
Seorang Dwarf berambut jingga sedang duduk di singgasana dengan sebuah mahkota berhiaskan permata di kepalanya.
"Tuan Alberich!" Dua orang Dwarf memasuki ruang singgasana dengan tergesa-gesa.
"Gray, potong lidah salah satu dari mereka!" Alberich berseru.
"Sesuai perintahmu, Tuan." Seorang Demon empat tangan bergerak dengan cepat ke arah salah satu Dwarf dan memotong lidahnya.
Dwarf itu mencoba berteriak. Akan tetapi, tidak ada suara yang terdengar seberapa keras pun dia berteriak karena lidahnya sudah terpotong.
"Pelayan, bawa dia ke penjara! Ingatlah aku sekarang adalah Raja Alberich, Raja Kerajaan Terra yang agung!" Raja Alberich tersenyum memperlihatkan gigi emas miliknya.
"Alberich, semoga Dewi Bumi Gaia membalas semua kejahatan mu." Seorang Dwarf berambut dan janggut putih, bertelanjang dada dengan penuh bekas luka di wajah dan tubuhnya berkata.
"Hahaha. Boromir, aku sudah menunggu kesempatan ini sejak lama. Theodore dan Vulcan sekarang akan menjadi budakku. Setelah itu aku akan memenggal kepala Tyron." Alberich tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha. Alberich, Vulcan akan menghancurkan semua gigimu seperti dulu. Bukan hanya itu dia juga akan mencabut lidah dan mencongkel kedua matamu!" Seorang Dwarf berambut abu-abu berseru.
"Saudaraku Bart, Vulcan hanyalah orang bodoh yang tidak pernah mengetahui rencanaku. Tidak! Akan tetapi, aku adalah orang jenius yang dapat mengelabui kalian semua." Alberich tersenyum lebar.
"Alberich, kamu mencuri uang Kerajaan Terra, kemudian membeli banyak budak ranah Grand Master, Expert dan Epik! Kamu adalah Dwarf yang sangat licik! Bukankah, perang saudara tidak boleh menerima bantuan dari luar?" Seorang Dwarf berambut coklat berkata.
"Brown, Maron kalian terlalu bodoh! Sebenarnya aku yang mencuri semua uang itu! Aku berhasil mengadu domba kalian semua dan akhirnya rencanaku berhasil. Aku sekarang adalah Raja Kerajaan Terra."
"Tyron, Vulcan dan Theodore tidak akan melepaskan mu!" Seorang Dwarf berambut dan berjanggut hitam berteriak.
"Paman Thorin, setelah aku mendapatkan Tyron aku akan segera memenggal kalian bertujuh! Tenang saja semua keluarga kalian juga akan menyusul kalian ke Abyss." Alberich tersenyum lebar.
"Raja Alberich Elder Vulcan dan pasukan Kerajaan Terra, pergi ke Pergunungan Helios. Kami tidak mengetahui rencana mereka." Pelayan Dwarf itu berlutut dengan wajah pucat.
"Hahaha. Biarkan mereka bernegosiasi! Vulcan dan Tyron pasti lebih memilih mati daripada rakyatnya yang mati. Ashura, keluarkan Terra dari kandang suruh dia berdiri di tengah Ibukota Kerajaan Terra." Alberich mengepalkan tangannya terlihat di setiap jarinya Artefak Cincin berwarna emas, perak dan biru.
"Sesuai perintahmu." Ashura menjawab.
Ashura adalah salah satu ras Demon dengan jenis Ashura. Mereka adalah Demon yang hidup untuk pertempuran. Keturunan dari Kekaisaran Indra yang sudah binasa, mereka adalah keturunan seseorang yang dijuluki Fire King yang dihapus dari sejarah. Meskipun mereka tidak mempunyai sayap, tetapi mereka mempunyai empat tangan dan sudah terlahir menguasai skill pertempuran jarak dekat.
...****************...
Lazarus sudah memasuki Pergunungan Helios bersama Elder Vulcan, Elder Tyron dan yang lainnya. Mereka semua berdiam di sebuah lembah yang luas untuk menyusun rencana menyusup ke Kerajaan Terra.
"Saudara Urs, bisakah kamu menceritakan darimana kamu mendapatkan Cincin Draupnir?" Elder Vulcan bertanya.
"Saudara Vulcan, aku mendapatkannya secara kebetulan di sarang Dragon."
"Tuan Urs, apakah kamu mendapatkannya di sarang Red Dragon Ignatius?" Seorang Dwarf bertanya.
"Saudara Dwarf, aku mendapatkannya dari sarang Dragon yang lain. Aku tidak bisa menceritakannya secara detail, tetapi aku pergi ke Kerajaan Terra untuk mengembalikan semua Harta Suci Dwarf."
"Kejayaan untuk Kerajaan Terra! Kejayaan untuk Urs The North!" Semua pasukan Dwarf bersorak mereka sangat bahagia pilar Ras Dwarf mereka kembali lagi.
Lazarus mengeluarkan banyak Artefak Rank Elite, Rank Unique, Rank Epik dan Rank Legendary dari Cincin Draupnir. Dia juga mengeluarkan Artefak Black Sky Hammer Rank Legendary dan Artefak Golden Ruler's Hammer Rank Mythical.
"Auva, mengapa kamu gemetar!" Artefak Long Sword yang berada di pinggang Lilian bergetar.
"Golden Ruler's Hammer!!!! Akhirnya Ras Dwarf menemukan Artefak Suci yang hilang!!" Elder Theodore meneteskan air mata.
