
Hari mulai pagi keluarga Regulus kembali ke penginapan. Blossom kecil tertidur pulas di gendongan Cassandra, dia sangat senang karena bermain semalaman dengan Tuan Sean.
"Alastair, Cassandra, kembalilah terlebih dahulu ke penginapan. Aku dan Iris mempunyai sesuatu yang harus di selesaikan."
"Ayah dan Ibu, apakah kalian tidak beristirahat?" Cassandra bertanya.
"Hahaha. Aku dan Iris adalah seorang ranah Legendary, aku bisa terjaga dan tidak makan selama seminggu." Lazarus berkata.
"Baiklah." Cassandra masuk ke penginapan seraya mengendong Blossom.
"Sayang, aku akan ikut bersama Ayah dan Ibu! Kamu beristirahatlah terlebih dahulu." Alastair berkata.
"Cih.." Cassandra melirik Alastair dengan tatapan tajam, kemudian berbalik dan tidak memedulikan Alastair.
...****************...
Alastair mengetahui Lazarus dan Iris mempunyai sebuah rencana. Dia ingin melihat keajaiban apa yang akan dilakukan oleh ayahnya.
"Sirius, Celes, Lime, aku akan menyerahkan Onyx, Snow Flower dan Sun Flower kepada kalian." Lazarus mengusap kepala Sirius yang terbaring lemas di hadapannya.
"Master, aku akan menjaga mereka semua."
"Onyx, kamu tidak boleh nakal."
"Aummm.."
Iris, Lazarus dan Alastair pergi ke kota Blue Light Castle. Kota yang tidak pernah sepi selama 24 jam dan 4 musim ini sangat ramai oleh para Pedagang, Petualang, Marcenary dan Rakyat Biasa.
"Alastair, apakah kamu sudah akur dengan Duke Garfield, Kakek Galan dan yang lainnya?" Lazarus bertanya.
"Ayah, mereka sangat baik, tetapi aku merasa tidak layak berada di samping mereka." Alastair menjawab.
"Mengapa?"
"Aku sangat lemah! Eira yang masih berusia 23 tahun dan lebih muda 10 tahun dariku juga mempunyai kekuatan di atasku!"
"Hahaha. Putraku! Kamu dan Icarus mempunyai tubuh yang diberkati. Meskipun kamu tidak mewarisi Skill Garis Darah Bangsawan Utara seperti Blossom, tetapi kamu mewarisi Skill Garis Darah Bangsawan Timur yang masih belum terbangun."
"Tunggu! Apakah aku dapat mewarisi Garis Darah Bangsawan Timur?"
Lazarus dan Iris mengangguk seraya berjalan ke arah jembatan berwarna biru. Mereka kemudian duduk di jembatan itu seraya melihat Beast burung yang hinggap di pepohonan dan sungai dibawahnya yang mengalir tenang.
"Altair, ada berbagai banyak garis darah ras humanoid. Namun hanya empat garis darah di Antares yang diakui sebagai garis darah Bangsawan. Pertama Garis Darah Bangsawan Barat, mereka ahli dalam Element petir dan cahaya, Altair, Iris dan Icarus mempunyai garis darah itu. Kedua Garis Darah Bangsawan Utara, mereka ahli dalam Element air, angin dan es aku, Carissa dan Blossom mempunyai garis darah itu. Ketiga garis darah Bangsawan Timur, mereka ahli dalam element logam, angin dan api, aku, Feng Xueyin, Panglima Feng Long mempunyai garis darah itu dan terakhir adalah Garis Darah Bangsawan Selatan, mereka ahli dalam element kegelapan dan api. Apabila masalah bakat Icarus, Calista, Amarilis dan kamu lebih hebat dari Eira dan hampir sama dengan Freya."
"Apa? Freya, sudah menembus Ranah Legendary di usianya yang ke 23 tahun! Aku bahkan masih jauh dari ranah Legendary!"
"Fufufu. Freya dan Cathrine sudah berkali-kali hampir mati saat bertarung. Alastair, usahamu untuk menjadi kuat masih kurang." Iris berkata seraya melemparkan remahan roti ke arah Beast ikan dan katak kecil di sungai.
"Ayah apa yang harus aku lakukan supaya menjadi kuat sepertimu?"
"Hahaha. Putraku, kamu harus mengalami banyak pertarungan nyata untuk menjadi lebih kuat! Semua orang kuat seperti Kakek Galan, Kaisar Erland dan yang lainnya mengalami berbagai macam pertarungan dan perang. Tubuh, Mental dan Pikiran mereka sudah di tempa dengan sangat keras." Lazarus tertawa.
Alastair mengetahui sejak menjadi seorang Duke, dia lebih memikirkan Regulus daripada menembus ranah dan menjadi kuat seperti keinginannya saat kecil.
