LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 202. Nyanyian merdu.



Seorang wanita Demon berambut perak panjang, mata biru seperti permata safir, memakai gaun berwarna biru tua berjalan ke atas panggung.



Lazarus melihat mata wanita itu kosong. Dia seperti tidak mempunyai hasrat dan keinginan, seolah-olah dia sudah mengubur semua emosinya di dunia ini.


Deandra duduk di kursi yang telah dipersiapkan. Semua pria terpesona dengan kecantikan Deandra, tetapi keinginan mereka redup seperti cahaya kunang-kunang yang tidak dapat menandingi keindahan cahaya bulan.


Lazarus berjalan ke atas panggung, kemudian berdiri di samping Deandra seraya mengeluarkan Artefak Moonlight Liong Flute yang telah dia buat sebelumnya.


Deandra menoleh ke arah wajah Lazarus. Dia mengingat Orion di masa lalu, dia mengulurkan tangannya ke arah Lazarus. Namun dia mengepalkan tangannya karena dia tahu pria yang berdiri di sampingnya bukanlah Orion.


Lazarus tersenyum. "Demon King Deandra, bisakah kamu menyebutkan apa lagu yang kamu ingin nyanyikan?"


"North Wind Blows."


Semua orang tidak mengetahui tentang lagu yang ingin Deandra nyanyikan. Bahkan Reese dan Rhodes, tidak mengetahui lagu yang Deandra sebutkan.


Galan menyentuh dahinya, kemudian menggeleng ringan. Lagu North Wind Blows adalah lagu yang dimainkan Orion saat menghibur anak-anak gelandangan di Benua Barat Zephyra saat musim dingin.


"Deandra, apakah kamu masih memikirkan Orion?" batin Galan.


"Baiklah, kebetulan aku sangat mengetahui tantang lagu itu. Maafkan aku jika permainanku tidak memenuhi keinginanmu." Lazarus tersenyum canggung.


Lagu North Wind Blows adalah lagu yang Orion ajarkan. Lagu tentang seorang pria dari Utara yang berpetualang mengikuti hembusan angin Utara. Akan tetapi, pria yang menginginkan kedamaian itu harus bernasib sangat tragis.


Deandra mulai bernyanyi dan Lazarus mulai meniup seruling ya. 4 Raja Roh Glacies menari-nari di sekitar Lazarus dan Deandra. 4 serigala kecil yang terbuat dari es itu menciptakan ratusan butiran salju di ruang pesta dansa.


"Dewa Boreas, apakah kamu menginginkan cucuku menggantikan Orion? Tidak! Aku tidak ingin cucuku Lazarus menggantikan Orion dan bernasib tragis." Galan meneteskan air mata ke pipinya, tetapi air mata itu membeku dan berubah menjadi butiran salju.


Lilith melebarkan matanya, dia melihat ke arah Lazarus dan Deandra. Dia melihat pria berambut putih itu dengan tatapan kosong.


Lazarus dan Deandra merasakan mereka berdua berada di hamparan salju putih di malam yang gelap. Hembusan angin dingin yang kencang menerpa rambut mereka.


"Nona, lepaskan semuanya di lagu ini. Aku yakin pria yang kamu cintai tidak ingin melihat kamu seperti ini." Lazarus berkata menggunakan telepati suara.


Deandra menaikan nada suara dan mengeluarkan apa yang dia pendam di hatinya selama ini.


Beryl berdiri membeku tidak dapat mengatakan apapun. Meskipun suaranya sangat indah, tetapi dia merasakan suara Deandra lebih indah darinya.


Semua orang merasakan kesedihan, kesepian dan kerinduan dari nyanyian Deandra. Mereka mengetahui bahwa selama ini putri yang dingin seperti patung es itu mempunyai hati dan emosi.


Iris meneteskan air matanya, kemudian melihat ke arah Lazarus. Dia mengetahui bahwa Lazarus sudah sangat berubah. Meskipun Iris menyangkal Lazarus adalah suaminya. Akan tetapi hati, pikiran dan tubuh Iris tidak dapat menyangkalnya.


Lazarus dan Deandra selesai menyanyikan lagu itu. Semua orang bertepuk tangan karena sangat menikmati lagu Deandra dan Lazarus.


"Siapa kamu?" Deandra bertanya.


"Namaku, Lazarus Regulus." Lazarus menjawab seraya menonaktifkan Skill garis keturunan Bangsawan Utara. Rambut putih Lazarus, perlahan berubah warna menjadi hitam seperti malam.


Lazarus berpamitan dengan Deandra, kemudian kembali ke arah Iris yang sedang menunggunya di ruang VIP Barat bersama yang lainnya.


"Iris, apakah kamu mengetahui mengapa aku harus memakai helm?"


Iris mengangguk. "Lazarus, wajahmu sangat mirip dengan Pahlawan Cesare, White King Orion dan Raja Arthur."


Lazarus menyentuh dagu Iris. "Sayang, kamu tidak boleh cemburu kepadaku karena aku tidak akan mempunyai lebih dari 20 istri seperti Altair."


"Cih.. Bajingan! Apakah kamu bermaksud membentuk Harem yang sangat besar?" Iris mencubit pipi Lazarus.


"Tidak! Aku tidak menginginkannya." Lazarus tersenyum lebar.


Iris dan Lazarus saling melirik, kemudian tertawa terbahak-bahak. Mereka ingin kebahagiaan ini bertahan selamanya.


Sean Griffin pergi ke arah Lazarus seraya membawa 2 Artefak kantung penyimpanan yang berisi banyak koin emas.


"Urs, kedua Artefak penyimpanan ini masing-masing berisi 300 Juta Koin emas dan 100 Juta Koin emas. Semua orang merasa terhibur karena penampilanmu." Sean memberikan 2 Artefak penyimpanan itu kepada Lazarus.


