
*Kekaisaran Moonlight.
Lazarus, Deviela, Arion, Sebastian dan Beast kontraknya bersiap-siap untuk pergi ke Kekaisaran Eternal Frost.
"Tuan Urs!" Cruel berlari ke arah Lazarus.
"Urs, aku sudah berjanji kepada Cruel saat dia menembus ranah Epik. Aku akan membiarkannya untuk kembali ke Aliansi The North selama 2 tahun. Cruel lulus dengan nilai terbaik dalam ilmu pengetahuan dan pertarungan, dia juga adalah seorang Ksatria yang kuat dan sudah mengalami beberapa pertempuran." Deborah berkata
Source Pinterest: Cruel.
"Baiklah, Cruel bagaimanapun Aliansi The North adalah keluargamu. Kamu bisa mengikuti ku selama 2 tahun, sesudah kamu menembus ranah Legendary dan sudah menyelesaikan semua pelatihanmu. Kamu bebas memilih untuk tetap berada di Aliansi The North atau tetap berada di Kekaisaran Moonlight." Lazarus mengusap kepala Cruel.
"Terima kasih!" Cruel menjawab dengan mata berlinang.
Agathias, Reese, Daryan, Rhodes dan semua anggota keluarga Kekaisaran Moonlight berkumpul di sekitar Lazarus.
"Urs, aku akan ikut denganmu!" Gladius berseru.
"Tuan Gladius, apakah kamu akan melanjutkan tugasmu untuk melindungi Deviela?" Lazarus bertanya.
"Urs, bagaimana kamu mengetahuinya?" Gladius bertanya.
"Aku mengetahuinya dari nama Gladius dan tato seekor Red Dragon di dadamu. Deviela, Agathias, Reese, Root, Daryan, aku ingin mendengar cerita kalian mengenai identitas Reese dan Deviela." Lazarus berkata.
Deviela terkejut mendengar perkataan Lazarus, dia memeluk erat Arion yang memakai pakaian yang terbuat dari bulu Ice Bear.
"Urs, kamu seakan-akan mengetahui semua hal tentang alam atas. Apakah kamu pernah pergi ke sana?" Reese bertanya.
"Reese, aku tidak hanya mengetahui tentang Planet Auriga, tetapi aku mengetahui semuanya. Entah itu Planet Virgo, Planet Arcturus dan Planet Rigel Orionis. Planet tingkat sedang yang sering disebut alam atas." Lazarus menjawab.
"Urs, bukankah kamu lahir di Planet Antares? Aku tidak mengetahui mengapa pengetahuan kamu sangat luas. Tato Red Dragon ini hanya diketahui oleh ras Demon peringkat atas di Planet Auriga." Gladius berkata.
"Aku mempunyai 20 Master yang mengajariku tentang ilmu pengetahuan, Skill dan semua yang mereka mengetahui. Master yang baik dan dapat dipercaya, meskipun mereka mempunyai ras, sifat, karakter dan pemikiran yang berbeda." Lazarus menjawab.
"Aku ingin melihat siapa Mastermu dan darimana mereka berasal." Adara berkata.
"Mereka semua sudah tidak ada di dunia ini." Lazarus menjawab.
"Maafkan aku." Adara membungkuk ke arah Lazarus.
Lazarus mengeluarkan sebuah Artefak kalung liontin berwarna biru, Violet dan ungu, kemudian memberikannya kepada Adara, Deborah dan Reese.
"Kalung yang sangat indah." Reese tersenyum.
"Terima kasih." Adara berkata.
"Hahaha. Urs, kamu seakan mengetahui warna dan design yang aku sukai. Padahal aku hanya menceritakan hanya kepada satu orang, aku menyukai warna Violet." Deborah tertawa.
"Kalian pasti akan sangat menyukai efeknya." Lazarus tersenyum.
Gladius memeluk erat Putri ketiga Brianna Moonlight. Mereka seperti sepasang kekasih yang akan sangat kesepian.
"Gladius, apakah kamu adalah kekasih Brianna?" Lazarus bertanya.
"Urs, apakah Deviela tidak menceritakan kepadamu bahwa aku adalah suami Brianna?" Gladius bertanya.
"Fufufu. Aku melupakannya." Deviela terkekeh.
"Sayang, aku akan sering mengunjungimu." Gladius mengusap rambut Brianna.
"Tugasmu melindungi Deviela lebih utama daripada aku dan aku juga akan mengunjungimu di wilayah Regulus." Brianna membenamkan wajahnya ke dada Gladius.
"Urs, semua ketua cabang Aliansi Black yang berada di dekat Kekaisaran Lion Heart sudah terisi dan aku juga mempunyai tugas serta tanggung jawab di Kekaisaran Moonlight." Brianna menjawab.
"Aku sudah membuat cabang kasino Black Rose dan Restauran Black Pearl di wilayahku. Aku sudah bekerja sama dengan Darren dan Darren masih belum mengirimkan Ketua Cabang Aliansi Black wilayah Regulus." Lazarus berkata.
"Urs, bisakah aku menjadi ketua cabang wilayah Regulus?" Brianna bertanya dengan mata berbinar.
