LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 350. Pagi Wilayah Regulus.



Kota ke empat sampai kota ke tujuh berada dalam tahap pembangunan. Wilayah Regulus semakin besar dan makmur serta penjagaan dan pengawasan wilayah Regulus semakin ditingkatkan.


"Sepupu, pembangunan kota ke tujuh sampai dua belas berjalan dengan lancar. Banyak para kriminal yang menyusup bersama para pengungsi dan aku segera membunuh dan memenjarakan mereka." Luciana berkata dengan wajah yang cerah.


"Aku akan menghubungi Kerajaan tetangga yang bersangkutan dan mengirimkan para kriminal itu. Apakah ada berita tentang Kekaisaran Silver Phoenix?" Lazarus bertanya.


"Kekaisaran Silver Phoenix belum bergerak setelah Kekaisaran Red Bull kalah perang." Luciana menjawab.


"Kita harus terus mengawasi Kekaisaran Silver Phoenix karena mereka adalah orang yang paling berbahaya." Lazarus menyelesaikan buku catatannya, kemudian pergi ke ruang pertemuan bersama Luciana.


"Sepupu, apa yang ingin kamu lakukan sekarang?" Luciana bertanya.


"Aku akan pergi ke kuil dan melakukan Upacara Kebangkitan untuk membangkitkan Job Master Of All Weapon." Lazarus menjawab.


"Apakah kamu belum membangkitkan Job pertarungan?" Luciana bertanya dengan ekspresi terkejut.


"Aku dulu mempunyai Job Swordman, tetapi setelah aku mati dan bangkit lagi Job itu di reset dan aku membangkitkan Job Beast Master, Black Smith dan sekarang aku akan membangkitkan Job pertarungan." Lazarus menjawab, kemudian pergi ke ruang pertemuan Kastil Regulus.


...****************...


"Urs, Ariana akan pergi ke Kerajaan Yggdrasil." Alyssa berkata.


"Apakah sekarang adalah acara penyambutan untuk Ariana?" Lazarus bertanya.


Alyssa mengangguk. "Leonhart, Gardenia, Arion dan Ariana adalah ras Beastman, Demon dan High Elf, mereka semua adalah Bangsawan berdarah murni. Sekarang mereka sudah berusia 4 tahun dan kamu pasti mengetahui bahwa Ayah, Tetua Laurels dan semua High Elf ingin mengurus Ariana."


Lazarus menghela nafas panjang. "Aku sudah memikirkannya berkali-kali bahwa waktu ini akan tiba. Leonhart, Gardenia, Arion dan Ariana membutuhkan lingkungan yang baik untuk tumbuh. Apabila mereka dibesarkan menggunakan cara ras manusia, hal itu akan menghambat pertumbuhan mereka."


Semua orang terkejut mendengar jawaban Lazarus. Mereka mengira Lazarus akan menolak mati-matian saat Leonhart, Gardenia, Arion dan Ariana akan dibesarkan di kerajaan ras Beastman, ras Demon dan ras Elf.


"Urs!!" Gardenia dan yang lainnya berlari ke arah Lazarus.


"Aku sudah mengatakan bahwa kalian harus memanggilku Ayah." Lazarus mengelus kepala Ariana.


"Urs, apakah kamu mengizinkan Kakek membesarkan Leonhart dan Gardenia. Nyaww?" Cathrine bertanya dengan ekspresi sedih.


"Aku akan mempercayakan Leonhart dan Gardenia kepada Hector dan Leona. Mereka sekarang sudah berusia 4 tahun dan dengan adanya Celestial kita bisa mengunjungi mereka kapanpun." Lazarus menjawab.


"Urs, apakah kita akan pergi?" Leonhart bertanya dengan mata berlinang.


"Urs, aku tidak ingin pergi." Gardenia berkata.


"Urs, aku ingin bersama saudara Alastair di Regulus." Arion memeluk Lazarus.


"Urs, aku tidak ingin pergi!" Ariana berteriak seraya menangis tersedu-sedu.


Lazarus menatap dingin ke arah 4 orang anaknya, kemudian menjentikkan jari ke kening mereka. Arion, Leonhart, Gardenia dan Ariana terlempar dan berguling-guling karena jentik kan jari Lazarus.