"Terima kasih, Sean." Lazarus berkata.


Sean mengeluarkan ratusan amplop yang berisi surat cinta dan memberikannya kepada Lazarus.


"Surat Cinta ini berasal dari para wanita cantik dan wanita Bangsawan yang jatuh cinta kepadamu." Sean tersenyum putus asa.


"Chiron!!!" Lazarus berteriak.


"Du-duke, aku segera datang!" Chiron bangkit dari kursinya dan segera menjawab pertanyaan Lazarus.


Lazarus memberikan 100 Juta Koin emas yang sudah dia dapatkan kepada Chiron.


"Duke! Apa yang harus aku lakukan? Mengapa kamu memberi aku uang yang sangat banyak!"


"Celes, apakah kamu merasakan Beast


Violet Mink lain di sekitar sini?"


"Master, aku bisa memanggil mereka semua!" Celestial berkata, sesaat kemudian 15 celah dimensi terbentuk dari masing-masing celah dimensi itu muncul Beast Violet Mink.


"Apakah, mereka mempunyai mana ruang yang cukup?"


"Master, mereka masih mempunyai mana ruang yang cukup! Apakah kamu ingin kembali ke Regulus?"


Amarilis berjalan ke arah Lazarus dengan sedikit gemetar. "Ayah, rencana gila apa yang kamu pikirkan?"


"Chiron, Amarilis kalian pergilah ke Wilayah Regulus, kemudian saat pagi hari katakan kepada Anggota Aliansi The North untuk mengantar kalian ke markas utama Aliansi The North. Sesudah itu Chiron harus mengirim surat ke Kekaisaran Albion agar keluargamu tidak khawatir kamu di culik. Sesudah Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar selesai kalian boleh kawin lari sampai kalian mempunyai seorang bayi." Lazarus berkata.


"Tidak!! Ayah akan membunuhku!" Chiron berteriak.


"Serahkan Agenor kepadaku! Aku yang akan menghadapi kemarahannya!" Lazarus menjawab.


"Tetapi—"


"Chiron, kamu yang harus menentukan hidupmu sendiri. Apabila kamu benar-benar mencintai putriku kamu akan mendengarkan perintahku. Namun jika kamu saat ini menolak, aku tidak akan membiarkan kamu bertemu Amarilis lagi di kehidupan kali ini dan selanjutnya!"


Chiron semakin bingung, dia sangat mencintai Amarilis. Namun Amarilis adalah putri dari musuh bebuyutan ayahnya.


"Baiklah, Duke! Aku akan menuruti perintahmu!" Chiron berkata seraya membulatkan tekadnya.


Lazarus menyentuh bahu Chiron. "Apabila kamu membuat Amarilis menangis, aku akan membunuhmu dan membuang mayat mu ke North Sea."


Tubuh Chiron gemetar. "Aku tidak akan membuat Amarilis tidak senang!"


"Apakah kamu mengenal Rion dan Elise?"


"Kakek Rion dan Nenek Elise? Apakah mereka berdua masih hidup?"


"Hahaha. Chiron kecil, apakah kamu mengharapkan Ayah dan Ibu mati?" Dyonisius dan Soren berjalan ke arah Chiron.


"Paman Dion!!"


"Tuan Urs, Ibu dan Ayah sudah menyelesaikan tugas yang kamu berikan! Mereka sekarang berada di ruang VIP Barat!" Dyonisius membungkuk.


"Tuan?"


"Dyonisius, Rion dan Elise adalah eksekutif Aliansi The North dan sekarang mereka bertiga akan menjadi saksi pernikahanmu dengan Amarilis." Lazarus menjawab.


"Hahaha. Tuan Urs, apakah kamu mempunyai masalah dengan Iron Head Agenor? Aku bisa memukulinya dengan sangat parah!! Kebetulan aku adalah salah satu anggota Keluarga Kekaisaran Albion, para Bangsawan Albion tidak akan menyalahkan ku. Jika aku memukuli Agenor meskipun dia sudah menjadi Kaisar. Aku juga adalah orang yang mengajarkannya bertarung." Rion berkata.


"Tunggu! Aku tidak mengerti! Bukankah Kakek Rion, Nenek Elise dan Kamu sudah meninggal??"


"Ibu sakit parah dan kami meninggalkan Kekaisaran Albion untuk mencari Herbal langka untuk mengobati ibu. Aku akhirnya terjebak di sebuah dungeon saat mencari obat untuk ibu. Tuan Urs yang menyelamatkan Aku dan Ibu. Ayah dan Ibu sepertinya sudah bertemu dengan Iron Head di penginapan. Maafkan aku karena tidak menghadiri pemakaman Paman Paris." Dionysius berkata.


"Tuan Urs, baiklah aku akan menuruti perintahmu!! Aku akan menikah dengan Amarilis!" Chiron berlutut.


"Pergi sana! Raihlah kebahagiaan bersama putriku, kamu sekarang bisa memanggilku Ayah.."


"Ayah!! Aku akan bersujud kepadamu 3 kali mulai detik ini para Dewa dan Dewi akan menjadi saksi bahwa kamu sekarang adalah Ayahku!!!" Chiron bersujud 3 kali ke arah Lazarus.


"Hmmm.. Chiron, apabila kamu bersujud 3 kali ke arah cucuku Lazarus, mengapa kamu tidak menganggap aku sebagai Kakekmu? Kekaisaran Boreas, akan menganggap mu sebagai anggota keluarga kami." Galan terbatuk ringan.


"Kakek!!"


Chiron tidak mengetahui bahwa di masa depan, dia akan menjadi seorang pria yang sangat terkenal sampai ke Planet Auriga.