
Lazarus, Sebastian dan Iris sudah memasuki Istana Kerajaan Terra. Istana megah berwarna perak yang terbuat dari meterial berharga itu sangat megah.
2 orang budak ras Demon Ashura ranah Epik memimpin 500 budak ranah Expert menyerang ke arah Sebastian dan Lazarus.
Sebastian menggunakan Scorpion yang terbalut oleh element kegelapan. Dia terus menyerang ke arah depan dan memotong semua budak itu. Bilah Scorpion terpisah menjadi seperti sebuah cambuk.
"Regalia, gunakan mode element es." Lazarus berkata.
Gagang sabit besar Regalia berubah menjadi biru muda seperti layaknya warna es. Dan bilahnya berubah menjadi warna perak kebiruan. Eight Element Schyte Regalia dapat berubah menjadi 8 bentuk element berbeda karena orang yang pertama kali memakainya mempunyai 8 element. Yaitu, Api, Air, Es, Kegelapan, Cahaya, Petir, Angin dan Logam.
Lazarus seperti seorang Dewa Kematian yang mengayunkan sabit besar Regalia. Meskipun dia baru menggunakan senjata sabit, tetapi karena membaca buku Skill sabit besar dasar Rank B yang diberikan oleh Jack dia dapat menggunakan Artefak Sabit Besar Regalia, tetapi tidak sehebat dan terampil seperti Jack.
2 orang Ras Ashura menyerang ke arah Lazarus dan Sebastian. Terlihat di empat tangannya masing-masing menggunakan Artefak senjata yang berbeda. Artefak tombak, Artefak Long Sword, Artefak Battle Axe besar dan Artefak Shield.
"Urs, mereka adalah Demon Rank 9 yang berasal dari wilayah timur Benua Selatan Moonlight! Jangan bunuh mereka aku ingin menjadikan mereka anak buahku." Sebastian berkata, kemudian 2 ekor ular yang terbuat dari kegelapan melilit kedua Ashura itu.
Meskipun kedua Ashura itu terus meronta-ronta, tetapi mereka masih tidak dapat melepaskan ular kegelapan yang mengikatnya. Lazarus dan Lime segera pergi ke arah kedua Ashura itu, kemudian Lime berubah menjadi sebuah kunci yang seukuran dengan lubang kunci Artefak kalung budak kedua Ashura itu dan melepaskan kalung budak itu.
"Manusia, terima kasih, aku dan saudaraku akan membayar hutang Budi karena kalian telah melepaskan kami dari perbudakan." Ashura berambut merah berkata.
"Tunggulah di sini dan singkirkan para budak yang menyerang kami! Kelompokku akan memasuki Istana Kerajaan Terra."
"Sesuai perintahmu."
"Kyaaaat." Seekor Fire Phoenix dengan bulu berwarna merah terbang ke arah Sebastian seraya melapisi tubuhnya dengan api yang membara.
"Light Chain!"
"Darkness Chain!"
Iris dan Sebastian dengan cepat menggunakan Skill sihir element cahaya dan kegelapannya Legendary Beast Fire Phoenix muda itu terbelenggu dan terikat, dua rantai yang terbuat dari Skill sihir element kegelapan dan cahaya.
"Fire Phoenix ini sangat pintar! Dia menyelinap setelah kita sudah mengalahkan semua musuh." Iris berkata.
Lazarus melompat ke arah Beast Fire Phoenix itu dan melepaskan kalung budak yang terpasang dilehernya.
"Lepaskan aku! Aku adalah Gaver seekor Fire Phoenix terhormat! Dwarf, aku akan memusnahkan kalian! Kalian telah menangkap ku dan menjadikan aku budak." Gaver berteriak.
"Gaver, buatlah kontrak denganku! Aku akan memperlakukanmu sebagai keluargaku. Aku juga tidak akan mengkhianatimu." Lazarus bertanya.
"Aku tidak ingin membuat kontrak dengan Beast Master! Kamu pasti akan memanfaatkan aku sebagai alat seperti apa yang dilakukan oleh para Dwarf." Gaver menjawab seraya terus meronta-ronta untuk melepaskan diri dari rantai yang mengikatnya.
"Fire Phoenix yang keras kepala," batin Lazarus.