Lazarus mengangguk. "Elias sudah sembuh dan bisa menggantikan mu untuk mengurus wilayah dan tugasmu di Kekaisaran Moonlight. Aku mengira kamu yang mengurus semuanya sendirian saat Elias sakit dan sekarang Elias sudah sembuh. Kamu bebas untuk memilih tetap tinggal di Kekaisaran Moonlight atau menjadi ketua Aliansi Black cabang Regulus."
Brianna menatap ke arah Elias dan Agathias.
"Brianna, pergilah bersama suamimu." Agathias berkata.
"Adik, biarkan aku yang mengurus segalanya mulai sekarang. Namun kamu harus sering mengunjungi Kekaisaran Moonlight." Elias berkata.
"Baik!" Brianna tersenyum cerah seraya memeluk tangan Gladius.
...****************...
Lazarus bersama Deviela menaiki punggung White Dragon Aneira, Cruel menaiki punggung Grand Demon Beast Ice Tiger , Sebastian menaiki punggung Golden Sun Fenrir Blade dan Gladius bersama Brianna menaiki punggung Celestial Five Element Wolf Black Claws.
Lazarus melirik ke arah White Fang. "White Fang mengapa kamu tidak mengizinkan Cruel menaiki punggungmu?"
"Siiii. Master, bagaimana seekor harimau menaiki punggung seekor serigala. Bukankah sama saja merusak harga diri White Fang?" Ice Hydra White bertanya.
"Aku mengerti, tetapi bukankah cerpelai adalah musuh ular? Mengapa kamu memperbolehkan Celestial naik ke kepalamu?" Lazarus bertanya.
"..."
...****************...
Lazarus menatap ke arah Reese dan yang lainnya. Semua orang Demon dan Dark Beastman merasakan berada di badai salju saat malam hari. Mereka mengira semua ini adalah Skill ilusi, tetapi mereka tidak bisa lepas. Bahkan Sebastian dan Reese sekalipun.
"Kalian harus mengingat ras Demon adalah pejuang pemberani dan kuat. Mereka akan bertambah kuat dengan ambisi, amarah, ketakutan, hawa nafsu, putus asa, keserakahan, iri hati, kesombongan, keputusasaan, kekejaman, kemalasan, kesedihan, rasa haus darah, tirani, kekosongan, kegilaan, kesepian dan emosi negatif lainnya. Namun seorang ras Demon yang bisa menahan dan mengendalikan emosi negatif itu akan mempunyai kesempatan untuk menjadi lebih kuat dan menembus ranah Demon Supreme." Lazarus tersenyum lebar sesaat kemudian semua orang tersadar dari Intimidasi Lazarus.
Reese mengeluarkan keringat dingin, begitupun dengan semua orang.
"Ibuuuu!" Arion menangis karena takut dengan pemandangan yang dia lihat, sedangkan Sebastian hanya tersenyum dengan keringat yang mengucur dari dahinya.
"Hahaha. Aku sudah lama dalam bentuk Demon, jadi kelihatannya aku terpengaruhi oleh banyak kegilaan. Maafkan aku karena telah membuat kalian sedikit tidak nyaman, aku akan sering berkunjung ke Kekaisaran Moonlight di masa depan." Lazarus berkata, kemudian menyuruh semua Beast Kontraknya untuk pergi ke Kekaisaran Eternal Frost.
Setelah kelompok Lazarus pergi semua orang terdiam membeku untuk beberapa saat.
"Nenek, apakah kamu terintimidasi?" Langdon bertanya.
"Kegilaan Urs bisa membuat seorang Demon Rank 12 yang 1 tingkat lebih tinggi darinya terintimidasi. Bukankah di masa depan, dia dapat melebihi kekuatanku?"
"Aku setuju, bajingan itu menyembunyikan banyak sekali rahasia. Akan tetapi, aku lebih memilih tidak ingin mengetahuinya." Agathias berkata.
"Aku melihat Urs dan 2 orang Demon berada di malam di tengah badai salju menggunakan Skill Demon Eye Of Soul milikku. Namun aku terlalu ceroboh dan beginilah hasilnya." Daryan tersenyum seraya memperlihatkan matanya yang mengeluarkan air mata darah.
Adara segera memeriksanya. "Matamu hanya mengalami serangan balik dan dapat pulih dalam 1 Minggu."
"Terkadang, aku merasakan Urs mempunyai sifat yang berubah-ubah. Berbeda dengan orang lain yang sangat mudah untuk di tebak, tetapi terkadang aku tidak bisa menebak apa yang berada di dalam pikiran Urs. Seolah-olah seperti seseorang yang telah kehilangan semuanya berkali-kali." Rhodes berkata.
Langdon menatap ke arah kejauhan terlihat Bangsawan Kekaisaran Moonlight yang berlutut dan para prajurit Demon rank rendah dan sedang pingsan di sekitar kastil. Mereka juga terpengaruh oleh intimidasi Lazarus.
"Aku mengira Urs adalah Cesare, tetapi dia berbeda dengan Cesare." batin Adara seraya memeluk Artefak Liontin Biru yang diberikan Lazarus.
Artefak Liontin Biru itu mengeluarkan cahaya berwarna biru dan membuat pikiran semua orang yang berada disana menjadi jernih.
"Apakah itu Artefak Rank Legendary!" Rhodes berteriak.