"Lazarus, yang kamu lakukan!" Iris berteriak.


Diana yang berada di samping Iris segera menghentikannya, dia mengetahui Lazarus mempunyai sebuah alasan mengapa dia melakukan itu semua.


"Urs." Ariana berkata seraya menahan tangisnya.


"Berhenti menangis." Lazarus berkata dengan dingin.


Gardenia menangis tersedu-sedu seraya melihat ke arah Lazarus. Cathrine ingin segera menenangkan Gardenia, tetapi Lazarus menatapnya dengan dingin.


"Gardenia, apakah aku terlalu memanjakan mu? Kalian sudah bisa mengalahkan seekor Demon Beast Black Wolf, kalian seharusnya tidak merasakan kesakitan hanya dengan jentikan pelan seperti itu!" Lazarus berteriak.


Alastair berjalan ke arah 4 adiknya, tetapi dia tiba-tiba merasakan aura haus darah dari Lazarus.


"Alastair, apabila kamu membantu mereka. Aku bersumpah akan mematahkan tangan dan kakimu." Lazarus berkata.


Alastair kembali ke tempatnya dan melihat ke arah Lazarus, dia tidak mengetahui Lazarus yang sangat menyayangi semua anaknya menjadi kejam seperti itu.


Ariana, Leonhart dan Arion menenangkan Gardenia, kemudian menatap ke arah Lazarus.


"Urs, apakah kamu akan mengusir kami dari Regulus selama 15 tahun?" Ariana bertanya.


"15 tahun adalah waktu yang sangat singkat. Leonhart dan Gardenia akan pergi ke Kekaisaran Beastman, Arion akan pergi ke Kekaisaran Moonlight dan Ariana akan pergi ke Kerajaan Yggdrasil sampai berusia 18 tahun." Lazarus menjawab.


"Urs, kamu sudah memasukkan kami ke kandang bersama Magical Beast Black Wolf liar. Mengapa kami harus pergi ke sana, bukankah kami bisa bertambah kuat di Regulus?" Leonhart bertanya.


"Urs, kamu pernah mengatakan bahwa kami bebas untuk menentukan masa depan kami sendiri. Apakah kamu takut aku akan mengambil wilayah Regulus dari saudara Alastair." Arion menatap tajam ke arah Lazarus.


"Urs, kamu berjanji kepadaku untuk menanam bunga bersama." Gardenia berkata.


"Tikus-tikus kecil, mengapa kalian semua sangat keras kepala dan Gardenia bukankah setiap hari kita sudah menanam bunga bersama?" Lazarus bertanya.


"Urs, kamu merendahkan harga diriku. Aku dan Gardenia adalah Beastman singa hitam dan Beastman kucing emas, kami bukanlah seekor Beastman tikus!" Leonhart berteriak.


"Urs, biarkan kami tinggal di Regulus. Ibu pasti akan mengajari kami tentang semua pengetahuan ras kami. Bukankah kami semua semakin kuat dan pintar di bawah bimbingan Ibu Iris dan yang lainnya?" Arion bertanya.


"Aku setuju." Gardenia mengangguk seraya memperlihatkan cakarnya.


"Mengapa kalian bertiga sangat keras kepala? Wilayah Regulus sangat damai dan semua orang menghormati kalian. Jika kalian tetap tinggal di wilayah Regulus, maka akan menghambat perkembangan kalian." Lazarus berkata.


"Urs, kamu mengatakan kekerasan adalah jalan terakhir dalam menyelesaikan sebuah masalah." Arion memperkuat mananya dan sepasang sayap keluar dari punggungnya.


"Urs, aku ingin tetap tinggal di wilayah Regulus!" Leonhart menggertakan gigi dan rambutnya semakin panjang.


"Bukankah sekarang kita harus menunjukan kekuatan kita kepada Ayah?" Ariana tersenyum.


"Blossom." Lazarus berkata.


"Baiklah, Kakek." Seorang wanita cantik berusia 18 tahun dengan rambut hitam panjang dan mata biru yang indah berjalan ke arah Lazarus.


"Kalahkan Paman dan Bibi kecilmu." Lazarus berkata.


Blossom dengan sangat mudah mengalahkan Leonhart, Gardenia Arion dan Ariana.


