
Lazarus perlahan membuka matanya. Dia melihat langit-langit ruangan berwarna biru muda dan selimut berwarna putih.
"Sudah berapa lama aku tertidur?" Lazarus bergumam seraya meregangkan otot-ototnya.
"Kraaak."
Lazarus melirik ke arah sekitarnya. Sebuah kamar dengan banyak hiasan biru serta lukisan besar dengan gambarnya.
"Apakah aku berada di kamarku? Wilayah Regulus? Apakah aku sudah tertidur selama bertahun-tahun?" batin Lazarus.
Lazarus mencoba berdiri, tetapi kakinya tidak kuat untuk menahan tubuhnya, kemudian Lazarus berusaha merangkak ke tempat tidur.
"Iris, apakah kamu berada di sana?" Lazarus berteriak.
Seseorang wanita berambut perak dan mata merah dengan gaun berwarna biru membuka pintu kamar.
"Lazarus, apakah kamu sudah sadar? Bajingan, aku berpikir kamu akan tidur selama bertahun-tahun." Iris berlari ke arah Lazarus, kemudian memeluknya.
"Maafkan aku." Lazarus berkata dengan suara lemas.
Iris menggeleng ringan. "Aku yang harus meminta maaf kepadamu. Aku hanya dapat bersembunyi di belakangmu."
"Iris, kamu adalah seorang wanita yang sangat kuat. Aku hanyalah pria bodoh yang sangat beruntung mendapatkan seorang isteri sepertimu." Lazarus menjawab.
Mendengar kata Istri, Iris menggenggam punggung Lazarus dengan sangat erat.
"Lazarus, apakah kamu mengetahui kamu mempunyai 10 istri? Aku tidak mengerti denganmu! Kamu baru meninggalkan Hutan Eternal Poison selama 2 tahun lebih. Akan tetapi, kamu sudah mendapatkan banyak selir! Meskipun tidak sebanyak Altair, tetapi aku merasa sangat cemburu." Iris mengembungkan pipinya.
"Iris, aku sangat kesakitan! Kamu menghancurkan punggungku!"
"Maafkan aku." Iris berkata.
"Iris sudah berapa lama aku tertidur?"
"Kamu tidur selama 6 bulan, seminggu lagi adalah pertemuan Aliansi Kerajaan, Kekaisaran dan Kekuatan Besar di seluruh dunia. Kamu diundang untuk pergi ke sana." Iris menjawab.
"Baiklah, apakah kamu bisa membantuku untuk berdiri?"
Iris membantu Lazarus untuk berdiri, kemudian mereka pergi ke ruang makan. Blossom, Celine, Freya, Ainsley, Diana, Theresia, Cathrine, Freya, Carissa, Lilian, Felicity, seorang wanita berambut hitam dan seorang wanita ras Demon sedang duduk di sana. Bersama Alastair dan Cassandra yang duduk di kursi sebelah kanan. Ekspresi Alastair sangat tertekan saat melihat Lazarus.
Sebagai kepala keluarga Lazarus duduk di kursi utama. Tubuhnya terlihat sangat kurus hingga memperlihatkan tulang rusuk di dadanya dan otot tangannya yang kekar sekarang seperti tulang yang dilapisi oleh kulit.
Para pelayan segera membawa banyak makanan enak, kemudian meletakkannya di meja makan.
"Lazarus, kamu harus makan terlebih dahulu. Kami tidak akan mengganggumu saat makan." Freya berkata.
Lazarus segera memakan semua makanan yang sudah di siapkan sudah lebih dari setengah tahun dia tidak makan apapun. Dia sangat menikmati semua makanan yang berada di atas meja makan. 1 jam berlalu para pelayan terus menghidangkan banyak makanan, tetapi Lazarus terus memakan semuanya.
"Aku akhirnya merasa hidup kembali." Lazarus bergumam seraya memakan sepotong paha Multi Colour Chicken Panggang di depannya.
"Ayah, apakah kamu ingin minum?" Alastair bertanya.
"Uhuk! Uhuk!"
Diana, segera memberi Lazarus segelas air.
"Terima kasih."
