar. Semua orang menyaksikan pertarungan Lazarus tanpa berkedip.


Sven dan Arend adalah kedua Komandan pasukan veteran yang kuat, mereka sudah banyak ikut dalam pertempuran dan misi penaklukan gelombang Beast.


"Fire Tiger War Axe Art!"


"Thunder Bird Arrow Art!"


Serangan Skill Kapak Perang Sven sangat tajam dan kuat, sedangkan serangan panah Arend sangat cepat dan akurat. Lazarus sedikit kesulitan melawan kerja sama Sven dan Arend.


"Sven menghindar!" Arend berteriak.


Sven segera melompat menjauhi Lazarus, kemudian Arend menembakan 5 panah yang dilapisi petir membentuk seekor Beast elang ke arah Lazarus.


Lazarus hanya tersenyum membiarkan 5 elang petir itu melesat ke arahnya. Dia sekarang mengetahui alasan Laufey memberikan Sven dan Arend kepadanya.


"Urs!!" Aurora ingin berlari ke arah arena untuk menyelamatkan Lazarus, tetapi Julian segera menghentikannya.


Arena ditutupi oleh banyak debu es dan semua orang tidak bisa melihat keadaan Lazarus yang terkena serangan Arend.


Sesaat kemudian debu mulai menipis, mereka semua melihat Lazarus yang menutupi tubuhnya dengan 6 sayap kelelawar putihnya seperti sebuah tameng.


Arend dan Sven tidak memercayai Lazarus baik-baik saja setelah terkena oleh serangan terkuat Arend. Sebastian tersenyum lebar melihat itu, dia mengetahui sejak awal Lazarus tidak bertarung dengan sungguh-sungguh.


"White Frame Arrow Art!"


Lazarus menembakan 3 anak panah ke arah Sven dan Arend. Seekor Elang dengan 6 sayap yang terbuat dari api putih melesat ke arah Sven dan Arend yang masih terkejut.


"Giant Earth Wall!"


Sven menggunakan Skill element tanah miliknya, sebuah dinding yang terbuat dari tanah bersalju tercipta di hadapan Sven dan Arend. Namun panah itu bisa menghancurkan Skill Sven dan melesat ke arah Arend.


"Arend!" Sven berteriak.


"Sven berhati-hatilah!" Arend berteriak.


Lazarus dengan cepat terbang ke arah Sven seraya mengayunkan kapak perang besar berwarna hitam. Genggaman tangan Sven gemetar karena dampak benturan senjata dengan Lazarus.


Sven dan Lazarus terus saling menyerang menggunakan kapak mereka, terdengar suara yang sangat nyaring dan gelombang mana akibat benturan kapak Lazarus dan Sven.


"Emperor Fire Tiger War Axe Art!"


Sven menggunakan Skillnya seekor harimau dengan ekor ular yang terbuat dari api mengelilingi tubuh Sven.


"White Flame Axe Art!"


Api putih menyelimuti tubuh Lazarus, kemudian mereka berdua kembali saling menyerang. Terlihat seekor harimau berekor ular yang terbuat dari api merah menyerang api berwarna putih.


"Rain of Lightning Arrows!"


Arend menembakan anak panahnya ke atas langit dan anak panah itu berubah menjadi hujan ratusan anak panah yang terbuat dari petir. Aurora segera menciptakan sebuah Barrier untuk melindungi semua orang.


Sven melompat untuk menjauh dari area jangkauan Skill Arend, kemudian dia melemparkan sebuah bom asap beracun ke arah Lazarus.


"Curang!" Laila berteriak.


Semua orang marah karena Arend dan Sven yang menggunakan cara licik dalam duel ini. Mereka tidak menduga seorang Komandan Pasukan menggunakan cara tercela dalam duel yang dihadiri Demon Emperor Laufey.


"Apakah sudah berakhir?" Arend bertanya seraya berlutut di samping Sven.


"Aku mengira duel ini sudah berakhir dan racun itu dapat melumpuhkan seorang ranah Legendary selama 15 menit." Sven menjawab.