"Aku bersumpah atas nama Dewi Electra dan Dewa Legendary Phoenix dan Vermilion Bird Suzaku akan menjadi Master yang baik untukmu. Aku akan menjadikanmu yang mempunyai bakat dan garis darah biasa-biasa saja menjadi seekor Beast King Fire Phoenix yang agung." Lazarus berbisik.
Gaver melebarkan matanya.
"Manusia, darimana kamu mengetahui tentang nama Dewa Legendary Beast Phoenix dan Vermilion Bird! Padahal hanya Klan Phoenix yang mengetahuinya."
"Gaver, aku mengetahuinya dari seekor Mythical Beast Fire Phoenix yang naik ke alam atas sebelumnya." Lazarus tersenyum.
"Apakah kamu mengetahui siapa namanya?"
"Red Sun, Mythical Beast Fire Phoenix yang menembus pergi ke alam atas di Fire Storm Valley." Iris berkata.
Party Golden Lion pernah bertemu dengan seekor Mythical Beast Fire Phoenix yang menembus alam atas di masa lalu. Fire Phoenix itu memberikan 3 bulu merahnya kepada Iris karena dia dan Party Golden Lion telah membantunya saat dia menembus ranah. Meskipun Party Golden Lion hanya melindungi Red Sun dari Beast rank sedang yang menyerangnya saat menembus ranah.
Iris mengeluarkan 1 bulu Red Sun dari Artefak penyimpanan dan memberikannya kepada Gaver.
"Kakek Buyut, manusia kalian tidak berbohong! Kakek buyut pasti memercayai seseorang yang tepat aku akan membuat kontrak denganmu Masterku tolong bawa aku melihat dunia yang lebih luas." Gaver berkata.
Lazarus membuat kontrak dengan Gaver. Akhirnya kontrak telah terbentuk, tetapi Lazarus kehilangan banyak mana karena membuat kontrak itu.
"Urs!!"
Iris segera memberikan Lazarus, Mana Potion Rank Legendary yang telah dia beli saat berada di Kuil Nyx. Lazarus meminumnya dan untuk sesaat mana Lazarus kembali terisi penuh.
Iris hanya mengangguk dengan ekspresi yang sedikit murung.
"Gaver, Ashura, Grey kalian harus pergi ke Medan perang dan bergabung dengan mereka. Semua Beast rank tinggi yang berada di Medan perang adalah sekutumu." Lazarus mengusap kepala Gaver.
"Sesuai perintahmu, Master." Gaver menjawab, kemudian terbang bersama Ashura dan Grey ke Medan perang.
Iris, Sebastian dan Lazarus pergi ke Istana Kerajaan Terra. Iris terus melihat ke punggung Lazarus. Dia merasakan banyak perasaan campur aduk di hatinya. Sekarang Iris sangat yakin bahwa pria di hadapannya adalah Lazarus.
Iris mengingat waktu pertemuannya saat bertemu dengan Urs di Kota Lion Castle, Lazarus menggunakan Artefak penyamaran saat bertemu dengan Iris. Awalnya Iris merasakan perasaan yang akrab kepada Urs, tetapi dia menyangkalnya karena Urs adalah pria cerdas dan mempunyai Skill sihir dan Aura element es, belum mempunyai Job dan di statusnya dia berusia 28 tahun tepat saat Lazarus pergi ke Hutan Eternal Poison. Akan tetapi, kedekatannya dengan Blossom, Sebastian, Alyssa, Altair dan yang lainnya membuat dia yakin Urs adalah Lazarus.
Iris merubah rambutnya menjadi rambut perak panjang yang panjang. Dia memeluk erat punggung Lazarus dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Lazarus terdiam dan tidak bergerak di tempatnya. Seorang Saint dan wanita tercantik di Benua Barat Zephyra telah memeluk erat punggungnya. Wanita yang mempunyai rambut perak panjang, mata merah memakai gaun tempur berwarna perak itu memeluk punggung Lazarus.
"Urs tidak! Lazarus! Jangan pergi lagi meninggalkanku." Air mata perlahan menetes ke pipi Iris.