"Duke Alastair, apakah kamu menyukai hadiahmu?" Lazarus bertanya seraya tersenyum halus.
Alastair bangkit dari kursinya, kemudian berlutut.
"Ayah, maafkan aku karena tidak dapat menjaga wilayah Regulus dengan baik!" Alastair berkata.
Lazarus merasa sedikit canggung melihat sifat Alastair sekarang sangat berbeda. "Bangkitlah, kamu adalah pemimpin yang jauh lebih baik dariku!"
Alastair bangkit, kemudian duduk di kursinya.
"Kakek!" Blossom berlari ke arah Lazarus, kemudian dia duduk di paha Lazarus.
"Blossom kecil, apakah kamu baik-baik saja? Bukankah sekarang kamu harus berada di Akademi Kekaisaran?" Lazarus bertanya.
"Kakek, aku sedang liburan bersama Celine." Blossom tersenyum manis.
"Celine, bagaimana kabarmu?" Lazarus mengusap kepala Celine.
"Nona Blossom dan temanku di akademi sangat baik." Celine tersenyum dengan mata yang berbinar.
Lazarus melirik ke arah seorang wanita Demon berambut pirang panjang menutupi mata kanannya dengan tanduk berwarna putih dan mata berwarna biru. Dia memakai gaun berwarna merah dan Artefak anting bulan sabit di telinga kirinya.
"Duke Regulus, namaku Deviela Moonlight. Aku adalah adik dari Sebastian dan tunanganmu." Deviela tersenyum halus.
Nama: Deviela Moonlight.
Ras: Ancient Demon.
Usia: 21 tahun.
Ranah: Legendary.
Level 85.
Job: Magic Swordman S.
"Iris, bisakah kamu menceritakan apa yang terjadi?" Lazarus bertanya.
"Kaisar Feng Yun Golden Sun dan Kaisar Alcander memberikan putrinya untukmu sebagai tanda terima kasih." Iris menjawab.
Lazarus melirik ke arah seorang wanita berambut hitam panjang dan mata merah di samping Deviela. Dia memakai kimono berwarna hitam dengan gambar seekor Phoenix berwarna merah.
"Duke Regulus, namaku Feng Xueyin aku berasal dari Kekaisaran Golden Sun." Feng Xueyin membungkuk.
Nama: Feng Xueyin.
Ras: Manusia.
Usia: 202 tahun.
Ranah: Legendary.
Level: 87.
Job: Swordman S/Spearman S/ Warrior SS/Assasin A.
"Bajingan, Kaisar Golden Sun mengirimkan seorang monster kepadaku," batin Lazarus.
Lazarus melirik ke arah Felicity yang sedang memperhatikannya di samping Theresia dengan mata berbinar.
"Urs, kita pernah bertemu sebelumnya namaku Felicity Zephyra, aku adalah calon istrimu, maka kamu harus menjagaku dengan baik."
Nama: Felicity Zephyra.
Ras: Manusia.
Usia: 530 tahun.
Ranah: Legendary.
Level: 89.
Job: Elemental Sage SSS
"Urs, mengapa kamu sangat terkejut? Aku mengetahuinya apakah kamu melihat status kita bertiga menggunakan Skill Eye Of World? Bajingan!! Kamu tidak boleh melihat status seseorang menggunakan Skill Eye Of World tanpa permisi!" Felicity berjalan ke arah Lazarus, kemudian mencubit pipinya.
"Maafkan aku." Lazarus berkata.
"Duke Regulus, kamu tidak boleh melihat status semua orang tanpa permisi! Mari kita berduel aku ingin mengetahui seberapa kuat dirimu." Feng Xueyin berkata.
"Aku baru menembus ranah Epik! Kamu sudah menembus ranah Legendary. Aku akan kalah apabila aku berduel denganmu." Lazarus berkata.
"Fufufu. Aku, akan menggunakan Skill Barrier milikku untuk menekan ranah Putri Xueyin, kamu harus bertarung dengan sungguh-sungguh dan membuktikan kamu adalah pria yang layak." Felicity terkekeh kecil.
"Baiklah, aku akan bertarung dengan Xueyin." Lazarus menjawab.