Lazarus keluar dari asap beracun, kemudian menatap tajam ke arah Sven dan Arend. Dia semakin tertarik dengan Sven dan Arend. Mereka pasti sudah melalui banyak pertempuran.


Arend mengeluarkan Artefak Long Swordnya dan mengambil kuda-kuda bertarung. Begitupun dengan Sven yang siap bertarung habis-habisan dengan Lazarus.


Lazarus mengeluarkan 2 Artefak rantai panjang dengan pedang yang ikat di ujungnya. Artefak Ice Chain dan Lava Chain Rank Epik yang selalu digunakan Lazarus saat bertarung dengan Beast dan kelompok orang.


Lazarus mengayunkan rantainya ke arah Sven dan Arend. Rantai itu seakan-akan hidup seperti seekor ular yang berusaha untuk mencambuk dan mengikat Arend dan Sven.


Arend dan Sven sangat kesulitan untuk menghindari rantai itu karena gerakannya yang acak dan susah untuk di tebak.


Sven berusaha untuk mendekat ke arah Lazarus. Namun Lazarus segera mengikat Sven dan membantingnya ke tanah dengan keras.


Arend terbang ke udara untuk menjauh dari radius serangan rantai Lazarus, tetapi Lazarus tidak membiarkannya.


Lazarus mengikat kaki kanan Arend dengan rantainya, kemudian membanting Arend dengan keras ke tanah.


Semua orang terkejut menyaksikan semua itu, rantai adalah Artefak senjata yang sangat sulit digunakan. Mereka baru pertama kali melihat seseorang menggunakan Artefak senjata rantai sehebat itu.


Arend dan Sven tidak putus asa, mereka terus menghindari dan menahan serangan rantai Lazarus sekuat tenaga.


"Urs, apakah kamu sudah selesai bermain-main?" Sebastian bertanya.


"Urs, segera akhiri pertarungan ini dan kembali ke wilayah Regulus!" Gladius berteriak.


Lazarus menarik kembali Artefak rantai miliknya, kemudian menyimpan Artefak itu ke dalam Cincin Draupnir. Dia mengeluarkan Artefak Nine Headed Golden Dragon Spear, Archion dan menatap tajam ke arah Sven dan Arend yang sudah terluka parah.


"Eternal Sun Spear Art gaya terakhir! Three Legged Golden Sun Crow!"


Element cahaya dan api berkumpul di sekitar Lazarus, seekor gagak berkaki tiga yang terbuat dari Holy Fire berwarna emas tercipta di sekitar Lazarus dan Lazarus menjadi pusatnya. Dia kemudian menyerang ke arah Sven dan Arend menggunakan Skill itu.


"Emperor Fire Tiger War Axe Art!"


"Storm Dragon Sword Art!"


Seekor harimau berekor ular yang terbuat dari api dan seekor Dragon yang terbuat dari petir menyerang ke arah gagak berkaki tiga raksasa itu, tetapi kedua Skill itu hancur saat bertabrakan dengan Skill Lazarus.


Sven dan Arend terkejut melihat gabungan Skill mereka tidak bisa menghancurkan Skill Lazarus. Mereka berusaha untuk menghindar, tetapi mereka sudah menghabiskan semua mana dan kekuatan mereka.


Sven mengangkat Arend, kemudian melemparnya keluar arena. Dia mengetahui mereka akan terluka parah atau mati saat terkena langsung Skill itu.


"Sven!" Arend berteriak.


Sebastian segera menangkap Arend, sedangkan Demon Emperor Laufey segera pergi ke hadapan Sven.


"Yang Mulia!" Sven berteriak.


Demon Emperor Laufey mengulurkan tangannya untuk menahan Skill Lazarus. Dengan satu tangan Demon Emperor Laufey dapat menahan Skill Lazarus dengan mudah.


"Monster." batin Lazarus.


Lazarus melangkah ke arah Demon Emperor Laufey seraya membawa tombaknya. Dia mengetahui bahwa dia sudah berlebihan dalam pertarungan ini karena Sven dan Arend adalah lawan yang kuat.


Lazarus berlutut.


Sven dan Arend berlutut.


"Hahaha. Kami sudah kalah dalam pertarungan ini dan Tuan Urs sudah membuktikan dia layak menjadi tuan kami." Sven tertawa.