"Saudara Urs, kamu adalah dermawan Dwarf kami tidak dapat membalas kebaikanmu!" Elder Vulcan menambahkan.
"Saudara Tyron, bisakah kamu membuat kontrak dengan Ruler's Golden Hammer? Dia masih tertidur." Lazarus berkata.
"Urs, aku tidak bisa melakukannya karena aku bukanlah seorang Raja Dwarf! Seharusnya ayahku yang menjadi pemilik Golden Ruler's Hammer di generasi ini." Elder Tyron menolak.
"Tetapi–"
Lazarus bangkit, kemudian berdiri di depan 30,000 lebih pasukan Dwarf. Semua pandangan pasukan Dwarf tertuju kepadanya.
"Saudaraku, apakah kalian setuju Elder Tyron menjadi Raja kalian? Ataukah kalian hanya ingin menjadi budak dari Raja tirani seperti Alberich! Semua keluarga kalian sekarang di sandera oleh Alberich! Pasukan Dwarf yang tersisa di Kerajaan Terra terpaksa mengikuti Alberich karena ancaman! Apakah kalian mengetahui apa yang terjadi di masa depan apabila Alberich menjadi Raja? Kalian tidak akan lagi bebas untuk minum-minuman keras kalian akan diperlakukan seperti binatang ternak! Kalian akan menjadi budak di Kerajaan kalian sendiri! Akhirnya Kerajaan Terra akan hancur dalam waktu cepat dan lambat!" Lazarus berteriak.
Mata semua pasukan Dwarf membara. Moral mereka meningkat.
Sebastian pergi ke samping Lazarus memberikan sebuah surat yang berisi penyelidikan Evangeline tentang Kerajaan Terra.
"Alberich telah membeli 7000 budak tempur Rank Grand Master, Expert dan Epik juga seekor Earth Titan dewasa dari cabang Guild Pedagang Budak Black Fox dari setiap Kerajaan! Apakah kalian mengetahui darimana uang untuk membeli budak itu berasal? Kalian pasti sudah menyadarinya! Setiap Elder Dwarf saling mencurigai karena uang dari penjualan Material tambang dan Artefak sangat menurun drastis!! Alberich telah mencuri semua uang itu untuk membentuk kekuatannya sendiri! Siapa dari kalian yang setuju Tyron menjadi Raja Dwarf bersorak!"
+Skill Leadership A
"Hidup Saudara Urs! Hidup Raja Tyron!" Elder Vulcan bersorak diikuti oleh semua pasukan Dwarf yang lainnya.
"Saudara Tyron, jangan mengkhianati kepercayaan rakyatmu!" Lazarus berseru.
Elder Tyron mempunyai ekspresi serius, kemudian menggigit jempolnya hingga berdarah dan meneteskannya kepada Artefak Ruler's Golden Hammer Rank Legendary.
Ruler's Golden Hammer mengeluarkan cahaya keemasan. Kontrak akhirnya terbentuk.
"Master! Apakah kamu Masterku di generasi ini? Senior Auva dan adik Wisdom sudah lama tidak bertemu! Apakah kalian membutuhkan perbaikan? Masterku akan memperbaiki kalian." Golden Ruler's Hammer berkata.
"Wisdom? Auva? Apakah diantara kalian ada yang memiliki Artefak rank Mythical?" Iris bertanya.
Wisdom dan Auva mengeluarkan cahaya emas. Lilian segera mengeluarkan Auva dari sarungnya.
"Golden Ruler's sudah 1000 tahun lebih kita tidak bertemu. Terima kasih karena telah memperbaiki aku saat itu." Auva menjawab.
"Saudara Golden Ruler's, Aegis dan Kusanagi sudah rusak parah. Mereka lebih membutuhkan perbaikan daripada aku." Wisdom menjawab.
"Crimson Ring dan Artefak Mythical zaman ketiga!" Elder Theodore berteriak.
"Master, aku ingin tidur kembali! Apabila kamu membutuhkan bantuan kamu boleh memanggilku." Wisdom berkata.
"Wisdom, Golden Ruler's, Auva kalian tidak boleh saling berbicara satu sama lain di hadapan banyak orang!" Lazarus berteriak.
"Maafkan aku." Wisdom berkata.
"Maafkan aku... aku terlalu berbahagia bertemu teman lama." Golden Ruler's Hammer berkata.
"White King, mengapa kamu masih hidup! Bukankah aku sudah menusuk jantungmu!" Auva terkejut.
"Auva, White King adalah Raja zaman ketiga! Pria di depanmu adalah Urs The North! Bukanlah White King!" Lilian berkata.
"Apakah, kamu bukan White King?"
"Orang-orang mengatakan aku mirip dengan White King, Raja Arthur bahkan Duke Lazarus! Auva, senang bertemu denganmu." Lazarus berkata.
"White King? Auva pasti mengetahui tentang kisah zaman ketiga," batin Lazarus.
"Urs, apakah kamu mempunyai cetak biru peta Kerajaan Terra?" Tyron bertanya.
Lazarus mengeluarkan cetak biru peta Kerajaan Terra.
"Hahaha. Gerbang Utara, Gerbang Selatan dan Gerbang Timur sudah ditutup oleh Alberich! Akan tetapi, kita masih bisa menyusup ke Kerajaan Terra menggunakan jalan yang dibuat oleh Ignatius di masa lalu dan pintu masuknya berada di tengah Pergunungan Helios." Elder Vulcan berkata.