Alastair mempunyai mata yang berbinar. "Ayah terima kasih!!!"
"Nyonya Tiara, Diana, Jane dan Cassandra bisa mengurus Regulus dengan baik saat kita tidak ada. Cleon dan Anggota Aliansi The North juga akan membantu mereka." Lazarus tersenyum seraya mengulurkan tangannya, seekor Beast burung pipit kecil berwarna biru hinggap di jarinya.
"Lazarus, apakah kamu menerima surat?" Iris bertanya.
"Acasha, dan yang lainnya menyuruhku untuk pergi ke Kasino Acasha. Mereka mengatakan batu sedimen baru sudah datang dan aku harus memilahnya."
"Para Penjudi itu!!" Iris berseru.
"Crow, kamu juga adalah seorang penjudi." Lazarus menjawab seraya tersenyum halus.
Wajah Iris sedikit memerah, kemudian memalingkan wajahnya. Dia adalah seorang penjudi Legendaris yang diberi gelar "Crow" oleh semua orang karena dari seratus taruhan dia hanya memenangkan 2 taruhan.
Lazarus, Iris dan Alastair berjalan ke arah Kasino Acasha.
Lazarus melihat Alastair yang berjalan di sampingnya. Dia sudah penasaran tentang sesuatu sejak pertama kali bertemu Alastair.
"Duke Alastair, Dion mengatakan padaku bahwa kamu ingin menjadikan aku saudaramu."
Wajah Alastair memerah, dia saat itu tidak mengetahui Urs adalah Ayah kandungnya Duke Lazarus Regulus.
"Tidak!! Jangan menggodaku! Aku tidak mengetahui kamu adalah Ayahku saat itu. Apabila aku mengetahuinya dari awal, aku akan langsung bersujud kepadamu!"
"Hahaha. Seperti apa yang dikatakan oleh seorang Raja tua. Seorang putra akan terlihat seperti anak kecil di depan Ayahnya." Lazarus tertawa.
"Ayah, mengapa saat berada di Kota Lion Castle. Kamu tidak mengatakan kepada kami bahwa kamu adalah Ayahku? Ibu dan Bibi Alyssa, bahkan tidak menyadari bahwa Urs adalah Lazarus Regulus."
"Alastair, apabila aku mengakui kepada kalian bahwa aku adalah Lazarus. Apakah kalian memercayainya karena usiaku di reset menjadi 28 tahun dan aku masih setengah mengingat kejadian di masa lalu?"
"Ibu sudah mengatakan semuanya kepadaku dan Amarilis. Apa yang terjadi padamu 33 tahun yang lalu, tetapi bukankah lebih baik kamu mengaku pada Ibu dan Bibi Alyssa?"
Lazarus menghela nafas. "Banyak bajingan bersembunyi di balik bayang-bayang. Aku tidak ingin keluargaku berada di dalam bahaya dan saat itu aku tidak memercayai Alyssa. Apakah Alyssa sama seperti Alyssa di masa lalu dan Apabila aku kembali ke Regulus tanpa Kekayaan, Kekuatan dan Relasi. Aku tidak akan bisa berbuat apapun pada Regulus dan 3 Singa tua itu pasti dapat dengan mudah menggertak aku."
Alastair melihat ke arah Lazarus dengan mata berbinar. "Hahaha. Apabila Ayah langsung kembali ke Regulus tanpa Kekayaan, Kekuatan dan Relasi. Sama saja dengan seekor rusa yang masuk ke kawanan singa."
"Alastair, masih banyak yang harus kamu pelajari. Aku dan Iris, akan mengajarimu dan Cassandra tentang semua hal yang kami ketahui." Lazarus memeluk pinggang Iris.
"Terima kasih!"
"Aku ingin mengucapkan suatu hal kepadamu. Maafkan aku karena tidak bisa menjadi seorang Ayah yang baik, aku meninggalkanmu dan Amarilis selama 30 tahun."
Alastair menggeleng ringan. "Aku mengetahui semua kesulitan yang telah kamu lalui. Diana juga sudah menceritakan semua hal tentangmu kepadaku dan Amarilis. Aku bangga kepadamu, meskipun nama Lazarus Regulus Sang Bangsawan Idiot selalu menjadi olok-olokan saat aku bersekolah."
"Alastair, mereka semua hanya iri kepadaku! Bajingan pintar itu tidak bisa mendapatkan wanita cantik seperti Iris! Mereka menyebarkan rumor yang tidak berdasar!"
"Fufufu. Apakah semua rumor itu salah?" Iris terkekeh kecil.
"Mungkin, dahulu aku lebih sering menggunakan ototku dibandingkan otakku."