"Hahaha. Sekarang pasti kalian mengetahui mengapa aku mengirimkan kalian ke Kekaisaran Beastman, Kekaisaran Moonlight dan Kerajaan Yggdrasil?" Lazarus tertawa.


Arion meludahkan seteguk darah dan menatap tajam ke arah Lazarus.


"Apakah kalian keturunanku? Mengapa kalian sangat lemah?" Lazarus tersenyum lebar.


"Ariana, apakah kamu berpikir kekuatan akan datang dengan sendirinya? Blossom bekerja keras untuk bisa menembus ranah Epik di usia 18 tahun." Lazarus menjawab.


Leonhart dan yang lainnya menatap ke arah Blossom, mereka mengetahui bahwa menembus ranah Epik di usia 18 tahun sangat sulit.


"Aku dan ibumu akan mengunjungi kalian ke Kekaisaran Beastman, Kekaisaran Moonlight dan Kerajaan Yggdrasil. Kalian harus bekerja keras untuk meningkatkan kekuatan dan ilmu pengetahuan kalian." Lazarus berkata.


"Baiklah, aku akan pergi ke Kekaisaran Beastman dan menjadi lebih kuat darimu!" Leonhart berkata.


"Urs, aku akan pergi ke Kerajaan Yggdrasil dan akan menunjukkan kepadamu kekuatanku!" Ariana berteriak.


"Urs, aku akan pergi ke Kekaisaran Moonlight untuk menjadi lebih kuat." Arion berkata.


"Urs, kamu harus berjanji untuk mengunjungi ku di Kekaisaran Beastman." Gardenia berkata.


"Aku berjanji akan mengunjungi kalian dan sekarang adalah waktunya kalian berangkat. Helkaros, Ararik, Leonardo, 4 anakku sudah setuju dan kalian boleh membawanya." Lazarus berkata.


Sesaat kemudian High Elf Ararik, Demon King Helkaros dan Leonardo masuk ke ruang pertemuan.


"Tunggu, kami harus bersiap-siap sebelum berangkat ke Kekaisaran Beastman!" Gardenia berteriak.


"Cathrine, Deviela dan Alyssa sudah menyiapkan semuanya untuk kalian." Lazarus tersenyum.


"Urs!!" Ariana dan Gardenia memeluk Lazarus.


"Arion dan Leonhart, apakah kalian tidak ingin memelukku?" Lazarus bertanya.


"Aku tidak ingin memelukmu!" Leonhart berseru.


"Urs, apakah kamu akan sedih saat kita pergi?" Arion bertanya.


Lazarus menyentuh dagunya. "Aku akan sedih saat Ariana dan Gardenia pergi karena tidak ada yang membantuku menanam bunga, buah dan herbal, tetapi aku senang Leonhart dan Arion pergi karena kalian berdua adalah anak nakal yang hobi bertarung dan membuat masalah."


"Urs, aku akan pergi dan membuktikan bahwa aku akan lebih kuat darimu." Leonhart berjalan ke arah Leonardo dengan mata berlinang.


Arion berdiri membeku seraya menatap ke arah Lazarus, kemudian berlari ke arah Lazarus dan memeluknya seraya menangis tersedu-sedu.


"Urs, aku tidak ingin pergi!" Arion berteriak.


Leonhart berbalik dan berlari ke arah Lazarus, kemudian memeluknya. "Urs, aku tidak ingin pergi!"


"Aku sudah mengatakan kepada kalian seorang pria tidak boleh menangis." Lazarus menghibur Leonhart dan Arion.


Gardenia dan Ariana melirik ke arah Leonhart dan Arion dengan ekspresi datar, bukankah seharusnya anak perempuan yang menangis saat akan pergi.


"Ayah mertua, Ararik dan Helkaros, aku memercayakan anak-anakku kepada kalian." Lazarus berkata.


Ararik menciptakan sebuah celah dimensi dan pergi bersama Ariana. Helkaros menciptakan celah dimensi dan pergi bersama Arion.


"Urs, kamu harus mengunjungi ku." Gardenia berkata.


"Aku akan mengunjungimu dan Leonhart ke Kekaisaran Beastman bersama adik-adikmu yang akan lahir." Lazarus tersenyum.