Lazarus merasakan tujuh segel di ingatannya terlepas. Semua Ingatan Lazarus keluar seperti sebuah aliran sungai. Lazarus mengingat semua kenangan dan ingatan Lazarus begitupun dengan semua hal tentang Iris. Dia teringat tentang Lazarus di mimpinya yang mengatakan "aku adalah kamu dan kamu adalah aku"
"Urs, aku dan Lime akan pergi terlebih dahulu untuk melepaskan para Elder yang ditawan oleh Alberich." Sebastian tersenyum tulus, kemudian dia dan Lime menghilang di balik kegelapan. Dia tidak ingin menganggu reuni Lazarus dan Iris.
"Hahaha. Awalnya aku mengira aku yang menulis novel ini ternyata aku terlalu naif! Dunia ini telah ada sebelum aku menulis novelku. Karakter Lazarus yang bodoh dan malang adalah bagian diriku yang berada di planet ini," batin Lazarus.
"Iris, aku tidak akan pergi lagi. Blossom pasti akan sangat merindukan kakeknya. Apakah aku adalah ayah yang tidak baik? Aku tidak mengurus Altair dan Amarilis dengan baik! Aku bahkan membuatmu sangat sedih." Lazarus berkata.
"Fufufu, mereka akan baik-baik saja. Aku dan Diana telah mengurus mereka berdua dengan baik. Mengapa kamu menjadi sangat pintar? Untuk sesaat aku tertipu olehmu."
"Hahaha. Aku tidak pernah menggunakan otakku sebelumnya. Sekarang aku dapat menggunakan otakku dengan baik."
"Apakah kamu akan kembali ke wilayah Regulus?"
"Aku akan kembali, tetapi belum saatnya untuk aku kembali masih banyak hal yang harus aku lakukan."
"Aku akan ikut bersamamu."
"Kamu boleh ikut denganku karena kamu sudah bersamaku semenjak aku berada di masa paling kelam di hidupku. Aku tidak bisa menjelaskan semua ini kepada Alastair dan Amarilis mereka pasti akan terkejut ketika melihat usia di statusku." Lazarus menoleh ke arah Iris wajah mereka saling berhadapan.
"Alastair dan Amarilis pasti akan menerimamu." Mata merah Iris melirik ke arah mata biru Lazarus seraya memeluknya lebih erat.
Lazarus mengusap air mata di pipi Iris.
Perlahan Iris mendekatkan bibir lembutnya ke arah Lazarus.
Lazarus membalasnya dan mencium lembut bibir Iris.
"Iris, maafkan aku karena tidak menjadi Duke, Ayah dan Suami yang baik." Lazarus berkata.
"Fufufu, kamu telah mengorbankan banyak hal demi Regulus dan Kekaisaran Lion Heart bahkan nyawamu. Lazarus entah di kehidupan kali ini atau kehidupan yang akan datang aku akan selalu bersamamu." Iris menyandarkan kepalanya ke dada Lazarus.
"Iris, apakah perasaanku atau kamu terlihat lebih cantik."
"Fufufu. Sekarang bukan waktunya untuk itu. Lazarus saat ini kita harus fokus kepada rencana kita untuk menyelamatkan para Elder Dwarf." Iris terkekeh kecil, kemudian dia menggandeng tangan Lazarus dan berlari masuk ke Istana Kerajaan Terra.
...****************...
Medan perang.
"Freya apakah kamu baik-baik saja?" Carissa dengan gaun tempur yang berlumuran dengan darah musuhnya bertanya.
"Nona Carissa, terus gunakan Skill sihir element esmu untuk menyerang pasukan budak dan pada Dwarf pengkhianat!" Freya yang menaiki punggung Hilda berteriak.
Terlihat banyak mayat berada di sekitar Freya. Wajah dan Armor Freya serta Hilda berlumuran darah para musuhnya, mereka terlihat sangat menakutkan.
"Bajingan! Apakah Urs, Iris dan Sebastian masih belum menyelamatkan para Elder Dwarf!" Alyssa berteriak seraya terus menggunakan Skill sihir element air dan kayu miliknya.
Seseorang menyelinap ke belakang Alyssa, tetapi Cathrine segera membunuhnya.
"Nona Alyssa, Carissa, tetaplah fokus aku akan melindungi bagian belakang kalian Nyaww." Cathrine dengan wajah yang berlumuran darah berkata.