"Aku kehilangan 5 tulang rusuk karena pertarungan ini dan aku Arend bersumpah untuk setia kepada Tuan Urs!" Arend tersenyum.


Semua orang bersorak setelah melihat Lazarus menang, bahkan Gladius menatap tajam ke arah Lazarus. Dia tidak pernah menduga selain Skill Swordman, Lazarus bahkan dapat menggunakan berbagai macam senjata dengan baik.


"Urs, apakah kamu terluka?" Laufey bertanya.


"Kakek, aku tidak terluka dan terima kasih karena telah memercayakan bawahan yang berbakat kepadaku." Lazarus menjawab.


Lazarus bersiul sesaat kemudian Celestial, Haru, Black Claw, Blade, White Fang, White dan Aneira berlari, merata dan terbang ke arahnya.


Sebastian, Cruel, Deviela, Brianna, Gladius dan Akira pergi ke arahnya.


"Celestial, apakah kamu bisa mengirim 17,000 orang ke Regulus?" Lazarus bertanya.


"Master, levelku sudah meningkat. Meskipun aku harus beristirahat selama 3 bulan setelah mengirim mereka semua ke Regulus." Sebastian membusungkan dadanya.


"Senior Celes, apakah kita akan bertemu Senior yang lain?" Haru bertanya.


"Haru, tenang saja mereka semua sangat baik dan tidak akan menyerang mu." Celestial menjawab.


Arend dan Sven terkejut dengan Beast yang mengelilingi Lazarus, mereka mengetahui bahwa semua Beast itu adalah Beast rank tinggi yang kuat. Terutama White Dragon yang merupakan salah satu Beast terkuat di wilayah Utara Benua Selatan Moonlight.


"Apakah kamu akan kembali sekarang?" Laufey bertanya.


"Aku akan kembali dan akan sering mengunjungimu karena Celestial sudah mengingat tempat dan letak Kekaisaran Eternal Frost, dia bisa membuat celah dimensi ke Kekaisaran Eternal Frost." Lazarus menjawab.


"Urs, apakah kamu akan kembali sekarang?" Akira bertanya.


"Akira, aku akan kembali sekarang dan apakah kamu ingin ikut denganku?"


"Setelah Akihiro sedikit dewasa, aku akan mengunjungi wilayah Regulus." Akira memeluk Lazarus.


Celestial menciptakan sebuah celah dimensi ukuran besar di hadapan semua orang. Mereka semua terkejut dengan celah dimensi itu, meskipun mereka sudah mendengar tentang Beast element ruang yang dapat menciptakan celah dimensi.


Namun mereka tidak pernah melihat secara langsung seekor Beast yang menciptakan celah dimensi antar benua.


Lazarus berubah ke bentuk manusianya, seorang pria tampan berambut hitam panjang dan mata biru.


"Urs, apakah kamu bukan Demon?" Anne bertanya.


"Aku hanya diberkahi Skill Demon Transformation Rank SS dan aku sebenarnya adalah Half Demon sama seperti Yashamaru." Lazarus menjawab.


"Luciana, pimpin semua orang untuk memasuki celah dimensi itu!" Lazarus memerintahkan.


"Baiklah, sepupu." Luciana tersenyum.


Sven, Arend dan Luciana memimpin semua orang memasuki celah dimensi yang dibuat oleh Celestial. Semua orang sudah masuk ke dalam celah dimensi itu dan hanya menyisakan kelompok Lazarus.


"Gladius." Laufey berkata menggunakan transmisi suara.


"Laufey, apa yang kamu inginkan?" Gladius bertanya.


"Meskipun di alam atas Ancient Fire Demon dan Ancient Ice Demon saling bermusuhan. Akan tetapi, tolong jaga cucuku." Laufey memohon.


"Hahaha. Urs adalah suami Putri Deviela dan aku sebagai penjaga Putri Deviela akan menjaga Urs." Gladius tertawa.


"Apakah Urs sudah mengetahui asal-usul Deviela?" Laufey bertanya.


"Putri Deviela, akan memberitahunya malam ini." Gladius menjawab.