"Hahaha. Tenang saja Kekaisaran Beastman sangat indah kalian tidak akan bosan saat berada di Kekaisaran Beastman." Leonardo tertawa.


Celestial melompat ke bahu Leonardo, kemudian menciptakan celah dimensi ke Kekaisaran Beastman. Leonardo, Leonhart dan Gardenia memasuki celah dimensi itu.


Lazarus kembali duduk di singgasananya dan melihat semua orang. "Blossom, apakah kamu sudah mempunyai kekasih?"


"Kakek, aku belum mempunyai kekasih." Blossom menjawab.


"Apakah kamu mempunyai seorang pria yang kamu sukai?" Lazarus bertanya.


"Fufufu. Tuan Urs, banyak pria yang ingin mendekati Blossom. Namun Blossom menolaknya." Celine seorang wanita cantik berambut pirang bergelombang dan mata ungu cerah menjawab.


"Tuan Sean, Pangeran Galahad dan Pangeran Dilan mendekatiku, tetapi aku tidak memikirkan tentang pernikahan untuk saat ini." Blossom menjawab.


"Baiklah, kamu masih sangat muda dan apakah Celine, Calista, Leticia dan Icarus sudah mempunyai kekasih?" Lazarus bertanya.


Celine, Calista dan Leticia mempunyai wajah merah. "Tuan/Paman, kami belum mempunyai kekasih!"


"Paman, aku sudah melamar Duchess Helene dan dia menolak lamaranku." Icarus menggertakan giginya.


"Hahaha. Hati wanita akan melunak saat melihat kesungguhan seorang pria, kamu harus terus melamar Helene lagi dan dia pasti akan melihat kesungguhan mu dan menerima kamu." Lazarus menjawab.


"Ayah sudah melamar Helene 72 kali, Duke Adrian Leandro sudah melamar Helene 21 kali, Marquis Edgard sudah melamar Helene 21 kali, Duke Elenio sudah melamar Helene 21 kali, Duke Adrian sudah melamar Helene 7 kali, Raja Caldwell Arsen sudah melamar Helene 7 kali, Kaisar Agenor Albion sudah melamar Helene 50 kali, Mantan Kaisar Cyril sudah malamar Helene 15 kali, Raja Aland sudah melamar Helene 36 kali, Pangeran Richard sudah melamar Helene 21 kali, Raja Femme melamar Helene 20 kali, Sebastian melamar Helene 7 kali, Reiga melamar Helene 5 kali, Mantan Raja Alden melamar Helene 12 kali, Alastair melamar Helene 21 kali dan Icarus melamar Helene 24 kali. Masih banyak Pria yang melamar Helene." Calista menjawab.


Lazarus menatap kosong ke arah Icarus dan Alastair. "Apakah kalian ditolak lebih dari 20 kali?"


Alastair dan Icarus mengangguk. "Persaingan semakin ketat di wilayah Leonis."


"Fufufu. Alastair kamu harus terus berusaha." Cassandra terkekeh.


"Alastair, kamu sudah mempunyai seorang istri yang cantik. Bukankah sebaiknya kamu mundur dalam pertarungan ini?" Icarus menatap tajam ke arah Alastair.


"Semuanya adil dalam cinta dan perang." Alastair menjawab.


Lazarus menatap ke arah Iris dan Lilian, dia ingat bahwa mereka juga sudah mendapatkan banyak lamaran pernikahan.


"Apakah aku harus mengikuti kompetisi ini dan membuat mereka semua mundur?" Lazarus bergumam.


"Apabila wanita itu Helene kami setuju." Alyssa berkata.


"Helene, akan menjadi bantuan untuk wilayah Regulus." Iris berkata.


"Apabila wanita lain aku akan marah, tetapi aku setuju jika itu Helene." Theresia berkata.


"Helene dan Amara adalah kandidat yang cocok." Diana berkata.


"Aku setuju." Iris berkata.


"Aku hanya bercanda!" Lazarus berteriak.


"Tunggu, bukankah kamu akan melakukan upacara kebangkitan sekarang?" Iris bertanya.


"Iris, bantu aku untuk melakukan Upacara Kebangkitan." Lazarus menjawab.