LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 133. Duke Regulus II.



Semua orang yang berada di meja makan melirik ke arah Xueyin yang tiba-tiba menantang Lazarus.


"Putri Xueyin, kamu menantang seseorang yang baru terbangun setelah tidur selama 6 bulan! Apakah kamu tidak mengetahui tragedi yang telah Urs dan kami lewati!" Freya mengeluarkan aura tekanan ranah Legendary seraya menatap mata merah Xueyin dengan mata merah darahnya yang dingin.


"Putri Xueyin, apakah kamu tidak mengetahui Urs dan kami semua hampir mati! Apabila Urs tidak ada kami semua saat ini sudah mati. Nyaww." Cathrine mengeluarkan tekanan aura membunuh yang pekat.


"Fufufu. Apakah kamu ingin berduel denganku? Aku akan melawanmu sampai satu diantara kita tidak bisa bernafas." Carissa terkekeh kecil seraya meminum tehnya dengan anggun.


Feng Xueyin tidak gemetar merasakan tekanan tiga aura ranah Legendary yang berasal dari Carissa, Cathrine dan Freya.


"Apabila, kalian bertarung di dalam kastil Regulus dan menghancurkannya. Aku sebagai Tuan Wilayah Regulus tidak akan pernah mengizinkan kalian menginjakkan kaki di wilayah Regulus selamanya!" Lazarus berkata dengan dingin.


"Urs, maafkan aku." Freya menjawab.


"Alastair, apakah kamu bisa mengantarkan kita ke lapangan latihan?" Lazarus bertanya.


"Sesuai perintahmu, Ayah." Alastair menjawab.


Semua orang pergi ke lapangan latihan kastil Regulus. Terlihat para prajurit dan pelayan berlalu-lalang di sekitar kastil Regulus.


"Salam Duke Lazarus."


"Salam Duchess Iris."


"Salam Tuan Alastair."


"Salam Nyonya Cassandra."


Lazarus hanya menjawab mereka dengan senyuman. Akan tetapi, wajah mereka terlihat berseri-seri karena Lazarus menjawab sapaan mereka. Mereka akhirnya sampai di lapangan latihan kastil Regulus.


"Salam Cahaya Regulus Duke Lazarus Regulus dan Salam Bintang Regulus Tuan Alastair Regulus." Seorang pria paruh baya kekar berambut abu-abu pendek menghampiri Lazarus.


"Edmund, sudah lama tidak bertemu. Apakah kamu sudah menembus ranah Epik? Bagaimana kabar istrimu Marry dan putrimu Giselle? Gadis kecil itu selalu mengatakan ingin menjadi seorang komandan Ksatria." Lazarus tersenyum seraya menyentuh bahu Edmund.


"Duke, mereka baik-baik saja ... Giselle sudah menembus ranah Epik dan berpatroli di wilayah Viscount Cleve Foster. Marry dan yang lainnya sangat terkejut mendengar kamu baik-baik saja dan kembali ke Regulus." Edmund meneteskan air matanya.


"Kakek tua, aku sangat merindukan kalian. Aku berpikir aku tidak akan melihat kalian lagi. Meskipun sudah banyak teman seperjuangan kita sudah mati, tetapi aku sangat bahagia melihat kamu dan keluargamu baik-baik saja. Terima kasih karena kamu sudah membantu istri, putra dan putriku. Berhentilah menangis! Aku tidak memercayai aeorang pria yang gagah berani memimpin pasukan di barisan paling depan, menangis di hadapanku. Teman seperjuangan kita yang telah mati karena usia dan gugur di medan perang pasti akan tertawa terbahak-bahak di Taman Eden."


"Hahaha. Aku adalah Edmund wakil komandan pasukan Black Lion! Aku akan selalu mengikuti Duke sampai ke Taman Eden. Kesetiaan ku dan nyawaku hanya untuk Duke dan wilayah Regulus." Edmund berlutut.


"Duke, 13 Bangsawan di wilayah Regulus mengirimkan Anda surat. Mereka mengatakan ingin segera bertemu dengan Anda." Helga berlutut.


"Putri Feng Xueyin, bisakah kamu menungguku? Aku ingin menyambut semua pasukan dan rakyatku sebentar." Lazarus berkata.


"Baiklah, Duke aku bisa menunggumu selesai menyambut semua orang. Bahkan, aku bisa mengundurkan waktu duel kita." Feng Xueyin menjawab.


"Aku sudah berjanji kepadamu untuk berduel hari ini. Aku hanya ingin bertatap muka dengan mereka sebentar. Iris, Cassandra, Alastair, Blossom mari kita menyambut semua orang." Lazarus tersenyum.


Edmund dan Helga berada di samping Lazarus untuk mengawal mereka. Freya dan yang lainnya mengikuti di belakang Lazarus.


"Tuan Lazarus, sangat baik kepada semua pengikutnya. Aku merasakan wilayah Regulus damai dan penuh kehangatan berbeda dengan wilayah Kekaisaran Moonlight yang penuh dengan konflik dan konspirasi." Deviela berkata.


"Semua pengikutnya tidak menyembunyikan niat buruk. Mereka menyambut Urs dengan ekspresi bahagia." Theresa berkata.


"Urs, mempunyai karisma seorang Raja." Ainsley berkata.


"Aku ingin melihat pemandangan ini setiap hari. Akan tetapi, seperti halnya air laut yang tenang sebelum badai datang. Kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan." Felicity berkata.


"Urs, sudah menyiapkan semuanya sebelum badai menerjang wilayah Regulus. Aku sangat memercayai Urs dan tidak meragukan semua keputusannya." Freya berkata.


"Putri Freya, mengapa kamu sangat memercayai Duke Lazarus?" Feng Xueyin bertanya.


"Putri Xueyin, aku mencintai Urs." Freya menjawab.


Semua wanita di sana merasakan perasaan jujur Freya saat dia mengatakan mencintai Lazarus. Meskipun Feng Xueyin dan Deviela masih menilai Lazarus, tetapi mereka saat ini semakin tertarik mengenal lebih jauh siapa Duke Lazarus.


"Fufufu. Xueyin, apakah kamu mengetahui Lazarus adalah yatim piatu?" Carissa bertanya.


"Aku mengetahui bahwa Lazarus mempunyai garis darah dari Bangsawan Utara karena rambut putih dan mata birunya." Feng Xueyin melirik ke arah Alyssa dengan ekspresi penasaran.


"Lazarus adalah putra paman Arka Boreas dan sepupuku. Apakah kamu mengetahui siapa ibu dari Lazarus?" Carissa tersenyum.


"Tunggu! ... Bagaimana mungkin?" Feng Xueyin mengingat kenangan masa lalunya.


"Feng Yin Golden Sun, dia pergi ke Benua Barat bersama paman Arka 200 tahun yang lalu. Dia menyamarkan identitasnya menjadi Fang Ying karena saat itu terjadi perang memperebutkan Wilayah Timur Benua Utara Boreas atau Wilayah Utara Benua Timur Golden Sun yang sekarang disebut sebagai wilayah White Sun. Paman Arka yang memimpin pasukannya bertemu dengan Putri Feng Yin di Medan perang karena mereka berdua selalu bertarung akhirnya tumbuh benih cinta diantara mereka berdua. Mereka melarikan diri ke Benua Timur, kemudian mereka mempunyai seorang putra setelah lama menikah. Nama pria itu adalah Lazarus Regulus."