Arion memeluk Demon Emperor Laufey, kemudian terbang ke arah Lazarus.


"Dadah, Kakek Fey." Arion melambaikan tangan.


"Urs!" Laufey berteriak seraya melambaikan tangan.


Lazarus membalas lambaikan tangan Laufey, kemudian memasuki celah dimensi dan kembali ke wilayah Regulus.


Setelah Lazarus pergi, Demon Emperor Shiroyasha dan Demon Emperor Daji menghampiri Laufey.


"Shiro, Daji apakah kalian mengkhawatirkan tentang Gelombang Beast yang dipimpin Beast King Beast King Six-Winged Four-legged Ice Bear Emperor level 98?" Laufey menatap dingin ke arah Shiroyasha dan Daji.


"Laufey, apakah kamu baik-baik saja? Bagaimana dengan lukamu?" Shiro bertanya.


"Kita bertiga harus bekerja sama untuk mengalahkan Beast King itu dan levelnya adalah 98. Aku takut kita akan kalah saat bertarung dengannya karena aku mempunyai level 95, Shiro 96 dan kamu mempunyai level 97 dengan tubuh yang terluka." Daji berkata.


Demon Emperor Laufey mengeluarkan auranya semua orang terkejut saat merasakan aura Demon Emperor Laufey.


"Aurora, kerahkan semua pasukan Kekaisaran Eternal Frost! Aku akan membunuh beruang tua itu dengan tanganku sendiri!" Demon Emperor Laufey berteriak.


"Sesuai perintahmu, Kakek!"


"Laufey, apakah luka dan penyakitmu sudah sembuh?" Shiroyasha bertanya.


Laufey tersenyum. "Cucuku memberikan keberuntungan kepadaku dan Shiro bagaimana dengan lukamu?"


"Fufufu. Akira memberikan Eternal Blue Lily Rank Void kepadaku dan aku merasa tubuhku sangat segar." Shiro menjawab.


"Shiro, Urs yang memberikan Eternal Blue Lily Rank Void kepadamu dan kamu sebenarnya berhutang kepada Urs." Akira tersenyum seraya mengendong Akihiro.


"..."


...****************...


Semua orang kembali ke wilayah Regulus, mereka melihat banyak sekali mayat di Hutan White Tiger. Beast dan Slime liar memakan mayat itu dan salju putih berubah menjadi merah karena darah dari mayat itu.


"Urs, apa yang terjadi di wilayah mu?" Luciana bertanya.


Lazarus memperhatikan mayat itu dan semua mayat itu terlihat asing dan bukan penduduk Regulus, Anggota Pasukan Regulus atau Anggota Aliansi The North.


"Groooarrr!" Seekor Silver Dragon memimpin kawanan Beast terbang mendekat ke arah kelompok Lazarus. Dibawahnya sekitar 35,000 pasukan Infanteri dan Kavaleri mendekat. Mereka memakai persenjataan lengkap dan memancarkan aura haus darah.


"Groooarr!" Seekor Red Dragon terbang dari sebelah Barat dan memimpin sekitar 3000 orang.


"Bajingan! Aku tidak mengetahui masih banyak pasukan bandit dan kriminal yang masih berani menyerang Regulus setelah pembantaian itu! Pemanah Tembak!" Alastair berteriak seraya menunggangi punggung Regulus.


Ribuan anak panah melesat ke arah Lazarus dan 17,000 orang pasukan Eternal Frost dan keluarganya.


Sebastian dan Gladius segera menahan hujan panah itu menggunakan Skill mereka.


"Alastair, tahan serangan! Master berada di sana!" Ignis berteriak.


"Ayah? Semua pasukan tahan serangan!" Alastair memerintahkan.


Mendengar pasukan itu bukanlah musuh, semua pemanah berhenti menyerang.


Semua pasukan menghampiri Lazarus dan 17,000 orang itu. Mereka ketakutan saat mengetahui sudah menyerang Lazarus.


"Goblog! Mengapa kalian menyerangku!" Lazarus berteriak.


"Urs!!" Iris dan yang lainnya berlari ke arah Lazarus.


"Apakah kalian baik-baik saja?" Lazarus bertanya kepada Sven, Arend dan semua orang.


"Tuan Urs, kami baik-baik saja dan tidak ada yang terluka karena Tuan Sebastian dan Gladius menahan serangan itu." Sven menjawab.


Semua pasukan Kekaisaran Eternal Frost yang baru tiba terkejut saat melihat pasukan Regulus dan anggota Aliansi The North. Mereka terkejut dengan Beast dan Artefak yang pasukan Regulus dan Anggota Aliansi The North pakai. Bahkan terlihat Beast Dragon dan puluhan Beast rank tinggi yang berada di sana.


"Master, aku merindukanmu!" Ignis dan semua Beast kontrak Lazarus mengelilingi Lazarus. Gaver, Rex dan Brontes yang baru menyelesaikan proses Rebirth.


Gaver sudah menembus ranah Legendary, Rex berevolusi menjadi Ancient Black Lava Tyrannosaurus dan Brontes mempunyai tubuh yang sedikit lebih kecil, tetapi tubuhnya sangat kekar dan sebuah tanduk menyerupai cula tumbuh di hidungnya.


Sirius melangkah ke arah Lazarus dengan seekor Moonlight Fenrir yang lebih besar dengan bulu yang lebat.


"Master, dia adalah kakekku Moonlight. Dia datang kesini untuk mengunjungi aku dan siapa Golden Sun Fenrir dan Five Element Wolf itu?" Sirius bertanya.


"Sirius namanya adalah Blade, dia adalah putramu dengan Aurelie dan Blade mempunyai kembaran seekor Moonlight Fenrir betina bernama Auva. Sedangkan dia adalah Black Claws, mereka berdua adalah Beast kontrak baruku." Lazarus menjawab.


Lime melompat ke kepala Lazarus, kemudian Ren hinggap di atas Ren. Celestial hinggap di bahu kanan Lazarus dan Haru hinggap di bahu kiri Lazarus.


"Sirius, apakah kamu mempunyai anak?" Moonlight bertanya.


"Kakek, aku tidak mengetahuinya! Terlahir aku bertemu Aurelie adalah 2 tahun yang lalu." Sirius menjawab.


"Hahaha. Aku akan menceritakan ini kepada Sedna, bahwa bukan hanya Moonlight Fenrir yang tidak punah. Namun Golden Sun Fenrir juga tidak punah." Moonlight tertawa, kemudian berjalan ke arah Lazarus. "Namaku Moonlight berterima kasih kepadamu karena telah merawat cucu dan cicitku."


"Sirius yang sudah banyak membantuku." Lazarus tersenyum.


"Kakek, apakah kamu akan pergi?" Blade bertanya.


"Aku harus kembali untuk melaporkan hal ini kepada Great Sage dan aku senang bertemu dengan kalian." Moonlight mengusapkan kepalanya ke kepala Blade.


"Apakah kamu ingin kembali ke punggung Baxia?" Lazarus bertanya.


"Apakah kamu mempunyai cara untuk pergi ke sana dengan cepat?" Moonlight bertanya.


"Kalian semua tunggu aku di sini dan tidak ada yang boleh mengikuti aku. Winter dan Soldrake ikut denganku untuk menjaga situasi!" Lazarus berseru.


Lazarus, Winter, Soldrake dan Moonlight pergi menjauhi semua orang. Lazarus duduk bersila di tepi sungai dan mencoba untuk menghubungi Baxia sebagai perwakilannya, dia bisa terhubung dengan Baxia. Seberapa jauh pun jaraknya asal itu masih berada di Planet Antares.


Sesaat kemudian sebuah celah dimensi terbentuk di hadapan Lazarus, Moonlight, Soldrake dan Winter.


"Terima kasih karena telah banyak membantuku." Lazarus berkata.


"Hahaha. Tidak masalah, sudah lama aku tidak menggerakkan tulang tuaku dan apabila kamu memerlukan bantuanku. Kamu tinggal menghubungi Great Sage." Moonlight berkata, kemudian memberikan sebuah taring kepada Lazarus sebagai bayaran dan memasuki celah dimensi itu.